
"Kamu benar"gumamnya lirih.
Bisa-bisanya dia lupa akan hal tersebut.
"Kalau begitu Yang Mulia apa saya harus menghubungi asosiasi perdagangan milik keluarga ibu anda?"tanya Sir Gio entah setan dari mana dia manjadi begitu hormat.
"Iya tolong hubungi paman, jika itu paman ku aku akan sangat percaya terhadapnya"ujat Melody.
Dan menukis surat resmi untuk paman nya itu dengan di beri segel Duchess Salvier dan menyerahkannya keoada Sir Gio.
Sir Gio yang mendapat amanah itu kini segara keluar dari ruangan tersebut sesudah membungkuk hormat, bahkan kini Sir Gio dengan cepat bergerak menaiki kuda untuk cepat sampai di wilayah asosiasi Scorpio yang tak lain dan tak bukan adalah nama asosiasi dari milik paman Melody.
"Jadi apa selanjutnya?"tanya Melody kepada dirinya sendiri sambil bersandar pada kursi dia sangat bingung harus memulai semuanya dari mana.
"Hmm benar juga akan lebih baik jika mulai dari perbaikan rumah penduduk tapi untuk melakukannya di butuhkan yang namanya tenaga kerja serta bahan serta alat-alat, aku bisa saja beli dari pedagang lain tapi sepertinya akan lebih bagus jika aku beli semuanya dari paman dengan begitu mungkin aku akan dapat diskon?"ujar Melody dia sangat mengharapkan diskon saat ini.
"Jadi akan bagus bagiku untuk kekuar dan mencari ketak strategis bagi bangunan rumah sakit dan kantor polisi yang aku rencanakan, dan untuk perbaikan"ujar Melody terpotong.
Kini dia menatap ke luar jendela entah apa yang dia lihat namun tak selang bebarapa saat dirinya melanjutkan lagi ucapannya.
"Dengan kecepatan seperti itu aku yakin setidaknya nanti malam Sir Gio akan bisa pulang ke sini dengan membawa paman"ucapnya sambil melakukan perengganan akibat tubuhnya yang kaku terlalu banyak duduk.
Setelah berkata demikian dirinya kemudian pergi keluar tak lupa dirinya memakai jubahnya berpergiannya.
Melihat bahwa Duchess mereka hendak pergi kesatria yang berjaga di depan pintu segara saja membungkuk ke arah Melody.
"Yang Mulia akan hamba siapkan keretanya"ujar Kesatria tersebut yang Melody tak tau namanya.
"Hmm"jawab Melody dan berjalan lurus di ikuti oleh Kesatria lainnya.
__ADS_1
Sampai di bawa kereta sudah siap sedia di sana bahkan seorang Kesatria lainnya sudah membukakan pintu bagi Melody.
Tanpa sopan Melody masuk ke dalam dan kereta pun berjalan.
"Ibu kota"ujar Melody kepada kusir.
Kereta pun berjalan dan akhirnya kerata pun sampai di ibu kota.
Mengjntip sedikit dari jendela kereta Melody bisa melihat bahwa keadaan ibu kota begitu hancur, Melody melihat hal tersebut hanya menghela nafas dia memang sudah tau bagaimana keadaan ibu kota saat melakukan pemberisah seorang diri tapi setelah melihatnya lagi dia merasa bahwa ini tambah parah.
Turun dari kereta kuda dirinya langsung saja di kerumuni oleh para rakyatnya.
"Yang Mulia tolong kami!"
"Yang Mulia tolong"
"Yang Mulia Duchess tolong"
Melody yang melihat keadaan mereka yang kurus kering serta kelaparan merasa iba.
"Kalian!, cepat bagi semua makanan yang kita bawa dari Mension!"perintah Melody kepada semua Pengawal dan Kesatria yang ikut bersamanya.
Para Kesatria serta Pengawal yang mendengar itu segera saja menurunkan semua makanan serta bahan makanan yang untungnya di bawa oleh Yang Mulia Duchess yang sudah menduga bahwa hal seperti ini lasti akan terjadi.
Para warga yang mendengar hal tersebut yang tadinya mengerubuni Melody segara saja berebut makanan serta bahan makanan yang ada.
Namun tentu saja para Kesatria tak akan membiarkan mereka berebut dan membuat beberapa dari mereka tak kebagian makanan.
"Semuanya ayo berbaris, tenang saja Yang Mulia Duchess membawa banyak makanan dan apa bila masih kurang pun Yang Mulia akan mengambilkan lagi jadi ayo tertib dan berbaris dengan benar!"teriak seorang Kesatria.
__ADS_1
Para warga yang mendengarnya kemudian langsung saja berbaris dengan rapi, mereka sama sekali tak ingin kehilangan apa pun untuk hari ini, apa lagi tatapan tajam dari Kesatria tersebut cukup mengintimindasi para warga sehingga mereka bisa patuh dan mulai berbaris.
Melody yang melihat warga sudah berbaris dengan rapi menganggukkan kepalanya puas dengan kinerja Kesatria tersebut kalau Melody tak salah ingat dia merupakan teman Sir Galon namanya kalau tak salah Sir Johan?, benar tidak ya?, sudahlah masalah nama dia pikir nanti saja lebih baik ayo segara cari temoat strategis untuk rumah sakit dan kantor polisi.
Mengeliling ibu kota akhirnya Melody bisa memilih dua tempat yang di rasa cukup bagus dan strategis di mana semua warga bisa pergi ke sana dengan cepat, agar mudah Melody membuat kantor polisi serta rumah sakit berdampingan nantinya.
"Hmm, di sini sangat bagus karena lingkungannya sangat strategis dan baik, apa aku buat saja daerah ini sebagai daerah layanan masyarakat?"ujar Melody sambil berfikir keras.
"Ku rasa itu ide bagus dengan begitu masyarakat akan mudah mencari pelayanan"ujarnya lagi.
Setelah menemukan tempat tersebut Melody kemudian kembali ke kereta di lihatnya bahwa Sir Johan dan kawan-kawan masih saja sibuk membagi makanan jadi Melody berniat untuk meninggalkan saja.
Melihat kenarah langit siapa sangka bahwa hari sudah menjelanh sore, kini dia ingat kalau malam ini dia ada janji dengan Diana soal Delice jadi dia harus cepat pulang dan mandi, serta menyiapkan semua hal yang di perlukan.
Oh ya dan selain itu dia juga sepertinya punya jadwal bertemu paman dari pihak ibu, dia cukup penasaran seperti apa paman nya itu.
Kembali ke Mension Melody langsung saja turun dari kereta.
"Kamu siapa namamu?"tanya Melody kepada seorang Kesatria yang tadi menyiapkan kereta untuknya.
Kesatria itu tersenyum manis sebelum membungkuk hormat dan berkata dengan sopan.
"Nama hamba, Vio Van Givir anda bisa memanggil saja Sir Vio Yang Mulia"
"Ah!, Sir Vio bisa aku minta bantuan?"tanya Melody.
"Tentu apa pun untuk Yang Mulia"jawab Sir Vio masih saja dengan senyuman.
"Antar lagi makanan untuk warga dan bawa lagi relawan untuk membantu membagi makanan, dan juga kirim dokter untuk mengobati warga yang terluka, serta dirikan tenda sebagai tempat pengungsian, tadi aku lihat bahwa mereka sama sekali tak memiliki tempat yang layak untuk tidur apa lagi beberapa dari mereka jelas memiliki bayi, jadi tolong beri perhatian lebih kepada anak kecil, lansia serta ibu hamil dan wanita"perintah Melody serius.
__ADS_1
"Dan juga kumpulan para pria yang sekitanya bisa bekerja"lanjutnya.
"Baik Yang Mulia akan segara saja kerjakan"ucap Sir Vio membungkuk sebelum pergi dari sana untuk melakukan tugasnya.