Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 46


__ADS_3

Kini adalah waktu di mana 9 jam telah terlewat namun walaupun itu ada di pertengahan malam di mana cahaya untuk melihat sangat minim dan hanya di terangi oleh rang rembulan, para pasukan kini sudah siap di posisi.


Tepat jam yang ke 10 jam seorang Prajurit kini berlari ke barisan Melody.


"Salam Yang Mulia, Sir Delice menyuruh saya untuk menyampaikan surat ini"ucap Prajurut tersebut sambil berlutut di depan Melody.


Menerima surat itu, Melody melambaikan tangannya sebagai tanda bahwa dia bisa pergi untuk kembali ke barisan nya.


Surat itu berisi laporan bahwa apa yang di katakan oleh Melody ke pada Delice adalah sebuah kebenaran, yang di mana artinua 1 jam lagi perang akan segera pecah.


"Heh, he he he, ha ha ha ha!, tak ku sangka itu benar ada nya, ini bisa menjadi jackpot bagi banyak orang"tawa Melody kini bergema di sangat senang, bahkan kini dia menjilat bibirnya sangat senang akan hal baru yang bisa di konfirmasi, artinya apa yang di katakan paman Turbo adalah kebenaran.


Sambil menunggu gelombang monster kini Melody duduk di atas rumput sambil memandang tajam ke depan dengan sikap yang sangat waspada, dia tak boleh lengah walaupun itu masih sekitar 10 menit lagi.


Waktu terus berjalan detik demi detik, menit demi menit, dan akhirnya saat gelombang kurang dari 5 menit Melody segera bangun dari duduk nya dan mulai bersiap, di ikuti oleh para Prajurit lain nya yang juga kini kembali ke bentuk formasi awal.


Gruduukkkk!!


Gruduuukkkkk!


Suara yang keras kini bergema dari dalam hutan monster itu adalah gelombang ke dua yang akan datang, awalnya Melody sudah siap menyalakan suar saat melihat bahwa itu akan menuju kearahnya namun saat sekitar 500 meter dari tempatnya berdiri gelombang itu membela menjadi dua dan masing-masing pergi ke arah barat dan selatan, Melody yang melihat segera memberi arahan dengan cepat.


"Semuanya bagi pasukan menjadi tiga bagian, satu pergi ke barat, satu lagi keselatan dan sisanya tolong awasi tempat ini jika ada bahaya segera nyalakan suar nya!"teriak Melody dengan lantang


Segera saja semuanya membagi pasukan masing-masing satu langsung berlari keatah barat di mana Delice beradadan satu nya lagi langsung berlari ke arah selatan mengikuti Melody di depan mereka.


Satu monster kini hampir menerkam Melody yang masih di atas kuda untung saja ayunan pedang Melody sama sekali tak lambat sehingga sebelum monster itu mampu menyentuhnya di sudah terbelah menjadi dua akibat pedang tajam milik Melody.


Di depan mata kini Melody bisa melihat bahwa pasukan selatan sedang berusaha mati-matian untuk melawan monster yang terus berdatangan, bisa di lihat bahwa kerja sama mereka sangat bagus, bahkan formasi mereka sama sekali belum bisa di tembus oleh para monster.

__ADS_1


Apa lagi ke lima Kesatria di sana yang memimpin pasukan dengan baik layaknya komandan perang, lumayan membuat Melody merasa tenang.


Sringg~


Pedang Melody kini bersinar dengan warna emas yang cerah itu bersinar di kegelapan, siapa sangka bahwa sinar itu menarik perhatian para monster untuk menyerang ke arah Melody.


Wongg~~


Suara pedang penuh mana kini bergema, menarik perhatian banyak orang dan monster sehingga semua nya bahkan kini menghentika pertarungan karena semua monster kini pindah haluan mereka semua berlari ke arah Melody yang kini pedangnya bersinar hendak menyerangnya.


Ribuan monster segera berlari kearah Melody adegan ini membuat semua orang panik akan keselamatan penguasa mereka itu.


"Yang Mulia!!"teriak mereka semua khawatir.


Kini mereka semua segera berlari ke arah monster dan membunuh semuanya dengan brutal walapupun kerja sama di antara mereka sama sekali tak pecah sehingga mereka bisa mudah membunuh monster level 10~20 dengan mudah.


Nyatanya dugaan mereka benar saat ini Melody hanya memiliki 50% dari mana nya sendiri, namun tatap saja tak ada rasa gentar di matanya saat melijat ribuan monster dengan tubuh serta bentuk, dan gigi yang mengerikan berlari kearah nya.


Turun dari kuda nyakemudian Melody membuat kode agar kudanya kembali terlebih dahulu tak mungkin dia akan membiarkan kudanya terluka apa lagi itu bukan milik nya.


Siap dengan kuda-kuda pertarungan, kini Melody juga berlari kerah mereka.


Menyalurkan sihir di kedua kakinya kini dia bisa bergerak dengan kecepatan angin, bahkan setiap langkahnya begitu riangan seperti bulu.


Bilah angin sengaja di ciptakan oleh Melody yang kemudian membela barisan pertama monster, seketika darah monster telah tumpah dalam sekali serangan ada sekitar 100 monster yang telah tumbang.


Mengayunkan pedangnya Melody menyetang semua monster itu bagaikan orang gila yang tak takut akan apa pun, kini kegelapan bukan lagi masalah baginya, dia sekarang bisa memanfaatkan sihir dalam pertempuran nyata karena terkadang saat ada waktu luang dia akan belajar cara mengontrolnya.


Mana sihir kini di salurkan kematanya sehingga matanya kini bersinar dengan terang dan itu sangat cantik.

__ADS_1


Kupu-kupu yang terbuat dari sihir kini juga mengelilinginya mereka seperti tameng yang akan melindungi Melody dari serangan para monster, saat ini Melody dalam kondisi kosentrasi penuh pasalnya salah sedikit saja semuanya akan hancur.


Pedangnya terus membela lautan monster darah kini semakin banyak membentuk genangan-genangan yang memantulkan cahaya bulan.


Splass~


Class~


Trang~!


Suara pedang dan suara pertempuran sama sekali tak bisa mengganggu kosentarasi yang sudah di dapatkan oleh Melody.


Walaupun ada kalanya di mana Melody tak bisa menghabisi mereka sekaligus tapi bilah angin seketika berputar di sekitat Melody dan membelah para monster yang mendekat, itu pemandangan yang menakjubkan sekaligus menyeramkan.


Pasalnya kini itu adalah pemandangan di mana sosok wanita yang cantik dan bersinar tetang bertarung di tengah lautan monster dengan darah di sekujur tubuhnya.


Butiran keringat kini menetes di dahi Melody itu adalah hasil dari kosentrasi nya sendiri.


Dalam sekejap tanpa di sadari oleh nya kini hanya tinggal bebarapa monster saja yang ada di sekitar Melody.


"Hah~, host~"Melody sudah lelah namun keadaan sama sekali tak mengizinkan berhenti.


Memotong secara vertikal seekor monster di depan nya kini darah monster tersebut juga menciprat kewajahnya.


Sekarang itu adalah monster terakhir, saat ini Melody sudah lelah namun diri nya masih saja tetap mengkat pandangnnya tinggi-tinggi.


"Ayo lakukan"ucap Melody angkuh.


Itu adalah bos dari gelombang ke dua ini, sekali lagi pedang yang cahaya nya tekah redup itu kini menyala lagi, walapun mengalami kepala pusing Melody tetap memaksaakan diri karena ini adalah akhir gelombang kedua.

__ADS_1


__ADS_2