
Jawaban Melody, tanpa sadar membuat Diana tersenyum tipis.
"Yang Mulia benar, semua ini milik anda, tidak ada seorang pun yang bisa mengambilnya dari anda"ucap Diana mendukung semua deklarasi Melody.
Mendengar jawaban dari Diana membuat Melody tersenyum bahagia.
Diana akhirnya keluar dari ruang kerja Melody dan segera kembali dengan dokumen kepemilikan di tangannya, dan menyerahkan nya ke pada Melody.
Mendengar
Melody membaca samua dokumen kepemilikan itu, siapa sangka bahwa dia ternyata sangat kaya, Melody yang dulu ternyata sangat hebat dia memiliki begitu banyak tabungan serta memiliki beberapa bisnis yang lumayan menghasilkan uang, serta beberapa lahan kosong di Kekaisaran yang jika di jual akan memberikan uang yang banyak.
Melihat semua daftar itu Melody akhirnya mengangguk dengan senyum, tapi seperti nya itu tak cukup untuk kebutuhan Duchy Utara.
Memikirkan berapa saat akhirnya sebuah lampu menyala di kepalanya.
"Baiklah cepat jual semua perhiasan dan gaun ku"perintah Melody.
Diana yang mendengar itu terkejut dia kini melebarkan matanya tak percaya akan apa yang barusan dia dengar, begitu pula dengan Devian.
"Yang Mulia! menjual perhiasan dan gaun untuk bangsawan apa lagi Putri Kekaisaran itu_"ucap Diana kini terpotong.
"Aku tau itu akan jadi aib bagi ku tapi saat ini Duchy Utara lebih penting"ucap Melody, dia sadar akan apa yang akan di lakukan nya.
Menjual hartanya sama saja dengan mengambil sebuah aib, karena itu seperti akan menyatakan bahwa bangsawan itu telah bangkrut, tapi bukan kah dia saat ini memang bangkrut?, entah kenapa memikirkan hal itu membuat Melody memiliki wajah datar.
Lagi pula gaun dan perhiasan itu tak akan lagi berguna dan jika dia mau dia bisa membelinya lagi nanti.
__ADS_1
"Baik saya mengerti Yang Mulia"ucap Diana pada akhirnya, dan segera pergi untuk menjalan kan tugasnya.
Dia tau bahwa Tuan nya juga tak memiliki jalan lain, dan harta yang bisa di jualnya adalah gaun serta perhiasan yang ada, mungkin Putri Melody memiliki beberapa toko serta bisnis di ibu kota tapi itu semua jelas tak akan mampu menyokong kebutuhan Duchy Utara.
Diana kini sedang berfikir hal apa yang bisa membantu Melody, sambil berfikir kini dia mengarahkan para Pelayan untuk membereskan gaun-gaun milik Melody yang sudah tak terpakai, gaun-gaun itu bahkan bisa memenuhi sebuah ruangan besar.
"Tolong pisahkan beberapa gaun yang masih baru di beli dan simpan kembali ke dalam lemari"ucap Diana kepada semua Pelayan.
Mungkin menjual gaun adalah ide bagus namun akan lebih baik jika dia menyisakan beberapa gaun yang masih tren untuk Tuan nya, lagi pula gaun-gaun itu sepertinya akan berguna, dia ingat bahwa Yang Mulia memiliki beberapa undangan dari para nona bangsawan untuk acara minum teh, walaupun dia ragu Yang Mulia akan datang karena kondiri Utara yang begitu buruk, namun tak ada salah nya untuk menyisakan beberapa bukan?.
Setelah semua nya sudah di pisahkan kini semua guan itu di kemas ke dalam kotak dan segera di kirim ke tempat perdagangan.
"Devian bisa kah kau pergi ke ibu kota?"tanya Melody.
"Tentu saja Yang Mulia"jawab Devian dengan mantap.
Devian yang melihat kertas itu kemudia mengambilnya dan membacanya di sana ada sekitar 50 toko dengan berbagai jenis yang di jual mereka.
"Semua itu toko ku, jadi aku ingin kamu menemui seseorang yang menjalan kan setiap toko itu dan minta uang bulan nya, aku lupa bahwa ini sudah saat nya setoran, dan juga aku meminta mu untuk pergi ke beberapa wilayah Kekaisaran, minta lah uang sewa kepada beberapa penguasa di sana, mereka sudah menunggak selama dua bulan, jadi aku ingin kamu minta uang nya"ucap Melody sambil tersenyum menyerahkan kertas lagi yang berisi beberapa nama-nama penguasa yang harus di mintai uang.
Mengetahui bahwa Yang Mulia nya menyuruh nya untuk meminta uang dari beberapa penguasa itu Devian jadi paham bahwa semua penguasa itu meremehkan Yang Mulia nya, apa lagi di lihat dari waktu mereka menunggak pembayaran itu tepat saat Yang Mulia nya akan di nikah kan.
"Yang Mulia boleh saya bertanya?"tanya Devian.
"Tentu saja"jawab Melody dengan senyum manis.
"Apa mereka memang selalu menunggak pembayaran?"tanya Devian lagi dengan serius.
__ADS_1
"Tidak ini pertama kalinya"jawab Melody.
Mendengar jawaban dari Melody tiba-tiba tatapan Devian kini menjadi serius ternyata pikiran nya tadi benar.
"Baik Yang Mulia saya akan berusaha untuk meminta uang itu, Yang Mulia tenang saja, saya akan menjalan kan tugas anda dengan sangat baik"ucap Devian tegas dan mantap.
Melihat keseriusan Devian, Melody merasa senang dia yakin bahwa orang ini akan menjalan kan tugas nya sangat baik dia menantikan 908.000.000.00 juta koin Diamond nya dengan tenang dan senyum.
"Kalau sudah aku juga ingin kau pergi ke Viscount Willy, bilang pada nya jika dia tak membayar utang 1 miliar nya sekarang juga maka aku akan menaikkan bunganya 50%"ucap Melody dengan wajah penuh akan kelicikan, serta penekanan
"Baik Yang Mulia saya akan menjalan kan tugas anda dengan penuh tanggung jawab"jawab Devian lagi dengan penuh keseriusan.
"Baiklah kalau begitu kamu boleh pergi dan jangan lupa panggil Delice ke mari"ucap Melody sambil
"Baik Yang Mulia"ucap Devian tegas dan segera keluar dari dalam ruangan.
Kini wajah Melody kembali datar, ekor matanya kini melihat ke sebuah berkas yang ada di atas meja nya, itu adalah sebuah laporan tentang krisis yang akan di hadapi oleh Duchy Utara, itu tentang gelombang Monster yang akan terjadi beberapa hari lagi, dia sepertinya akan memiliki banyak pekerjaan karena akan banyak persiapan yang harus di lakukan oleh nya.
Tak lama Delice akhirnya masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Anda memanggil saya Yang Mulia?"tanya Delice dengan tangan di dadanya dan posisi sedikit menuduk kan kepalanya.
"Iya ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan?"tanya Melody.
"Saya akan menjawabnya Yang Mulia"jawab Delice lagi masih dengan posisi yang sama.
"Bagaimana pembangunan tembok pertahanan perbatasan apa itu sudah selesai?, laporan dari pejabat di sana beberapa hari yang lalu menyebutkan bahwa itu sudah selesai sekitar 79%, apa mereka memiliki kendala?"tanya Melody.
__ADS_1
"Itu sudah mencapai 98 persen Yang Mulia, bisa di pastikan bahwa itu akan selesai dalam satu hari lagi, dan mereka sama sekali tak memiliki kendala, semua orang bekerja kerasa dan saling kerja sama dengan baik"jawab Delice.