Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 102 Mulai (11) Viscount, Marquess, dan Count


__ADS_3

"Lalu sekarang bagaimana keadaan mereka bertiga?"ranya Melody khawatir mungkin sebaiknya dia kembali saja dan mengurus para bangsawan itu.


"Masih sama, mereka masih hidup"ujar Sir Vio.


Melody yang mendengar itu tiba-tiba berhenti, melihat Melody yang berhenti tentu saja ke tiga Kesatria itu juga ikut berhenti menjalankan kuda mereka.


"Ada apa Yang Mulia?, apa ada masalah?"tanya Sir Candra jelas sekali bahwa dirinya sangat khawatir terhadap pemimpin mereka saat ini, itu bisa terlihat dari wajahnya.


"Ayo kembali saja, sepertinya aku harus menyelesaikan beberapa urusan terlebih dahulu di Duchy ini, jika aku pergi sekarang rasanya aku akan berdosa hingga akhir hayatku"ujar Melody.


Ketiga Kesatria itu hanya bisa mengangguk paham dan segara memutar kembali kuda mereka, dan memancu kuda kembali ke Mension Duchess Salvier.


Sampai di depan Mension Melody langsung saja meloncat dari kuda dan siapa sangka bahwa di depan sana sudah ada Diana yang menyambutnya.


"Yang Mulia ada apa kenapa anda kembali?"tanya Diana khawatir dia takut bahwa ada sesuatu yang serius.


"Di mana Galon?"tanya Melody dirinya tak menjawab pertanyaan dari Diana dan malah bertanya balik.


Diana yang mendengar itu mengerutkan keningnya sebelum menjawab.


"Sir Galon saat ini sedang menjalankan tugas dari Yang Mulia untuk mengawasi pembangunan wilayah"ujar Diana.


Ah benar Melody lupa akan hal itu kemarin dia menugaskan, Sir Delice, Sir Galon, Sir Galib, Sir Gio, serta kakaknya Pangeran Rexid untuk menhawasi jalan nya pembangunan.


"Kalau begitu segera kirim surat kepadanya dan suruh dia kembali secepat mungkin"titah Melody sebelum dirinya masuk ke dalam.


Namun sebelum itu dia memberi isyarat kepada ketiga Kesatria yang mengikutinya untuk ikut dirinya ke dalam.

__ADS_1


Para Kesatria yang mendapat isyarat itu segera saja mengikuti Melody.


"Sir Vio cepat pergi ke perbatasan di mana Marquess berada dan katakan bahwa dia tak perlu lagi di sana karena Duchess Utara yang baru membutuhkan nya"ujar Melody.


Sir Vio yang mendengar itu segera saja membungkuk kearah Melody.


"Baik Yang Mulia Duchess"ucapnya sebelum dirinya juga undur diri.


"Dan kalian berdua ikut aku ayo kita tunggu Sir Galon datang dulu"ujar nya dan segera masuk ke dalam ruang kerjanya.


Tak lama mereka menunggu Sir Galon akihirnya datang.


"Yang Mulia apa ada yang bisa saya bantu?"tanya Sir Galon sambil membungkukkan sedikit badannya dengan tangan di dada.


"Sir bisa kamu pastikan satu hal untuk ku?, patikan lah apa benar jika kalau Viscount itu bersalah dan jika dia bersalah aku mau kamu mengumpulkan buktinya aku mau bukti itu harus terkumpul minggu depan saaat aku pulang dari wilayah pertambangan"perintah Melody yang segera saja di sanggupi oleh Sir Galon sebelum dirinya juga undur diri.


"Saya tidak tau tepatnya penyakit apa itu Yang Mulia tapi yang jelas dokter berkata bahaa tidak ada obat untup penyakit tersebut, gejalanya beliau sering sekali muntah darah, beliau juga mengalami nyeri di bagian dada tepatnya di jantung beliau, dan juga tubuh beliau makin kurus hari demi hari padahal jelas sekali walaupun Viscount sakit beliau masih saja mengkonsumsi makanan dengan baik, dan anehnya seiring berjalannya waktu beliau mulai kehilangan indra tubuh beliau"jelas Sir Candra secara rinci.


Melody mendengarkan penjelasan itu dengan sesama dengan wajah yang serius dan nampak berfikir sebemuk dirinya mengelurkan kuas serta satu lembar kertas dan menulis sesuatu di atasnya sebelum menyerahkan kertas tersebut ke pad Sir Candra.


"Carikan aku bahan-bahan ini dan setelah kamu menemukan nya berikan benda-banda itu kepada dokter Mension dan suruh dokter tersebut merebus semua bahan selama 5 menit jika sudah tolong berikan obat itu kepada Viscount dan suruh dirinya untuk mengkonsumsi obat itu setiap harinya sebanyak 1 kali selama satu bulan berturut-turut"ujar Melody yang segera saja di angguki oleh Sir Candra.


"Baik Yang Mulia"ujarnya sopan sebemum dirinya juga pergi.


Seperginy semua nya kini hanya tinggal Melody dan Dame Clara yang ada di dalam rungan itu, suasana di dalam sangat canggung apa lagi Dame Clara yang hanya diam seperti patung dan Melody yang juga tak kunjung memberi printah atau bergerak.


"Baik ayo kita pergi"ujar Melody akhirnya dan bangkit dari duduknya, serta mulai melangkah meninggakan ruangan tersebut tentu saja dirinya di ikuti oleh Dame Clara yang berjalan di belakang nya dengan diam.

__ADS_1


"Yang Mulia kita akan kemana?"tanya Dame Clara yang akhirnya membuka mulut lantaran bingung akan tujuan mereka.


Pasalnya Melody langsung menghampiri kuda mereka dan naik ke atasnya.


"Mau kemana lagi kalau bukan pergi ke pertambangan, lagi pula mereka kan menyelesaikan semua tugas itu 1 atau 2 minggu kemudian jadi akan lebih baik jika kita menyelesaikan hal lain nya selama mereka pergi bukan"ujar Melody.


"Tapi bukan kah Yang Mulia menyuruh Sir Galob untuk menemukan bukti selama 2 minggu?"tanya Dame Clara dengan polos.


Mendengar pertanyaan polos itu Melody menyeringai lebar, sungguh sikap Dame Clara saat ini sangat berbeda dengan beberapa menit yang lalu yang amat terlihat dingin.


"Bertaruh saja dengan ku aku yakin dia baru akan bisa menemukan semua bukti itu sesudah 2 minggu kecualu jika tiba-tiba saja Devian datang dan membantunya maka aku yakin nanti sore dia akan langsung kembali"ujar Melody masih dengan seringan liciknya.


Dame Clara yang mendengar penuturan dari tuan nya itu hanya bisa melongo tak percaya jadi tuan nya itu sudah tau kalau Sir Galon akan kembaki 2 minggu lagi terus kenapa tadi dia minta untuk sudah selesai selama 1 minggu!, sungguh dia sama sekali tak paham jalan pikiran dari tuan yang di layananinya sekarang.


Dia hanya berfikir bahwa Duchess berbeda dengan Duke terdahulu jalan Yang Mulia Duchess nya lebih aneh dari pada kebanyakan orang.


"Hey apa yang kamu lamunkan?, apa kamu tak ingin berangkat sekarang dan menuda waktu kita?"tanya Melody.


Suara itu mampu membuat Dame Clara tersadar dari lamunanya dan dengan tergesa-gesa serta canggung dirinya langsung menaiki kudanya, Melody yang melihat itu hanya bisa tersenyum maklum sambil menggelengkan kepalanya, menurutnya Dame Clara sangat imut saat ini.


Akhrinya mereka memulai perjalan ke pertambangan hanya dengan berdua saja tentu saja sambil berbivara bersama-sama layaknya teman apa lagi Dame Clara sama-sama perempuan dan umur mereka hanya berjarak sekitar 4 tahun.


"Yang Mulia apa anda tau Viscount sangat tampan!"puji Dame Clara dengan semangat dan antusias.


"Ah benar kah tapi sepertinya aku tau seseorang yang lebih tampan darinya"ujar Melody.


"Maksud Yang Mulia Sir Devian, dia memang tampan tapi jujur saja di bukan tipe ku"ujar Dame Clara.

__ADS_1


"Oh!, jadi tipemu seperti Viscount?"goda Melody dia tau bahwa Dame Clara menyukai Viscount buktinya kini semburan merah terlihat di wajahnya.


__ADS_2