
Siapa yang akan menyangka bahwa mereka berdua ternyata sangat bagus dalam kerja sama.
Sehingga hanya dalam beberapa detik saja semua Prajurit sudah terkapar tak berdaya di tangan mereka berdua.
"Paman ayo cepat buka gerbang nya"teriak Melody sambil menendang orang terakhir.
"Mau nya juga gitu tapi ini susah kamu kira membuka gerbang besar dan berat ini sendirian mudah!, hah!"gerap Paman Wage marah sambil berusaha mendorong gerbang tersebut.
"Benarkah?, itu susah kalau gitu minghir paman, kalau gerbang ini tak bisa di buka dengan cara baik-baik maka cara kasar pun jadi!"teriak Melody dan berlari kearah gerbang tersebut.
Bommm!!!
Gerbang tersebut kini hancur berkeping-keping terkena satu pukulan dari Melody.
Melijat gerbang yang hancur paman Wage segera girang dan berlari ke luar kota.
"Hahahahaha!, sudah ku duga kamu sangat hebat!"ujar paman Wage berlari ke luar lari di ikuti Melody yang punya wajah datar melihat tingkah paman Wage yang seperti anak kecil.
Paman Wage yang menyadari itu seketika menggeram.
"Apa kenapa, kamu tak suka?!, kamu memamg hebat tapi paman mu ini lebih hebat lagi kamu tau, Hahahaha!"ujar paman Wage yang kini tertawa berbahak-bahak bangga akan dirinya sendiri.
Ekspresi Melody mendengar hal tersebut kini makin datar dia berfikir jika paman Wage lebih hebat darinya kenapa dia kalah melawan para bandit yang ternyata buto itu?.
__ADS_1
Namun karena melihat paman Wage sangat senang jadi dia memilih tak mengatakan apa-apa, biarlah dia bercermin dengan sendirinya, dia yakin akan tiba juga waktunya.
Ah!, lebih baik pikirkan bagaimana caranya agar dia bisa pergi ke Utara lewat kota Pelabuhan sepertinya tak mungkin lagi.
Dia yakin bahwa keamanan kota akan di perketat, dan juga jika menyamar tak ada gunanya, karena seperti warga dan pihak keamanan di sana sudah mengungat dengan jelas wajahnya, menyusup?, juga tak bisa sepertinya kecuali dia bisa berubah wujud tapi sayang dia lupa mantra.
Si4l!, kenapa di saat seperti ini dia malah lupa mantra!!, ini pasti efek dari terlalu banyak mengunakan energi!, baiklah lebih baik dia bersembunyi saja dulu, tubuhnya saat ini masih tak mampu mengeluarkan jurus maut yang terlalu tinggi.
Tubuhnya memang mampu tapu jiwanya mungkin akan hancur berkeping-keping jika dia memaksakan.
Dia adalah sosok yang menghargai hidup ok?-.-'.
Akhirnya kini mereka telah sampai di tengah hutan mereka sengaja berlari kearah sini karena itu akan membuat para Prajurit yang mengejar mereka juga kesulitan.
Melody yang mendengar itu tersentak, dia sama sekali tak menyadari bahwa dia sempat melamun tadi.
"Ini bukan masalah yang serius kok"jawab Melody menyembunyikan ekspresi wajahnya.
"Hey!, tak perlu pura-pura tak punya masalah, mungkin saja jika kamu mengatakan kesulitanmu kepada paman ini, paman ini bisa sedikit membantu"ucap paman Wage.
Menghela nafas akhirnya Melody mulai menceritakan kesusahannya bahwa dia sebenarnya ingin pergi ke bagian paling utara Dunia atau bisa di sebuat Kutub Utara tapi dia sama sekali tak tau harus bagaimana masalhnya satu-satunya jalur yang dia ketahui sudah susah untuk di jangkau kembali.
"Hem_, jadi begitu padahal tampangmu itu seperti orang yang sudah berpengalaman di Dunia luar tapi ternyata kamu masih awan ya, memang kita tak bisa menilai seseorang hanya dari penampilan luar nya saja"ujar paman Wage.
__ADS_1
"Mau bagimana lagi aku sama sekali tak pernah jalan-jalan hanya di rumah, bekerja, belajar, dan sama sekali tak mendapatkan liburan, jika libur pun aku hanya tidur karena pergi pun dengan siapa, pergi sendiri tak punya transportasi, tak tau tempat-tempat wisata dan berlibur yang menyeangkan, palingan juga aku tau nya wilayah desa sama kecamatan saja, kalau di tanya jalan saya aja plonga-plongo gak gau apa-apa"jawab Melody seadanya.
Kalau di ingat lagi sepertinya kehidupan yang dulu cukup monoton dan tak menyenangkan sama sakali, kehidupan Melody yang dulu juga tak jauh beda 11 12 lah sama dia.
"Kasian sekali, kamu seperti nya harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik nak, dan masalah kamu ingin pergi ke sana itu sspertinya paman bisa bantu, tapi sepertinya paman bisa bantu sampai ujung sarawak sana"ujar paman Wage.
"Tak apa paman asalkan aku bisa sampai di sana masalah jalan selanjutnya bisa aku urus sendiri"jawab Melody semangat.
Yah, setidaknya dia bisa sampai di sana walaupun sampai di ujung serawak sama saja mencapai brunei tapi tak masalah toh kita tinggal menyebrangi lautan lagi kita bisa singgaj di tempat terdekat yaitu Vietnam kalau melewati jalur datar, karena dia suka jalur lurus maka kita lurus saja, dari vietnam jika lurus maka akan sampai China dan dari cina akan sampai Mongolia dan dari mongolia akan sampai rusia dan setelah sampai rusia kita hanya perlu menyebrangi lautan lagi dan berperang dengan dingin.
Cukup mudaj di katakan tapi sulit di lakukan tak tau lah apa dia hisa menyelesaikan ssmuanya dalam dua minggu, kalau dihitung sudah 3 hari 4 malam di sini dia tak tau bagaimana keadaan mereka di sana, semoga saja mereka bisa menghadapi monster sampai dia datang dengan selamat.
Melody selalu berdoa untuk keselamatan orang-orang tersayangnya.
Sementara itu di Duchy Utara atau Duchy Salvier mereka kini sedang berjuang menghadapi gelombang moster ke 4, tanpa Duchess yang memiliki kekuatan besar itu jujur saja mereka lumayan kesulitan namun semuanya masih bisa di tanggung mereka semua apa lagi saat ini urutan 1~4 Kesatria terhebat Istana Kekaisaran ada bersama mereka, dia tambah Sir Galon yang merupakan Kesatria terhebat di Duchy Utara sudah lumayan bagus bagi mereka.
Kalau boleh jujur, memang selama ini kontribusi Duchess Salvier lah yang paling banyak, bagaimana tidak satu ayunan pedangnnya bisa membunuh sepuluh atau bahkan jika dia memiliki minat bisa membunuh satu barisan monster yang jelas ada jutaan.
"Sir Galon tolong bantu tim 3 mereka sepertinya kesusahan serahkan yang ada di sini pada ku!"seru Devian sambil terus mengayunkan pedangnya.
"Tapi di sini!, kamu sendirian, kamu baru saja menyuruh para Prajurit untuk membantu tim 2!"teriak Sir Galon dia sama sekali tak tega jika pergi sendirian dia takut akan terjadi hal yang mengkhawatirkan.
"Aku tak apa kamu tenang saja, aku adalah pertama kamu tau artinya kan?, aku juga tak berniat mati di sini"ujar Devian sambil terus mengayunkan pedangnya membunuh monster di setiap ayunannya yang mematikan.
__ADS_1
Devian cukup tersentuh akan apa yang di katakan oleh Sir Galon menurutnya berdasarkan pengamatannya selama ini Sir Galon ini cukup bisa diandalkan, bahkan sebelum para Kesatria Utara bangkit lagi, sepertinya hanya Sir Galon lah yang masih bisa di sebut seorang Kesatria.