Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 84 pemandangan yang indah


__ADS_3

Melody yang melihat tersebut segera saja membuat pelindung dari sihir cahaya yang membuat sihir hitam dari wanita tersebut terpental.


"Huh!?, kamu ternyata lumayan kuat tapi kita lihat sampai kapan kamu bisa menahan kekuatan ku itu dengan kekuatan mu itu!"ucap wanita itu dan segera saja melancarkan aura hitam yang lebih besar kearah Melody.


Para warga yang tau bahwa keadaan tak menguntungkan segera saja berlari menjauh dari pertempuran begitu juga dengan Niang Niang yang pergi bersama para warga.


Kali ini Melody tak membuat pengjalang karena dia saat ini hanya sendiri tak seperti tadi yang harus melindungi para warga.


Duarr!


Dua kekuatan antara sihir cahaya dan aura hitam yang ternyata bisa di sebuah sihir Kegelapan kini saling berbenturan membuat ledakan yang amat besar.


Angin besar tercipta akibat kedua kekuatan tersebut.


"Ugh!" Wanita itu kini terpental dengan darah yang mengalir dari mulutnya.


"Uhuk!, tak ku sangka kamu lumayan kuat ya?"ucap wanita tersebut mengakui kekuatan Melody.


Melody sama sekali tak menanggapi apa yang di katakan wanita tersebut dan hanya menatap nya datar.


Sebelum dengan kecepatan cahaya Melody melesat terbang kearah wanita tersebut dan menendanganya hingga terpental bermil-mil jauhnya.


Buakkk!!!


"Ackk!"


Kini tubuh Melody di kelilingi cahaya putih yang amat bersinar dan dalam waktu 1 detik saja Melody sudah muncul di hadapan wanita tersebut dan langsung memberikan satu pukulan yang membuat wanita tersebut masuk ke dalam lautan.


Bugh!!


"Argh!"


Byurrr!!


Tertinggal diam Melody mengejarnya dia sama sekali tak ada niat untuk membiarkan wanita tua itu tetap hidup rasanya tak tenang jika dia tak membunuhnya di sini juga.


Byurr!


Menyelan kedalam siapa sangka bahwa air juga tak bisa menghentikan kecepatan Melody hingga dia memukul wanita tua itu berkali-kali dan berturut.


Bugh!


Buak!


Bugh!


Buak!


Bugh!


Buak!


Bugh!


Buak!

__ADS_1


Bugh!


Buak!


Bugh!


Buak!


Tentu saja wanita itu gelagapan dan merasa sesak di dadanya apa lagi dia sudah terlalu banyak meminum air, membuat perutnya kini kembung lantaran terlalu banyak air di perut nya.


Namun siapa sangka bahwa wanita itu tak menyarah aura hitam pekat kini menyelimuti tubuhnya, Melody yang melihat aura itu segera membelak kaget, siapa sangka bahwa tak lama setelah itu sebuah tendangan di perut kini mengenai Melody.


Buak!


"Hemppp!"


Melody yang terkena tendangan tersebut langsung saja terpental jauh.


Memegang perutnya yang sakit kini Melody segera mengalihkan pandangannya kearah wanita tersebut yang kini benar-benar di selimuti aura hitam pekat bahkan matanya kini juga hitam.


Glup


Glup


Gelembung-gelembung air kini terjadi di sekitar wanita tersebut dan tiba-tiba saja membentuk pusaran air yang amat kencang dan mengarah ke arah Melody.


Melody yang malihat itu membelakan matanya sebelum memblokir pusaran air tersebut dengan sihir airnya.


Pusaran air itu kemudian pecah 2 meter sebelum mengenai Melody.


"Kamu kira kamu bisa lepas dari itu!, kamu terlalu naif"ucap wanita di depannya.


Melody cukup kaget pasalnya saat ini di dalam air tapi bagaimana bisa dia bisa berbicara?.


Namun siapa yang perduli, kini bilah aingin rercipta di sekeliling Melody, bilah aingin itu sama sekali tak terganggu dengan keberadaan nya yang ada di dalam lautan dan masih saja bisa berfungsi seperti biasanya.


Bilah-bilah angin itu kemudian memotong rumput laut yang mengikat Melody namun siapa sangka bahwa rumput laut itu malah mengajar Melody alhasil Melody sama sekali tak bisa menghilangkan bilah angin dan terus saja bilah anginnya memotong semua rumput laut yang mengarah kearahnya.


Mengangkat pedangnya di dalam air Melody memejamkan matanya dirinya saat ini sedang mencoba untuk fokus dan hal yang terjadi di saat di Kerajaan Singasari pun terjadi bunga mawar kini tercipta sekali kibasan duri-duri bunga mawar segera meledat kearah wanita tersebut.


Walaupun gerakannya menjadi lambat akibat air namun tetap saja itu cukup berbahaya bagi wanita tersebut, dia yang terlalu sombong serta percaya diri bahwa dirinya tak bisa di tembus hanya mengibaskan tangannya untuk mennagkis duri-duri tersebut.


Tapi siapa yang akan menyangka bahwa duri-duri itu malah semakim cepat saat sudah ada di depan matanya.


Matanya kini terbelak kaget dia sama sekali tak mengira bahwa duri-duri itu bukan duri biasa saja.


"Ugh!, sepertinya aku tak bisa meremehkan mu nona"ujar wanita itu lagi Melody sama sekali tak menjawab.


Wanita itu segera saja menggunakan kekuatannya dan melesat ke atas air.


Melody yang melihat hal tersebut juga mengikuti.


Byurrr!~


Kini keduanya terbang di atas lautan sambil mengamati satu sama lain dengan tajam.

__ADS_1


"Sepertinya kali ini aku tak bisa bermain-main lagi ya"ujar Melody sambil memiringkan kepalanya menatap kearah wanuta tersebut yang kini makin di kelilingi auta hitam yang kini berputar di sekitarnya.


Sebuah pedang hitam dengan aura tak menyenangkan juga kini ada di tangannya.


Siapa sangka bahwa pedang hitam tersbeut malah menarik rasa ketertarikan dari Melody dia sangat ingin memiiki pedang tersebut, dia merasa bahwa pedang itu akan sangat hebat.


Bola-bola yang terbentuk dari aura hitam kini melesat kearah Melody.


Melody segsra saja menghindar dan juga menangkis serangan tersebut bahkan ada bebarapa dari mereka yang Melody kembalikan ke pemiliki aslinya.


Trang!


Tang!


Trang!


Trang!


Ribuan bola-bila itu terus saja menyerang kearah Melody, Melody yang fokus akan bola-bola itu di kejutkan akan kehadiran wanita tersebut yang kini tetap di depannya bersiap memenggal kepalanya dengan sekali tebasan.


Trang!


Beruntung sekali Melody memiliki reflek serta dasar yang kuat sehingga dia mampu memblokir serangan secara tiba-tiba tersebut serta membuat wanita yang melancarkan serangan kearah nya mundur.


Ternyata mundurnya wanita itu juga berpengaruh pada oada bola-bola yang ada di mana semua bola-bola itu segera saja menghilang.


Melody yang sudah bosan dan muak segera saja melesat dengan cepat kearah wanita tersebut, bilah angin kini tercipta menyerang wanita tersebut dan mencabik-cabuknya


Sedangkan sulur-sulur tanaman mawar kini berusaha menggapai wanita tersebut dan menahan semua gerakan nya.


Buang mawar kini berhamburan, langit yang biru begitu indah dengan kicauan burung di atas saja, matahari kini mulai tenggelam.


Pedang es entah sejak kapan kini sudah tercipta dan mulai berjatuhan menyetang wanita tersebut, tak berdaya itulah keadaannya saat itu.


Walaupun dirinya berusaha melepaskan diru namun hal tersebut jelas sia-sia semua sihir Melody telah dia campur dengan sihir cahaya jadi sihir Kegelapan tentu saja tak akan mampu memotongnya.


Dengan pemandangan yang begitu indah itu kini sebuah kepala melayang di udara dengan darah menyipret kemana-mana.


Slap!


"Akh!"


Dan dalam hitungan detik ke


1


2


3


Duarrr!!


Semua bunga mawar kini meledak bersama dengan mayat dari wanita tersebut.


Ledakannya begitu besar hingga menatik semua makhluk hidup yang mendengarnya terkejut.

__ADS_1


Melody sendiri dia sudah menghilang di deetik-detik terakhir sambil memegang pedangnya dengan keren.


__ADS_2