Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Lanjutkan dramanya


__ADS_3

Vigo, Viona dan Luthfi berusaha menahan tawanya agar tidak pecah. Sedang, Syifa sudah tertawa keras. Fahri mendadak menjadi patung, keringat dingin mulai merasuki tubuhnya. Ingin sekali ia memaki adik, Syifa namun ia tidak bisa melakukannya. Mama Risa sejenak memperhatikan, Fahri dari ujung rambut sampai kaki. Sedangkan, Risa menatap tajam, Syafa


"Loh!" geram, Risa yang menunjuk, Syafa, "Sini loh", Syafa berlari yang dikejar oleh, Risa


"Abaaaannngggg tolongin, Syafaaaaa. Kak Risa maraaaah" teriak, Syafa yang berlari menuju lantai dua tepatnya ke kamar Abang, Risa


"Sini loh bocah. Ngomong sembarangan banget" teriak, Risa yang berlari menuju tangga atas


"Ya ampun. Berhenti lari-lari, Risa! Syafa" seru Mama Risa namun tidak dihiraukan oleh kedua gadis itu.


"Fahri? Muka loh kenapa? Pucat banget" ujar, Syifa yang memperhatikan, Fahri lalu tertawa


"Dia beneran pacar, Risa?" tanya Mama Risa yang melihat, Syifa namun menunjuk, Fahri


Fahri benar-benar merasakan aliran darahnya panas. Ia bahkan gugup setengah mati. Untuk membela diri saja, ia tidak bisa. Ia merasa mulutnya seakan terkunci rapat


"Mama tanyain langsung dong sama orangnya" ucap, Syifa yang menahan tawanya


"Beneran nak kamu pacarnya, Risa?" Mama Risa bertanya kepada, Fahri yang diam saja


"Hmm... Ng.. Bu.." demi apapun, Fahri benar-benar sangat gugup dihadapan Mama Risa


"Bicara yang jelas, Fahri" cetus, Viona menahan senyumnya sedari dari


Fahri menatap tajam, Viona. "Hmm. Fahri bukan pa..." ucapan, Fahri terpotong mendengar, Risa turun dengan menggerutu bersamaan dengan, seorang pemuda yang merangkul, Syafa.


" Ada apa, Risa?" tanya Mamanya heran saat melihat anaknya turun dengan wajah kesalnya


"Tau tuh Abang mah. Ngebelain, Syafa terus. Jelas-jelas nih bocah salah" ketus, Risa yang kembali bergabung


"Syafa salah apa? Kan Syafa cuma mau ngenalin pacar Kak Risa ke Tante" bela, Syafa tanpa dosa


"Pacar, Risa yang mana?" tanya, Abangnya dengan serius dan memperhatikan satu-persatu dari mereka


"Itu, Bang", Syafa menujuk, Fahri


"Loh jangan sembarangan kalau ngomong. Gue ngga punya pacar" seru, Risa yang sudah emosi


"Loh pacar, Risa?" tanya, Abangnya kepada, Fahri yang wajahnya sudah memucat


"Abang apaan sih? Risa udah bilang, Risa ngga punya pacar" kesal, Risa yang menyentakkan kakinya


"Bukan Kak. Gue bukan pacarnya, Risa", Fahri memberanikan dirinya untuk berbicara dan membela dirinya


"Baru calon, Bang" cetus, Syifa, "Abang ngerestuin ngga? Fahri anaknya baik loh", Syifa seperti sedang mempromosikan sifat, Fahri


"Syifa" teriak, Risa menyentakkan kakinya dengan kesal menatap tajam sahabatnya itu


"Kalau, Syifa yang ngomong. Berarti udah baik anaknya" ujar, Abangnya yang memperhatikan, Fahri

__ADS_1


"Dasar, Abang. Udah ditinggalin, masih aja suka" gerutu, Risa yang membuat Mamanya dan Syafa tertawa bersamaan


"Abang mah ngga sakit hati ditinggal nikah, Syifa. Orang dia nikahnya sama, Luthfi. Kalau bukan sama, Luthfi, baru Abang sakit hati" ujarnya dengan santai


Syifa membulatkan kedua matanya. "Abang" geram, Syifa yang mendekik tajam Abangnya


"Emang, Luthfi kenapa Bang?" tanya, Luthfi dengan penasaran yang mengerutkan dahinya


"Emang, Syifa belum cerita?" Abangnya sengaja meledeknya dan melirik, Syifa yang kesal padanya


"Ngga Bang", Luthfi menggeleng


"Syifa itu...", Abangnya melirik, Syifa yang sudah berlari ke arahnya dan kini tangan mungilnya sudah menutup mulut Abangnya denga panik


"Abang jangan ngomong macam-macam. Awas Yah Bang" ancam, Syifa yang begitu panik


Abangnya melepas tangan, Syifa dan langsung tertawa disertai wajah tidak ramah, Luthfi yang tidak senang melihat keduanya


"Eh, Fa. Hargain suami loh tuh" tegur, Risa


Syifa berjalan menuju, Luthfi yang menatapnya dingin. Syifa sebenarnya enggan mendekati, Luthfi jika tatapannya sudah datar seperti itu. Namun ia tidak ingin berlama-lama disana selama Abangnya berada disana dan akan membongkar rahasianya


"Jangan dengerin Abang", Syifa memeluk lengan suaminya tersebut, "Kalau Abang mau ngomong, jangan mau", Syifa memperingati, Luthfi disertai dekikan tajam ke Abangnya


"Kenapa?", Luthfi hanya melirik, Syifa namun suaranya masih terdengar dingin di telinga, Syifa


Luthfi yang tadinya kesal menjadi luluh dengan tingkah istrinya yang mengemaskan itu. Ia kemudian mengangguk agar istrinya tidak lagi cemberut


Syifa tersenyum begitu manis setelah, Luthfi mengangguk. Ia bahkan semakin mengeratkan tangannya tanpa memperdulikan yang lainnya


"Oh my god. Mata, Syafa ternodai", Syafa menutup wajahnya dengan menggoda kakaknya


Semua orang langsung tertawa mendengar ocehan, Syafa. Syifa langsung menurunkan tangannya dengan sangat malu. Sedang, Luthfi berusaha menetralkan raut wajahnya


"Takut banget rahasia loh kebongkar dek", Abangnya tertawa begitu puas


"Udah ayo kita pergi. Malas ladenin Abang yang gilanya kumat", Syifa menarik tangan suaminya untuk pergi dari sana


Viona, Fahri dan Vigo mengikut di belakang mereka. Disusul, Risa dan Syafa setelah mereka pamit kepada Mama dan Abangnya


***


"Kakak ipar?" panggil, Syafa bergelayut di lengan kakak iparnya itu meski, Syifa sudah menegurnya


"Hmm", Luthfi hanya berdehem dan melihat adik iparnya itu yang bergelayut di lengannya


"Kakak ngga mau beliin, Syafa sesuatu gitu? Beruntung cuma, Syafa adik ipar kakak" ucapnya dengan tertawa, namun tidak dengan kakaknya sedari tadi menatapnya kesal


"Syafa mau apa?" tanya, Luthfi yang tersenyum kepada adik iparnya

__ADS_1


"Emang Kak Luthfi punya banyak uang?", Syafa terkekeh setelah mengucapkannya


"Emang loh mau nikah? Mau dibiayain pernikahan loh?" ujar, Syifa yang kesal melihat kedua tangannya di atas perutnya


"Apaan sih kak" sahut, Syafa yang tertawa melihat wajah cemberut kakaknya itu


"Mentang-mentang udah sah. Cemburunya diperlihatkan" ucap, Syifa yang menggeleng


"Ngga ada yah. Siapa yang cemburu" kilah, Syifa namun masih memperlihatkan wajah kesalnnya


"Muka loh ngga bisa bohong" cetus, Viona yang tertawa diikuti tawa, Fahri dan Vigo


"Apa sih? Siapa yang cemburu coba? Gue ngga cemburu yah", Syifa terus saja menyangkal, padahal terlihat dari raut wajahnya yang ditekuk


Luthfi terkekeh dan meraih kepala, Syifa lalu mencium puncak kepala tersebut. Membuat semua temannya histeris disertai raut wajah, Syifa yang memerah dan tampak malu dengan perlakuan, Luthfi padanya


"Dasar pengantin baru. Ngga tau tempat buat mesraan" seru, Vigo yang tertawa dan menggeleng


"Ngga sekalian loh umumin, Fi?" ledek, Fahri yang tertawa sekaligus senang melihat kedua temannya.


Disaat semua orang sedang tertawa, ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari kursi taman tersebut sebelum akhirnya mendekat


"Risa?" panggil seseorang yang memuat semuanya menoleh termasuk, Risa yang namanya dipanggil


"Dika?" sahut, Risa pelan dan menghentikan tawanya


"Loh disini?" tanyanya dengan melepas genggaman tangannya dari gadis di sebelahnya


"Ia" sahut, Risa yang gugup lalu memperhatikan gadis yang di samping, Dika. "Kalian berdua...?", Risa menunjuknya dan gadis yang ada di sampingnya tanpa meneruskan perkataannya


Dika menoleh ke arah gadis di sampingnya yang sedang menunggu jawabannya dengan wajah penuh harapan


"Riana pacar gue" jawabnya dengan pelan


"Oh" hanya kata itu yang keluar dari mulut, Risa


Suasana menjadi begitu canggung sesaat. Namun, Syifa menendang pelan sepatu, Fahri dan mengedipkan matanya untuk membantu, Risa.


Fahri sebenarnya sudah enggan masuk ke dalam lingkarang yang seperti ini, apalagi jika harus kembali di bully oleh teman-temannya di depan Keluarga, Risa


"Dia siapa sayang?" tanya, Fahri yang tiba-tiba merangkul pundak, Risa yang kaku karna baru bertemu dengan mantan kekasihnya tersebut


Risa membelakkan kedua matanya dengan kehadiran, Fahri yang tiba-tiba merangkul pundaknya dan mengatakan 'sayang' padanya. Ia menoleh pada pria yang kini merangkulnya dengan tersenyum


"Lanjutkan dramanya" bisik, Fahri di telinga, Risa


Deg


Jantung, Risa rasanya seperti hampir copot dari tempat persembunyiannya. Gejolak darah panas dalam dirinya semakin memompa dengan cepat membuat tubuhnya terasa kaku

__ADS_1


__ADS_2