Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 27


__ADS_3

"Akhirnya aku berhasil"ucap Melody sempoyongan.


_______________


Dengan tubuh yang bahkan kesulitan untuk berjalan Melody segara berjalan ke luar dari kamar itu karena tak memungkin kan baginya untu tidur di sini saat di kamarnya ada empat orang laki-laki yang masih tertidur di bawah pengaruh alkohol dengan dosis tinggi.


Bebarapa kali Melody terjatuh dan bangun kembali dia sama sekali tak tau harus kemana dia hanya mengikuti naluri nya untuk mencari jalan keluar.


Tanpa sadar kini dia sudah berdiri di depan sebuah kamar yang dia tau siapa pemiliknya tapi dia tau bahwa di sini setidaknya di rumah Baron hanya dia yang dapat dia percaya sehingga dengan tanpa ragu Melody mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok


Tok


Tok


Pintu akhirnya terbuka memperlihatkan Devian yang memakai kemeja putih tipisnya yang sedikit basah sehingga itu tercetak jelas, rambutnya juga masih basah Melody tebak bahwa dia baru saja selesai mandi.


"Yang Mulia apa yang terjadi?"tanya Devian dengan khawatir pasalnya kini Melody di depannya dengan wajah yang seperti nya sangat mabuk padahal tadi tidak toh.


"Di kamarku ada gigolo"adu Melody dengan wajah mabuk nya, mulutnya yang bau alkohol membuat Devian menutup matanya tabah menghadapi cobaan yang hadir di depan nya.


"Ah, bagiamana bisa"ucap Devian menanggapi setelah mulai membiasakan diri.


"Apa ini perbuatan Baron?"tanya Devian dia cukup marah sekarang.


"Sepertinya iya, jadi Devian boleh kah aku tidur di kamarmu, kamarku penuh akan mereka, kini mereka sudah tidur karena mabuk aku sangat ngantuk tapi tidak mungkin aku tidur di sana, dan di tempat ini hanya kamu yang ku percaya"ucap Melody sambil berjalan masuk ke kamar Devian.


"Yang Mulia tapi saya laki-laki"ucap Devian kesal saat dengan santainya Melody malah tidur di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


"Apa salah di sini ada sofa"ucap Melody dan segara saja tidur menuju alam mimpinya meninggalkan Devian yang memiliki wajah kesal di depan pintu yang masih terbuka.


Akahirnya dengan pasrah Devian menutup pintu dan menuju sofa untuk tidur namun sebelum dia memejamkan matanya dia harus mengingat hari ini dan suatu saat dia akan membalasnya tentang tempat tidur yang di rebut ini dia harus membalasnya.


Dan ngomong-ngomong Baron itu sangat kurang ajar sekali gara-gara nya malam ini dia harus tidur di sofa untung saja dia


Sering tidur di hutan jadi saat bangun nanti dia tak akan sakit punggungn?, iya kan?.


"Hah~!, hari yang menyebalkan!"ucap Devian kesal akhirnya dia akan menutup mata nya sebelum sebuah pikiran kembali melintas di kepalanya membuatnya kembali membuka mata.


"Untuk Baron beraninya dia berperilaku tak sopan ke pada Duchess, sepertinya dia sudah bosan hidup, jadi apa aku harus membunuh mereka?"ucap Devian sambil memainkan belati yang baru saja dia keluarkan dari dalam kemejanya.


Saat ini dia sedang berfikir apa dia harus membunuh para gigolo itu, karena mereka sudah mengganggu master yang dia layani, atau biarkan saja, tapi memikirkan bahwa Melody hanya membuat mereka semua pingsan itu sudah menjadi jawaban.


"Tapi karena dia tak membunuh mereka, maka, apa itu artinya biarkan saja?"ucap Devian kembali sambil menyimpan kembali belatinya ke dalam kemejanya.


Hal ini (menyimpan belati dalam kemaja) hanya bisa di lakukan oleh yang sudah profesional dan kebetulan Devian memiliki ke ahlian tersebut, jadi selain pedang dia juga membawa belati untuk jaga-jaga jika ada hal mendesak yang terjadi contohnya kejadian yang terjadi di hutan waktu itu.


"Ini cukup menarik untuk di ketahui, jadi bisa kah kamu keluar Black...?"ucap Devian santai.


Tak lama bayangan hitam kini masuk melalui jendela yang secara tiba-tiba tertiup angin kencang tak terbuka dengan sendirinya.


Kini banyangan hitam itu berada di depan Devian sambil berjongkok memberi hormat.


"Tuan Muda saya di sini"


Suara laki-laki yang cukup berat kini terdengar di dalam ruangan itu.


"Kamu sudah dengar kan?, apa yang ku mau?"ucap Devian santai.

__ADS_1


"Iya saya tau, saya akan segera menjalan kan perintah anda Tuan Muda"ucap seseorang yang di panggil Black itu.


Kemudia setelah mengucapkan kalimat itu Black segara menghilang dengan jendela yang tadinya terbuka menjadi kembali tertutup dengan rapat.


"Hoam~!, aku sangat ngantuk sekali"ucap Devian sambil menutupi mulutnya yang menguap karena ngantuk yang tak bisa di tahan nya.


Akhinya Devian memejamkan mata nya menuju alam mimpi menyusul Melody yang sudah pergi ke alam itu terlebih duhulu.


Sinar matahari kini membalai wajah tampan Devian, Devian yang merasa terganggu akhirnya membuka matanya, hanya saja dia merasa bahwa di atas tubuhnya ada sesuatu yang sangat berat.


Betapa terkejutnya dia saat di dapatinya sebuah kotak ada di atas tubuhnya.


"Apa_, apa-apaan?!..."ucap nya terkejut.


Dengan hati-hati Devian menurunkan kotak itu, dalam pikiran nya kini bertanya-tanya, siapa yang menaruk kotak di atas tubuhnya?, orang itu sungguh tak sopan dan kurang ajar.


"Jika aku tau siapa orang nya siap-siap saja masuk ke alam Baka?"ucap Devian kesal sambil mengepalkan tangan nya, kini bahkan perempatan tercetak jelas di kening nya


Namun yang lebih membuatnya terkejut adalah posisi Melody yang tertidur dengan posisi tak wajar, bagaiman hal tersebut di bilang wajar jika kaki di atas kasur dan kepala di lantai?, ini sungguh di luar akal.


Mengehala nafas Devian menghampiri Melody dan dengan helaan nafas kesabaran entah berapa kali dia mengangkat Melody dan membaringkan di atas kasur kembali.


Setelah membaringkan Melody dia kemudian dia pergi untuk mandi dan segera keluar untuk berlatih di tempat pelatihan kesatria.


Melody yang masih tertidur kini mulai terusik oleh sinar matahari yang mulai panas di wajahnya, membuka matanya hal pertama yang dia pikirkan adalah apa yang terjadi kemarin.


Dia ingat bahwa kemarin malam dia kabur dari kamarnya, dan pergi ke kamar Devian, melirik jam di dinding Melody kaget hingga dia segera terbangun.


Jam kini sudah menujukan jam 1 siang dan dia masih saja di kamar Devian, sebenarnya dia itu tidur atau mati sebenarnya?!.

__ADS_1


Dengan cepat Melody segera keluar dari dalam kamar tanpa mandi dan segara menuju kamar nya yang di siapkan oleh Baron, kebetulan sekali saat itu masih sangat sepi.


Membuka kamarnya ternyata tiga orang Gigolo yang semalam masih ada di sana, siapa sangka mereka bertiga kini sedang duduk di kursi sambil minum teh dan berbincang-bincang dengan santai.


__ADS_2