
Karna merasa silau dengan cahaya yang terus berkedip-kedip, Luthfi dan Syifa terbangun. Sontak yang sempat memfoto mereka tadi buru-buru menyimpan ponsel lalu seakan-akan hendak membangungka mereka berdua
"Bangun. Kalian kok tidur disini?", Vigo menggoyangkan lengan, Luthfi berpura-pura membangunkannya. Luthfi dan Syifa mengerjap dan mengucek kedua matanya, "Kalian pulang?" saut, Luthfi kondisi masih mengantuk. "Kalian berdua ngapain tidur disini?" tanya, Fahri penuh selidik
"Loh pikir aja sendiri? Jalan-jalan lama banget pulangnya" gerutu, Syifa yang sudah memperbaiki posisi duduknya setelah tadinya menumpuh tangan, Luthfi.
"Namanya juga jalan-jalan. Ya lamalah" seru, Risa yang sedari tadi menahan tawa.
"Tapi loh tidurnya enak kan?", Viona setengah mati menahan agar tidak tersenyum. "Enak gimana kalau gue tidur di sofa. Ditambah kedatangan kalian bikin rusuh" gerutu, Syifa memajukan sedikit bibirnya
"Oh". Mereka berempat mengangguk dan berusaha menahan tawa. Ya udah sana tidur di kamar. Ngapain masih disini" tegur, Risa setelahnya. "Kan tadi gue nunggu kalian pulang?" ketus, Syifa mendekik tajam, Risa. "Tapi sekarang kita udah pulang nih" protes, Viona semakin membuat, Syifa kesal
"Malas" guman, Syifa menyilangkan kedua tangannya lalu kembali bersandar di sofa. "Kenapa?" tanya, Luthfi yang berada di samping, Syifa. "Tau tuh mereka ngeselin banget", Syifa cemberut "Kan tadi juga loh bilang mau bangunin gue kalau mereka ini udah pulang" kekesalan, Syifa saat ini ia tunjukkan kepada, Luthfi
__ADS_1
"Gimana mau ngebangunin loh, dia aja tidur" saut, Vigo yang membuat, Syifa sedikit membolakkan matanya. "Loh tidur, Fi?" tanya, Syifa tidak percaya. Luthfi mengangguk pelan, "Maaf. Gue ketiduran", Luthfi menjadi tidak enak hati. "Gimana ngga ketiduran kalau bikin nyaman" ledek, Fahri lalu memalingkan wajahnya ke sembarang arah
"Ya ialah nyaman. Empuk juga" timpal, Risa yang sudah mulai ikut-ikutan menggoda, Syifa dan Luthfi. "Kalau gue sih ngga akan bangun saking nyamannya" tukas, Viona dengan senyum mengejeknya
"Ngomong apa sih kalian hah?", Syifa menjadi kalang kabut dengan pernyataan teman-temannya. "Jangan ngegosip" saut, Luthfi yang melihat keempat temannya lain seperti sedang menyembunyikan sesuatu
"Siapa juga yang ngegosip? Loh aja kali? Kita mah ngomongin fakta" seru, Risa menaikkan kedua bahunya. "Pengen deh gue maki-maki loh. Beneran", Syifa menatap tajam, Risa. "Terserah loh deh. Loh masih pengen disini apa ngga nih?" tanya, Risa namun tidak mendapat jawaban dari, Syifa. "Mulai deh ngeselinnya. Baru juga hari pertama udah ngeselin" ujar, Risa merebahkan tubuhnya di sofa sebelah, Luthfi dan Syifa
"Bawa makanan ngga nih kalian? Gue lapar nih?", Syifa bangkit dan melihat-lihat sesuatu ditangan keempat temannya namun tak menemukan sesuatu disana.
"Di dapur ada tuh" cetus, Risa menunjuk dapur dengan dagunya. "Temenin gue dong", Syifa mengajak, Risa. "Ngga ah. Ajak, Luthfi aja. Gue pengen istirahat" seru, Risa memejamkan matanya
"Jahat deh loh", Syifa cemberut mendapat penolakan dari, Risa. "Temenin, Syifa makan, Fi" seru, Viona. "Loh juga pasti lapar" cetus, Vigo kepada, Luthfi. "Sana, Fi. Temenin, Syifa makan" timpal, Fahri
__ADS_1
"Lama" ketus, Syifa dengan manja dan menghentakkan kakinya. "Ayo", Luthfi bangkit dan menarik tangan, Syifa menuju dapur. Mereka sampai di meja makan. "Duduk disini", Luthfi menarik salah satu kursi dan menyuruh, Syifa duduk.
Syifa membuka penutup yang ada di meja lalu menuangkan beberapa makanan di piring. "Mau ngga?" tanya, Syifa kepada, Luthfi. Luthfi hanya menggeleng. Syifa akhirnya makan sendiri ditemani, Luthfi
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Maaf yah teman-teman. Untuk beberapa hari kedepan aku ngga bisa up tiap hari karna ada masalah pribadi dulu. sekali lagi maaf untuk teman-teman semua 🙏🏻