Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 58 Melody lebih cocok jadi Kaisar?


__ADS_3

Sampai di Istana Kekaisaran siapa yang menyangka bahwa dia kini sudah di sambut oleh banyak Prajutit dan Kesatria yang berbaris di halaman depan, dan saat masuk ke dalam gerbang dia kini di sambut oleh para Pelayan Istana.


Saat Melody melewati mereka kini mereka semua membungkuk ke arah Melody dengan hormat.


"Selamat datang Yang Mulia Grand Duchess Melody Calsion De Janeiro Salvier!!"ucap mereka semua secara serentak sambil membungkuk hormat.


Melody sama sekali tak perlu menyapa balik dan hanya berjalan lurus ke aula Istana di mana para Pejabat, serta Bangsawan dan tentu saja anggota kekuarga Kekaisaran sudah menunggunya.


Di depan pintu masuk aula kini dua Penjaga segera membukakan pintu untuknya dan teriak pengumuman namanya segera terdengar segera setelah dia melewati pintu aula tersebut.


"Yang Mulia Grand Duchess Melody Calsion De janeiro Salvier memasuki aula!!"


Mendengar kalimat itu semua pasang mata yang ada kini menatap ke arahnya, dan membuka jalan untuk Melody agar bisa sampai ke depan singgasana Kaisar.


Malihat adegan ini itu sama seperti saat dia pertama tiba di Dunia ini saat dia hendak menikah, namun tak jadi.


Melody kini berjalan dengan tegas layaknya seorang penguasa, jubah nya kini berkibar, wajahnya lurus ke depan begitu pula dengan tatapan nya sama sekali tidak memperhatikan sekitar di mana di sana para Pejabat serta Bangsawan yang berpangkat lebih rendah darinya kini membungkuk hormat kepadanya.


Aura kewibawaan dan kepemimpian terpancar darinya membuat semua orang yang ada di aula ingin menudukkan kepala mereka kepadanya, namun mereka yang berpangkat tinggi sadar akan posisi mereka yang sejajar atau pula lebih tinggi, namun tetap saja walaupun itu hanya sementara mereka pernah terpsona dan tubuh mereka tanpa sadar hampir saja membungkuk hormat.


Bahkan Kaisar yang kini duduk di singgasana nya hampir saja bangun dari duduknya dan bersujud di depan Melody, jika saja tak ada mahkota di kepalanya mungkin dia akan lupa siapa Kaisarnya.


Merasakan reaksi tubuhnya Kaisar hanya bisa tersenyum, dia hanya merasa menyesal kenapa Melody harus yang bungsu!, Dunia ini sungguh tak adil.


Melody kini berlutut seperti seorang Kesatria di depan singgasana Kaisar.


"Hormat saya kepada Matahari Kekaisaran BlueMoon, Yang Mulia Kaisar Yang Agung Damian Van BlueMoon"ucap Melody tegas.


Suaranya yang tegas seperti mengandung semangat Pejuang, Kesatria, serta Pendekar dan tak lupa suara tegas seperti penguasa Yang Agung kini menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya, mereka berfikir bahwa Putri Melody kini memiliki banyak perubahan di dalam dirinya.

__ADS_1


"Bangunlah Grand Duchess"ucap Kaisar sambil mengangkat tangannya untuk menyuruh Melody bangun dari acara berlutut nya.


Namun siapa sangka bahkan saat dirinya mengangkat tangannya, tangannya itu gemetar, seakan-akan mengatakan bahwa dia tak pantas melakukan hal itu.


Si4l!, sebenarnya kemana perginya kewibawaan nya itu!?


Memikirkan hal itu Kaisar hanya bisa tersenyum tabah seakan-akan itu sudah terbiasa.


"Terima kasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia Kaisar"ucap Melody dan segera berdiri, dia saat ini tak merasa gerogi hanya merasa aneh saja namun dalan hatinya di bergumam untuk melakukannya seperti yang ada di novel-novel serta film-film kerajaan yang pernah dia tonton.


Dengan bantuan tubuh yang terbiasa dengan etika ini dia yakin 100% bahwa semua gerakannya benar dan tanpa kekuarangan.


"Senang rasanya bisa melihatmu hari ini Duchess"ucap Kaisar bahagia.


"Saya juga merasa terhomat dan senang bisa datang dan bertemu anda Yang Mulia"ucap Melody dengan sangat formal.


"Baiklah ayo segera saja mulai prosesnya"ucap Kaisar dia sama sskali tak tau harus berbasa-basi ssperti apa lagi.


Walaupun dalam pikirannya dia memiliki begitu banyak pertanyaan tapi semua pertanyaan nya itu tak bisa dia tanyakan di sini, dan dia merasa itu bukan pembicaraan yang bagus di lakukan di aula.


"Baik Yang Mulia Kaisar"ucap seorang Mentri berpangkat tinggi, membungkuk hormat.


Sebelum dirinya maju dan mulai melakukan ritual pengangkatan Kaisar Sementara.


Skip~


Kini adalah ritual terakhir kini kaisar mencabut pedang yang di berikan oleh Menterinya dan mulai menaruh pedang itu di pundak Melody.


"Mulai hari ini kamu aku nobatkan sebagai seorang Kaisar semenatara, namun walaupun itu hanya sementara mohon untuk melakukan tugasmu dengan benar"ucap nya.

__ADS_1


Kemudian kini tinggal penyerahan mahkota, itu bukan mahkota yang ada di kepala Kaisar tapi itu hanya mahkota lain nya yang dulu sempat di buat karena waktu itu mereka semua ingin mengkat Putri ke-2 sebagai Kaisar namun pada akhirnya itu hanya terbengkalai tak berguna, namun itu masih terlihat baru karena tak pernah di pakai dan hanya jadi pajangan di ruangan penyipanan Kekaisaran


Setelah Mahkota itu terpasang di kepala Melody barulah suara tepuk tangan kini memenuhi seisi aula, ini hanya stadisi pengangkatan yang di buat sederhana dan hanya mengambil bebarapa hal yang penting saja, karena Melody yang menolak dilakukan secara megah, toh akhirnya dia turun tahtah juga tuh.


"Baiklah mulai sekarang kamu adalah Kaisar Kekaisaran blueMoon"ucap Kaisar Damian.


"Ya kakak, jadi kapan aku akan pergi?"tanya Melody dengan ringannya.


"Itu sebenatar lagi, para Penyihir juga butuh persiapan"ucap Damian.


Tanpa menjawab kini Melody hanya berjalan dan segera duduk di kurisnya yang dulu di mana dirinya yang seorang Putri Bungsu sering duduk saat ada acara.


Dia malas, dia juga lelah apa dia tak boleh tidur dulu?.


Menguap kini Melody menyangga kepalanya dengan tangannya, tatapan nya kegitu malas saat melihat para Penyihir yang tak jauh dari sana sedang menyiapkan formasi yang seperinya sangat rumit.


Sifat malasnya itu ternyata terlihat begitu indah di mata semua orang yang melihatnya, hingga membuat bebarapa orang yang tadinya di faksi Janda Permaisuri 1 kini secara tak sadar berubah jalur hanya karena tersihir akan pesona kepemimpian dari Melody.


Pesona yang hebat.


Kini para Bangsawan dan Pejabat juga duduk karena menunggu itu lama jadi para Pelayan segera menyiapkan kuris bagi samua orang.


Namun di tengah-tengah acara menunggu yang membosankan itu seorang Penjaga kini memasuki aula dan segeta berlutut di depan Kaisar.


"Yang Mulia Kaisar, kini Yang Mulia Putra Mahkota Allan Van BlackVall, dan Putri Mahkota Rosalina Van BlackVall kini datang berkunjung"ucap Penjaga tersebut, yang membuat Kaisar melebarkan matanya.


Begitu juga dengan semua Bangsawan dan Pejabat yang ada, bahkan Melody kini sedikit melirik.


Namun ada yang tak beres dengan wajah Kaisar dia terlihat cemas akan hal itu, Melody yang tak sengaja menangkap ekspresi itu diam-diam menyeringai dia tak sabar melihat pertunjukan, sepertinya itu akan menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2