Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 7 Ini Hanya Cara Melindungi Diri Sendiri


__ADS_3

"Yang Mulia tapi di sini_"ucap Devian panik namun kalimat nya kini terpotong.


____________________


"Bagaimana mungkin seorang punguasa lari dulu di saat rakyat nya berjuang"ucap Melody yang membuat Devian menoleh ke arah nya terharu bahkan kini air mata tergenang dipelupuk mata nya.


"Yang Mulia, shorrttt!" Suara ingus dari Devian membuat Melody memandangnya dengan jijik.


"Pakai ini, dan pinjamkan salah satu pedangmu, lagi pula satu pedangmu nganggur"ucap Melody sambil menyerahkan sapu tangannya.


Devian sendiri menerima sapu tangan itu, dan mengelap ingus nya.


"Shortttt!"suara ingus begitu nyaring terdengar dari Devian yang mata nya masih berkaca-kaca.


Melody hanya menyasikannya dengan tenang sambil mengawasi sekitar orang-orang nya banyak berkurang namun mereka masih banyak yang mampu bertahan.


Sementara mereka yang gugur sepertinya hanya mengalami luka saja, karena dari tadi seperti target pembunuhan mereka hanya diri nya saja itu bisa di ketahui karena mereka menyerang ke arah nya, sehingga banyak Pangawal yang berusaha melindunginya.


"Ini Yang Mulia"ucap Devian sambil memberikan salah satu pedangnya untuk Melody.


Menerima pedang itu, pedang ini bahkan memiliki kualitas kelas atas, pedang yang luar biasa sekali.


"Pedang yang luar biasa"ucap Melody dengan sebuah smirk.


"Terima kasih atas pujian nya yang mulia"ucap Devian dia sangat senang.


Melody sandiri tak menjawab dia hanya fokus ke pedang nya yang tajam.


Tiba-tiba saja Melody melompat dari kuda nya dan segera menebas kepala salah satu pembunuh, hal itu sangat cepat sehingga semua orang berhenti bertarung dan melihat ke arah melody.


Kini kepala pembunuh itu menggelinding di tanah dengan darah yang mengalir, sedangkan kini Melody sendiri tersenyum menyeramkan, sambil menjilat pedangnya yang penuh darah layaknya seseorang yang haus darah.


Melihat itu semua orang merasa ngeri.


"Cukup enak, aku suka rasa ini"ucap Melody yang kini menatap para pembunuh dengan senyum sadis.


Hal itu cukup membuat semua pembunuh bergidik ngeri, di tambah lagi kini Melody menatap mereka penuh akan nafsu membunuh yang besar, di tambah kini Melody menjilat bibirnya secara seksual, dia sangat bersemangat.


Namun mengabaikan semua rasa rakut mereka para pembunuh segera berlari ke arah Melody berniat untuk membunuhnya.


Tang!

__ADS_1


Trang!


Sring~!


Dentangan pedang yang beradu kini memenuhi jalan, membuat para Pengawal, serta Kesatria sadar akan situasi, namun di depan sana Melody sudah berlumuran darah, gaun putihnya sudah tak bersih lagi melainkan ternoda oleh darah seperti terhias oleh mawar yang indah.


Tangannya yang cantik kini memegang leher seorang pembunuh dengan kencang, dan seperti kesetanan, Melody mengencangkan cengkraman nya membuat pembunuh itu mengeluarkan darah dari mulut, serta mata nya, tak lama sebuah suara nyaring terdengar memilukan.


Krak!


Suara tulang patah mambuat semua orang ngeri, tulang leher dari pembunuh itu kini patah, dan bisa di pastikan bahwa dia sudah mati.


Dengan wajah datar tanpa ekspresi Melody melepaskan cengkraman nya, membuat tubuh pembunuh itu jatuh ke tanah.


Bruk!


Berbalik Melody mengalihkan pandangannya ke arah pembunuh yang terisa.


Kejadian itu cukup membuat semua orang sekali lagi terdiam membisu.


"Ayo kita akhiri ini"ucap Melody dan segera melesat dengan kecepatan tinggi kearah para pembunuh dan mulai memenggal kepala mereka yang lengah.


Beberapa kepala kini secara mendadak berguling ke tanah dengan darah yang mengalir deras, begitu pun dengan Melody yang muncul dengan baju penuh akan darah para pembunuh.


Mereka yang tersisa kini mengambil jalan mereka apa pun yang terjadi mereka akan mempertaruhkan nyawa mereka, apa pun yang terjadi!, untuk membalas dendam atas kematian teman-teman mereka sehingga dengan membabi buta mereka menerjang ke arah Melody.


Trang!


Memutar pedangnya Melody menangkis pedang yang mengarah ke arahnya.


Ting!


Bugh!


Brukk!


Melody segera menahan pedang yang mengarah ke arah nya dan menendang dada pembunuh hingga terpental menabrak pohon.


"Ugh!"pembunuh yang kini menabrak pohon kesakitan dia tak tau kapan namun kini diperutnya sebuah pedang menancap di perutnya.


Pelakunya tak lain adalah Melody yang melempar pedang yang di pungutnya ke arah pembunuh tersebut sehingga membuatnya merenggut nyawa.

__ADS_1


Trang!


Menangkis pedang lagi yang ke arahnya Melody segera memburu salah satu pembunuh yang ada di depan nya dan segera membelah tubuh pembunuh itu menjadi dua.


Darah serta organ tubuh kini berceceran, beberapa dari mereka yang hadir ada yang mutah merasa mual akan pemandangan sadis yang baru pertama kali mereka lihat.


"Ternyata mencoba nya sendiri cukup menarik"sebuah seringan kejam terlukis lagi di bibir nya.


Mengangkat pedang nya Melody kini menyerang dahulu ke pada seseorang pembunuh, dan segera membuat pembunuh itu mundur hingga terpojok ke sebuah pohon.


Menambah kekuatan pada pedang nya kini Melody membuat pedang pembunuh tersebut terpental, dan dengan cepat dia memutar pedang nya sehingga saat ini Melody memegang pedang secara terbalik, dan menusuk kan nya ke arah jantung pembunuh tersebut, pedang kini di cabut oleh nya, darah kini memuncrat ke luar dengan beberapa tetes kini mengotori wajah cantik nya.


Kini sisa 2 pembunuh yang kini memegang pedang dengan cara gemetar.


Melihat mereka berdua Melody bahkan tanpa mengedipkan mata melesat sekali lagi kearah mereka dan dalam sekali tebasan pedangnya sudah membelah dua tubuh, dengan organ nya yang sekali lagi berserakan di tanah.


Kini Melody berhenti dengan darah yang menetes ke tanah dari pedang nya.


Pemandangan di mana kini Melody berdiri dengan sekelilingnya mayat itu terasa mengagumkan serta mengerikan secara bersamaan.


"Yang Mulia"seseorang yang pertama bereaksi adalah Delice dia segera berlari ke arah Melody saat melihat bahwa tubuhnya hendak jatuh ke tanah.


Tepat waktu sebelum tubuh itu jatuh kini Delice sudah menangkapnya.


Pedang yang tadinya di pegang dengan gagahnya oleh Melody kini jatuh ke tanah.


Tang!


Melihat kejadian itu barulah semua orang sadar dam segera berlari ke arah Melody dengan wajah panik sekaligus khawatir.


"Yang Mulia!"


"Yang Mulia!"


"Yang Mulia Duchess!"


"Yang Mulia Putri Melody!"


"Yang Mul_"


Hanya suara-suara itu yang terdengar oleh Melody sebelum mata nya sepenuh nya tertutup, dia lelah, mentalnya terkuras habis, walaupun dia memang ingin melakukan ini di kehidupan nyata namun tetap saja tubuhnya tak siap sepenuhnya hingga dia merasa mual dengan bau yang kini tercium di udara.

__ADS_1


Apa lagi tubuh Melody ini memang cukup kuat, sehingga dia sendiri curiga bahwa Melody melatih fisik nya namun tetap saja gerakan yang dia lakukan tadi sangat gila.


Sehingga tubuhnya terasa remuk, dia bahkan yakin bahwa saat bangun tubuhnya akan sakit sekali.


__ADS_2