Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 67


__ADS_3

CRAZY UP BUAT YANG KEMARIN MINTA CRAZY UP!!!


"Hemp!"


Bugh!


Bum!


Kini dinding es milik Melody kecolongan dan pecah berkeping-keping.


Melihat hal tersebut ketua bandit kini tersenyum penuh kemenangan.


Sedangkan Melody kini tetap tenang padahal 1 cm lagi pukulan itu akan mengenainya.


Namun saat jarak hanya 0,5 cm sosok Melody yang ketua bandit lihat kini mulai berubah jadi air, ketua bandit yang melihat itu membelakan matanya kaget.


Tiba-tiba sebuah pukulan kini di terimanya membuatnya tersungkur menabrak pohon di dekatnya.


Bugh!


Bumm!!!


Debu kini bersebaran menutupi  tempat ketua bandit tersebut menabrak pohon.


"Uhuk!, uhuk!, ohok!"


Namun suara seseorang yabg terbantuk-batuk jelas sekali terdengar.


Sepertinya lagi-lagi ketua bandit itu muntah darah.


Tapi sebanarnya berapa banyak nyawa keyua bandit ini?, kenapa dia tak mati-mati?!.


Tak lama angin besar kembali tertiup menghapus debu-debu tersebut namun kini yang ada di sana bukanlah sosok ketua bandit namun sosok makhluk raksasa bermarna hijau yang biasa di swbut buto ijo kini terlihat.


Melihat perubahan tersebut Melody mundur satu langkah sangkin terkejutnya, sedangkan paman Wage yang ada di atas kereta kuda membelak tak percaya akan penglihatannya.


Siapa sangka bahwa ketua bandit itu ternyata adalaj seorang buto ijo yang menyamar.


"Uwahahahahahaha!!!!!!"suara tawa yang membuat getar wilayah itu kini terdengar.


Suara nya begitu nyaring sehingga Melody menutup telingan nya, begitu pula dengan paman Wage yang merasa kendang telingannya bisa saja rusak akibat buto ijo itu yang terus tertawa.


"Hey manusia!, beraninya kamu! Bertarung melawan ku!"ujar buto ijo tersebut dengan suara khas nya.

__ADS_1


"Lalu kenapa?, mau coba melawan ku lagi?"tawar Melody dengan smirk di bibirnya.


"Kurang ajar!, beraninya manusia rendahan sepertimu menantangku!?"ujar ketua bandit yang kini berubah menjadi buto ijo itu penuh amarah dan murka.


Dengan datar Melody hanya menatap buto ijo tersebut sejujurnya ini pertama kalinya dia melihatnya ternyata wujudnya sangat keren!!, dia ingin punya satu seperti itu, tapi sayangnya dia tak mau bersektu dengan jin sepertinya.


"Sayang sekali sifat sombingmu tak akan bertahan lama anak manusia"ucap buto ijo itu sambil membaca mantar dan membuka telapak tangannya.


Dari telapang tangannya 19 cahaya kecil sekecil bola kelereng kini terbang kesuatu tempat.


Tak lama suara gemuruh tanah terdengar tanah bergetar dengan hebatnya.


Dem!


Dem!


Dem!


Dung!


Dum!


Dung!


Tak lama suara kaki raksasa kini terdengar dari beberaoa penjuru arah, rupanya ternyata 19 dari bawahan ketua bandit juga merupakan jalmaan jadi buto ijo juga hanya saja beberapa dari mereka menkadi buto marah.


Kini embel-embel bos, atau ketua tak lagi mereka ucapkan, kini mereka seperti terlihat setara satu sama lain.


"Bukan begitu, hanya saja manusia satu ini memakng cuku unik dia memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan dia sampai memaksaku memperlihatkan wujudku yang sekarang ini"ujar buto ijo.


"Benarkah?, ternyata manusia ini semenarik itu?, phuahahahaha!, kalau begitu bukankah?, dia adalah bahan yang paling cocok untuk persembahan?"tawanya buto itu menggelagar.


"Kamu benar saudara sepertinya dia akan sangat bagus untuk persembahan hahahahaha!!!"tawa yang lainnya.


Melihat mereka semua yang terus tertawa Melody berfikir bahwa mungkin ini sudah menjadi ciri khas mereka suka bercanda?.


Paman Wage melihat suasana makin tegang dan makin tak menguntungkan kini turun dari kereta kuda dan berlari ke arah Melody dengan cemas.


"Nak kamu kabur saja, biar paman yang akan menghadapi mereka semua, tenang paman bisa menahan mereka cukup lama"ucap Paman Wage.


Melody menggeleng.


"Tidak paman dari pada aku kabur dan mungkin saja salah satu dari kita mati akan lebih baik jika aku menyerang mereka semua aku yakin aku bisa menang"ujar Melody.

__ADS_1


Dalam sekali lambaian tangan kini Paman Wage terbang ke arah kereta kuda masuk ke dalam nya ssketika itu juga sebuab gelembung membalut kerwta kuda tersebut dan membawanya terbang di udara.


Paman Wage yang di kirim terbang oleh Melody tak terima dan memberontak namun semuanya sia-sua Melody terlalu kuat untuknya, hingga gelwmbung yang bahkan akan pecah dalam sekali sentuh sama sekali tak pecah dan terus saja terbang.


Paman Wage mencoba berteriak, dan memukul-mukul gelembung itu namun tetap saja tak ada habis dia bahkan sampai memgekurkan ilmu kanuraganya namun tak ada hasil.


"Oh, manusia kamu rupanya mengirim dia pergi agar aman, ceroboh sekali Hahahaha!!!, seharusnya kamu saja yang kabur dan biarkan lelaki tua itu jadi mangsa kamu dasar naif!"


"Tak apa saudara, bukan kah artinya kita malah mendapat yang lebih bagus?"


"Kamu mengirimnya pergi karena kamu tak mau dia melihat kamu mati mengenaskan di sini bukan manusia?"


Celotehan mereka benat-benar membosankan, hingga membuat telinga Melody rasanya muak mendengar celotehan mereka semua.


Menutup matanya kini matanya terbuka.


Bommmm!!!


bersama dengan ledakan api yang membara bunga api kini berterbangan di sekitarnya, matanya kini memiliki pola api di dalam nya, satu mata berwarna emas, dan satu mata berwarna biru kini memiliki pola api di tengahnya.


Daerah sekitar kini mulai terbakar oleh api bahkan rambut Melody juga kini berkobar-kobar oleh api, namun tetap saja es, dan air nya tak hilang dan api tak padam seakan mereka, kekuatan yang bertentangan itu bersahabat.


"Kamu benar saudara ternyata manusia ini sangat unik, HAHAHAHAHA!!!"tawa buto merah yang kini benar-benar keras bahkan hingga menggetarkan bumi.


Namun kekuatan Melody bukan hanya di situ saja tak lama sebuaj kecambang muncul di belakang Melody dan tumbuh cepat menjadi pohon besar yang kokoh dengan buah dan bunga, serta sulur-sulur di sekirarnya, bahkan besarnya pohon itu melebihi besar dari para raksasa itu.


Pola pohon hijau kini muncul di dalam bola mata Melody, pada mata bersinar emas, pola api kini di gantikan olehnya.


Bahkan di sekitar Melody kini tanaman bunga segera timbuh dan bermekaran.


Mengangkat pedang nya yang sebelum dia tak gunakan lagi.


Kini dalam 3 detik ribuan pedang emas raksasa terbentuk di langit.


Huftt~


Melody kini mencoba tenang ini pertama kalinya dia mengelurkan hal semacam ini, dia tak pernah mengeluarkannya karena menggunakan kekuatan semacam ini sangat berbahaya.


Apa lagi kekuatan yang dia pakai sangat bertentangan.


Melohat hal yang tak masuk akal ini para buto kini menganga tak percaya.


Bulan muncul di atas sana itu adalah gerhana bulan merah dengan gambar pedang emas yang bersinar terang di tengah nya, simbil dari jiwa pedang milik Melody adalah 'Bulan Darah'.

__ADS_1


Fenomena tersebut rupanya kini menggetarkan nusantara pasalanya pohon yang tinggi dan ribuan pedang bisa di lihat dengan jelas dari segala penjuru.


Paman Wage yang baru saja mendarat ternyata dirinya di kirim ke kota Pelabuhan dimana tempat yang memang akan dia tuju, dia juga melihat fenomena tersebut, dia tau bahwa itu berasal dari tempat pertempuran antara Melody dan para buto!


__ADS_2