Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Menjadi salah tingkah


__ADS_3

"Jangan aneh-aneh", Syifa mendongak dan menatap tajam, Luthfi yang sedang menahan tawa


"Aneh-aneh apa?" tanya, Luthfi yang semakin berusaha keras menahan untuk tidak tertawa


"Dikasih hati minta jantung yah?" seru, Syifa yang kesal dan mengerucutkan bibirnya


"Gue ngga minta itu? Gue mintanya yang lain" goda, Luthfi yang senang melihat wajah cemberut, Syifa


"Apa karna loh temenan sama, Vigo sama Fahri yah?" tanya, Syifa yang membuat, Luthfi bingung


"Maksudnya?", Luthfi mengerutkan dahinya


"Yah loh jadi mesum. Perasaan kemarin-kemarin loh masih biasa-biasa aja" ketus, Syifa


Luthfi terkekeh, "Masa gue harus ngomong itu depan teman-teman? Kan belum halal juga waktu itu"


"Ia sih", Syifa menggaruk pelipisnya, "Tapi kan loh ngga pernah pacaran? Masa langsung bisa tau?" selidik, Syifa menatap dalam, Luthfi


"Kok tau gue ngga pernah pacaran?" tanya, Luthfi yang menaikkan kedua alisnya


Syifa menjadi gugup dan menundukkan pandangannya kembali. Merasa tertangkap basah. Namun, Luthfi meraih dagu, Syifa untuk melihatnya.


"Tau darimana gue ngga pernah pacaran?", Luthfi bertanya kembali


Deg


Debaran pada jantung, Syifa berpacu dengan cepat. Berkali-kali ia menelan ludahnya yang tercekik di tenggorokannya. Ia bahkan mengalihkan tatapannya untuk menghindari dari bersitatap dengan, Luthfi


"Kok ngga jawab?" tanya, Luthfi lembut


Lidah, Syifa benar-benar keluh dibuatnya. Ia tidak menatap, Luthfi. Pandangannya terus saja menyapu seluruh yang ada di hadapannya saat ini. Bahkan gemetar pada tubuhnya mulai terasa


"Gue cuma nanya. Kenapa jadi takut?" ucap, Luthfi dengan sangat lembut dan memeluknya karna mengetahui tubuh istrinya sedang bergetar


"Gue ngga pernah pacaran karna emang gue ngga mau. Gue pengennya, istri gue yang pertama dapat perhatian gue, bukan gadis lain" ujar, Luthfi yang membenamkan wajah, Syifa pada dadanya


Syifa yang tadinya gugup dan gemetar menjadi salah tingkah dengan pengakuan, Luthfi baru saja. Semaksimal mungkin ia melipat bibirnya untuk tidak tersenyum, padahal hatinya sudah melayang, wajahnya memerah, dan tubuhnya kembali normal


"Loh sendiri kenapa ngga pernah pacaran?" tanya, Luthfi yang melonggarkan pelukannya


"Kok loh tau gue ngga pernah pacaran?" tanya balik, Syifa yang mendongak


Bukannya menjawab, Luthfi malah terkekeh dengan pertanyaan balik, Syifa hingga membuat, Syifa mengerutkan dahinya


"Kok malah ketawa bukannya jawab?" ketus, Syifa yang melihat, Luthfi, tertawa


"Balikin pertanyaan gue juga?" ledek, Luthfi yang menahan tawanya


"Ngga seru ah", Syifa memukul dada, Luthfi


"Jadi? Mau jawab apa ngga?" tanya, Luthfi yang juga ingin mengetahui jawaban, Syifa


"Ngga!" jawab, Syifa dengan cepat yang menunjukkan wajah cemberutnya

__ADS_1


"Ya udah. Ayo tidur", Luthfi memancing, Syifa dan menarik tangannya


"Ia ia ia, mau jawab" seru, Syifa sebelum, Luthfi berbuat aneh lagi, pikirnya


Luthfi tersenyum lebar. Merasa punya senjata yang bisa membuat, Syifa tidak akan menolak permintaannya.


"Hmmmm", Syifa berpikir sejenak, "Ngga dibolehin sama Abang. Ia, gitu" jawab, Syifa dengan cepat yang memalingkan wajahnya


"Lihat gue sini?", Luthfi menarik dagu, Syifa


"Hmmmm.... Lut.... Luthfi... Hmmm.... Jangan gini dong" gugup, Syifa setelah wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja


"Jawab!" perintah, Luthfi yang masih tidak bergeming menatap, Syifa hingga membuat, Syifa menalan paksa ludahnya


"Ia ia gue jawab jujur", Syifa menepis tangan, Luthfi dari dagunya dan memundurkan wajahnya. "Hmmm.... Jadi.... Dulu waktu SMP, gue pernah suka sama teman kelas gue, tapi ternyata dia sukanya sama teman gue, bukan sama gue. Ya udah, dari situ gue ngga mau lagi buat suka sama orang apalagi mau pacaran" jawab, Syifa dengan jujur dan terlintas kesedihan di matanya


"Jadi loh ngga pernah suka sama cowok lain selain dia?" pancing, Luthfi


"Awalnya sih gue juga ngira ngga bakal lagi suka sama cowok lain, sampai akhirnya gue ketemu sama loh. Dan gue.... Eh", Syifa dengan cepat menutup mulutnya untuk tidak lagi berbicara bersamaan dengan wajahnya yang memerah


"Dan apa?" ledek, Luthfi yang tersenyum senang


"Ngga ada apa-apa", Syifa menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang memerah


"Ceritanya belum selesai udah dipotong", Luthfi menarik selimut, Syifa dan melihat wajah, Syifa yang merona


"Udah sampai itu aja" ketus, Syifa yang menutupi kegugupannya


"Jadi setelah lihat gue? Loh langsung suka?", Luthfi semakin menggoda, Syifa untuk memancingnya


"Loh sendiri yang ngomong itu tadi" sahut, Luthfi


"Ngga yah. Gue ngga pernah ngomong itu. Sana", seru, Syifa yang memindahkan tangan, Luthfi dari perutnya


"Kenapa jadi marah?", Luthfi tertawa melihat wajah, Syifa yang kesal sekaligus menggemaskan


"Oh ia gue lupa. Loh sebelumnya pernah dekat sama, Riana kan?" tanya, Syifa yang mengingat sesuatu


"Riana?" tanya, Luthfi yang seakan melupakan nama tersebut. Yah, karna memang tidak penting baginya


"Itu loh, yang jadi pacarnya, Dika sekarang! Yang kapan hari kita pernah ketemu sama dia", Syifa, mengingatkan, Luthfi


"Oh. Namanya, Riana? Gue lupa" jawab, Luthfi yang tidak tertarik membahas yang tidak penting


"Parah banget. Masa sampai nama dia aja loh lupa?" cetus, Syifa yang menggeleng


"Ngapain diingat? Ngga penting!" sahut, Luthfi dengan wajah datarnya


"Bilang ngga penting tapi pernah dekat" cibir, Syifa


"Kapan gue pernah dekat sama dia?", Luthfi mengerutkan dahinya


"Dia sendiri yang bilang. Yah, waktu dia masih jadi teman gue sama Risa dulu" tukas, Syifa

__ADS_1


"Gue ngga pernah dekat sama siapapun termasuk sama dia. Tapi emang seingat gue, dia pernah bilang suka ke gue. Tapi gue cuekin aja" ujar, Luthfi


"Jahat loh. Jangan cuek-cuek amat kali sama orang", Syifa mengingatkan, Luthfi


"Loh juga. Jangan gengsi-gengsi amat. Apalagi sama suami sendiri. Ngga boleh itu" ujar, Luthfi


"Kenapa larinya jadi ke gue? Kan gue ngomongin loh" ketus, Syifa


"Emang loh mau gue ramah sama cewek manapun?" tanya, Luthfi yang menggoda, Syifa


"Ya ngga lah. Eh, maksud gue.." lagi-lagi, Syifa mengutuk mulutnya yang selalu ingin meloloskan rahasianya


Luthfi tertawa, "Baru aja gue bilang, jangan gengsi-gengsi amat. Sekarang malah gengsi lagi cuma jujur bilang ia"


"Hobi banget sih mancing emosi gue?" gerutu, Syifa yang cemberut


"Ayo tidur. Besok kita pulang" ajak, Luthfi. Dan tanpa diminta, Syifa berangsur memeluk, Luthfi. Senyum, Luthfi mengembang dengan sempurna


"Cuma peluk yah? Jangan aneh-aneh" sekali lagi, Syifa memperingatkan, Luthfi


"Ia" pasrah, Luthfi yang memeluk tubuh, Syifa dengan sangat erat


"Jangan erat-erat juga meluknya. Kalau gue sesak napas gimana? Mau tanggung jawab?" seru, Syifa yang setengah kesal


"Ia. Gue mau tanggung jawab. Cuma dikasih napas buatan kan?" goda, Luthfi yang menahan senyumnya


"Mesum"


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like dan beri tipnya yah, sebagai bentuk dukungan kalian kepada author dan novel ini. Terima kasih 🤗


__ADS_2