
Berdesakan akhirnya Melody bisa melihat wajah sang korban aparat jelas sekali mereka berusaha untuk menghentikan masa agar tak terlalu dekat dengan korban sehingga tidak mengganggu penyelidikan.
Tapi dari kejauhan pun Melody masih bisa melihat kondisi dari mayat tersebut darah yang tersebar di mana-mana di seluruh tubuhnya, bekas tusukan yang ada di bagian perut, dada serta leher cukup mengerikan, sayang sekali dia tak bisa memastikan berapa banyak luka lagi yang di miliki mayat itu.
Selain itu luka memar di wajah pucat pemuda tersebut juga bisa dilihat dengan jelas, mungkin pelaku memukulinya, selain itu di pergelangan tangan ada memar kebiru-biruan seperti di ikat bahkan kulitnya terkelupas, Melody yakin bahwa pelaku mengikat kedua tangan itu dan sang korban memberontak makanya tangannya jadi sangat parah.
Reaksi yang wajar sih, tapi apa kah?, itu berarti sang korban mendapat penganiayaan terlebih dahulu apa lagi dari sini Melody juga bisa melihat ada bebarapa sayatan diwajah korban itu seperti menggunakan pisau.
Dan akibat sayatan itu wajah tampan itu tak terlihat dan hanya wajah mengerikan lah yang bisa di lijat dari sini.
Melihat kondisi mayat jujur saja Melody cukup merinding.
Dia hanya berfikir bahwa orang yang melakukan pembunuh itu adalah orang yang begitu kejam.
"Mereka bilang, pelaku mengincar wajah tampan atau cantik bukan?, tak ada yang perlu di khawatirkan sol Paman Wage, Kapten, serta awak kapal"ujar Melody berfikir dia juga harus memikirkan hal tersebut mana mau dia terlibat dengan kasus seperti ini.
"Tapi yang jadi masalah bukan mereka tapi aku"ucap Melody dengan senyum miris.
Jika kalian lupa Melody memiliki wajah yang cantik dan karakteristik yang di incar pembunuh adalah wajah tampan dan cantik.
Si4l!, celaka lah dia!
Tapi dalam kondisi seperti ini dia hanya bisa berharap semoga saja dia bukan lah target selanjutnya, karena dia hanya ingin cepat sampai di Utara.
Dan kalau misalnya ada suatu kejadian yang memang mengharuskan dia terlibat maka mungkin dia tak punya pilihan selain harus kabur, yah itu pilihan paling bijak.
Jangan bilang dia pengecut, tapi dia hanya merasa jika dia terlibat makin jauh hanya akan banyak hal yang tak berguna yang dia ketahui dia sama sekali tak berminat membuat dirinya dalam masalah.
Puas berfikir Melody akhirnya mundur menjauhi kerumunan dan segera pergi ke arah paman Wage dan yang lainnya.
"Huh?, dari mana saja kamu?"tanya Kapten dengan nada judes.
"Aku baru saja melihat mayat tampan"jawab Melody seadanya yah walaupun jangan melihat wajah tampan yang ada dia hanya melihat wajah mengerikan penuh darah.
Mendengar jawaban dari Melody Kapten segera saja menasang wajah julid miliknya sekan berkata 'kau gila?'
__ADS_1
Soal itu Melody tak bisa berkomentar sama sekali.
"Mayat?, dimana?"tanya paman Wage yang penasaran jiwa ingin tau nya kini terguncang.
Dia memang semoat dapat informasi soal itu namun dia hanya sekedar tau saja tak lebih dan tak kurang.
"Di kerumunan itu, apa paman tak tau?, atau jangan-jangan paman kira di sana ada pembagian sembako gratis?"tanya Melody heran pasalnya sepertinya di antara mereka semua hanya paman Wage yang terlihat tak tau apa-apa.
"Aku kira itu hal lain, dan karena kerumunan terlalu padat aku tak ingin pergi ke sana dan berdesak-desakan"jawab paman Wage.
"Benar sekali aku bahkan tak bisa masuk, tubuhku terlalu besar"timpal seorang awak kapal menghela nafas.
"Bisa di mengerti"ucap Melody.
"Baiklah dari pada kita membicarakan soal hal itu akan lebih baik jika kita pergi kepenginapan aku sudah lelah"ucap Kapten dan berjalan mendahului mereka semua walaupun dia sendiri juga tak tau mau kearah mana.
Menanggapi ucapan dari Kapten Melody dan yang lainnya juga segara bergerak, dengan posisi yang masih sama Melody di depan memimpin.
Sampai di penginapan seperti biasa mereka mambayar dan dapat kunci kamar, Melody tentu saja sendirian, sedangkan yang lainnya berbagi kamar.
Saat Melody melepas jubahnya seorang pelayan masuk ke dalam kamarnya.
Pelayan itu hanya datang untuk memasang dupa pengharum ruangan dan segara saja keluar dari kamar tersebut meninggalkan Melody.
Malam ini entah kenapa Melody merasa sangat mengantuk sehingga dia denvan cepat berbaring di ranjang tak sampai 5 menit Melody sudah menyelam ke dalam alam mimpinya.
Malam itu adalah malam yang sunyi dan tennag bayangan hitam kini melomoat dari satu atap ke atap lainnya.
Dengan cepat banyang itu masuk ke kamar Melody dan keluar juga dengan cepat sambil membawa sesuatu di gendongan yang terbungkus kain putih.
Pagi ini kembali cerah dengan sinar matahari yang nampak malu-malu muncul di arah timur.
Semua awak kapal kini sudah bersiap bahkan mereka juga sudah sarapan hanya saja dari tadi ada yang janggal di antara mereka yaitu pintu kamar Melody yang masih saja tertutup padahal hari sudah menjelang siang.
"Wage anak itu dia beluk keluar?"tanya Kapten dia kini merasa ada satu hal yang janggal.
__ADS_1
"Belum mungkin dia merasa lelah"ujar Paman Wage dua merasa tak heran jika Melody sangat lelah pasalnya dia tau betul beberapa hari itu Melody sama sekali tak tidur.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan tapi ini sudah tak normal"jawab Kapten sambil mengerutkan keningnya.
"Lalu kita harus apa?, apa kita buka saja kamarnya secara paksa?"tanya paman Wage.
"Iya ayo buka saja kamarnya secara paksa, firasatku buruk soal hal ini"ujar Kapten.
Melihat Kapten yang memiliki wajah cemas dan sangat tak bagus hari ini membuat paman Wage setuju dia juga merasa ada yang salah dan tak normal di sini.
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar penginapan Melody kini di ketuk dengan pelan oleh paman Wage namun tetap saja mereka tak mendapat jawaban apa pun.
Para awak kapal yang lewat juga penasaran dan mulai bergerombol di tempat itu, mereka juga merasa ada yang aneh.
Tok
Tok
Namun lagi-lagi ketukan iti di hiraukan bahkan pintu kamar itu tak terbuka.
Pamam Wage mengerutkan keningnya dan dengan ancang-ancang langsung mendobrak pintu kayu tersebut.
Brakk!
Pintu terbuka memperlihatkan ruangan yang kosong, melihat keadaan itu semua awak kapal, Kapten dan Paman Wage segara masuk ke dalam kamar dan mencari Melody.
Namun jangan kan menemukan Melody mereka hanya bisa mendapatkan fakta bahwa kasurnya sudah dingin yang menandakan bahwa Melody sudah pergi sejak lama.
"Kalian menemukannya?"tanya Kapten.
__ADS_1
"Tidak"ucap mereka semua.
"Kemana anak itu pergi apa lagi kasurnya juga dingin"ujar Kapten merasa frustasi.