Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 9 Nanti saja lah


__ADS_3

"Yang Mulia bagaimana saya bisa tenang jika Yang Mulia sampai pingsan seperti itu, saya khawatir"ucap Diana sambil mengeratkan pelukannya.


_____________________


Mendengar itu Melody hanya bisa tertawa canggung.


"Lihatlah aku baik-baik saja bukan"ucap Melody lagi.


"Iya saya tau, jika melihat Yang Mulia sekarang anda memang sangat sehat"ucap Diana melepas pelukan nya.


"Diana sebenarnya aku ada pertanyaan, apa sebelum nya aku pernah belajar pedang dan latihan fisik?"tanya Melody hati-hati.


"Eh?_, Yang Mulia lupa?"tanya Diana kaget.


"Iya aku lupa, setelah waktu itu aku lumayan lupa, mungkin itu karena tekanan stres yang tinggi"ucap Melody yang membuat Diana mengangguk dia percaya kepada tuan nya Melody.


"Yang Mulia memang secara rutin melakukan olehraga saat pagi seperti lari pagi, atau pun push up, dan anda juga pernah berlatih pedang secara diam-diam menggunakan pedang kayu, karena anda tau bahwa jika anda berlatih secara terbuka maka anda akan terkena masalah"jelas Diana.


"Begitu ya?, lalu kanapa aku selalu berolahraga?"tanya Melody lagi, walaupun dia memiliki ingatan Melody yang dulu tapi tetap saja ingatan itu tak jelas dan hanya samar-samar, mungkin dengan berusaha keras dia akan ingat tapi sebagai gantinya kepala nya akan terasa sangat pusing.


"Yang Mulia pasti tau kan kalau di Dunia ini ada Penyihir, ada Sword Master, umumnya seseorang hanya bisa menjadi salah satu dari keduanya namun Yang Mulia cukup istimewah, Yang Mulia bisa jadi keduanya tanpa memiliki hambatan dalam pertumbuhan, Dunia hanya tau bahwa Yang Mulia Penyihir"


"Dan kenapa Yang Mulia berolagraga adalah untuk melatih fisik agar bisa mencapai tahap Aura Pedang"jelas Diana.

__ADS_1


"Aku paham, kamu bisa kaluar saat ini aku butuh waktu sendiri"ucap Melody dan segera berbalik menghadap jendela lagi.


Diana yang tau maksudnya segera membungkuk hormat sebelum akhirnya keluar kamar


"Informasi yang berguna jadi aku adalah Penyihir dan Pendekar Pedang?, berita yang menyenangkan, kalau begitu bukannya ini saat nya aku mencari tau apa itu Penyihir serta Pendekar Pedang lebih jauh lagi?"ucap Melody sambil berfikir bahwa itu adalah ide yang sangat baik dan bagus, namun sebelum itu dia butuh tidur, lebih baik melakukan semuanya di Utara saja.


"Yah~, seperti itu saja"ucap nya sebelum menuju tempat tidur dan terlelap di atasnya.


Tiba-tiba Melody membuka mata nya, di lihatnya langit melalui jendela ini sudah siang!.


"Bisa-bisa nya aku tertidur sangat lelap dari pagi hingga siang!?"ucap Melody dan segara turun dari tempat tidurnya dan segera menuju tas-tas yang ada di ujung ruangan yang di mana di sana berisi baju-baju nya.


Membuka tas-tas itu ternyata isi nya hanyalah pakaian saja!, dia tak percaya 5 tas besar ini hanya berisi pakaian saja.


Mengambil satu pakaian yang paling sederhana dengan hiasa yang sedikit Melody segera masuk ke kamar mandi, di sini hanya ada air dingin mungkin kita bisa memiliki air panas jika meminta tapi jiwa siapa yang ada di tubuh Melody?, jiwa nya lebih suka air dingin karena itu lebih segar, katanya juga air dingin labih sehat?.


Membasuh tubuhnya untung saja di kamar mandi ini ternyata Diana sudah menyiapkan peralatan mandi nya dia tau hal itu karena di dalam kamar mandi ada keranjang sabun dengan lambang putri Melody yaitu adalah lambang Clef Treble yang di lilit oleh simbol-simbol Not Blok yang terukir menjadi seperti simbol aneh.


Mungkin karena nama nya Melody jadi dia memiliki lambang seperti itu, entah lah mungkin jawabannya benar, kalau diingat-ingat lagi Linda juga punya lambang bunga Lili, Rose juga, Isabella juga, entah kenapa dia merasa bahwa ayah mereka atau Kaisar terdahulu tak pernah memiliki niat untuk membuat nama dan simbol dari para putri-putri, sungguh Kaisar yang pilih kasih!.


Memikirkan hal itu entah kenapa Melody nampak kesal, mungkin karena nama nya tak keren?, satu hal yang ingin aku katakan untuk Melody, nak kamu tak bisa menyalahkan ayah mu, karena nama mu aku yang memutuskan ^.^


Akhirnya setelah berendam sebantar Melody segara memakai pakaian nya dia berniat untuk turun sekarang.

__ADS_1


Membuka pintu, kedua Pengawal yang menjaga di depan pintu nya ternyata cukup kaget dengan diri nya yang tiba-tiba saja membuka pintu namun reaksi mereka sangat cepat itu terbukti dari sikap mereka yang langsung membungkuk dan memberi salam.


"Salam Yang Mulia Duchess!"ucap ke dua nya sacara serempak, yang di jawab oleh Melody dengan anggukan kepala.


"Di mana Diana, Sir Delice, serta, Sir Devian?"tanya Melody ke pada dua Pengawal.


"Mereka saat ini sedang ada di bawa Yang Mulia Duchess, saat ini mereka sedang makan siang"ucap salah satu Pengawal.


"Baiklah, kalian berdua apa tak ikut makan?"tanya Melody yang membuat mereka berdua tersentak terkejut sekaligus terharu, jarang-jarang seorang penguasa menanyakan hal itu kepada bawahannya apa lagi pada seseorang yang memiliki pangkat rendah seperti mereka.


Mereka terharu, dalam hati mereka berkata bahwa tak salah jika mereka memilih pergi bersama Putri Melody, walaupun di depan sana banyak rintangan yang menunggu mereka pasti akan menerjang nya apa pun yang terjadi.


"Kami sudah makan Yang Mulia Duchess, saat ini kami baru saja berganti penjagaan"jawab salah satu Pengawal itu dengan nada yang lebih sopan.


"Begitu kah?, kalau begitu semangat lah, jika ada hal-hal yang tak bisa kalian lakukan jangan malu-malu untuk minta bantuan Sir Delice atau Sir Devian, apa kalian mengerti?"tanya Melody sambil tersenyum melihat mereka.


Senyum itu ternyata mampu membuat dua Pengawal itu bersemu merah saat secara tak sengaja mereka menatap wajah Melody.


"Ba_,baik Yang Mulia Duchess!"ucap salah satu dari mereka yang tiba-tiba saja sadar, rupanya suara nya itu membuat temannya juga sadar dan tersentak sehingga tanpa sadar mereka berdua menudukkan kepala lebih dalam.


"Tak perlu berlebihan salam saja secukupnya, kalau begitu aku pergi dulu"ucap Melody saat dia mengira bahwa para Pengawalnya ini sangat bersemangat untuk berkerja.


"Baik Yang Mulia Duchess!"ucap mereka berdua masih dengan menudukkan kepala mereka.

__ADS_1


Melody yang melihat itu kemudian berjalan ke bawah dengan postur yang sempurna, entah kenapa tubuhnya ini bahkan tak mau di ajak melakukan hal yang melanggar tata karma seorang Bangsawan kecuali jika itu masalah memegang pedang.


Semantara ini dua Pengawal di belakangnya diam-diam mengelus dada mereka lega.


__ADS_2