Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 41


__ADS_3

Kini Melody sedang ada di depan dia sekarang sedang menerima bantuan dari Kekaisaran berupa subsidi makanan yang dia minta, jadi dia saat ini sedang mencatat semua barang-batang yang datang serta memastikan bahwa sekuanya datang sesuai dengan apa yang ada di jurnal barang yang di terima.


Setelah memastikan nya bersungguh-sungguh dan semua nya lengkap baru lah Melody mengangguk puas.


"Semuanya ambil benda-beda ini dan simpan dalam gudang untuk saat ini"ucap Melody memerintah para pekerja pria untuk memindahkan barang-barang.


"Diana bisa kamu awasi mereka?, aku harus mengurus beberapa pekerjaan lain nya"ucap Melody.


Melody akhirnya kembali bekerja di dalam ruang kerjanya saat ini dia sedang melihat jurnal pendapatan serta pengeluaran di buku akun.


Pendapatan bulan ini sangat sedikit jika di bandingkan dengan pengeluaran serta kebutuhan namun untung saja semuanya pengeluaran telah di bantu dengan hasil penjualan perhiasan dan gaun nya.


Untuk ini Keuangan stabil setidaknya sampai Devian datang membawa uang yang dia minta.


Oh ya, benar juga jika hari ini dia harus berkeliling ibu kota untuk melihat pembangunan yang terjadi sudah sampai mana dia yakin bahwa itu baru 50% atau kurang, karena bagaimana pun sepertinya dia mengakihkan banyak pekerja untuk membangun benteng dan vasilitas kemiliteran terlebih dahulu, karena hal itu yang akan di butuhkan secepatnya.


Memikirkan nya dengan serius akhirnya Melody menyambar jasnya dan segera kekuar dari ruang kerja nya kebetulan sekali Diana sudah menyelesaikan pekerjaan nya.


"Yang Mulia, anda mau ke mana?"tanya Diana.


"Aku ingin berjalan-jalan sedikit di Duchy Utara aku ingin meninjau lapangan secara langsung, ada apa?"tanya Melody balik.


"Apa boleh saya temani Yang Mulia?"tanya Diana sedikit berharap, namun sayang saat ini Melody ingin sendiri jadi mari hancurkan harapan nya.


"Maafkan aku Diana namun aku ingin pergi sendiri, lain kali aku akan membawa mu dan Delice untuk berlibur tapi nanti saat ada waktu"jawab Melody sedikit menyesal.

__ADS_1


Sepertinya Diana paham apa maksud Melody bahwa dia butuh waktu sendiri, jadi kali ini dia hanya mengangguk dengan sedikit suram.


"Baik Yang Mulia, tapi lain kali saya akan membeli banyak makanan jadi jangan kaget jika uang anda akan habis"ucap Diana sedikit bersemangat bahkan sikap Dewasanya yang selalu di lihatnya kini menghilang.


Sejujurnya Melody lumayan kaget karena otang yang selalu dewasa ini bisa berkata dan berekpresi seperti itu, namun akhinya dia tersenyum cerah menanggapi hal itu.


"Iya~, kalau begitu aku harus jadi kaya dulu"ucap Melody sedikit bercanda.


"Pfttt...!, Yang Mulia memang harus kaya untuk membawa saya berlibur"tawa lembut Diana kini terdengar merdu di telinga Melody, semu merah kini terlihat di pipi putihnya, saat ini Diana sangat cantik seperti seorang Putri, bahkan Melody sempat terkesima.


"Baiklah"ucap Melody pada akhirnya, dan segera saja mereka berbisah.


Kini Melody sudah ada di ibu kota menggunakan jubah untuk menutupi tubuhnya, dia kini berkeliling ibu kota untuk melihat pembangunan, serta bertanya-tanya kepada para penduduk tentang isu-isu yang terjadi di Duchy Salvier saat ini.


Selain itu ternyata pendapatan masyarakat masih cukup rendah, dan juga tingkat pendidikan yang buruk, di tambah bahwa tingkat keamanan masih begitu buruk, walaupun itu lumayan dari pertama dia kemari tapi tetap saja itu masih dari standar negara maju!.


"Mungkin aku harus menyelesaikan perekonomian dahulu?, kemudian membangun sekolahan untuk semua kalangan dengan sistem biasiswa bagi siswa tidak mampu dan berprestasi?, kemudian aku juga harus mulai membuat hukum baru"dia ingat bahwa pasal-pasal di Duchy Utara itu sudah di makan rayap jadi dia harus mulai perumusan dari awal.


"Setelah itu aku harus membentuk dapartemen khusus untuk menangkap seperti kepolisian?, yang terdiri dari para Pengawal"ucap Melody sambil berfikir apa bagus ide nya itu?.


"Begitu saja tapi akan aku lakukan setelah berburuan monster yang akan datang beberapa hari lagi, cukup merepotkan bahwa nanti sore aku harus bersiap"ucap Melody, dia merasa bahwa pekerjaan nya begitu banyak rasanya lelah sekali dia ingin setidaknya punya satu bunga mawar merah yang indah.


Waktu kini sudah menjelang sore dan Melody pun memutuskan untuk pulang keruamh saja karena dia yakin bahwa para Kesatra sedang mencarinya untuk segera berangkat.


Dan benar saja kini para Kesatria, dan Prajurit sudah datang dan bahkan berbaris sambil menunggu Tuan mereka sampai.

__ADS_1


Langsung saja tanpa berganti pakaian atau apa Melody langsung menaiki kudanya, atau lebih tepatnya itu kuda Kakak ke 2 nya tapi dia cukup suka kuda ini karena dia pintar serta mudah di ajari dan juga penurut yang baik.


"Ayo berangkat semuanya!!"ucap Melody memgangkat tangan nya.


"Ayooo!!!"


"Ayooo!!!!"


Teriakan dari para Kesatria dan Prajurit kini terdengar begitu bersemangat mereka sungguh tak sabar untuk bisa ada lagi di dalam medan peperangan.


Derap kaki kuda kini terdengar para warga yang melihat abhwa pasukan dalam jumlah besar keluar dari ibu kota memberi jalan, mereka semua tau kemana tujuan dari para pasukan besar itu apa lagi jika bukan ingin membasmi monster di perbatasan itu sudah rutin di lakukan yah, walaupun sempat berhenti selama beberapa tahun, tapi mereka senang bahwa penguasa yang sekarang begitu perduli dengan mereka.


Di sisi lain kini Pangeran ke 2 sedang dalam sebuah perjalanan untuk pergi ke Duchy Utara, tadi saat bertarung dengan sang kakak dia kalah dan karena itu dia jadi kangen sang adik, dia juga kangen Rosalin, rasanya ingin menangis apa lagi Lili (panggilan kesayangan untuk Linda) kecilnya dia sudah lama tak berkunjung.


"Aku kangen kalian"ucap nya dengan derai air mata yang seperti air mengalir dengan lancarnya.


Di antara rasa sedih dan kangen itu akhirnya dia memilih untuk menemui sang bungsu yang kini dia bahkan tak tau apa dia baik-baik saja di Duchy Utara sendirian, dia benar-benar akan mengigit sapu tangan jika begini caranya.


Rosalina kini sudah menikah siapa sangka bahaa suami nya sangat perhatian dan juga menyayanginya, apa lagi kedua mertuanya mereka selalu memanjakan nya.


Saat ini Rosalina sedang menyulam namun di dalam hati nya ada suatu kekosongan, dia sudah rindu rumah atau lebih tepatnya dia rindu dengan sang kakak dan adik dia ingin berkunjung.


"Apa kamu masalah nak?"tanya seorang wanita paru baya di depan nya dia adalah mertuanya sekarang.


"Tidak ada bu, aku hanya sedikit kangen dengan mereka"ucap Rosalina sedikit sedih.

__ADS_1


__ADS_2