Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Kemarahan Vigo


__ADS_3

"Bahas apa kalian?" tanya, Luthfi ketika ketiga gadis itu sudah keluar dari kamar


"Tentang, Reza" jawab, Syifa dengan santai lalu duduk di samping suaminya


"Reza?" kening, Luthfi berkerut


"Viona ngga tau, kalau ternyata kamu udah tau, Reza suka sama aku" sahut, Syifa menatap, Luthfi


"Terus apa hubungannya?", Luthfi semakin dibuat penasaran


"Tentang, Reza suka sama, Syifa maksudnya apa?" cetus, Fahri


"Gue rasa loh ngga buta-buta amat sih. Loh pasti bisa lihat sendiri kalau, Reza suka sama, Syifa" sahut, Risa dengan nada nyolot


"Santai aja dong. Gue kan cuma nanya" ketus, Fahri


"Berantem mulu loh berdua"seru,Viona


"Vio. Jelasin ke gue. Maksudnya apa?" wajah, Vigo terlihat serius


Viona menjadi takut melihat raut wajah, Vigo yang begitu serius, "Hmm. Tadi.. Gue... Gue sempat ngobrol sama, Reza. Dia bilang..... Dia suka sama, Syifa" jawabnya dengan gugup


"Kapan loh cerita sama dia?" raut wajah, Vigo masih tidak berubah


"Ayoloh. Vigo marah" ledek, Risa


"Diam luh, Sa" seru, Viona dengan kesal, "Vigo. Tadi, gue ngga sengaja ketemu, Reza di toilet. Terus dia ngajakin gue ngobrol" lanjutnya


"Berdua?" tanya, Vigo memicingkan matanya


Viona menggigit bibir bawahnya lalu mengangguk pelan. Ke-empat temannya menahan tawa melihat sepasang kekasih itu sedang berselisih. Mereka belum pernah melihat, Vigo marah pada, Viona


"Dan loh bohong sama gue?" tukas, Vigo, "Loh bilang. Toiletnya penuh dan loh harus ngantri. Ternyata loh cuma bohong, buat nutupin kalau tadi loh habis berduaan sama, Reza?" kesal, Vigo


"Soalnya gue udah janji sama, Reza buat ngga cerita ini ke siapapun. Tapi ternyata, Luthfi udah tau", Viona mencoba menjelaskannya


"Jadi kalau seandainya, Luthfi ngga tau, loh bakal nyembunyiin ini terus dari gue?", Vigo menggelengkan kepalanya, "Gue selalu percaya sama loh. Apa ini balasan loh ke gue?", Vigo meninggikan suaranya


Ke-empat temannya menjadi diam dengan suara, Vigo yang meninggi. Untuk pertama kalinya, Vigo benar-benar kecewa dengan kekasihnya. Bahkan terang-terangan memperlihatkan kekecewaannya


Viona menunduk karna takut. Perasaannya menjadi kacau. Belum pernah, Vigo semarah ini padanya. Vigo selalu mengalah dan percaya padanya. Lapisan kristal mulai menggenang di pelupuk matanya


"Gue ngga pernah jalan berdua sama cewek lain tanpa sepengetahuan loh. Itu karna gue ngehargain loh. Karena gue sayang sama loh. Gue ngga pernah nyembunyiin apa-apa dari loh" seru, Vigo

__ADS_1


"Loh ngobrol berduaan sama, Reza. Loh ngga ngasih tau gue. Dan lebih parahnya, loh bohong sama gue. Loh nutupin semuanya dari gue. Atau jangan-jangan selama ini loh sering berduaan sama cowok lain dan ngga pernah ngasih tau gue? Sebenarnya loh sayang ngga sih sama gue?" kesal, Vigo


Viona mendongak menatap, Vigo yang mulai emosi. Cairan bening dari pelupuk matanya berlomba-lomba berjatuhan. Hatinya sakit mendengar penuturan kekasihnya yang meragukan rasa sayangnya. Kemarahan, Vigo terlihat nyata


"Vigo. Gue minta maaf. Gue bukan mau nyembunyiin ini dari loh. Dan gue sama sekali ngga pernah berduaan sama cowok lain sebelumnya. Gue minta maaf" ucap, Viona yang sudah terisak menatap, Vigo


Syifa dan Risa berhambur menghampiri, Viona yang sudah menangis dengan rasa bersalahnya. Syifa dan Risa mengelus lembut pundak, Viona. Luthfi dan Fahri saling mengode satu sama lain.


Sedangkan, Vigo menghela napas kasar dan memalingkan wajahnya. Viona merasa sesak ketika melihat kekasihnya yang tidak lagi ingin melihat wajahnya kini, hingga air matanya terus mengalir dengan dadanya yang serasa dihantam


"Vigo. Jangan gini dong. Sekarang kan, Viona udah ngejelasin semuanya", Risa mencoba berbicara pada, Vigo


"Ia, Go. Gue yakin kok. Viona juga pasti dilema. Loh sendiri tau. Viona bukan orang yang akan mudah ngasih tau rahasia orang" cetus, Syifa


"Gue tanya sama loh, Fa. Seandainya, Luthfi ngobrol berdua sama cewek lain, terus dia ngga ngasih tau loh. Dan bahkan dia rela bohong demi nutupin pertemuan mereka. Apa loh ngga akan marah?" tanya, Vigo


Syifa bungkam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan, Vigo. Yah, wajar saja jika, Vigo memang marah. Syifa menoleh pada, Luthfi yang menggeleng padanya


"Vigo. Gue minta maaf" ucap, Viona yang masih terisak dengan perasaan yang begitu cemas


Vigo mendesah keras dan lagi-lagi memalingkan wajahnya dari kekekasihnya. Viona benar-benar merasakan dadanya seperti sedang dihantam oleh benda yang membuatnya sulit untuk bernapas, hingga membuat dirinya sesegukan seraya memegang dadanya. Bahkan air matanya semakin mengalir dengan deras


Syifa dan Risa menjadi panik melihat, Viona yang memegang keras dadanya disertai air mata yang semakin melumpah. Luthfi dan Fahri pun ikut menghampiri, Viona. Bahkan, Vigo menjadi ikut panik setelah melihat wajah kekasihnya pucat


"Viona? Loh kenapa?", Syifa memegang tangan, Viona yang membekap dadanya


"Vio? Vio? Loh kenapa?", Vigo memegang kening, Viona


"Bawa, Viona ke kamar, Go" seru, Fahri


"Ayo, Go" cetus, Luthfi


Viona tidak menjawab apapun pertanyaan teman-temannya. Ia hanya terus memegang dadanya yang begitu sakit dan nyeri. Air matanya masih terus bertebaran di wajahnya. Vigo tidak menunggu waktu lagi. Ia mengangkat tubuh kekasihanya menuju kamarnya


"Kasian, Viona" guman, Syifa setelah mengikuti, Vigo yang membawa tubuh, Viona


"Makanya. Kamu jangan ngikutin, Viona nanti. Berduaan sama cowok lain sampai, Vigo marah" bisik, Luthfi di telinga, Syifa


Syifa menoleh pada, Luthfi lalu mengangguk. Ia dan yang lainnya membantu, Vigo membaringkan tubuh, Viona yang dengan wajah yang memucat


"Maafin gue, Vio", Vigo merasa bersalah karna sudah memarahi kekasihnya hingga membuat gadis itu terus menangis dan merasa sakit


Viona hanya menggeleng namun tangisnya belum juga usai. Vigo menghapus air mata, Viona dengan menyesal

__ADS_1


"Maaf. Gue bikin loh nangis", Vigo memegang tangan, Viona dengan perasaan bersalah


"Dada loh sakit, Vi?" tanya, Syifa


Viona mengangguk di sela-sela tangisnya yang tidak, mampu ia tahan. Vigo terus mengucapkan maaf dengan menggenggam tangan, Viona yang ia sandarkan ke dahinya


"Viona mungkin butuh minum. Risa! Ambilin, Viona air" perintah, Fahri kepada, Risa


"Ia. Bentar", Risa keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambilkan segelas air untuk, Viona


"Vio, maafin gue" ujar, Vigo


"Gue yang harusnya minta maaf. Gue ngaku gue salah" sahut, Viona yang semakin terdengar isak pilu tangisnya


"Sayang. Jangan nangis lagi", Vigo berkali-kali menghapus air mata kekasihnya


"Gue udah bohong. Gue bohong sama loh. Tapi gue ngga pernah berduaan sama cowok lain sebelumnya. Gue ngga pernah" tutur, Viona yang mencoba menjelaskan dengan sesegukan


"Minum dulu nih", Risa menyodorkan segelas air yang ia bawa dari dapur


Vigo mengambil gelas itu dari tangan, Risa dan membantu, Viona untuk meminum air dalam gelas itu


"Makanya. Setelah ini harus jujur-jujuran. Jangan main rahasia-rahasiaan sama pasangan" seru, Risa


"Risa!" tegur, Syifa menatap tajam, Risa


"Risa", Luthfi menggelengkan kepalanya


"Loh kan jomblo. Jadi gampang ngomong" sahut, Fahri yang membuat, Risa mendongkol


*


*


*


*


*


*


Kadang2 aku malas ngasih konflik yang ada adegan nangis2nya. Soalnya aku sendiri suka ikutan nangis, padahal aku yang nulis 🤦🏻‍♀😅 Tapi ttp harus ada yah 🤭 Mungkin kedepannya akan ada beberapa konflik juga dari mereka ini. Biar ada cabenya yg bkin pedas 🤭 Ngga manis melulu 😅.

__ADS_1


Jangan lupa mampir di "Autumn In March" yah 😍


Dan jangan lupa like dan juga vote 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2