Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Suami takut istri


__ADS_3

"Sayang", Risa terus saja memanggil, Fahri dengan sebutan 'sayang', bahkan terus bergelayut manja di lengan, Fahri


"Sayang?" ulang, Dini yang mengerutkan dahinya, "Dia siapa?" tanyanya


Risa tidak menjawab dan hanya menoleh pada, Fahri. Ia ingin, Fahri yang memperkenalkan dirinya pada gadis yang ada di hadapannya saat ini. Risa berpura-pura tidak tau tentang, Dini


"Dia.... Dia, Risa" ucap, Fahri yang masih gugup karna terkejut


"Dia siapanya loh? Kok dia manggil loh 'sayang'?", Dini menunjuk, Risa


Risa menoleh kepada, Fahri tanpa berbicara. Fahri menelan paksa ludahnya, "Dia, Risa. Pacar gue"


Dini membukatkan kedua matanya dengan tidak percaya pada apa yang baru saja dikatakan oleh, Fahri. Sedangkan, Risa tersenyum puas dan mengejek, Dini dengan senyumannya


"Sayang? Kok disini sih? Terus dia siapa?", Risa masih berpura-pura tidak tau tentang, Dini dan malah semakin bergelayut manja


"Dia cuma teman sekolah gue dulu. Teman, Viona sama Vigo juga" ujar, Fahri menatap, Risa


"Teman?" ucap, Dini mengulang ucapan, Fahri yang menyentak telinganya


"Ia" sahut, Fahri dengan cepat


"Jadi loh cuma nganggap gue teman?" tanya, Dini dengan raut wajah penuh kecewa


"Kita memang cuma teman. Ngga pernah lebih" titah, Fahri dengan penuh penekanan


"Kok kalian berdua kayaknya akrab" cetus, Risa yang berpura-pura cemburu dan mencebikkan bibirnya


"Ngga kok. Kalaupun kami akrab, ngga lebih dari sekedar teman" sahut, Fahri yang mengusap rambut, Risa dengan tangan satunya


"Fahri? Kok loh jahat banget sih?" ucap, Dini dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Bukan gue yang jahat. Tapi loh. Loh yang udah ninggalin gue" seru, Fahri yang sudah mulai emosi, namun beruntung, Risa mengeratkan tangannya di lengan, Fahri untuk mengode, Fahri agar tidak terpancing. Fahri menoleh ke arah, Risa kemudian tersenyum, "Tapi gue bersyukur loh ninggalin gue saat kita belum punya hubungan yang pasti. Karena sekarang, gue bersyukur bisa dapat, Risa yang terbaik bagi gue"


"Gue nunggu loh selama bertahun-tahun, Ri. Dan loh ngga pernah nembak gue jadi pacar loh. Gue ngga tahan. Dan gue ngga pernah ninggalin loh, gue cuma pengen lihat loh cemburu, tapi ternyata loh salah paham sama gue" ujar, Dini yang sudah menangis


"Dini..", Fahri merasa bersalah karna membuat gadis dihadapannya saat ini menangis


"Gue tau gue salah. Tapi ngga seharusnya loh kek gini. Dan dia?" Isak, Dini sambil menunjuk, Risa. "Dengan cepatnya loh bisa berpaling dari gue? Gue ngga percaya. Dia kan cewek yang pernah tidur sama loh?" hardiknya pada, Risa


Darah, Risa seakan mendidih dengan ucapan, Dini. Tangannya mengepal dan baru saja hendak melepaskan tangannya dari lengan, Fahri. namun, Fahri dengan cepat menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Loh bilang apa barusan?" tanya, Risa dengan menahan emosinya


"Emang loh kan yang tidur berdua sama, Fahri?" tunjuk, Dini dengan begitu geram


"Jaga yah mulut loh", Risa menggenggam telunjuk, Dini dengan keras hingga membuat gadis itu mendesis


"Sayang. Udah", Fahri menarik tangan, Risa dan berusaha melerai keduanya


"Loh salah paham. Dan gue juga ngga perlu ngejelasin ini ke loh. Tolong jangan ganggu lagi. Sekarang gue udah bahagia sama, Risa" seru, Fahri yang mengajak, Risa pergi dari sana sebelum berlanjut


"Pengen banget gue acak-acak mukanya tuh orang. Beraninya dia ngerendahin gue" celoteh, Risa dengan bibir yang tidak berhenti komat-kamit hingga membuat, Fahri tertawa dan merangkulnya.


Dini masih mematung dengan posisinya melihat keduanya pergi. Bahkan air matanya terjatuh ketika melihat, Fahri tertawa dan merangkul gadis yang bersamanya. Bahkan gadis itupun terlihat membalas rangkulan, Fahri di pinggang laki-laki itu. Hatinya yang tidak kuat menahan sesak, seketika ia berlari keluar dari sana entah kemana


***


"Benar-benar loh, Sa. Bikin gue jantungan. Perasaan loh masih disini tadi, eh kenapa jadi tiba-tiba udah nyamperin, Fahri aja" seru, Syifa ketika mereka sudah kembali bergabung bersama dalam satu meja di kantin besar itu


"Risa kan ngga mau kalau, Fahri nanti balik lagi ke, Dini" ledek, Vigo


"Emang loh mau? Teman loh balik lagi ke dia?" tanya, Risa kepada, Vigo


"Ngga" jawab, Vigo


"Kena jebakan loh" cetus, Fahri lalu tertawa


"Risa kan emangnya ahlinya ngejebak orang" seru, Viona


"Apalagi tadi. Bisa banget ngejebak si, Dini itu" timpal, Luthfi yang tidak habis pikir


"Gue aja sampai kaget nih anak tiba-tiba nongol samping gue" ujar, Fahri menoleh pada, Risa


"Kenapa? Ngga suka emang loh?" tanya, Risa dengan sewot pada, Fahri


Fahri menyentil kening, Risa hingga membuat gadis itu mengaduh kesakitan, "Bisa ngga sih loh ngomong biasa aja. Ngga usah sewot gitu" ucap, Fahri


"Dan loh bisa ngga sih ngga usah nyentil-nyentil kening gue? Sakit tau ngga" seru, Risa dengan kesal


"Loh baru diesentil di kening aja udah kesakitan. Belum, Fahri nyentil loh dibagian lain" ledek, Vigo yang selalu membuat, Luthfi dan Fahri tertawa karna ucapan tidak masuk akalnya meski hanya mereka bertiga saja yang mengerti


"Viona? Bisa yah loh tahan banget sama nih anak onyet satu. Ngga ngerti gue dia ngomong apa" sahut, Risa dengan kesalnya

__ADS_1


"Gue aja bingung sama diri gue sendiri" ujar, Viona lalu menggeleng


"Dengerin tuh, Go. Viona aja bingung kenapa dia masih bisa bertahan sama loh" timpal, Syifa


"Itu karna gue ganteng" jawab, Vigo dengan penuh percaya diri


"Karna, Vigo gede" cetus, Fahri lalu tertawa diikuti, Vigo dan Luthfi


"Udah ah. Gue ngga mau ikut-ikutan" ujar, Luthfi yang tidak berhenti tertawa karna ulah kedua temannya


"Kenapa? Loh takut ngga dapat jatah malam?" tanya, Vigo yang lagi-lagi membuat keduanya tertawa


"Luthfi!", Syifa menajamkan tatapannya kepada, Luthfi yang masih saja tertawa ketika dirinya sudah sedikit mengerti yang dimaksud, Vigo dengan 'jatah malam'. Dirinya sering mendengar itu


"Bukan aku yang ngomong", Luthfi, menahan tawanya karna melihat, Syifa sudah kesal padanya


"Go? Mending loh cepat-cepat nikah sama, Viona deh. Gue takut otak loh geser dikit" celoteh, Risa karna dirinya juga sudah mengerti dan membuat semuanya tertawa


"Emang loh pikir, Fahri ngga mau? Fahri juga mau" sahut, Vigo dan kembali tertawa


"Seenggaknya otak gue masih normal", Fahri membela dirinya lalu tertawa


"Otak laki-laki kenapa semuanya mesum sih?" cetus, Viona yang menghela napas


"Kalau ngga mesum ngga bisa punya anak dong, Vio" sahut, Vigo dan membuat ketiga pasang mata itu menatap tajam padanya.


"Sekali lagi loh ngomong yang aneh-aneh, gue pastiin loh ngga akan dengar suara gue selama 3 hari" ancam, Viona


"Bercanda, Vio sayang", Vigo menggenggam tangan, Viona yang disambut tawa teman-temannya


"Vigo nantinya bakal jadi 'Suami takut Istri'" ujar, Risa lalu tertawa bersama temannya.


Dan tanpa mereka sadari, ada sepasang bola mata sedang memperhatikan gerak-gerik mereka sedari tadi.


*


*


*


Jangan lupa like dan dan vote yah teman-teman 😊

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya 🤗


__ADS_2