Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 128


__ADS_3

"Baik Yang Mulia!!!"lagi-lagi kini mereka menjawab perkataan Putri Isabella secara serempak.


Melody sendiri tak heran kenapa Melody begitu di rendahkan disini padahal dia baik dengan siapa saja, apa lagi alasan nya jika bukan karena semua yang bertugas menjaga keselamatan Kaisar adalah orang-orang yang ada di bawah Janda Permaisuri 1 mungkin ada yang tidak tapi itu hanya beberapa dari mereka dan tentu saja mereka itu di tempatkan di samping Kaisar.


"Ayo dik masuk ke dalam para kakak sudah menunggu mu"ujar Putri Isabella dengan senyumnya.


Sring~


Seketika itu juga pedang yang tadinya ada di tangan Melody hilang tak tersisa entah kemana.


Tentu saja semua yang menyasikan itu kagum akan kehebatan dari Melody pasalnya hanya sedikit irang yang bisa melakukan itu dan biasanya yang bisa Melakukan itu adalah Master Pedang dengan Bintang akhir yaitu 12.


Melody akhirnya masuk ke dalam bersama Putri Isabella, melihat Melody yang sudah masuk ke dalam Sir Gio dan Sir Galib segera menyusulnya untuk masuk.


Sir Gio sengaja masuk terakhir namun sebelum dirinya menutup pintu besar itu dirinya masih sempat meledek mereka yang berjaga di luar sambil menjulurkan lidah serta mengngkat jari tengah nya dan berucap.


"Fu*k"tanpa suara namun mereka yang ada di sana bisa tau dengan jelas apa yang di katakan oleh Sir Gio.


Siapa sangka bahwa setelah pintu tertutup rapat wajah mereka semua yang tadinya datar kini menujukan kekesalan serta kebencian secara bersamaan.


Sir Gio nampak puas dengan apa yang dia lakukan dan segara mwngikuti langkah Melody.


Namun sepertinya Tuhan memang ingin menguji kesabaran nya saat dia masuk jantungnya tiba-tiba saja berhenti berdetak saat melihat Putri Mahkota Kekaisaran BlackVall duduk di sana bersanding dengan suaminya Putra Mahkota Kekaisaran BlackVall.


Sehingga senyum puas yang tertera di bibirkan segara saja menghilang dirinya bahkan kini tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat semua otang yang ada di dalam ruangan tersebut.


Tentu saja perubahan tersebut di sadari oleh Melody hanya saja kini Sir Galib juga menyadarinya namun dirinya memilih diam saja.

__ADS_1


"Jadi ada apa?"tanpa sopan sedikutpun Melody kini duduk sambil menyilangkan kakinya di depan Kaisar dan para kakaknya serta Duke Milian.


Ya, di dalam sana kini Kaisar Damian, Pangeran Rexid, Pangeran Arsen, Putri Isabella, Putri Mahkota BlackVall Roselina, Putra Mahkota BlackVall Allan, Duke Milian, bahkan Devian, serta asisten Kaisar kini ada di ruangan itu.


Namuan Melody sama sekali tak ingin menaruh hormat kepada Kaisar, sedangkan untuk Putri, Pangeran serta Duke dia memiliki posisi sejajar dengan mereka.


Kaisar yang mengetahui perubahan tersbeut hanya bisa menghela nafas lelah.


"Aku tau kamu marah dengan ku tapi satu kali saja dengarkan ku, sungguh dia aku bersumpah dengan namaku sebagai Kaisar bahwa aku sama sekali tak tau kondisi Duchy Salvier pada saat itu, seseorang telah memblokir jaringan komunikasi serta informasi antara kita dan hanya kabar palsu saja lah yang aku terima, maafkan aku"ujar Kaisar Damian sungguh-sungguh dengan wajah menyesal.


"Lalu kau sudah tau siapa pelakunya?"tanya Melody.


"Sudah"ujar Kaisar.


"Sudah kau hukum?"tanya Melody lagi namun tak ada jawaban dari Kaisar sama sekali.


Melody sudah menebak bahaa pertanyaan ini sama sekali tak bisa di Jawab nya dari reaksinya saja Melody sudah tau siapa dalang di balik semua ini.


Rasanya hati Damian sangat hancur saat mendengar kalimat menyakitkan itu keluar dari mulut adik tersayangnya.


"Melody!"teriak Pangeran Rexid membentak Melody dia sama sekali tak menyangka bahwa adiknya memiliki mulut yang tajam layaknga pedang.


"Apa aku salah?, gara-gara kau yang tak becus jadi Kaisar seluruh rakyat Duchy Salvier habis di bantai monster kini bahkan tinggal bebarapa 200 kurang saja dari mereka yang masih hidup dan kebanyakan dari mereka yang hidup adalah yatim piatu yang kehilangan orang tuanya di pertarungan itu"sarkas Melody


"Me_"Rexid ingin menegur Melody lagi namun tangan Damian segara mencegahnya.


"Apa ada makian lagi yang ingin kamu keluarkan adikku?"tanya Damian lagi dengan wajah menuduk.

__ADS_1


Apa yang di katakan adiknya itu benar bahwa dia bukan lah Kaisar yang bisa di andalkan dan juga bukan seorang kakak yang baik.


"Huh?, seandainya saja waktu bisa di putar ulang aku tak akan meninggalkan medan oerang itu dan hanya akan melindungi Duchy Salvier saja, aku bahkan tak akan perduli dengan penghalang yang akan hancur itu!, sama sekali tak berguna"ujar Melody lagi.


"Iya maafkan kakak mu yang tak becus jadi Kaisar ini dik"ujar Kaisar Damian dengan senyumnya walaupun hatinya jujur saja sangat terluka akan setiap bait kata yang di ucapkan adiknya itu.


"Bagus jika kau sadar, aku akan percaya dengan apa yang kamu katakan_"


Mendengar itu Kaisar Damian merasa cerah namun kalimat selanjutnya sekan menjatuhkan nya lagi.


"_Tapi aku belum bisa memaafkan mu karena menjadi Kaisar yang gagal Yang Mulia"ujar Melody menakan kalimat 'Yang Mulia'.


"Baiklah aku mengerti"ujar Kaisar lemas tanpa tenaga.


Namun siapa sangka bahwa di antara Mereka Pangeran Allan sama sekali tak terima dengan apa yanh di lihatnya dia beranggapan bahwa sikap Melody itu sama sekali tak sopan.


"Cih!, memangnya jika kamu tetap di sana kamu bisa membunuh semua monster itu"ujar Pangeran Allan tiba-tiba.


Tentu saja perkataan itu membuat semua yang ada di rungan itu kaget sedangkan Melody sendiri kini hanya bisa menyeringai.


Berbeda dengan Davian, Gio dan Galib, serta Rexid yang sudah tau seperti apa kekuatan dari Melody.


"Oh, Yang Mulia sepertinya ingin tau sebarapa kuat diriku ya?"ujar Melody dengan seringanya menatao remeh Pangeran Allan.


Seketika pada saat itu juga tubuh semua irang yang ada di sana seperti tertimpa baja dengan berat berton-ton membuat mereka menggerang kesakitan, bahkan kini mereka merasa tekanan oksigen di sekitar mereka menipis dan membuat mereka sesak nafas.


Tantu saja ketiga 'Sir' segera saja memblokir aura tersebut dengan mana mereka walaupun itu sama sekali tak menghentikan nya dan hanya menguranginya saja.

__ADS_1


Begitu juga dengan semua yang ada di ruangan itu kecuali Putri Rosalina yang segera di lindungi oleh Kaisar dengan mananya dan Putri Isabella yang di lindungi oleh Rexid.


Jagan tanya bagaimana Duke dia masih bisa bertahan namun Pengeran  Allan langsung tepar di lantai.


__ADS_2