Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 71


__ADS_3

Berjalan-jalan di kota perlabuhan saat ini Melody sedang mendumel tak jelas ini semua karena paman Wage yang seenaknya saja meninggalkannya di Istana itu.


Saat ini Melody sedang duduk di sebuah kedai sampai memakan gethuk tradisional, dia cukup menyukai makanan ini apalagi jenang cukup bosa di coba, awalnua saat kecil dia tak suka hal seperti ini tapi semakin dewasa dia malah semakin suka jajanan tradisional seperti ini.


"Huh~, rasanya menyenangkan bisa makan hal seperi ini lagi, aku ingat bahqa beberapa bulan yang lalu hari terakhirku bisa memakan ini, nyam~"ucap Melody sambil memasukkan gethuk ke dalam mulutnya dan mengunyahnya.


Bahkan saat ini dia sudah habis sekiranya 5 porsi gethuk dan 3 porsi jenang.


Menatap ke arah gethuk sepertinya dia bisa mencoba membuat gethuk di sana tapi masalah jenang dia pssti juga bisa tapi bagaimana dengan makanan khas tradisional lainnya apa dia bisa??!!!.


"Arghhh!!"teriak Melody frustasi.


Semua orang yang ada di kota menatap kearahnya dengan wajah bingung, bahkan di antara mereka ada yang berbisik-bisik tentang Melody.


Mendengar mereka berbisik-bisik hal-hal buruk tentangnnya membuat Melody muak dan murka, dia marah, sehingga dengan brutal dia mulai memakan gethuknya lebih keras dia bahkan bisa menambah beberapa porsi lagi!.


Jika kalian bertanya dari mana dia bisa punya uang untuk membeli makanan itu cukup mudah, tentu saja itu dari ruang harta kerajaan Singasari lunya teleportasi adalah kunci untuk mencuri tanpa di ketahui lagi pula zaman ini mana ada CCTV?!


Tapi satu hal yang harus di syukuri adalah bahwa orang-orang kota Pelabuhan ini tak mengenakinya, jika saja mereka masih mengenalinanya bukan kah dia akan susah berkeliaran dengan bebas seperti saat ini.


Apa lagi bajunya yang berbeda dari yang lain nya tentu saja akan menarik banyak perhatian.


Yah apa pun itu Melody cukup puas akan hasilnya.


Jadi sekarang dengan tenang Melody makan dan minum.


Namun perhatiannya ssgera teralihkan oleh kawanan Prajurit yang kini sedang mengejar seorang pria paruh baya yang sepertinya dia kenal.

__ADS_1


"Hey, cepat tangkap dia!"


"Jangan biarkan dia lari!, ssmuanya minggir!"


"Jangan halangai jalan para Prajurit Singasari!"


Menajamkan matanya dia tau siapa itu, sspertinya itu paman Wage.


Melihat paman Wage yang di kejar banyak Prajurit membuat Melody berfikir kejahatan apa yang sudah dia lakukan!?, atau jangan-jangan dia mencuri?.


Dan dalam 2 detik berikutnya paman Wage melewati depan nya, mata Melody hanya mengikutinya dengan lambat sambil memasukan kembali makanan nya itu, namun hal yang aneh terjadi paman Wage kembali berlari ke belakanh dan menaraik tangannya, sehingga saat ini mereka berlari bersama.


Melody yang di tarik tak lupa melempar dua koin emas, serta membawa sisa jajanan nya untuk dia makan sambil lari.


Tapi tentu saja karena hal tersebut keberadaannya jadi di ketahui oleh semua Prajurit sehingga mereka semua juga meneriakinya.


Dan inilah akhirnya Melody dan Paman Wagw akhirnya berlari bersama menghindari semua kejaran itu yang semakin kesini bukan nya berkurang malah semakin banyak bagiamana tidak setiap penjaga pasti akan bergabung mengejar mereka saat mendengar teriakan para Prajurit yang sudah terlebih dahulu mengejar mereka.


"Si4l!, paman sebenarnya apa yang kamu lakukan!, kamu membawaku terlibat masalah"teriak Melody yang kesal lantaran dia kini seperti buronan.


"Apa maksudmu!, bukankan ini karena mu!, kamu kabur dan mereka berniat menangkapmu kembali namun mereka malah mencari ku yang tak tau apa-apa ini!, sebenarnya apa yang kamu lakukan di keraton!!?"tanya Paman Wage yang kini juga sanhat ketakutan pasalnya nafasnya saat ini sudah ngos-ngosan, mana dah tua lagi.


"Aku tak melakukan apa pun!, aku hanya kabur dari pernikahan yang sama sekali tidak aku inginkan!, lalu salahku di mana?!!"teriak Melody lagi, dia sama sekali tak terlihat lelah karena bagaimana pun tubuhnya sudah hanyak terlatih dan sebagain besar jiwa nya juga sudah mulai terlatih sehingga sedikit demi sedikit bisa menyesuaikan diri dengan tubuh barunya ini


"Hah?, menikah!, bukan kah kamu di sana untuk bertemu orang tua mu?!, bagaimana kamu bisa sampai menikah!?, atau jangan-jangan kamu putri asing yang di jodohkan?"tanya paman Wage terbata-bata.


"Di jodohkan omong kosong jangankan di jodohkan orang tua ku ini sudah mati, lagu pula keluargaku tak ada di Dunia ini!"teriak Melody membantah semuanya.

__ADS_1


"Hah!, jadi para petinggi itu berbohong padaku?"ucap paman Wage marah dia murka karena telah di bohongi seperti itu.


"Maksud paman?"tanya Melody kebinguangan tapi dia tau kalau sepertinya ada kesalah pahaman antara dia dan Paman Wage.


"Mereka mengatakan kalau kamu adalah tamu mereka dan mereka juga mengatakan kalau kami datang ke sini bersama keluargamu sebagai perwakilan kerajaan mu, dan mereka mengatakan kalau kamu Putri negara lain"jelas paman Wage.


"Aku tidak, aku bulan perwakilan kerajaan apa pun!, dan lagi keluarga ku tidak punya kerajaan tapi punya Kekaisaran, dan lagi aku bukan lagi Putri karena aky adalah Duchess, atau kalau di sini di sebut Adipati karena itu cukup mirip dengan Adipati, dan alasan ku kemati karena aku punya misi bukan hal yang seperti mereka katakan!, pokoknya adanya aku di sini bukan seperti apa yang mereka katakan!"jerit Melody membenarkan semua tuduhan yang telah di terima selama ini.


"Jadi mereka benar-benar berbohong, brengs3k!, kurang ajar!, mereka minta di kunyah ternyata!"murka paman Wage sambil menggertakan giginya dan tangannya juga kini mengepal erat.


"Sudahlah paman lebih baik cepatlah lari ke gerbang kota Pelabuhan kita harus kekuar secepatnya dari kota ini agar bisa kabur dari kejaran mereka!"teriak Melody dan menambah kecepatannya untuk segara sampai di gerbang kota


Paman Wage yang mendengar itu kemudian mengangguk kan kepalanya dan mulai menaikkan kecepatannya juga hanya saja karena dia semakin cepat itu membuatnya makin kelelahan.


Gerbang kini mulai dekat dari mereka namun saat mereka 20 meter lagi sampai gerbang tiba-tiba gerbang itu di tutup dan di hadang oleh banyak Prajurit bersenjata lengkap.


Karena hal itu mereka tak memiliki pilihan lain selain berhenti kini mereka berdua benar-benar telah di kepung.


"Tangkap mereka!"ucap seorang Prajurit.


Melody dan paman Wage kini saling membelakangi satu sama lain.


"Paman kita harus pergi tak perduli bagaimana caranya"ucap Melody.


"Ya kamu benar maka hanya ada satu cara yaitu bertarung"ucap paman Wage sambil menatap Prajurut yang kini kian mendekat.


"Paman aku percaya padamu"ucap Melody sebelum dirinya kini menendang seorang Prajurit yang menyerang kearahnya hingga menabrak kawan-kawan nya yang lain.

__ADS_1


"Aku juga percaya kamu nak, tolong jaga bagian belakang ku"ucap paman Wage yang kini juga mulai bertarung dengan gila.


__ADS_2