
Duke yang sudah kembali dari rapat dadakan nya dengan Yang Mulia Kaisar kini sedang duduk termenung di kurisnya dia sampai lupa akan satu hal bahwa Devian kini sudah cukup umur untuk bertunangan, bukan kah dia harus segera mencari calon untuk anaknya itu?.
Tapi setelah di pikir lagi semua itu tugas istrinya jadi dia akan diam saja lah.
Devian kini masuk ke dalam ruang kerja ayahnya dan mulai menaruh berkas di atas meja kerja ayahnya tersebut tanpa sopan dan salam.
"Ayah aku sudah selesai"ujar Devian.
"Sudah kenapa kamu begitu cepat?"tanya Duke.
"Jangan heran ayah aku memiliki banyak koneksi yang bisa berguna jadi informasi seperti remehan bagi ku, jangan di Kekaisaran bahkan jika aku mau aku bisa mendapatkan informasi dari seluruh dunia"sombing Devian.
Mendengar kata-kata sombong itu jujur saja Duke mengumpat bagiamana mungkin anaknya mirip dengan nya sangat suka sombong.
"Baik lah dan kamu boleh pergi"ujar Duke.
"Apa maksud ayah mengusirku?, padahal aku sudah mencarikan apa yang ayah butuhkan setidaknya bacalah semua berkas itu di depan ku aku ingin lihat bagaikana ekspresi dari ayah saat membacanya"ujar Devian dia kini seperti yakin akan satu hal bahwa apa yang dia berikan ke pada Duke akan memberikan kejutan besar.
"Huft~"menghela nafas Duke akhirnya membuka lembaran pertama.
Satu lembar tidak ada tanda apa-apa dan hanya wajah datar Duke lah yang terlihat hanyalah wajah bosan dari Duke namun saat lembar kedua terbuka dan baru membaca satu baris.
Mata Duke kini melebar dengan sangat tak percaya bahkan tubuhnya gemetar.
"Ini_!!"
Devian yang melihat wajah terkejut dari ayahnya puas dan menyeringai, dia tau kalau ayahnya pasti akan berekspresi seperti itu.
"Bagimana bukan kah ayah kini sudah memiliki cukup bukti untuk rencana selanjutnya?"ujar Devian dengan senyum licik.
Jujur saja saat Duke melihat senyumnya ingin sekali Duke mengumpat dengan keras, pasalnya Devian ini sangat mirip dengan dirinya saat masih muda yang membedakan hanya warna mata nya di mana warna mata Duke berwarna kuning dan Devian biru sedangkan rambut mereka sama yaitu putih salju.
Tapi wajah Duke dulu lebih mengarah ke kara tampan saja sedangkan Devian itu imut, manis, tampan serta cantik sangat baik!.
"Bagaimana kamu bisa menemukan semua hal ini dengan waktu yang amat singkat?"tanya Duke pasalnya dirinya saja harus berminggu-minggu untuk mendapatkan bebarapa informasi tersebut.
__ADS_1
"Sudah aku bilang bukan kalau aku memiliki koneksi yang berguan"ujar Devian menyakinkan ayah nya.
"Pfttt,,, phuahahahaha! Kamu benar kamu memang bisa di andalkan Devian kalau begini caranya ayah rak perlu lagi bingung dan bisa langsung membunuh Marques Vallen saat ini!"tawa puas Duke kini bergema di ruangan kerjanya dia sangat puas.
Bisa-bisanya anaknya ini menbawa bukti saat dirinya sedang bimbang harus bagaimana.
Melihat ayah nya yang puas Devian hanya tersenyum.
"Tapi ayah aku punya satu permintaan"ujar Devian membuat tawa Duke Milian berhenti.
"Apa itu?"tanya Duke.
"Bisa ayah bebaskan Sir Alex?"tanya Devian masih dengan senyumnya.
"Huh?, buat apa dia kan sama-sama antek Janda Permaisuri 1"jengkel Duke bisa-bisanya anaknya ini mau menyelamatkan orang jahat sepertinya.
"Ayah aku mohon, Sir Alex tidak ssperti apa yang anda bayangkan dia sangat baik bahkan dia juga membantuku untuk mendapat bukti-bukti tersebut"ujar Devian.
Yah itulah yang terjadi sebanarnya, sebenarnya sebelum Sir Alex kembali kepada Janda Permaisuri 1 Sir Alex mendatanginya dan memberikan penawaran bahwa dia akan membantu ayahnya mencari bukti asalkan dengan satu syarat.
"Dia membantumu?"tanya Duke tak percaya.
"Iya apa ayah pikir aku bisa mendapatkan semua itu dengan cepat jika tanpa bantuan orang lain tentu saja itu semua karena Sir Alex dia bebas ksluar masuk istana Janda Permaisuri 1 tanpa di curigai dan yang terpenting dia adalah orang terdekat dari Janda Permaisuri 1"ujar Devian.
Jika saja Devian tak mendapat bantuan mungkin saja Devian akan menyelesaikan semuanya setidaknya dalam waktu 2 hari itu adalah sudah paking cepat.
"Baiklah hal ini biar aku diskusikan dahulu dengan Yang Mulia Kaisar"final Duke dan mulai kembali menbaca berkas di tanganya dengan teliti.
Devian yang mendengar itu sudah cukup puas dan akhirnya pergi dari ruangan itu.
Semenatar itu sebuah bayangan hitam langsung melesat masuk ke dalam ruangan kerja Duke dan sosok itu segera berlutut di depan Duke.
"Duke apa ada yang bisa aku lakukan"ujar sosok tersebut.
"Snake, pas sekali bisa kamu melakukan pekerjaan ini walaupun ini cukup sulit tapi aku yakin kamu pasti bisa"ujar Duke dia seperti nya harus mengakhiri semuanya dengan cepat.
__ADS_1
"Apa itu Yang Mulia Duke?"tanya Snake.
"Malam ini bunuh Marques Vallen malam ini juga ingat harus tanpa jejak dan jangan ada yang bisa curiga bahwa itu adalah pembunuhan"ujar Duke dengan tatapan liciknya.
Snake yang mendengar itu patuh dan menudukkan kepalanya.
"Siap akan saya laksanakan"ujar Snake dan dalam sekajap mata dirinya sudah hilang dari sana.
Duke sendiri harus pergi lagi ke Istana Kaisar dan mulai melapor lagi.
"Sungguh merepotkan"ujarnya kesal namun dirinya tetap saja berdiri dan pergi menemui Yang Mulia Kaisar.
Malam harinya di sebuah Mension mewah dan besar tepatnya kediamana Marques Vallen sosok bayangan hitam kini melesat masuk ke dalam Mension tersebut.
Dan mulai menyusup dengan lihainya menghindari penjagaan serta para Penjaga bayangan yang bersembunyi dirinya sangat lihat mirip dengan ular.
Sosok tersebut tak lain adalah Snake yang menjalankan misinya.
Kini dirinya sudah sampai di kakar Marques di tatapnya Marques yang sedang tidur terlelap dan dirinya mulai mendekat.
Membuka sebuah botol berisikan cairan Snake berniat mencekoki Marques dengan cairan tersebut.
Tentu saja Marques yang di serang tiba-tiba terkejut dan membuka matanya bahkan dirinya hendak berteriak namun dirinya masih kalah cepat dari Snake yang sudah menutup mulutnya.
"Hmpppp...,mmmmm,,,"
Marques nampak meronta-ronta sebelum akhirnya dirinya diam dan tak bergerak, setelah misi selesai Snake kembali dengan aman tanpa mengundang rasa curiga sedikitpun.
Paginya ibu kota di buat geger dengan berita kematian Marques yang tiba-tiba serta misterius namun itu tak lama setelah dokter memberikan diagnosis bahwa beliau mati bukan karena suatu hal lain.
Janda Permaisuri 1 yang mendengar bahwa saudaraya meninggal Dunia sangat sedih dan kini sedang du hubur oleh Isabella serta Roselina.
Sedangkan itu di sebuah ruangan Kaisar dua orang saling memangdang dengan senyum yang terlihat sangat sus.
"Akhirnya Duke"
__ADS_1