Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Berakhir Jadi Tamu


__ADS_3

"Makanan datang" seru, Vigo dan Viona yang baru saja datang memborong beberapa jenis makanan sebagai perayaan kecil-kecilan untuk keluarga dan temannya


"Yeee... Makan-makan" heboh, Risa


"Giliran makan aja" cetus, Fahri


"Haruslah. Kalau gue mati kelaparan gimana? Loh mau jadi duda sebelum nikahin gue?" seru, Risa


"Ha?", Fahri melongo dengan terkejut


"Aaaa. Buruan nikah. Cieee, Fahri udah diterima" heboh, Syifa


"Beneran?" tanya, Fahri memastikan


"Maju ayo, Ri. Nunggu apa lagi" tukas, Viona


"Mulai deh kalian" ketus, Risa


"Minta restu, Ri" ledek, Vigo


"Mumpung momennya pass" timpal, Luthfi


"Serius loh dek?" tanya, Rasya yang masih tidak percaya


"Kenapa? Abang berubah pikiran?" sahut, Syafa


"Bocah" teriak, Risa


"Jadi maksudnya apa?" tanya Mama Risa


"Risa?" panggil Papa Risa


"Ngomong loh, Ri" seru, Syifa


"Udah yah stop. Kek kalian baru ngenal gue aja" kesal, Risa


Fahri mendesah dan memalingkan wajahnya


"PHP lagi loh, Sa" tegur, Viona


"Siapa yang PHP coba" tukas, Risa


"Tuh loh PHP-in, Fahri mulu" cetus, Vigo


"Jangan sembarangan loh yah. Emang, Fahri udah ngelamar gue di depan keluarga gue secara langsung? Kan ngga" sahut, Risa


"Kode, Ri. Lamar sana. Mumpung ada Papa, Mama sama Abangnya" ujar, Luthfi


"Ayo Kak Fahri. Fia dukung Kak Fahri" seru, Fia


"Kak Fahri kan udah ditolak" cetus, Bian


"Itu namanya harus berjuang lagi. Laki-laki harus berjuang" cetus Ayah Luthfi


"Tuh dengerin Kak. Harus berjuang. Bukan cuma Kakak yang pengen diperjuangin" ujar, Fia


"Fia ngga bisa jaga rahasia" tegur, Bian dan membuat, Fia menyengir


"Jadi maksudnya Nak Risa. Mau di lamar sekarang? Mumpung keluarga lagi ngumpul?" ledek Mommy Syifa


"Ia dong, Mom. Harus jadi saksi" timpal suaminya


"Risa udah mau nikah? Kuliahnya gimana?" tanya Mamanya


"Kan masih bisa tetap lanjut" sahut, Fahri


"Tuh, Mah dengerin. Calon suaminya tetap mau calon istrinya lanjut kuliah" ledek, Rasya


"Abang" ketus, Risa karna malu

__ADS_1


"Mama lihatnya, Syifa sama Luthfi gimana? Kan, Syifa sama Luthfi juga udah nikah. Tapi masih tetap bisa kuliah. Tapi yah emang sekarang, Syifa lagi ngga bisa kuliah karna hamil waktu itu. Mama tenang aja. Syifa sama teman-teman yang lain bakal selalu ada kok sama mereka kalau dah habis nikah" ujar, Syifa


"Nikah juga ngga harus selalu diakhir" cetus, Luthfi


"Lamar, Ri. Aduh, ntar lewat malah jadi tamu undangan nanti" ledek, Rasya


"Abang benar-benar ngasih restu?" tanya, Risa dengan masih tidak percaya


"Kenapa dek? Mau, Abang berubah pikiran?" jawab, Rasya


"Ngga gitu, Bang. Ngga biasanya, Abang gini. Dulu aja waktu, Risa sama Dika. Abang tau ada, Dika di rumah. Boro-boro mau pulang, nyapa aja ngga" ujar, Risa


"Karna Abang tau. Tuh laki ngga baik. Udah Abang ngomong juga loh ngga percaya" jawab, Rasya


"Beneran?" tanya, Fahri


"Ia beneran, Ri. Makanya gue heran pass Abang gue langsung bisa akrab sama loh. Pakai pelet atau gimana sih nih anak" jelas, Risa


Fahri sontak menyentil kening, Risa, "Sembarangan"


"Fahri" teriak, Risa yang mengelus keningnya


"Sakit Nak?" tanya, Papa Risa


"Udah biasa itu, Pa" seru, Syifa


"Ia benar. Tadi Kak Risa aja nyubit Kak Fahri sakit banget biasa aja tuh" cetus, Syafa


"Udah biasa kalau ngeliat gitu Om. Bahkan jadi romantis karna perdebatan gitu mereka berdua" ujar, Viona


"Maaf Om" pinta, Fahri


"Sok manis loh" ketus, Risa hingga membuat, Fahri menatap tajam dirinya


"Bercanda, Ri. Apaan sih", Risa memelas


"Ayo"


Makanan yang sempat teranggur pun kini mulai dilirik. Menikmati makanan sembari bercanda gurau. Kini, hubungan, Fahri dan Risa tidak lagi menjauh. Syifa terus mendapat suapan dari, Luthfi yang tidak membiarkannya memakan sendiri


Setelah selesai menyantap makanan. Para anak muda membersihkan bekas makanan mereka. Sedangkan para orangtua sudah terlebih dahulu berada di ruang tamu


"Jadi ngga nih?" cetus, Viona ketika semuanya sudah berkumpul di ruang tamu dan sang bayi di letakkan di dalam box bayi


"Jadi apa?" tanya, Vigo


"Itu loh lamaran, Fahri ke Risa" jawab, Viona


"Belum kelar yah tadi?" sahut, Syifa


"Belum. Ayo, Ri" tukas, Luthfi


"Beneran lamaran?" tanya, Bunda Luthfi


"Ini beneran ngga sih?", Fahri merasa was-was


"Kenapa? Berubah pikiran loh? Ya udah sana" kesal, Risa


Fahri menahan kegeramannya pada, Risa hingga membuat gadis itu menyengir


"Orangtua, Fahri kapan bisa datang?" tanya, Rasya


"Fahri belum ngomong Bang" jawab, Fahri


"Orangtua, Fahri belum pernah ketemu, Risa?" tanya, Ayah Luthfi


"Pernah Ayah. Bahkan orangtua, Fahri juga udah setuju" sahut, Syifa


"Yang ditanya, Fahri. Bukan, Syifa. Diam aja deh loh" ketus, Risa

__ADS_1


"Risa" tegur, Luthfi


"Maju dong, Ri", Risa lagi-lagi mengkambing hitamkan, Fahri


"Jangan mulai yah, Sa" tukas, Fahri


"Nak, Fahri suruh orangtua mu ke rumah saja Nak. Nanti kita bicarakan ini" ujar Mama Risa


"Ha?" begitu banyak yang terkejut mendengarnya


"Mama ngigau?" tanya, Risa


"Memangnya kamu lihat Mama lagi tidur?" tukas Mamanya


Tawa pun terdengar menggema setelah cetusan dari Mama Risa seperti sedang melawak


"Fahri ngomong sama orangtua, Fahri nanti yah tante" jawab, Fahri


"Jangan lama-lama, Ri. Nanti berakhir jadi tamu" ledek, Luthfi


"Jagain jodoh orang dong selama ini" cetus, Rasya


"Akhirnya. Senang banget gue" ujar, Syifa


"Akhirnya, Risa ngga jomblo lagi" goda, Vigo


"Ngga kena bully lagi nih" timpal, Viona


"Kalian berdua?" geram, Risa, "Ngerusak momen aja deh. Ngeselin banget" gerutunya


"Besok aja, Ri bawa orangtua loh kesini. Soalnya lusa nanti gue balik duluan" cetus, Rasya


"Fahri usahain, Bang mereka datang besok" sahut, Fahri


"Kawin-kawin, minggu depan aku kawin-kawin status di KTP nanti jadi Kawin hey kawin hey kawin" heboh, Syifa, Viona, Vigo dan Luthfi bernyanyi


Semoga lancar sampai"


"Doa terbaik untuk kalian"


"Perbaiki hubungan dan komunikasi harus lancar"


Berbagai ucapan sudah terlontar. Bahkan sebelum acara lamaran benar-benar terlasana. Rona wajah, Risa benar-benar memerah karna malu.


"Ntar kalau loh udah nikah terus punya anak cewek, gue jodohin sama anak gue" seru, Syifa


"Masih terlalu dini untuk bahas itu. Ini juga bukan jaman orang dulu yang suka jodoh-jodohin anak" tegur, Luthfi


"Tau nih Kak Syifa. Sukanya maksa-maksa" cetus, Syafa


"Jangan ikut campur", Syifa menggetok kepala adiknya itu


"Kakak. Sakit" seru, Syafa


"Nikahnya barengan yuk?" cetus, Vigo tiba-tiba


"Ha?" teriak, Viona karna terkejut


*


*


*


*


*


Jangan lupa like dan votenya yah 😊 Terima kasih bagi yang sudah mendukung 🤗

__ADS_1


__ADS_2