Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 103 Mulai (2) Kerja sama


__ADS_3

Setelah memberi instruksi kepada Sir Vio Melody segara saja kembali kekamar dan mulai merendam dirinya di dalam bak mandi.


Tak lama akhirnya dia selesai siapa sangka bahwa malam kini sudah datang.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu kini terdengar Melody yang kini sudah berganti pakaian dan masih duduk di sofa dalam kamarnya sambil mengenakan kaca mata tak lupa juga beberapa dokumen yang ada di atas meja serta satu dokumen yang saar ini sedang dia baca.


"Masuk"tanpa melirik atau bahkan melihat siapa yang mengetuk pintu Melody segara mempersiapkan orang itu untuk masuk.


Siapa sangka bahwa itu adalah Palayan Mension.


"Yang Mulia Sir Gio telah kembali"lapor Pelayan tersebut.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Pelayan itu Melody yang tadinya sangat fokus kepada berkas di atas mejanya kini mulai meletakan dokumen itu dan merapikannya sebelum berdiri dan berjalan keluar.


"Baik, makasih kamu bisa pergi"ujar Melody melepas kaca matanya Melody menaruh kaca mata tersebut dia atas meja dekat dengan pintu keluar dari kamarnya.


Di ruang tamu dia bisa melihat sosok pria paru baya yang di identifikasi sebagai pamannya kini tengah duduk dengan gagah dan anggun sambil meminum teh nya.


Melody juga bisa melihat bahwa Sir Gio kini berdiri di belakang paman nya dengan posisi tegak dengan tangan di belakang punggungnya sangat gagak dan cocok dengan statusnya sebagai seorang Kesatria.


Tak seperti biasanya yang selalu saja berkata kasar dan bersikap seperti biasanya Sir Gio kali ini hanya diam saja layaknya patung.


Melody kini mendekat.


"Paman selamat datang di Duchy Salvier"ujar Melody dengan senyum cerah menyambut pamannya tersebut.


Siapa yang akan menyangka bahwa paman nya itu akan langsung berdiri dan memeluknya saat melihat dirinya datang menyambut dirinya.

__ADS_1


"Keponakan ku tak ku sangka kamu sudah sangat besar, kamu sangat mirip dengan ibumu, yah walaupun mata dan rambut mu berbada tapi wajahmu mirip dengan nya"ujar paman Melody masih memeluk Melody erat.


Melody yang mendapat pelukan tiba-tiba sedikit kaget akan hal tersebut, dirinya juga bingung harus menanggapi seperti apa pelukan ini karena berdasarkan ingatan dari Melody yang dulu dia sama sekali tak memiliki interaksi dengan paman nya ini.


Dan kalau pun pernah mungkin dulu saat kecil sehingga Melody melupakannya.


"Tentu paman aku merindukanmu"ujar Melody membalas pelukan dari paman nya itu.


Sok dekat aja dulu lah ya.


"Hohoho!, tak ku sangka keponakan kecil ku ini merindukan paman nya, padahal dulu paman ingat sekali seberapa kecil dirimu saat menemui paman saat ini kamu hanya setinggi ini"ujar paman Melody sambil memperlihatkan sebarapa pendek Melody dulu dengan tangannya mungkin itu bahkan tidak sampai paha milik paman nya itu.


Melihat hal tersebut Melody berfikir apa dia begitu pendek dulu itu?.


"Baiklah kembali ke poin penting nak, Kesatria mu ini berkata kalau kamu ingin menjual bebarapa barang kepada paman?"tanya paman seriua kini jiwa pedagang nya sudah keluar.


Melody yang mendapat pertanyaan seperti itu tersenyum dia tau bahwa hal ini lah yang akan pertama kali di tanyakan oleh paman nya.


"Kamu benar ayo kita mengobrol dengan sangai saja malam ini"ujar paman Melody.


Keduanya kini duduk seling berhadapan satu sama lain.


"Jadi nak benda apa yang akan kamu jual?"tanya paman nya lagi.


"Seperti apa yang tercantum di surat yang aku kirim lewat Sir Gio, aku ingij menjual bagian tubuh monster, dan aku ingin menjual semuanya"jawab Melody.


"Dan juga aku tak ingin uang untuk semua pembayaran cukup tukar saja setengah dari hasil menjual monster menjadi bahan-bahan bangunan, aku yakin paman sudah membacanya dan menyetujui hal tersebut, jika tidak mana mungkin paman akan datang jauh-jauh ke sini?"ucap Melody.


"Hahahaha!, apa yang kamu katakan Yang Mulia Duchess saya datang bukan hanya untuk ini tapi juga karena sangat rindu serta khawatir terhadap keponakan ku tersayang"elak paman Melody.


"Sudah lah paman tak usah berpura-pura, sejak dulu bisnis lebih penting dari segalanya bagi paman aku paham hal itu"ujar Melody.


"Keponakan ku ini ternyata sangat pintar ya, jujur saja tujuan paman ke sini memang untuk berbisnis saja karena paman tertarik akan surat yang kamu kirim, tapi setalah sampai sini paman jadi rindu dengan keponakan paman"ujar paman Melody jujur kini dia sama sekali tak menyembunyikan apa pun di setiap ucapan nya.

__ADS_1


Melody yang mendengar itu lagi-lagi tersenyum.


"Jadi paman bagiamana?, apa kita bisa buat surat kontaknya sekarang juga?"tanya Melody percaya diri.


Paman Melody kini juga tersenyum dan mengelurkan dokumen perjanjian.


"Ya kita bisa langsung mulai"ujar paman Melody.


Kedunya akhirnya sama-sama menandatangani surat kontrak, sebelum menandatangani hal tersebut tentu saja Melody terlebih dahulu membaca semua isi berkas tersebut setalah dirasa baik dan memenuhi standarnya barulah Melody mulai menandatangani surat kontrak tersebut.


"Baik nak seperti apa yang tertukis di sini kalau aku akan mengirim 1/4 dari hasil kamu menjual tubuh monster terhadapku dalam bentuk mata uang, serta aku juga akan mengirim 1/2 dari hasil kamu menjual tubuh monster dalam bentuk bahan-bahan bangunan, dan sisanya 1/4 dari hasil kamu menjual tubuh monster akan kamu minta nanti saat kamu membutuhkan"


Melody yang mendengar hal tersebut mengangguk.


"Baik kalau begitu mulai besok aku akan kirim pembayaran, ini deposit untuk pembayaran dalam bentuk mata uang"ujat paman Melody sambil menyerahkan deposit pembayaran.


Deposit tersebut jika di tukar di bank akan menjadi uang, Melody pun menerimanya.


"Iya paman senang bekerja sama dengan paman"ujar Melody menyulurkan tangannya.


Begitu pula dengan paman Melody yang menyambut uluran tangan tersebut dengan senyum.


"Ya senang juga bekerja sama dengan mu Duchess Salvier"ujar paman Melody.


"Pelayan, tolong kirim paman ke kamar tamu dan perlakukan paman ku dengan baik"ujar Melody menyuruh seorang Pelayan untuk melayani paman nya.


"Maaf paman aku tak bisa melayanimu karena aku masih ada urusan paman tau bukan?"ucap Melody kikuk.


"Ya paman paham kamu pasti kesusahan mengurus Duchy yang hancur ini"ujar paman Melody dan segara mengikuti Pelayan untuk menuju kamarnya.


"Sir Gio tolong katakan kepada Diana yang saat ini ada di kamar Delice untuk membawa Delice ke rungan latihan pribadi ku sekarang juga"perintah Melody dan segara pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari Sir Gio sendiri


Sir Gio yang mendapat perintah tersebut mendecikkan lidahnya tak suka, namun dirinya tetap saja pergi ke kamar Delice dan memberi tau apa yang di katakan oleh Melody kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2