Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 83 Kota yang kacau!


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat asap hitam kini mengepul bahkan teriak warga kini terdengar jelas sekali bahwa di sana sedang terjadi kerusuhan.


"Jie Jie tolong lebih cepat"ucap Niang Niang sambil mencengkram lengan Melody.


Melody yang mendengar hal itu mempercepat terbangnya.


Berdiri di atap rumah kini Melody dan Niang Niang bisa melihat kekacauan yang terjadi di bawah sana di mana para Pendekar aliran putih dan hitam bekerja sama untuk mengusir para orang dari luar kota.


Sedangkan para warga jelas sekali kini berhamburan pergi menyelematkan diri mereka sendiri.


Namun semuanya nampak sia-sia lantaran banyak dari aliran putih dan hitam yang gugur dan banyak pula warga yang di bunuh saat berusaha menyelamatkan diri.


Niang Niang yang melihat warga yang dia kenal kini di penggal saat berusaha menyelamatkan diri nya sendiri kini menyembunyikan kepalanya di dada Melody dengan tubuh gemetar bahkan tangannya kini mencengkram erat baju Melody.


Melody sendiri hanya melihat kebawah sana di mana pembantaian terjadi.


Huftttttt~~


Tiupan lembut kini keluar dari mulut Melody itu sangat lembut namun anehnya kini tak lama di tengah-tengah kota sebuah angin topan tercipta dan menyapu semua kota namun yang lebih anehnya lagi yang di sapu oleh angin itu hanyalah para orang dari luar kota ini.


Angin itu bahkan tak merusak bangunan sama sekali, warga desa serta para Pendekar yang melihat itu terheran-heran baru pertama kalinya bagi mereka melihat hal yang seperti itu.


Memandang langit tiba-tiba langit yang cerah dan panas menjadi mendung dalam sekejap mata dan turun hujan namun hujan itu jelas sekali aneh.


Pasalnya hujan hanya turun di tempat kebakaran saja dengan sangat deras sehingga dalam beberapa menit bisa memadamkan api.


"Ada apa ini?"


"Itu pasti pertolongan dari Yang Maha Kuasa"


Seru warga kota senang.


Kini dalam sekejap mata kota yang tadinya rusuh dan berantakan kembali dalam keadaan semula hanya dengan satu kali jentikan jari.


Clak!

__ADS_1


Secara ajaib samua tempat yang rusak kini kembali seperti semula, hal tersebut tentu saja membuat kagum para warga kota yang ada di sana.


Niang Niang yang mendengar seruan warga kota memberanikan diri untuk melihat ke arah kita.


Betapa terkejutnya melihat pemandnagan kota yang sama seperti sebelumnya tanpa adanya lecet atau pun kerusakan.


"Ini_?, nona itu apa kamu?"tanya Niang Niang.


"Kalau menurutmu bagaimana?"tanya Melody dengan senyum.


Membereskan para ikan teri seperti mereka sangat mudah bagi Melody, jelas sekali bahwa orang asing yang datang dari luar kota hanya menang jumlah bahkan para Pendekar yang menyamar sebagai bandit di lautan jauh berkali-kali lipat lebih kuat dari mereka semua.


Niang Niang yang mendapat pertanyaan tersebut hanya terdiam sambil menatap kotanya yang kini kembali keadaan semula tanpa andanya kerusakan.


Namun itu semua tak lama sebelum asap hitam kini terbang kearah kita.


Melody yang memang memiliki mata tajam kini menjadi waspada dia merasakan aura negatif dari asap hitam tersebut, itu seperti para Pendekar aliran hitam yang memiliki aura negatif hanya saja para Pendekar hitam tak pernah memiliki aura yang amat kelam seperti ini.


Dia tak salah dia yakin bahwa mungkin saja seseorang yang ada di dalam asap hitam tersebut adalah seseorang yang memiliki aura kelam serta dia yakin bahwa orang yang ada di balik aura hitam itu dia yakin adalah seseorang yang sudah banyak membunuh orang dengan tangannya sendiri.


"Eh_?, Jie Jie ada apa?"tanya Niang Niang namun sebelum Melody sempat menjawab suara yang amat keras dan penuh akan energi penekanan kini terdengar.


"Hahahahaha!, kalian berfikir bahwa semuanya sudah berakhir hemm!?, tentu saja tidak aku akan menghancurkan kalian semua hingga jadi tebu!"ucap suara tersebut yang kini bergema.


Para warga yang melihat asap hitam tersebut kini ketakutan sedangkan para Pendekar kini bersiap sambil memegang pedang mereka masing-masing.


Niang Niang yang melihat asap hitam kini terkejut dan ketakutan entah kenapa Niang Niang merasa asap hitam itu sangat berbahaya.


Tak lama asap hitam menghilang memperlihatkan sosok wanita cantik dengan baju serbah hitam bahkan make up nya senada dengan bajunya dengan lipstik warna hitam.


Wanita itu jelas sangat cantik tapi Melody tau bahwa wanita itu sudah sangat tua.


Mata Melody kini bersinar itu adalah teknik rahasia milik Melody.


"Wanita itu sangat menakutkan Jie Jie"ucap Niang Niang.

__ADS_1


"Wanita?"ucap Melody memandang Niang Njang dengan satu alis yang terangkat.


"Kamu salah Niang'er dia bukan lagi seorang gadis bukan juga wanita tapi nenek"jawab Melody.


Niang Niang yang mendengar itu terdiam seakan burung gagak kini melewati mereka berdua sambil berbunyi kwak! kwak!.


"Uhmm.., aku baru tau ternyata mempelajari ilmu tenaga dalam bisa membuat awet muda"ujar Niang Niang.


"Tidak semuanya tapi memang ada, lagi pula jika ingin sampai tahap itu kamu butuh banyak usaha, dan waktu"ujar Melody.


"Jie Jie menurutmu apa aku bisa menjadi sepertinya?"tanya Niang Niang.


"Menjadi sepertinya bukankah menjadi seperti ku lebih keren dari pada jadi dirinya yang seorang penjahat?"ucap Melody membanggakan dirinya sendiri.


"Tapi Jie Jie tak bisa awet muda"ucap Niang Niang.


"Kata siapa kami para Penyihir bisa awet muda kok bahkan sampai ribuan tahun umurnya sebenarnya tergantung kekuatan sih"ucap Melody.


"Benarkah kalau begitu aku ingin bisa menjadi Penyihir sepertinya itu lebih keren"ujar Niang Niang


Melody hanya tersenyum menanggapi hal tersebut dia hanya berfikir bagaimana mungkin dia bisa jadi Penyihir jika ada di Dunia ini, tapi Melody sama sekali tak ingin membuat harapan gadis yang masih di gendongannya itu sedih jadi akan lebih baik baginya untuk tak mengatakan apa-apa dan biarkan dirinya sendiri tau dengan sendirinya bahwa dia tak bisa jadi seorang Penyihir di Dunia ini.


"Akan ku hancurkan kalian semua beraninya kalian semua membuat anak buahku mati"ucap sosok wanita itu lagi membuat Melody dan Niang Niang yang sedang berbicara berdua sadar dan kembali memandang wanita tersebut.


Kini aura hitam keluar dari kedua tangan wanita itu dan segara bergerak ke atah para warga Melody yang melihat itu tentu saja tak tinggal diam dan langsung saja melesat menghadang aura hitam tersebut dengan sihir cahayanya.


Kedatangannya rupanya membuat wanita itu marah.


"Siapa kamu?!, beraninya menghalangi jalan ku?"ujar wanuta tersebut menatap Melody sengit dan tajam.


Menurunkan Niang Njang di tanah Melody kemudian menatap wanuta tersebut dengan tatapan malas.


"Siapa aku?, ku rasa itu tak penting bagi seseorang yang akan mati"ujar Melody dingin.


"Hwahahahaha!, apa yang baru saja kamu katakan anak kecil yang akan mati di sini itu kamu bukan aku!"ujar wanita tersebut menertawakan semua ucapan Melody dan segera saja menyerang Melody menggunakan aura hitamnya.

__ADS_1


__ADS_2