Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Begitu cuek dan dingin


__ADS_3

"Ya udah, Abang mau balik dulu sama Risa. Ayo dek" ajak, Rasya kepada adiknya


"Hati-hati nak"


Rasya dan Risa pun berpamitan sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu. Mommy dan Syafa sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah. Namun tidak, dengan, Luthfi dan Syifa yang masih mematung disana.


Dengan gugup, Syifa menoleh kepada, Luthfi. "Hmmm. A.. Ayo kita masuk", Syifa berjalan mendahului, Luthfi yang kini mengikut di belakangnya


"Kakak? Ayo jalan-jalan" ajak, Syafa yang memeluk lengan kakaknya


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya, Syifa yang menoleh pada adiknya satu-satunya


"Kemana aja deh. Kan udah lama juga, Syafa sama kakak ngga jalan-jalan? Sekalian ajak Kak Luthfi juga. Biar makin rame" ujar, Syafa


"Kenapa ngga tadi aja pass ada, Risa ngajak jalan-jalannya?" tanya, Syifa


"Panas tau kak. Kalau sekarang kan mendung. Bentar lagi hujan tuh" jawab, Syafa


"Sana jalan-jalan. Luthfi juga butuh suasana baru" tutur Mommynya


"Tuh kak, dengerin apa kata Mommy" sahut, Syafa. "Ayo kak, kita jalan-jalan" kini, Syafa sudah bergelantung di lengan kakak iparnya


"Syafa?" tegur, Syifa


"Apa sih kak? Syafa kan lagi senang akhirnya punya kakak laki-laki selain Abang" jelas, Syafa


"Terserah loh deh" ketus, Syifa


"Hmm. Luthfi ke atas dulu ambil jaket" pamit, Luthfi


"Sekalian punya gue..., Eh... Syifa juga" teriak, Syifa yang beberapa kali mengulang ucapannya yang belum terbiasa ketika, Luthfi sudah menjauh


"Syifa? Ngga boleh teriak-teriak. Sana! Ambil sendiri. Ini harusnya kamu yang persiapkan keperluan suami kamu. Ini malah kamu yang nyuruh-nyuruh" omel Mommynya


"Ia Mom. Kenapa sih ngomel terus" ketus, Syifa yang malas-malasan menaiki tangga menuju kamarnya


"Syafa ngga mau pake jaket?" tanya Mommynya


"Ngga deh Mom. Kan nanti kalau Syafa kedinginan, ada kakak yang hangatin, Syafa" ucap, Syafa lalu tertawa


"Hus. Kamu ini. Sana ambil jaket. Mommy peringati kamu, jangan terlalu nempel-nempel sama kakak ipar kamu, nanti kalau dia risih bagaimana?" tegur Mommynya


"Ia ia Mom. Ngomel mulu. Ntar cepat tua" ujar, Syafa yang juga menuju kamarnya. Mommynya hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum


***/


"Beli ice cream dulu yuk kak? Syafa pengen ice cream" seru, Syafa ketika mereka berada di taman dekat rumahnya


"Loh aja yang beli dek. Kakak tunggu disana", Syifa menunjuk sebuah kursi panjang


"Mana uangnya?", Syafa menengadahkan tangannya meminta uang pada kakaknya


"Nih", Syifa memberikan beberapa lembar uang kertas yang ia ambil dari tas kecil miliknya


"Mau kakak temenin?" tawar, Luthfi


"Ngga usah kak. Syafa bisa sendiri kok. Kak Luthfi sama Kak Syifa tunggu, Syafa aja" ujar, Syafa


"Ya sudah. Ayo, Fa" ajak, Luthfi kepada, Syifa untuk menuju kursi panjang


"Ayo. Jangan lama-lama yah dek" tukas, Syifa


"Siap" ujar, Syafa lalu berlari menuju gerobak ice cream


Luthfi dan Syifa mendudukkan tubuhnya setelah mereka kini sampai pada kursi panjang tujuan mereka untuk bersantai

__ADS_1


"Sering kesini?" tanya, Luthfi yang memperhatikan orang-orang berlalu lalang di hadapan mereka


"Dulu sering sama, Risa, Dika sama satu lagi, lupa namanya. Temannya, Dika" jawab, Syifa


"Cowok?" tanya, Luthfi yang memicingkan matanya


"Ialah cowok. Yakali, Dika ngajak teman ceweknya pass mau ketemu sama, Risa" seru, Syifa


"Biar apa?" suara, Luthfi mulai dingin


"Biar gue ngga jadi nyamuk katanya. Padahal mah, gue sih lebih senang jalan-jalan sendiri gini kalau, Risa sama Dika lagi pacaran. Daripada gue harus diikutin sama cowok yang gue ngga kenal" jelas, Syifa


"Mommy ngelarang kita pake 'loh gue'", Luthfi memperingati, Syifa


Syifa membulatkan kedua matanya karna tidak tersadar berbicara, "Maaf-maaf. Belum biasa, Fi"


"Lain kali biasakan" ujar, Luthfi dengan dingin


"Gitu aja marah", Syifa mengira, Luthfi marah karna, Syifa masih berbicara dengan bahasa 'loh gue'


'Jadi siapa nama orangnya?", Luthfi masih penasaran dengan pria yang dimaksud, Syifa


"Ngga tau. Beneran lupa deh. Soalnya kan udah lama" tukas, Syifa


"Teman sekolah kita?" tanya, Luthfi memastikan


"Ia. Sekelas sama, Dika. Eh, berarti sekelas sama lo... Eh... Maksudnya kamu juga" ucap, Syifa yang gugup


"Teman kelas gue?" ulang, Luthfi yang memutar otaknya untuk berpikir


"Ia. Soalnya dia sering sama, Dika. Kemana-mana, pasti sama, Dika. Tapi lupa namanya siapa. Yang jelas, orangnya tinggi, kulitnya putih, rambutnya kayak model rambut kamu ini" jelas, Syifa yang menyentuh rambut, Luthfi


"Siapa?", Luthfi berusaha mengingat-ingat, "Dava?" tebak, Luthfi


"Eh ia. Namanya, Dava. Aku ingat sekarang", Syifa membenarkan jawaban, Luthfi


Syifa yang hendak menjawab, dikejutkan oleh, Syafa yang sudah datang membawa 3 bungkus ice cream


"Taraaaa. Ini Ice cream nya", Syafa memberikan masing-masing kakanya satu bungkus ice cream


"Makasih dek" seru, Syifa yang menerima ice cream tersebut dari tangan, Syafa


"Terima kasih" ucap, Luthfi yang juga menerima ice cream itu


"Kak? Tadi, Syafa ketemu sama teman kakak yang waktu itu pernah datang ke rumah bawa coklat" ujar, Syafa dan tepat membuat, Syifa terbatuk lalu menoleh ke arah, Luthfi


"Siapa?" tanya, Luthfi yang lagi-lagi penasaran. Belum hilang rasa penasarannya tentang, Dava. Kini ada lagi yang mengusik pikirannya


"Ngga usah dengerin, Syafa. Suka ngelantur emang nih anak" sahut, Syifa dengan cepat


"Ngelantur apaan? Jelas-jelas, Syafa ketemu kok sama orangnya di tempat, Syafa beli ice cream tadi" jelas, Syafa mengatakan bahwa dirinya tidak berbohong


"Diam" geram, Syifa yang mengode adiknya untuk diam saja


"Siapa dek?" tanya, Luthfi yang semakin penasaran


"Hai" sapa seseorang yang kini berdiri di hadapan mereka


"Nah kan. Syafa ngga bohong. Ini orangnya" tunjuk, Syafa pada sosok yang berdiri di hadapannya


"Riswal?" ucap, Luthfi dan Syifa bersamaan, lalu saling menatap satu sama lain. Namun, Luthfi lebih dulu memalingkan wajahnya


"Syafaaa....." umpat, Syifa yang menatap tajam adiknya itu


"Kok? Loh bisa ada disini?" tanya, Syifa denga pelan

__ADS_1


"Ia. Gue lagi nemenin adek gue jalan-jalan. Loh sendiri kenapa bisa disini? Dan, Luthfi?" tanya, Riswal yang mengerutkan keningnya


"Oh. Ini adek gue ngajak jalan-jalan" jawab, Syifa


"Tapi, kok bisa Luthfi juga ada disini?", Riswal menunjuk, Luthfi yang diam saja


"Bisa dong Kak. Kak Luthfi kan suami Kak Syifa sekarang" sahut, Syafa


Riswal terkejut bukan main. Matanya membulat sempurna. Ia memandang, Luthfi dan Syifa secara bergantian


"Ini? Serius?", Riswal masih tidak percaya


Syifa menoleh ke arah, Luthfi yang wajahnya datar tak berekspresi membuatnya, Syifa sulit untuk menerjemahkan raut wajah yang kini sudah menjadi suaminya itu


"Ia. Seminggu yang lalu. Gue sama Luthfi udah nikah" ujar, Syifa yang ingin jujur saja karna takut, Luthfi marah padanya


"Luthfi?" panggil, Riswal yang seakan meminta penjelasan langsung dari pria tersebut


"Hmm", Luthfi hanya berdehem cuek. Karna ia sudah tau jika, Riswa memang menyukai, Syifa sejak mereka masih SMU


"Apa yang di bilang, Syifa benar?" tanyanya seperti tidak mempercayai perkataan, Syifa


"Riswal?" ketus, Syifa. "Gue udah bilang. Gue sama, Luthfi udah nikah seminggu yang lalu"


"Gue mau dengar dari mulut, Luthfi", Riswal terus menatap, Luthfi meminta penjelasan


"Loh dengar sendiri dari mulut, Syifa. Terus apa yang mau gue jelasin? Faktanya memang itu benar" sahut, Luthfi dengan cuek dan dingin


Syifa merinding pada sekujur tubuhnya mendengar suara, Luthfi yang begitu cuek dan dingin. Syifa memutar otak untuk menyudahi drama yang akan membuat batinnya tertekan setelah ini


"Tapi... " belum sempat, Riswal membalas, Luthfi sudah memotong pembicaraannya


"Gue mau pulang. Ayo dek", Luthfi hanya mengajak adik iparnya, "Mungkin Kakak kamu masih mau disini" lanjutnya dengan begitu dingin


Syafa yang kebingungan memilih mengikut saja daripada terjebak di situasi yang menurutnya rumit


"Ngga. Aku juga ikut pulang" sahut, Syifa dengan cepat


Tanpa berkata, Luthfi pergi meninggalkan tempat itu yang diikuti oleh, Syafa yang mengekor di belakang kakak iparnya.


"Sorry, Al. Tapi gue mau balik", Syifa berlari mengejar, Luthfi dan Syafa yang sudah meninggalkannya


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan beri tipnya 🤗 Terima kasih yang sudah mendukung 😊


__ADS_2