
"Fa. Gue pengen ngomong sesuatu sama loh. Tapi berdua aja" cetus, Viona menatap, Syifa
"Kenapa gue ngga diajak? Punya rahasia apa kalian berdua sama gue?" ketus, Risa
"Takut mulut loh bocor kali" sahut, Fahri
"Sembarangan. Loh pikir gue ngga bisa jaga rahasia apa?" seru, Risa
"Udah ah. Gitu aja pake ribut" tegur, Vigo
"Loh mau ngomong apa sama, Syifa" tanya, Luthfi
"Adalah pokoknya. Bareng cewek-cewek aja deh ngomongnya. Soalnya rahasia untuk cewek. Kalau cowok ngga boleh tau" jawab, Viona
"Beneran?", Vigo menaikkan alisnya
"Ngga percaya sama gue?" tanya balik, Viona
Vigo menggeleng. "Gue percaya kok"
"Ya udah ayo. Udah penasaran gue" ajak, Risa
"Tentang apaan sih emang?" tanya, Syifa
"Udah dibilang tentang cewek. Masih aja nanya" tukas, Risa
"Risa" tegur, Luthfi
"Udah ngga apa-apa. Dia kan jomblo. Kasian ditegur terus" sahut, Syifa
"Gue mulu perasaan yang loh bully" ketus, Risa
"Udah, ayo", Viona menarik tangan, Risa dan Viona untuk masuk ke dalam kamarnya yang sempat ditempati oleh, Syifa dulunya
"Pelan-pelan narik istri gue, Vi" seru, Luthfi
"Gue jadi curiga" selidik, Fahri
"Curiga apaan?" tukas, Vigo
"Ngga tau deh. Firasat gue aja sih" sahut, Fahri
"Biarin aja mereka" seru, Luthfi
***
"Mau ngomong apaan sih, Vi?" seru, Syifa setelah dirinya duduk di tempat tidur bersama, Risa. Sedangkan, Viona menutup pintu terlebih dahulu
Viona terlebih dahulu ikut bergabung sebelum memulai pembicaraannya
"Tau nih, Viona. Bikin takut aja" cetus, Risa
"Tapi ingat yah. Jangan kalian kasih tau ini ke siapapun. Termasuk ke suami loh, Fa" ujar, Viona
"Kok loh bikin gue takut sih, Vi" tukas, Syifa
"Ya udah cerita. Jadi apaan?" sahut, Risa
"Loh pasti udah tau kan kalau, Reza suka sama loh?" tanya, Viona yang sekaligus memastikan
"Maksudnya apa nih?", Risa menatap heran kedua temannya
Syifa dan Viona sontak menoleh ke arah, Risa. Bahkan, Syifa terkejut dengan pertanyaan, Viona
"Loh tau darimana?" tanya balik, Syifa
"Loh jawab dulu, ia apa ngga?" tanya, Viona
"Ia. Dari dua bulan lalu sih" jawab, Risa
"Gila. Fa? Dan loh ngga ngasih tau kita? Wah, parah banget loh" seru, Risa
"Pelanin suara loh, Sa" tegur, Viona
__ADS_1
"Habisnya gue kaget" ketus, Risa
"Emang loh pikir gue ngga?" kesal, Viona
"Ngga usah ribut dulu deh. Cepetan lanjutin apa yang loh mau bilang" tukas, Syifa
"Jadi, tadi itu gue sempat ngobrol sama, Reza. Tadi gue izin kan ke toilet. Terus ngga sengaja ketemu, Reza disana. Ya udah, dia ngajakin gue ngobrol" jelas, Viona kepada, Risa
"Pantesan aja loh lama" cetus, Risa
"Terus-terus? Dia bilang apa?", Syifa sudah semakin penasaran
"Dia ngomong ke gue", Viona mulai bercerita
Flasback on kampus
"Gue sebenarnya suka sama, Syifa" ucap, Reza pada, Viona di taman belakang
"Gue bisa lihat itu kok. Tapi, apa, Syifa udah tau kalau loh suka sama dia?" tanya, Viona
"Udah" jawab, Reza dengan lemas
"Udah?" ulang, Viona dengan terkejut, "Kapan?"
"Yah pokoknya gue udah pernah ngomong suka ke dia. Tapi loh tau sendiri. Dia sekarang udah jadian sama, Luthfi. Dan gue yakin, loh juga setuju sama hubungan mereka. Karna, Luthfi juga teman loh" ujar, Reza
"Sebenarnya bukan karna, Luthfi teman gue atau bukan sih, Za. Kalau gue lebih ke dia baik sama teman gue apa ngga? Dan ternyata emang, Luthfi baik untuk, Syifa. Tapi gue bukan bilang loh ngga baik yah, Za? Gue tau loh baik kok. Tapi mungkin bukan yang terbaik buat, Syifa" jelas, Viona
Reza tersenyum getir, "Harusnya gue sadar diri ngomong ini ke loh. Loh teman, Syifa juga Luthfi. Dan sekarang? Gue ngomong ini ke loh, yang jelas-jelas loh sama gue ngga sedekat loh ke, Syifa sama Luthfi"
"Jangan ngomong gitu, Za. Loh juga teman gue. Gue udah tau kok dari awal, kalau loh emang ada rasa sama, Syifa. Siapapun bisa ngeliat itu, Za. Dari cara loh natap, Syifa aja. Orang udah tau kalau loh suka sama dia. Perhatian loh ke, Syifa apalagi" tutur, Viona
"Loh ngga mau ngedukung gue buat dapetin hatinya, Syifa?", Reza menatap dalam mata, Viona
"Gue yakin loh ngga seburuk itu, Za. Gue yakin loh ngga akan ngehancurin hubungan orang yang loh suka. Loh lihat sendiri kan? Syifa bahagia sama, Luthfi. Apa loh tega? Misahin mereka demi kesenangan loh sendiri? Loh ngga mikir gimana perasaan, Syifa kalau harus pisah sama, Luthfi? Loh ngga mikirin itu, Za? Gue yakin, loh ngga seegois itu" ujar, Viona
Terbesit ketakutan sendiri dalam benak, Viona jika, Reza benar-benar akan menghancurkan hubungan, Luthfi dan Syifa. Sebab, Luthfi dan Syifa bukan lagi sepasang kekasih, tapi sudah menjadi sepasang suami istri. Terlebih ada anak yang sudah dikandung, Syifa saat ini
Reza menatap ke depan dengan tersenyum. "Gue tau loh bakal ngomong ini" pandangannya kembali tertuju pada, Viona, "Gue cuma butuh ngeluarin ini ke orang lain. Dan loh benar. Gue ngga seegois itu harus ngorbanin orang yang gue suka demi kesenangan gue sendiri" ucapnya lalu tersenyum
"Thanks, Za. Gue harap. Loh bakal dapat cewek yang benar-benar tulus sama loh. Loh orang yang baik, gue yakin loh bakal dapat yang juga terbaik buat loh. Mungkin dia bukan, Syifa. Tapi dia seseorang yang bisa bikin loh nyaman dekat sama dia" ujar, Viona
"Ya. Gue juga lagi berusaha ngelupain, Syifa. Mungkin emang ngga sekarang gue bisa ngelupain dia. Tapi gue berharap, kedepannya gue bisa ngelupain dia. Meski itu mustahil bagi gue" sahut, Reza
"Gue yakin loh bisa, Za", Viona menyemangati, Reza
Reza hanya mengangguk dan tersenyum, "Loh balik sana. Gue ngga mau cowok loh datang dan nuduh loh selingkuh sama gue"
"Cowok gue mah percaya sama gue" sahut, Viona dengan percaya diri
"Terserah loh. Ya, udah. Gue duluan yah. Titip salam buat, Syifa. Semoga dia cepat sembuh. Biar bisa cepat balik kampus. Gue kangen lihat muka dia" ujar, Reza yang sudah berdiri
"Reza!", Viona menegur, Reza
"Gue balik yah. Jangan kasih tau yang lain" seru, Reza yang sudah berlalu dari sana
Fasback off
"Gue sampai merinding loh dengarnya" ujar, Risa yang memperlihatkan rambut tangannya yang berdiri
"Gue aja kaget pass dengarnya" sahut, Viona
"Reza baik banget sih emang. Jujur yah. Waktu kita ikut penelitian itu, gue takut banget kalau gue punya rasa sama, Reza. Kalian ingat kan? Reza waktu itu ngajakin gue jalan-jalan?" ujar, Syifa
Risa dan Viona mengangguk bersamaan setelah mengingat kejadi beberapa bulan lalu
"Gue kan mikirnya, Luthfi ngga suka sama gue. Sedangkan di depan gue ada, Reza yang juga selalu ngasih perhatian lebih ke gue. Jujur aja, waktu itu gue takut punya rasa ke, Reza karena dia baik banget ke gue" ujar, Syifa yang merasa bersalah
"Terus?" tanya, Risa
"Tapi setelah itu. Besoknya, Luthfi nyatain perasaannya ke gue. Sekalian ngelamar gue juga. Mendadak banget waktu itu" jelas, Syifa
"Terus perasaan loh ke, Reza gimana?" tanya, Risa
__ADS_1
Syifa menggeleng, "Ngga ada. Gue ngga punya perasaan apa-apa sama, Reza"
"Sedikit pun?" tanya, Viona
"Sedikit pun" jawab, Syifa dengan pasti
"Gue cuma ngebayangin aja sih. Gimana kalau, Luthfi sampai tau?" cetus, Risa
"Tau apa?" tanya, Syifa
"Ya tau kalau ternyata, Reza tuh suka sama loh" sahut, Risa
"Luthfi udah tau kali" tukas, Syifa
Kedua pasang mata itu membuat sempurna. Terkejut dengan pernyataan, Syifa yang baru saja terlontar.
"Serius loh, Fa?" tanya, Viona
"Serius lah. Bahkan, Luthfi ngeliat semua yang gue sama Reza omongin waktu itu" jawab, Syifa
"Gila. Ini benar-benar gila" seru, Risa yang tidak habis pikir dengan kejadian ini
"Terus ngapain kita ngobrolnya disini diam-diam kalau ternyata, Luthfi sendiri udah tau" seru, Viona
"Itu salah loh. Tadi loh ngga ada tuh mau ngomong tentang, Reza" cetus, Syifa
"Ia. Tadi loh bilangnya tentang cewek" timpal, Risa
"Gue kan ngga tau kalau ternyata, Luthfi udah tau" sahut, Viona. "Mana gue ngga ngomong lagi sama, Vigo" ujarnya
"Ayoloh, Vi. Barusan loh bohong sama, Vigo", Risa menunjuk, Viona dengan meledeknya
"Ngga apa-apa. Nanti cerita lagi di luar" ucap, Syifa
"Loh beneran ngga mau sama, Reza, Fa? Atau diam-diam loh suka suka sama dia gitu?" tanya, Risa
"Ngacu nih pertanyaannya", Syifa mendorong kening, Risa dengan telunjuk tangannya. "Yakali gue suka sama orang lain juga selain, Luthfi"
"Barangkali kan loh pengen dua" ujar, Risa yang tertawa bersama, Viona. "Reza buat gue aja deh kalau loh ngga mau" godanya
"Terus, Fahri loh mau kemanain?" tegur, Viona
"Tau nih anak. Ngga bersyukur banget loh udah punya, Fahri di samping loh" cetus, Syifa
"Emang gue sama, Fahri udah jadian? Kan ngga! Jadi gue masih bebas dong suka sama siapa aja" sahut, Risa
"Nunggu, Fahri juga jalan sama cewek lain, baru nyesel loh" tukas, Syifa
"Terserah kalian deh. Selama gue sama, Fahri ngga punya hubungan apa-apa selain sahabatan, yah gue masih berhak mau jalan sama siapapun. Dia juga gitu. Boleh jalan sama siapapun yang dia suka" ucap, Risa namun tepat ada sesuatu yang mengganjal dihatinya ketika mengatakannya
"Hargain yang ada, Sa" cetus, Viona
"Gue tau raut wajah loh yang kek gini. Ngga usah nyembunyiin apa-apa dari gue" sahut, Syifa
"Apaan sih, Fa" ketus, Risa
"Ngelak aja terus" gerutu, Viona
"Loh bakal sadar dan nyesel kalau, Fahri benar-benar udah nemuin seseorang yang bisa buat dia lebih nyaman" seru, Syifa
Sinar mata sayu milik, Risa menoleh pada, Syifa yang kini menatap dirinya dengan dalam.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Maaf yah. Semalam ngga bisa up. Karna capek banget habis pulang dari luar kota. Beli banyak perlengkapan buat lebaran besok. Oh ia, aku mau minta maaf kalau banyak salah selama ini kepada kalian semua. Mumpung besok lebaran, yuk saling maaf-memaafkan. Bagi yang merayakannya yah. 😍🤗