
Namun siapa sangka bahwa hal yang di duga akan sangat nyaman dan tenang menurut Melody tak selalu seperti itu, seperti sekarang ini dia malah di kepung oleh banyak bandit penguasa perairan tersebut.
Melody yang merasa familiar akan adegan ini hanya memiliki wajah datar rasanya tak terlalu mengejutkan jika ini terjadi, ini sama seperti film dan novel-novel china atau mungkin pada masa ini di beri nama tiongkok?.
Bandit, penjarah, perampok entah di datar atau di lautan seperti hal yang saling bertautan sehingga tak bisa di tiadakan satu pun dari mereka, contohnya saat ini, dia yakin bahwa adegan ini juga penting karena agar ada area pertarungan untuk dirinya.
"交出你所有的财物,否则我们将沉没这艘船!
Jiāo chū nǐ suǒyǒu de cáiwù, fǒuzé wǒmen jiāng chénmò zhè sōu chuán! "ujar ketua mereka sambil mengarahkan pedangnnya kearah rombongan Melody.
Jangan tanya bagaimana reaksi mereka, kini mereka semua hanya melongo tak tau akan apa yang di bicarakan oleh para bandit itu jangan kan tau mendengar bahasa itu juga mereka jarang, sungguh saat ini mereka seperti orang bod0h.
"Hey kau tau apa yang mereka katakan?"tanya seseorang awak kapal kepada teman di sebelahnya.
"Tidak tau aku hanya dengar sing song sing song"jawab teman nya itu jujur dengan wajah bod0hnya.
Melody yang melihat serta mendengar percakapan mereka hanya bisa menepuk jidatnya, dia berfikir bahwa semua orang sangat kampuangan, padahal dia juga sama tak tau apa yang di bicarakan orang di depan mereka ini.
"我为什么要放弃我的财产?
Wǒ wèishéme yào fàngqì wǒ de cáichǎn?
"jawab Melody juga dengan bahasa mereka semua.
Untungnya Melody punya alat sihir penerjemah semua bahasa di Dunia jadi ini akan mudah baginya.
"Hahahahaha!, banyak tanya kamu, hey nona serahkan saja semua harta mu, dan kami akan membiarkan mu lewat tapi jika tidak"ucapnya terpotong karena hanya segerakan tangan yang isyarakatkan 'mati lah' menjadi kelanjutannya.
Melody hanya menatap itu semua tenang sedangkan para awak kapal mereka merinding mereka memang tak tau apa yang di bicarakan mereka tapi gerakan itu orang yang beg0 dan gak bisa baca pun tau apa maksudnya!.
__ADS_1
"Seramnya, aku tak mau mati di sini"ujar salah satu awak kapal ketakutan.
"Diam kamu!, begini saja sudah ciut nyalimu!, bagaimana jika suatu saat saat kita menjelajah kita bertemu hal yang lebih berbahaya dari ini!, maka aku yakin kamu yang pertama mati!"ucap sang Kapten marah terhadap anak buahnya yang begitu lemah.
Anak buahnya hanya bisa mengigil di pojokan, dia merasa bahwa nyawanya sama sekali tak tertolong, ini seperti sebuah isyarat mundur kena maju kena, selamat dari sini pun belum tentu dia selamat dari Kapten nya yang galak itu.
Rasanya dia pingin menghilang saja, sebenarnya dia ingin mati tapi kalau dia mati maka apa gunanya dia barusan ketakutan berkata tak mau mati!.
"Heh!, mati?, seperti kamu memiliki kemampuan seperti itu di sini"ucap Melody dengan senyum meremehkan, dia bahkan kini sudah bersiap untuk menarik pedangnnya sekarang juga.
"Hemp!, dasar anak kecil bau kencur!, dikasih yang mudah malah minta yang susah!, dasar bocah!, biarkan para paman-paman ini membuka mata mu akan dunia ini!, serang!!"teriknya memberi intruksi kepada semua bawahan nya untuk mulai menyerang.
Dalam sekejap mata kini jangkar-jangkar kini langsung menancap di pinggir kapal sebekah kiri, di sana kapal-kapal musuh yang tadinya mengelilingi mereka juga berpindah ke sisi kiri, Melody tau apa yang mereka rencanakan mereka berusaha membalikkan kala ke arah kiri dengan cara menariknya.
Benar saja tak lama goncangan terjadi di atas kapal, kini kapal miring ke sebelah kiri, semua benda-benda kini meluncur ke arah kiri dan bahkan dari mereka ada yang terjun bebas kelautan.
"Wuhaaaa!!"
"Semuanya pegang sisi kanan!"perintah sang Kapten kepada anak buahnya dan segera berlari kearah kanan.
Para awak kapal segera saja berusasa berlari ke sisi kanan kapal, beberapa dari mereka memang berhasil meraih pingir kapal dan berpegangan erat kepadanya tapi beberapa dari mereka juga terjun bebas kelautan.
"Aaaaaaaaahh!"
"Tidak, Wahyono!"teriak seseorang awak kapal saat melihat teman nya terjun bebas ke lautan, hanya saja dia tak bisa berbuat apa-apa karena dirinya saja masih dalam posisi yang sama, jadi dia hanya bisa menggertakan giginya dan mengigit bibirnya merasa kesal bahwa dirinya tak bisa apa-apa pada saat seperti ini.
Melody sendiri kini sudah terjun ke lautan hanya saja dirinya kini berdiri di atas air lautan meninggalkan para awak kapal, Kapten, serta paman Wage yang berteriak di atas kapal sana.
Melody kini bercahaya di tengah malam cahaya putihnya kini bersinar membuat lautan yang gelap kini terang akibat cahaya dari nya.
__ADS_1
Tak lama dari kejauhan puluhan lumba-lumba berenang kearah kapal yang kini hampir tenggelam, dan para lumba-lumba itu segera saja menolong para awak kapal yang kini mulai terjun satu persatu ke lautan.
"Aku selamat!!"
"Wahyono kamu selamat!!"
Teriak semua awak kapal senang bahwa mereka tak jadi mati tenggelam di lautan.
Tak lama kapal itu akhirnya terbalik namun di dalam kapal itu jelas sekali bahwa semua orang sudah tak ada di sana dan saat ini sudah di bawa menjauh menuju bibir pantai oleh lumba-lumba yang terpengaruh dan di panggil oleh Melody.
"Apa, apaan ini!, hahahahaha!, sangat menarik berdiri di atas air serta memanggil hewan untuk menolongmu, setidaknya aku bisa memperkirakan pada rahan apa kamu anak muda"ucap Ketua mereka semua dengan tatapan tertarik yang di tunjukan ke arah Melody.
"Cukup bacotnya, anjin9, mati sini cok bangs4t!"ujar Melody kasar sambil menggebu-gebu yang tentu saja tak bisa di pahami oleh mereka semua para bandit yang orang Tingkok.
"Bicara apa kamu?"tanya sang ketua bandit sambil mengeryitkan keningnya bingung.
"Buat apa kamu tau!, dasar telo!"ujar Melody lagi sambil mengacungkan jari tengahnya.
Ketua bandit itu memang tak tau apa yang di bicarakan oleh Melody tapi entah kenapa dia merasa kesal dan hatinya selalu berkata bahwa itu semacam kata umpatan.
"Dasar bocah!, serang!!"teriaknya lagi.
Tak lama para pendekar pedang segera saja turun ke lautan rupanya mereka semua juga bisa berdiri di atas air seperti dirinya.
Dalam sekejap mata kini Melody di kepung oleh mereka semua.
"Hiyaaa!!"
"Serangg!!"
__ADS_1
Teriak para bandit yang langsung saja mengarahkan pedang mereka secara bersamaan menyerang Melody.
Melody yang langsung saja menjadi incaran langsung saja memutar tubuhnya dan menghindari semua pedang yang menuju ke arah nya dan dengan mudah keluar dari kepungan para bandit tersebut.