
Keadaan mereka juga nampak tak baik mereka seperti kehilangan makna kehidupan.
Melihat bahwa semua nya hanya diam saja, Melody menurunkan pedangnya.
Seketika para penjaga yang sudah bersiap untuk memenggal kepala mereka mengangkat pedang besar mereka dan.
Classs!!!!!~~
Classs!!!!~~~
Darah kini membasahi panggung seperti air sungai yang mengalir itu merupakan pemandangan yang menakutkan, bahkan Melody yang melihatnya jujur saja lumayan terguncang karena bagaimana pun juga dia manusia moderen, setelah diingat lagi waktu itu saat dia membunuh banyak orang tak merasa takut apa alasan nya ya?.
Kepala mereka semua kemudian berjatuhan dan menggelinding, Melody yang melihat pemandangan itu memejamkan matanya, rasanya sayang sebegitu banyak nya pejabat di penggal secara cuma-cuma tapi dia benar-benar tak butuh mereka semua!!.
Penegasan itu membuat mata Melody kembali terbuka lebar, dan memandang tubuh para penjabat berhianat itu dengan mata dingin, setelah itu Melody segera pergi tanpa berbalik lagi.
Mulai sekarang perombakan akan terjadi secara besar-besaran, kekosongan jabatan di Utara pasti akan jadi peluang bagi para penjahat untuk meraja lela maka dari itu dia harus bisa mengisi segala kekosongan itu secepat mungkin.
Sedangkan itu Istana Kekaisaran satu minggu yang lalu Kaisar mendapat sebuah surat resmi dari Duchess Utara yang berisi laporan-laporan kondisi wilayah Utara serta nama baru untuk dirinya sendiri sebagai penguasa wilayah Utara dan juga nama baru Duchy Utara yang kini di beri nama Duchy Salvier
Tentu saja masalah nama baru untuk Duchess dan Duchy segera di sepakati dan tandatangani, namun berbeda dengan masalah yang di kirim Melody itu membuat penjuru ibu kota geger, termasuk para bangsawan tinggi, mereka mendesak Kaisar untuk segera mengirim bantuan.
Hingga kini rapat dadakan pun terbentuk.
"Yang Mulia kita harus segera mengirim bantuan berupa makanan, pasukan, serta para pejabat untuk memebantu mengurus Duchy, secepatnya"ucap Marques Keisen.
"Iya kirim bantuan"ucap Kaisar mengiyakan hal itu.
__ADS_1
Namun sebelum Marques Keisen mengiyakan sebuab laporan kembali di terima.
"Lapor Yang Mulia!"terikan seorang Kesatria kini terdengar memasuki rungan rapat.
Berlutut di depan Kaisar, Kesatria itu menyerahkan sebuah surat.
"Yang Mulia sebelum itu perkenalkan nama saya Sir Galon Kesatria dari Duchy Salvier, ingin menyampaikan pesan Duchess pada Yang Mulia"ucap Kesatria tersebut masih dengan posisi yang sama.
"Apa itu?"ucap Kaisar sambil memberi aba-aba agar Kesatria pendampingnya mengambil surat dari Kesatria tersebut.
"Yang Mulia Duchess berkata bahwa anda tak perlu mengirim bantuan berupa pejabat atau pun pasukan anda hanya perlu mengirim bala bantuan berupa makanan"ucap Kesatria Galon.
"Apa maksud mu?, bukan kah Duchy Salvier mememerlukan semua itu?"tanya Duke Carvallo nampak heran.
"Menjawab Duke, kemarin kita memang kekuarangan semua itu namuan kini keadaan Duchy Salvier sudah lebih baik, Penguasa Duchess Salvier bergerak dengan cepat untuk mengisi kekosongan karena beliau berkata bahwa kekosongan itu bisa menjadi kelemahan sehingga hal pertama yang di lakukan ada mencari para pejabat berkompeten, dan untuk tentara itu sudah teratasi sejak awal, karena Salvier tak pernah kekuarangan tentara kita hanya kekurangan tentara yang kompeten saja"jelas Kesatria Galon.
Namun hal itu di balas gelengan kepala oleh Sir Galon.
"Tidak Yang Mulia Kaisar, Duchess hanya meminta bantuan makanan, karena semua pasukan sudah kembali kompeten dan bertugas sesuai tugasnya berkat Sir Delice dan Sir Devian"ucap Sir Galon.
"Begitu kah?, baiklah bantuan akan segera datang, kamu boleh kembali"ucap Kaisar.
"Terima kasih Yang Mulia"ucap Sir Galon sambil memberi hormat sebelum undur diri untuk kembali ke Salvier.
Meninggalkan ssmua pejabat dan banyak orang yang tercengan di dalam ruang pertemuan ini.
"Yang Mulia ini_"ucap Duke Carvallo yang terpotong karena Kaisar menyuruhnya untuk berhenti.
__ADS_1
"Dia memang keturunan Kaisar terdahulu bukan?"ucap Kaisar sambil tersenyum tulus.
"Benar Yang Mulia"ucap Duke Carvallo membenarkan.
Sudah 3 hari yang lalu sejak kejadian di mana dia memenggal kepala Miranda, semua maslaah tentang kekurangan pejabat telah di selesaikan dengan melakukan ujian pegawai daerah, yang di selenggarakan dalam waktu 2 hari saja.
Sekarang wilayah Utara hanya tinggal perbaikan dan pemulihan akibat kerugian yang di derita selama beberapa tahun.
Saat ini Melody, Devian, dan Diana sedang berdiskusi dengan serius tentang suatu masalah yang lumayan sulit itu karena mereka kekurangan dana untuk pembangunan, dan lebih bodoh nya lagi mereka lupa akan hal itu setelah Sir Galon pergi jauh.
"Sekarang bagaimana?"tanya Melody.
"Saya akan mengirim surat lewat merpati kepada ayah agar memberi bantuan Yang Mulia, saya yakin ayah saya bisa menyampaikan nya ke pada Kaisar di ibu kota"ucap Devian.
"Tidak perlu, pembangunan ini aku ingin melakukan nya dengan harta ku sendiri, mohon untuk di hormati"ucap Melody.
Mendengar apa yang di katakan oleh Melody hal itu membuat Diana yang terjebak di antara perdebatan ke dua nya dari tadi menghelan nafas lelah.
"Yang Mulia lebih baik kali ini anda jangan keras kepala lagi biarkan Sir Devian membantu anda"ucap Diana yang juga lelah.
Seandainya waktu itu dia tak memohon untuk meminta bantuan kepada Kekaisaran dia yakin saat ini Tuan Putri nya itu akan tetap keras kepala menyelesaikan semuanya sendiri.
Mendengar apa yang di katakan Diana, Melody mengerutkan keningnya tak senang, dia ingin terus keras kepala namun dia berpikir lagi, sekarang dia bukan lagi anak SMA biasa, dia sekarang adalah seorang penguasa dia sama sekali tak boleh egois bagaimana pun juga nasib wilayah ini dan rakyat ada di tangannya.
"Huft~, yah apa boleh buat ayo minta bantuan lagi kepada Kekaisaran tapi kita akan meminta bantuan tenaga kerja untuk pembangunan saja ok, dan untuk biaya bukan kah sebagai seorang Putri aku memiliki setidaknya harta benda yang berharga?"tanya Melody yang akhirnya sedikit mengalah untuk hal ini hanya saja tentu saja ada sedikit pengecualian.
"Huft~, baiklah Yang Mulia, dengan begini pun saya sudah lega, dan untuk harta anda akan saya bawakan daftar nya ke sini, seharusnya semua harta itu untuk mahar jika Yang Mulia menikah, apa Yang Mulia benar akan menggunakan mahar itu sekarang?"tanya Diana sambil menatap Melody menunggu keputusan nya.
__ADS_1
"Tentu saja lagi pula aku adakah penguasa Duchy Utara ini, menurut mu suatu saat jika aku menikah bukan kah semua yang ada di Duchy Utara ini semua milik ku dan dengan kata lain semua ini adalah mahar pernikahan ku"jawab Melody penuh percaya diri.