
Menatap sebentar ke arah wanita tersebut Janda Permaisuri 1 akhirnya kini akhirnya menghela nafas sebelum melambaikan tangannya.
"Hah~, sudahlah kamu boleh pergi"ujar nya.
Wanita Penyihir itu akhirnya undur diri tak lupa sebelum pergi dirinya terlebih dahulu memberi hormat.
"Aku penasaran bagaimana Melody akan bertahan dari semua ini, aku yakin dia akan hancur"ujar Janda Permaisuri 1 dengan seringan iblis nya.
Namun tak lama seorang Pelayan datang ke dalan kamarnya.
"Yang Mulia Sir Alex ingin bertemu dengan anda"ujar Pelayan tersebut dengan sopan.
"Alex?, biarkan dia masuk"ujar Janda Permaisuri 1
"Baik Yang Mulia"jawab Pelayan tersebut sebelum undur diri dengan sangat sopan nya.
Tak lama Sir Alex masuk ke dalam dan mulai memberi hormat ala Kesatria.
"Salam Yang Mulia"ujar Sir Alex dengan tangan di dadanya.
"Hmm, ya, bagiamana keadaan di sana?"tanya Janda Permaisuri 1.
"Semuanya berjalan seperti keinginan Yang Mulia"ujar Sir Alex memberi laporan.
"Benarkah?, laku kenapa anak ku Rexid belum pulang?"tanya Janda Permaisuri 1.
"Pengeran Rexid berkata bahwa beliau masih ingin di sana Yang Mulia"kata Sir Alex.
Crang!
Saat kalimat itu jatuh tepat di samping Sir Alex.
"Bagiamana dia bisa seperti itu ke pada ibunya sendiri?!, dia bahkan sama sekali tak rindu dengan dua saudara perempuan nya!"marah Janda Permaisuri 1.
Sir Alex yang mendengar semua itu hanya diam tanpa bicara sedikitpun.
__ADS_1
Sebenarnya alasan kenapa Sir Alex di kirim ke sana bukanlah untuk mengacaukan Duchy Salvier namun hanya untuk membawa anaknya Rexid pulang, masalah rencana, Janda Permaisuri 1 sama sekali sudah tak percaya dengan Sir Alex sejak hari itu.
"Huh!, kamu boleh pergi dan jangan janggu aku"ujar Janda Permaisuri 1.
Sir Alex yang mendengar itu segara saja undur diri.
Sedangkan di sisi lain Duke Milian sudah kembali menemui Kaisar kembali.
"Apa kamu sudah cari tau siapa dalang di balik semuanya?"tanya Kaisar Damian kelada Duke Milian bahkan sebelum Duke Milian menutup pintu ruang kerjanya.
Mendengar pertanyaan yang begitu buru-buru dari Kaisar Duke hanya bisa menghela nafas dan membungkuk hormat terlebih dahulu.
"Yang Mulia ini bukan tentang saya menemukan falang di baliknya, urusan satu itu sudah saya serahkan kepada anak saya Devian, anda tau bukan masalah informasi dia adalah rajanya"ujar Duke Milian.
"Huh~"mendengus Kaisar kemudian menatap Duke Milian dengan jengkel.
"Lalu untuk apa kamu kemari?, apa ada hal yang begitu mendesak yang harus aku tangani?"tanya Kaisar.
"Yang Mulia baru saja bebarapa menit yang lalu anak hamba Davian mendapat surat dari Pangeran Rexid yang di kirim melalui Merpati sihir_"namun sebelum ucapannya selesai Kaisar terlebih dahulu sudah memotong ucapannya.
"Apa!!!, apa sudah bisa mengirim surat dari sana, dan juga apa isinya Duke?!, apa itu hal baik?!"tanya Kaisar tergesa-gesa menggebrak meja sambil berdiri secara tiba-tiba, Duke Milian yang mendengar hal tersebut hanya bisa menghela nafas lelah.
Selalu saja ssperti ini jika hal ini menyangkut adik-adiknya apa lagi adik paling bungsu Kaisar selaku akan lupa akan etika Kekaisaran.
"Yang Mulia tenanglah dulu biarkan hamba berbicara hingga selesai"ujar Duke Milian.
Kaisar yang sadar akan sikap tak pantasnya kemudian kembali duduk di kurisnya dengan canggung.
"Ehem!, jadi bagimana?"tanya Kaisar sambil berdehem menghilangkan kecanggungan pada dirinya.
"Dan isi dari surat itu adalah berita bahwa Duchess Salvier sudah kembali"setelah kalimat itu terucap kini gebrakan di meja yang lebih keras terdengan berbarengan dengan suara kaget Kaisar.
Brakkkkkl!!!!!!!
"Apa!!!!!?"
__ADS_1
Melihat respon Kaisar Duke kini tau kalau Kaisar sama sekali tak tau apa-apa, jika begini terus bisa-bisa Duke Milian meragunakan posisi Kaisar bisa-bisa orang nomer satu di Kekaisaran ini bahkan tak tau informasi yang berasal dari Istananya sendiri.
"Yang Mulia juga tak tau?, Yang Mulia mungkin ini saatnya anda turun tahta"ujar Duke Milian lugas.
"Arghhh!!!, mana aku tau!, dan lagi emangnya kamu pikir aku mau jadi Kaisar!?, bukankah akan lebih baik jika aku hanya bermalas-malasan di dalam kamar sambil rebahan saja"ujar Kaisar frustasi dirinya bahkan menarik rambutnya dengan kasar bahkan kini Duke Milian bisa dengan jelas melihat air mata mengalir dari kedua kata Kaisar walaupun itu hanya imajinasinya bahwa Kaisar menangis.
"Anda ada benarnya juga bermalas-malasan akan lebih baik"tanggapan Duke kini mendukung apa perkataan Kaisar.
"Kan apa aku bilang?, hey bukankah Isabella lebih baik dari pada aku?, Duke bisa kah kamu bantu aku agar bisa menjadikan Isabella sebagai Kaisara berikutnya?"ujar Kaisar serius.
Duke yang mendengar itu menghela nafas sebelum menyilangkan kedua tangannya tak setuju.
"Tidak bisa Yang Mulia, maaf kan aku walaupun aku setuju dengan pendapat anda tapi tahta Kekaisaran ini tak bisa di emban oleh Putri Isabella"jawab Duke serius.
Mana mungkin Duke membirkan hal itu terjadi jika Isabella yang jadi Kaisar maka masa depan Kekaisaran ini akan sangat mengerikan bisa-bisa akan ada kekacauan di mana-mana dan dirinya pasti tidak bisa bersantai.
Maaf Yang Mulia untuk masalah kali ini dia (Duke) harus mengorbankan anda, maaf juga jika ini termasuk penghianatan.
"Kenapa!?"teriak Kaisar tak percaya.
"Anda tau seperti apa sikap Putri Isabella bukan?"ujar Duke yang mempu mrmbuat Kaisar Damian kini diam.
"Ya sudah lah, kalau begitu ayo kita mulai bahas lagi rencana selanjutnya"ujar Kaisar dia kini hanya bisa pasrah jika kalau dia harus menjadi Kaisar.
"Langsung jujur saya Yang Mulia, saya sebenarnya punya dugaan yang kuat tentang siapa pelakunya dan saya juga yakin anda juga berfikir demikian hanya saja anda selalu menolak mempercayai hati dan pikiran anda"ujar Duke menatap Kaisar serius.
"Kamu tau?, yah jujur saja aku curiga dengan ibu, akhir-akhir ini dia sangat damai tapi tak tau bagimana dengan bawahan nya"jelas Kaisar pikiran nya saat ini sangat rumit antara percaya atau tidak percaya dengan hal itu.
"Duke kita tak bisa mengulur waktu lagi, mulai besok mulailah misi merebut semua kekuasaan yang ada di tangan Janda Permaisuri 1, misi pertama curi stempel kerajaan yang ada di Janda Permaisuri 1 dan juga bunuh si tua bangka itu"ujar Kaisar aura di sekiranya kini berubah.
Aura kejam khas seorang Kaisar kini menguar dari dirinya, bahkan Duke kini menjadi sangat tunduj terhadapnya.
"Baik Yang Mulia, mari kita pangkas dari internal terlebih dahulu, dengan cara membunuh si tua bangka itu"ujar Duke menyetujui apa kata Kaisar.
Si tua bangka yang di maksud mereka berdua adalah adik dari Janda Permaisuri 1 atau bisa di katakan sebagai paman dari Kaisar sendiri.
__ADS_1
Jika kalian mengatakan Kaisar kejam maka dia akan diam saja lagi pula bukankah Kekuasaan selalu di kelilingi oleh darah dan kematian?