Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 143


__ADS_3

Devian mengatakan hal tersebut sambil menatap Melody yang jauh lebih pendek dengan nya.


Pasalnya semua nya sudah sibuk dengan barang-barang yang di beli oleh Melody.


"Tentu saja ikut dengan mu"ujar Melody yang sudah siap untuk melompat ke atas kuda milik Devian sebelum sang empu mendorong Melody agar tak naik kekudanya.


Karena hal tersebut Melody sedikit terdorong ke belakang setidaknya 2 langkah.


"Woohh!, apa yang kau lakukan hah?!"tanya Melody geram sambil menatap Devian galak.


"Siapa juga yang akan mengijinkan mu untuk ikut dengan ku hmmm!"jawab Devian dengan tak kalah galaknya juga sambil menatap Melody.


Jawaban Devian yang menyebalkan membuat Melody sangat jengkel kini kedua saling melotot satu sama lain bahkan di antara keduanya kini percikan api dan petir saling bertabrakan.


Mereka sama-sama memasang wajah tak ingin mengalah seakan mengatakan jika mereka mengalah maka mereka akan mati!.


Sir Galib dan Sir Gio yang melihat hal itu hanya memasang wajah datar.


"Sepertinya karakter pertama yang di gunakan oleh Sir Devian bukan seperti ini kan?"tanya Sri Gio heran pasalnya yang dia tau karakter Devian saat pertama bertemu dengan Melody adalah manis dan suka memuji, yah balik aja ke episode awal-awal di mana Devian datang.


"Aku yakin itu semua karena dia lupa"sahut Sir Galib.


"Tapi sepertinya karena berakting seperti itu menyebalkan dan merepotkan"ujar Sir Gio


Kini keduanya Sir tersebut saling pandang, yah mereka tau dengan persis seperti apa sikap Devian yang sebenarnya karena bagaimana pun mereka pernah berada dia satu grup dengan Devian.setaunya Devian adalah seorang Kesatria yang kaku dan tak asih di ajak bicara.


Jadi saat Sir Delice mengatakan kalau Devian adalah seorang dengan karakter yang aneh dan menyebalkan mereka berdua nampak tak percaya akan hal tersebut.


Namun saat melihat sekarang mereka yakin itu benar Devian bukan lagi Kesatria kaku tapi Kesatria aneh dan ajaib pasalnya memiliki banyak wajah.


"Sudah lah Sir ayo cepat naik ke atas kuda kita masih punya banyak pekerjaan bukan?"ujar Sir Gio.


"Kau benar kita harus segera menyiapkan beberapa hal untuk bisa membawa semua barang ini ke Duchy Salvier"ujar Sir Galib.


Akhirnya keduanya kini menaiki kuda mereka yang kini juga penuh akan benda-banda.


Mereka berdua bahkan kini sudah mulai mengarahkan kusir kereta untuk pergi ke Mension Duchess di ibu kota Kekaisaran, tanpa menghiraukan Devian serta Melody yang masih saja berdebat di tengah jalan.


Menurut mereka waktu sangat penting dari pada harus menonton perdebatan yang sama sekali tak bermanfaat lebih baik mereka kini pergi untuk menggunakan waktu tersebut.

__ADS_1


Memang baik karena sangat disiplin tapi juga merupakan sikap yang tak bisa menghormati atasan, memang agak lancang keduanya ini.


"Kau benar-benar tak ingin mengijinkan ku naik?"tanya Melody kesal.


"Tentu"jawab Devian.


"Why?!"tanya Melody lagi yang keceplosan memakai bahasa Inggris.


???


Tentu saja hal itu membuat tanda tanya pada Devian hingga dirinya mengerutkan keningnya tak paham.


"Apa itu barusan w_wy_why?"tanya Devian bingung.


Melody yang melihat wajah bingung dari Devian cukup puas.


"Kau ingin tau tapi maaf aku tak akan memberi tahu mu soal hal tersebut"ujar Melody dengan kedua tangan di lipat di depan dada bahkan alisnya kini naik turun seakan mengejak Devian.


"Kalai kau tak ingin memberi tahu baiklah, selamat menikmati perjalannya Yang Mulia"ujar Devian tiba-tiba dengan wajah datar dia kesal sekali saat ini dengan Melody bisa-bisanya dia masih menggodanya di saat sepeeri ini.


Melihat Devian yang hendak pergi dari sana sambil memancu kudanya Melody segera saja menaik tangan Devian membuat Devian yang mau melajukan kudanya berhenti.


Devian nampak kaget dengan mata melotot apa lahi saat wajahnya kini dekat dengan Melody.


"Jika kamu berani pergi aku akan menghajarmu hingga babak belur dan akan ku buat Duke Milian tak akan pernah bisa lagi mengenalimu sebagai anaknya"sadis Melody.


Devian hanya tersenyum


"Jika anda ingin melakukan seperti apa yang anda katakan Duchess sepertinya anda juga harus mencokel mataku"ucap Devian riangan.


Tentu saja hal tersebut membuat Melody terkejut dan segera mendorong Devian untuk menjauh.


"Dasar gila!"ujarnya.


Devian yang di dorong kembali kini dengan santai merapikan pakaian nya.


"Kenapa anda takut?, padahal aku mengatakan yang sebenarnya loh Duke Milian akan tetap mengakuiku sebagai anaknya selama aku masih memiliki mata ini"ujar Devian menujuk matanya yang sepertinya memang khas.


"Jadi_"kalimatnya kini terpototng lantaran dirinya terkejut saat mendapati Melody melompat keatas kudanya dan mendarat di depannya dengan mulus.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan ayo turun!"ujar Devian berusaha membuat Melody turun dari kudanya.


Namun dasar Melody dia malam memeluk kuda milik Devian membuatnya susah di lepas.


"Tidak mau!"ujar Melody dengan memeluk leher luda tersebut dengan erat.


Devian yang melihat perilaku itu jengkel dan perempatan kini muncul di dahinya namun itu tak lama sebelum dirinya menghela nafas dan mulai menjalankan kudanya tersebut.


Dengan Melody yang masih saja memeluk leher dari kuda tersebut.


Setengah perjalanan Devian lumayan heran pasalnya Melody masih saja setia dengan posisi tersebut.


Akhirnya Devian menghentikan kudanya dan menyentih pundak Melody.


"Yang Mulia"panggilnya.


"Yang Mulia"ulangnya lagi.


Hingga tubuh Melody hendak jatuh ketanah dengan cepat Devian segera menatik tubuh itu agar tak jatuh dari kudanya.


Dan rupanya kini Melody sudah tertidur dengan lelap di sana.


"Jangan lagi aku mohon"ujar Devian pasrah.


Kalau boleh jujur dia masih trauma dan benci dengan hal seperti ini.


Namun tetap saja Devian segera saja membenani posisinya dan membiarkan kepala Melody bersandar di dadanya.


Karena tak mau membangunkan Melody akhirnya Devian menjalankan kudanya dengan sangat pelan.


Sampai di Mension Duchess dirinya rupanya sudah di sambut oleh Sir Gio.


"Hey bocah gila!, kau sudah sampai?, aku kira kau akan tetap di sana berdebat dengan Duchesa hingga kiamat datang"ujar Sri Gio yang membuat Devian jengkel


Pasalnya karena mereka juga Devian menjadi begitu susah.


Tanpa menjawab Devian turun dari kuda sambil membawa Melody dan segera saja masuk ke dalam Mension.


"Oh~, bocah ke 2 ternyata tertidur"ujar Sir Gio lagi.

__ADS_1


"Hey bocah gila dan bajing4n bawa dia ke kamar dan biarkan dia istirahat, Duchess pasti lelah saat di Istana Kekaisaran karena dia yang paling waras saat di sana kemarin"ujar Sir Gio sedikit menyebalkan.


__ADS_2