
Beberapa kertas lagi melalorkan perkantoran polisi yang amat sibuk setelah satu hari di bentuk, hal tersebuat karena kajahatan yang meraja lela membuat kejar-kejaran antar polisi dan pelaku kejahatan menjadi hal yang menyenangkan untuk di tonton.
Karena hal tersebut mereka semua nampak kelelahan.
Sepertinya mereka bekerja dengan baik hal seperti ini sepertinya bisa di atasi dengan memberi beberapa bantuan personil tambahan, dan mari beri mereka beberapa gaji tambahan.
Dan yang terakhir pembangunan rumah penduduk kini mulai di lakukan ke seluruh Duchy.
Bahkan ada beberapa laporan baru tentang jumlah penduduk yang selamat.
"Semua berjalan dengan lancar lalu bagiamana dengan semua pertambangan itu aku hanya pergi kesatu pertambangan pada saat itu"
Masalah pertambangan juga sudah berjalan dengan lancar mitra kerja nya sungguh bagus pamannya bisa di percaya dan semuanya berjalan tampa hambatan.
Bahkan pagi ini mereka mendapat beberapa kiriman dari pertambangan berupa emas, dan yang lainnya yang akan di simpan sebagai persedian Duchy cukup bagus sampai sini bukan?.
Tiba-tiba saja Melody tersentak saat mengatahui hal yang sudah lama dia lupakan itu tentang Zero, kalau tak salah dia menyerakan semua ini kepada Dame Clara bukan, tapi tadi katanya Dame Clara sedang tidur?.
Apa aku harus pergi ke asrama nya, ya ayo pergi ke sana.
"Ya ayo pergi ke sana"ujar Melody dan segera bergegas.
Sir Candra yang melihat Melody keluar dari ruang kerjanya kini mulai mengikutinya.
Sampai di asrama para Kesatria kini Melody berjalan ke asrama paling ujung di mana Dame Clara tinggal yah Dame Clara hanyalah satu-satunya perempuan di pasukan yang ada jadi dia memiliki asrama di paling ujung dia sendirian di dalam sana.
Sampai di depan asramq itu Sir Candra hanya berhenti di depan asrama tersebut, walaupun dia saudara dari Dame Clara namun tetap saja tak baik masuk ke kamar seorang gadis.
Membuka pintu hal pertama yang dia lihat adalah perabotan empat kuris dengan meja serta sebuah vas bunga dengan mawar merah segar di dalamnya.
Asrama tersebut cukup rapi mungkin karena Dame Clara seorang perempuan?.
__ADS_1
Masuk kedalam Melody menatap kearah kasur di mana di atasnya kini Dame Clara sedang tertidur dengan sangat lelap.
Melangkah maju, Melody segera mengguncang tubuh Dame Clara pelan.
"Dame bangunlah!, ada hal yang ingin aku diskusi kan dengan mu"ujar Melody.
Sekilas Melody bisa melihat bahwa kelopak mata tersebut kini bergetar sedikit dan mata yang masih terpejam kini terbuka.
"Yang Mulia Duchess, apa ada yang bisa saya bantu"tanya Dame Clara dengan suara seraknya itu adalah suara seseorang yang baru bangun tidur.
"Ya ada tapi sebeluk itu sebagiknya bereskan dulu dirimu sendiri"perintah Melody dan segera duduk di salah satu kuris di sana dengan cara menyilangkan kedua kakinya.
Tak lama tepatnya bebarapa saat Dame Clara sudah rapih wajahnya juga sudah terbebas dari wajah bantal.
Duduk berhadapan dengan Melody Dame Clara mulau serius.
"Jadi apa yang membiat Duchess datang menemui saya?"tanya Dame Clara.
"Iti satu hal yang aku suruh untuk mu selidiki apa sudah ada perkembangan?"tanya Melody menatap Dame Clara.
Dia juga kecewa karena usaha nya sama sekali tak membuahkan hasil apa-apa, dia bahkan sampai kelelahan dan baru saja bisa tidur siang ini.
"Begitu kah?, lalu apa ada hal yang bisa aku bantu, apa aku harus menyuruh Sir Candra untuk pergi bersama mu?"tawar Melody berusaha memberikan bantuan
"Itu ide yang bagus Yang Mulia Candra lumayan baik dalam mencari bebarapa informasi tersembunyi seperti ini"ujar Dame Clara dengan binar di mananya.
Sepertinya dia amat senang karena bisa pergi dan bertugas bersama saudaranya lagi, ku rasa itu cukup baik.
"Baiklah aku akan tinggalkan Sir Candra untuk membantuku dan jika informasinya sudah ketemu tokong jangan lupa hubungi aku"ujar Melody.
Dia sebenarnya tidak terlalu buru-buru soal informasi tersebut karena bagiamana pun dia masih sibuk dengan urusan yang ada di Duchy.
__ADS_1
Bukan berarti bahwa dirinya menganggap hal tersebut tak berguna atau tak berbahaya hanya saja dia merasa bisa menuda hal itu sebanhak apa pun yang dia inginkan
"Baik Yang Mulia saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik agar tak mengecewakan anda"ujar Dame Clara sambil berdiri dan membungkuk sedikit kearah Melody.
Rasanya tak enak juga menjadi seorang Kesatria yanh tak bisa di andalkan, dia hanya merasa tak berguna saja, bahkan sampai Duchessnya sampai mengirim seseotang untuk membantunya.
Tapi dia tak sedih dan senang.
Melody yang baru saja menggunakan sihir untuk membaca pikiran dari Dame Clara kini tersenyum ringan.
Sebenarnya dalam membaca pikiran orang lain bukan lah hal yang mudah karena sang pemnaca harus memiliki kekuatan yang lebih banyak dari pada seseorang yang mau di baca.
Karena jika tidak hal besar yang akan terjadi adalah sang pembaca akan ketahuan oleh seseorang yang di baca tapi Melody cukup percaya diri bahwa dia akan aman, karena kekuatan nya jelas lebih tinggi dari siapa pun yang pernah dia temui.
Bukannya sombong tapi itu sebuah kenyataan yang sebenarnya terjadi.
"Baiklah aku akan pergi banyak hal yang harus aku lakukan sekarang ini, sampai jumpa Dame"ujar Melody dan kelaur dari dalam asrama tersebut.
Di depan Dame Clara bisa melihat baha Melody berbicara beberapa kata dsngan Sir Candra sebelum dirinya pergi seorang diri dari sana.
Dia juga bisa melihat Sir Candra yang membungkuk sedikit sampai Melody benar-benar pergi.
Setelah iti dia bisa melihat saudaranya itu masuk ke dalam asrama nya.
"Hey sebenarnya hal apa yang di perintahkan oleh Yang Mulia kenapa kamu begitu kesulitan dalam menjalankan nya?"tanya Sir Candra tergesa-gesa.
"Kamu tak akan percaya dengan apa yang aku katakan"ujar Dame Clara sambil melihat sekitar sebelum mengelurkan sebuah dokumen dari bawah tempat tidurnya.
Sir Candra yang melihat itu tentu saja merasa penasaran, Dame Clara segera saja menyerahkah hal tersebut kepada Sir Candra.
Sir Candra yang taunapa maksudnya segera saja mengambil dokumen itu dan membacanya.
__ADS_1
Matanya cukup terkejut saat melihat hal tersebut.
"Kamu benar-benar tak bisa mencari info lebih banyak lagi dari pada ini, jika hanya seperti ini ini tak lebih sama dengan info umum bukan?"tanya Sir Candra.