
Kaisar kini mendengarkan ucapan dari Duke Milian dengan sangat serius.
"Maaf Yang Mulia"ujar seorang bangsawan yang qda di sana mengangkat tangannya.
Hal tersebut tentu saja menarik banyak perhatian yang kini menatap kearah Bangka tersebut.
"Maaf sebelumnya Yang Mulia Kaisar, dan Duke Milian jika saya lancang karena ikut campur dengan urusan ini"ujar bangsawan tersebut membungkuk sopan kearah Kaisar dan Duke.
Duke yang melihat wanita itu kini mengangkat satu alisnya penuh akan tanda tanya, sedangkan Kaisar pun juga menatap bangsawan wanita itu dengan dahi mengerut seakan ingin tau hal apa yang akan di katakannya.
"Ya tak apa, Lady Blance apa ada kenapa kamu memotong persidangan?"tanya Kaisar menatap lady itu.
"Maaf sebelumya Yang Mulia tapi setau saya saraf memang bisa saja rusak secara tiba-tiba Yang Mulia lalu apa yang salah dengan hal tersebut?"tanya Lady tersebut terlihat bingung akan hal tersebut.
Duke yang mendengar itu kini tersenyum tipis begitu juga dengan Kaisar.
"Kamu benar Lady, lalu akan lebih baik jika Duke yang menjelaskannya lagi"ujar Kaisar dengan senyuman yang membuat para wanita bangsawan di sana menjerit dengan rona merah muda di pipi putih mereka.
"Anda benar Lady saraf yang rusak memang bisa saja terjadi tapi kasus Kaisar terdahulu jelas berbeda itu semua karena kaisar adalah seorang Master Pedang dimana organ tubuhnya berkali-kali lipat lebih kuat dari pada manusia biasa"jawab Duke Milian lembut.
Dia tau siapa Lady itu kalau tak salah Lady itu adalqh salah satu siswi di Akademi Kekaisaran dirinya saat ini sedang belajar tentang dunia kedokteran jadi sangat pantas untuk dirinya menanyakan hal tersebuat apa lagi umurnya baru 17 tahun bebarapa minggu yang lalu dengan kata lain dia baru saja debut di pergaulan kelas atas.
Dia juga tau Lady tersebut merupakan siswi terbaik ke 3 di seluruh Akademi Kekaisaran pada bidang Kedokteran.
"Ah!, aku baru tau hal seperti itu ada, guru tak pernah memberi tahuku tentang hal tersebut"ujar Lady tersebut cemberut sepertinya dia rada kecewa dengan gurunya.
__ADS_1
"Hal tersebut wajar karena kamu akan mempelajari hal seperti ini saat ada di kelas lanjutan"jawab Kaisar.
"Baik terima kasih Yang Mulia, Duke"ujar Lady tersebut segera saja mundur.
"Jadi Yang Mulia apa semua bukti itu kurang?"ujar Duke menatap Kaisar.
Lagi dan lagi Kaisar menghela nafasnya dia sungguh tak menyangka bahwa hal seperti ini terjadi dan apa-apaan itu racun xoxodiak flasma?, racun itu kan racun yang di larang dan berdasarkan undang-undang yang di setujui oleh semua Kekaisaran barang siapa yang menggunakan Racun tersebut harus di hukum mati jika tidak atau salah satu dari Kekaisaran melanggarnya maka akan terjadi perang yang amat besar.
"Iren, apa hal itu benar bahwa kamu membunuh Kaisar terdahulu?"tanya Kaisar menatap ibunya rasa kekecewaan jelas terpancar dari mata Kaisar.
Bukannya menjawab Iren hanya tertawa berbahak-bahak hal tersebut tentu saja membuat semua orang yang ada di aula tak habis pikir dengan apa yang mereka lihat saat ini.
"Jika aku yang membunuhnya lalu kamu mau apa nak?, kamu mau membunuh ibumu sendiri?"tanya Janda Permaisuri 1 kini dirinya sudah jujur secara terang-terangan sepertinya memang sudah tak qda lagi yang ingin dirinya sembunyikan.
Mana di sekitar kini menjadi biru itu artinya apa yang di katakan Iren atau Janda Permaisuri 1 adalah sebuah kebenaran.
"Iya aku menggunakan racun itu bukan kah itu sangat bagus racun itu sangat baik dalam membunuh orang aku sangat puas!"ujar Janda Permaisuri 1 tersenyum akan kepuasan.
Mana kini lagi-lagi menyala biru.
Mendengar ibunya mengakui semua hal tersebut dari mulutnya sendiri dan yang paling parah bahwa hal tersebut benar adanya satu tetes air mata kini menetes dari mata Kaisar dan hal tersebut di lihat oleh banyak sekali orang dia sungguh tak tahan lagi, dia benar-benar ingin menumpahkan air matanya sekarang juga.
Memejamkan mata kini Kaisar berusaha menahan air matanya.
"Jangan menangis Damian!, bukannya ibu sudah sering bilang pada mu agar tak menangis?, kamu adalah Kaisar!, Kaisar Kekaisaran ini!, jadi jangan menangis dan bertindak lemah seperti itu!"bentak Janda Permaisuri 1 kepada putranya tersebut.
__ADS_1
Wush~~
Tiba-tiba sebuah angin kencang melaju kearah Kaisar dan tak lama di depan Kaisar sosok gadis yang tak lain adalah Duchess Salvier atau Melody berdiri di depan kakaknya tersebut menutupi kakaknya yang kini menumpahkan air matanya agar semua bangsawan tak melihatnya.
Kini air mata Kaisar benar-benar tumpah saat dirinya tau kalau Melody akan melindunginya.
"Yang Mulia biar aku yang mengambil keputusan"ujar Melody yang hanya di balas anggukan dari kakanyq tersebut.
Dan jika kalian tanya apa kabar para Pangeran dan Putri mereka sudah syok berat dan sudah di antar ke dalam ruang istirahat di sana hanya ada Pangeran Rexid yang masih berdiri kokoh tanpa ekspresi walaupun Melody tau kalau dirinya juga tak kuasa.
Pangeran Arsen sendiri sudah kembali bersama Putri Isabella dirinya sedang menenangkan adiknya tersebut.
Membalikkan tubuhnya kini tubuh Melody benar-benar menutupi Kaisar yang ada di belakangnya.
Melody berfikir bahwa hal ini sudah cukup dia bisa mengurus semuanya sendiri lagi pula panggung nya sudah di siapkan dan biarkan saja kakak nya istirahat.
"Janda Permaisuri 1 atas semua kejahatan yang kamu lakukan karena telah membunuh Kaisar terdahulu dan juga menggunakan barang ilegal yang di larang oleh dunia aku akan memberikan mu hukuman"
"Mulai sekarang kamu bukan lagi anggota Keluarga Kekaisaran, gelar bangsawan mu akan di cabut, dan kamu akan di arah keliling kota Kekaisaran dengan cara tak terhormat, selain itu kamu juga akan di hukum gantung pada munggu depan, dan mayatmu tak akan di kuburkan di makam Kekaisaran"tegas Melody memberi keputusan yang tepat.
Setelah jatuh hukuman itu tubuh Iren kini langsung luluh ke tanah di sama sekali tak punya tenaga apa-apa lagi, dia bahkan diam saat para Parjurit datang kepadanya dan menyeretnya ke penjara bawah tanah.
"Prajurit seret dia!"tegas Melody.
Semua Prajurit segera saja bergerak.
__ADS_1
"Dan pestanya sampai sini saja semuanya segeralah kembali"ujar Melody.
Para bangsawan yang mendengar hal tersebut segera saja bubar dengan gosip yang kini mungkin esok paginya akan menyebar ke seluruh Kekaisaran dan dalam waktu singkat aula tersebut kini sudah kosong.