
Setelah kegaduhan tadi akhirnya yang paling waras di antara mereka membawa Turbo untuk kembali ke tenda dan segera menidurkan Turbo, sehingga pada akhirnya Turbo bisa bangun dan bahkan bisa minum teh hangat yang di buat oleh salah satu dari mereka.
Melihat bahwa Turbo sudah baikan semuanya kini bernafas lega.
"Turbo tadi aku melihatmu berbicara dengan Yang Mulia, kamu tak apa kan?"ucap nya khawatir.
"Aku tak apa Yang Mulia sangat baik kepada ku, ada apa memangnya?"ucap Turbo dengan senyum polosnya.
Mendengar hal itu semuanya kini bernafas lega, bisa-bisa tadi mereka begitu khawatir kepada nya.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja tadi kamu sangat santai dengan Yang Mulia"ucap salah satu dari mereka lagi.
"Santai apa mak_, akh!!, bagaimana mungkin aku bisa sangat ceroboh!"teriak Turbo histeris kini dia baru menyadari kesalahan nya yang lumayan fatal.
Pada saat itu sebuah kenangan melintas di kepala nya itu adalah adegan di mana Yang Mulia nya sangat canggung dan seperti akan mengatakan suatu hal namun tidak jadi.
FlashBack.
"Paman rasanya aku sangat senang, tapi paman sebenarnya ada satu hal yang menjanggal di sini dari tadi"ucap Duchess dia nampak ragu.
"Apa itu Yang Mulia"ucapnya dia sama sekali tak mengerti
"Tidak jadi"ucap Duchess Salvier pada akhirnya.
FlashBack And.
Mengingat tingkah Duchess waktu itu akhirnya dia sadar apa yang membuat Duchess begitu canggung dan ragu.
Mendengar teriakan dari Turbo kelima teman nya yang lain nya kini kembali panik mereka takut bahwa Turbo melakukan kesalahan.
"Ada apa?, apa semua baik-baik saja?"
"Kau tidak berbuat salah kan?"
"Katakan kepada ku kesalahan apa yang kau perbuat"ucap nya sambil memegang kerah baju Turbo matanya penuh akan ancaman.
__ADS_1
"Aku menyerah~"ucapnya yang kini sudah loyo di tanah
"Tamat sudah kau Turbo!"ucap salah satu di sana menujuk Turbo frustasi.
Rasanya saat ini mereka berlima ingin sekali memukul Turbo mereka yang sangat bod0h, ceroboh, dan juga sangat lambat dalam berfikir ini.
Sementara itu Melody kini telah sampai di depan tendanya sendiri.
"Panggilkan Delice kesini"ucap Melody sebelum masuk kedalam tendanya sendiri kepada Prajurit yang berjaga di depan tendanya tersebut.
"Baik Yang Mulia"ucap Prajurit tersebut dan segera menjalan kan tugasnya.
Sambil menunggu Delice datang Melody membuka peta dan menaruh berbagai macam bidak di atasnya, awalnya dia bingung karena dia sama sekali tidak berpengalaman dalam bidang militer dan strategi, karena bingung mau menaruh semya bidak itu bagaimana Melody hanya bisa mengamati banyak sekali buku-buku yang ada di pojokan itu adalah buku panduan strategi dan militer.
Baru saja dia bisa menaruh satu bidak yang melambangkan markasnya di atas peta Delice kini masuk ke dalam tenda.
"Yang Mulia saya datang"ucap Delice.
Dia hanya menatap Melody yang sedang membaca buku di tangan nya dan sedang berusaha mencocokan serta mempelajari bidak dan peta.
"Iya Yang Mulia, apa anda memiliki kesulitan?"tanya Delice.
"Seperti yang kamu lihat, aku benar-benar butuh bantuan mu"ucap Melody.
Delice yang mendengar itu kemudian mendekat dan mulai menjelaskan satu-persatu bagian dari peta.
"Yang Mulia bidak ini di gunakan untuk lambang hutan monster, kita bisa menatuhnya di sini"ucap Delice sambil meletakan bidak itu di atas hutan monster.
Bidak selanjutnya itu adalah bidak tentara mereka sendiri atau bisa di katakan itu adalah formasi mereka sendiri.
"Lambang Nada itu adalah tenda Yang Mulia"
"Lambang pedang itu adalah pasukan tentara"
"Lambang bunga itu lambang Kesatria"jelas Delice.
__ADS_1
"Tunggu kenapa harus bunga?"tanya Melody
Mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Melody Delice yang sedang menata semua bidak kini berhenti di tengah jalan, dia kini juga berfikir kenapa harus bunga?, sedangkan setaunya selain wilayah Utara ini semua menggunakan lambang pedang sebagai Kesatria dan tameng dan tombak sebagai tentara, kini dia jadi heran juga.
"Sebanarnya saya juga tak tau kenapa Yang Mulia"jawab Deluce seadanya dia bingung harus menjawab apa karena jujur dia juga baru beberapa hari yang lalu mempelajari tata letak bidak yang di gunakan di Utara ini.
Melihat bahwa Delice juga bingung akal hal itu Melody juga tak ingin mempersulit, mungkin dia akan bertanya nantu kepada paman Turbo.
"Tak apa mari lanjutkan, tapi sebelum itu ada satu hal yang ingin aku tanyakan dan perintahkan"ucap Melody sungguh-sungguh.
"Apa itu Yang Mulia?"tanya Delice.
"Burung yang di sana apa benar itu bisa menjadi petunjuk bahwa gelombang monster akan terjadi 10 jam yang akan datang"ucap Melody sambil menujuk gerobilan burung-burung yang bisa di lihat dari tenda nya tersebut.
Delice yang mengikuti kemana arah tangan itu kini mengerutkan keningnya dia tak paham.
"Dan perintahku adalah cari tau apa itu kebenaran, atau kebohongan"ucap Melody serius sekali lagi.
Melihat bahwa suasan kini berbah Delice mengangguk dan segera pergi dari tenda Melody untuk mencari tau benenaran nya.
Kini malam telah datang namun perkiraan yang di kira bahwa Monster akan datang dalam 5 jam sama sekali tak terbukti kini bahkan sudah 8 jam lebih dari waktu yang di tentukan, monster burung-burung itu juga sudah pergi sejak lama itu tepat 7 jam sejak mereka pergi dan Melody masih saja menatap serius oeda yang ada di depan nya sambil menyusun strategi.
Entah kenapa mungkin efek otaknya yang memang cerdas atau bawaan dari tubuh yang mungkin saja pernah belajar tentang strategi dan militer, Melody bisa beradaptasi dengan cepat, bahkan kecepatannya membuat Delice bertepuk tangan kagum akan semua hal itu.
"Yang Mulia anda benar-benar hebat"puji Delice.
"Terima kasih atas pujian nya Sir Delice"jawab Melody dengan senyum bangga, dia cukup senang.
Formasi itu terbentuk dengan dua bagian kubu pendiri, bagian paling barat Hutan akan di jaga oleh Delice, dan bagian tengah adalah Melody, dan bagian selatan mereka akan mengutus setidaknya banyak kesatria untuk berjaga di sana.
Sedangkan para Prajurit akan di bagi sama rata untuk membantu keduanya, namun mereka tetap menyisakan sekitar 5.000 pasukan untuk tetap berjaga di perkemahan, tujuan nya hanya untuk antisipasi apa bila salah satu kubu bagian mengalami kesulitan dalam menghadapi gelobang monster.
Selain itu Melody juga memanfaatkan bagian benteng besar yang ada di belakang medan pertemburan, di sana terdapat sekitar 2.000 pasukan pemanah, dengan masing-masing dari mereka bisa memiliki 100 anak panah, jadi mereka bisa melakukan 100 kali penyerangan sebagai bala bantuan.
Karena mereka sama sekali tak tau helombang kedua ini akan lewat mana jadi setiap wilayah akan di beri suar, suar itu akan di nyalakan ke langit jika mereka menerima serangan monster, maka regu yang lain akan ikut membantu mereka.
__ADS_1