
"Eh-eh. Mau ngapain loh? Diam disitu. Biar gue yang ngambili minum buat loh" seru, Risa yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat, Syifa menuju dapur sambil memegang gelas.
Saat ini, mereka masih berada di rumah milik, Fahri. Karna lelaki itu tidak mau mengantar mereka satu persatu pulang karna masih hari libur dan ia juga sama dengan temannya yang lain. Tidak mau melewatkan momen kehamilan sahabatnya
"Gue bisa sendiri, Sa" cetus, Syifa
"Ngga boleh. Loh ngga boleh banyak gerak" perintah, Risa lalu mengambil gelas di tangan, Syifa
"Justru gue harus banyak gerak" gerutu, Syifa yang sejak tadi merasa tidak bebas bergerak karna larangan dari teman-temannya
"Itu kalau usia kandungan loh udah enam bulan. Sekarang masih rentang. Jadi loh harus banyak istirahat" seru, Viona dari arah belakang mereka yang baru saja kembali bersama, Vigo menenteng beberapa kantung plastik berisi makanan
"Terserah kalian deh" ketus, Syifa yang kembali menuju ruang tv untuk menonton
"Luthfi sama, Fahri mana?" tanya, Vigo karna tidak menemukan kedua temannya itu disana
"Mereka lagi di belakang bersihin kolam" sahut, Syifa yang sudah mendaratkan tubuhnya di sofa
"Kalau gitu gue nyusulin mereka dulu" ujar, Vigo lalu menuju kolam yang berada di belakang rumah
"Nih minumnya!", Risa memberikan segelas air pada, Syifa
"Terima kasih. Gue malah jadi ngerepotin kalian semua. Maaf yah", Syifa merasa tidak enak hati
"Ngga usah ngomong aneh-aneh deh" tegur, Risa yang duduk di samping, Viona
"Ini tuh kita lakuin, biar ponakan kita ini tetap sehat selalu disana" ucap, Viona yang mengusap perut, Syifa yang masih rata
"Ia tante. Makasih" ucap, Syifa yang bersuara seperti bayi hingga membuat ketiganya tertawa
***
"Tumben loh bersihin kolam, Ri?" seru, Vigo yang hanya duduk menyaksikan kedua temannya membersihkan kolam
"Biar kalau tuh para cewek bosan, bisa sambil berenang disini" ujar, Fahri
"Sekalian bisa loh beranak juga di kolam ini, Go" ledek, Luthfi
"Gila loh, Fi" ujar, Vigo lalu tertawa
"Luthfi belajar dari loh, Go" cetus, Fahri hingga membuat, Luthfi tertawa
"Tapi gue acungin jempol buat loh, Fi. Baru dua bulan nikah, udah berhasil membuat anak" tawa, Vigo kembali meledak diikuti keduanya
"Mungkin loh sama Viona mau nyusul gue, Go" ujar, Luthfi yang sudah ikut mendudukkan tubuhnya di kursi samping, Vigo
"Gue sih ayo-ayo aja. Viona-nya yang mau atau ngga" sahut, Vigo kemudian kembali tertawa
"Viona ngga akan mau cepat-cepat kalau dengar alasan konyol loh mau nikah" tawa, Fahri pun ikut meledak
"Yang ada, malam pertama mereka akan jadi malam terakhir" ledek, Luthfi yang tertawa
"Ngebayanginnya aja gue ngeri" sahut, Fahri
"Apalagi gue yang harus ngerasain nanti" cetus, Vigo, lalu ketiganya terus tertawa
***
"Mereka lagi bicarain apa sih? Kayaknya seru banget sampai ketawa-ketawa gitu" seru, Risa yang penasaran dengan arah pembicaraan ketiga pria yang berada di belakang rumah itu
__ADS_1
"Kepo deh" sahut, Syifa yang melirik, Risa terus memperhatikan pintu belakang
"Kesana aja loh, Sa kalau pengen tau" ujar, Viona yang menahan tawa
"Gila aja kali loh nyuruh gue kesana" seru, Risa
"Siapa tau loh kangen sama, Fahri kan" tukas, Viona yang terkekeh
"Sembarang loh kalau ngomong", Risa melempar satu bantal sofa ke arah, Viona
"Tapi beneran deh, Sa. Gue pengen nanya loh serius" ucap, Syifa dengan wajah serius
"Apa?" tanya, Risa
"Loh ada perasaan ngga sih sama, Fahri? Jujur loh, Sa. Jangan bohong sama gue" tanya, Syifa sekaligus mengancam
"Gue dua-in pertanyaan, Syifa", Viona menimpali pertanyaan, Syifa untuk, Risa
"Apaan sih kalian? Yang punya rasa sama, Fahri tuh siapa sih? Gue ngga punya perasaan apa-apa sama, Fahri" jelas, Risa dengan wajah yang meyakinkan
"Sedikit pun, Sa?" tanya, Viona yang memicingkan matanya
"Ngga ada, Vi. Beneran deh" seru, Risa
"Kalau dari pandangan gue yah. Sebenarnya sih mereka saling ada rasa. Cuma karna mereka berdua masih sering ketemu, sering sama-sama dan jarang banget pisah, jadinya rasa itu ketutup" tutur, Syifa yang sudah memperhatikan kebersamaan mereka selama ini
"Gue setuju. Bahkan gue sendiri selalu bilang. Kalau gue bisa biasa-biasa aja tanpa, Vigo. Itu gue ucap karna gue masih sering sama, Vigo. Tapi disaat gue jauhan sama, Vigo, barulah gue benar-benar ngerasain kehilangan banget" ujar, Viona yang menceritakan kisahnya bersama, Vigo
"Tapi beneran. Gue ngga ada rasa apapun sama, Fahri selain rasa sebagai teman. Itu aja, ngga lebih", Risa mencoba menjelaskan
"Loh akan ngerasain itu kalau loh sama, Fahri saling jauhan. Atau salah satu di antara kalian punya pasangan" sahut, Syifa. "Dan loh ingat ngga, Sa? Dulu loh pernah nanya ke gue tentang perasaan gue ke, Luthfi kan?" tanyanya pada, Risa
"Ia gue ingat. Tapi apa hubungannya coba?" tanya balik, Risa
"Karna itu, Fa? Serius? Astaga. Gue ngga nyangka loh. Dan loh mendam itu sendiri? Ngga cerita ke kita? Parah sih loh" seru, Viona yang geleng-geleng kepala
"Seriusa, Fa?" tanya, Risa yang juga baru tau segalanya, jika akting menangis, Syifa saat itu karna melihat adegan, Luthfi dan Chelia
"Beneran. Ini baru gue cerita sekarang. Karna mumpung tadi, Viona juga cerita tentang dia sama, Vigo. Ini buat loh aja sih, Sa. Jangan sampai loh terlambat menyadari perasaan loh. Atau loh sendiri akan sakit hati nantinya" peringat, Syifa
"Benar banget, Fa. Loh harus cekat-cepat sadar sama perasaan loh, Sa" timpal, Viona
Risa tidak membalas lagi perkataan kedua temannya. Ia memilih memikirkan ucapan kedua temannya yang ia rasa ada benarnya, namun tetap menyangkalnya
Suara tawa terdengar semakin mendekat, bersamaan dengan kemunculan ketiga pria yang baru saja membersihkan kolam di belakang rumah
"Udah selesai?" tanya, Syifa ketika, Luthfi sudah duduk di sampingnya
"Sudah" ucap, Luthfi yang membelai kepala, Syifa
Risa terus menatap, Fahri yang dudup tepat di depannya, bersampingan dengan, Vigo. Karena dirinya sendiri duduk bersampingan dengan, Viona. Fahri menatap, Risa yang juga menatapnya. Namun, Risa dengan cepat mengalihkan pandangannya hingga membuat, Fahri mengerutkan keningnya. Karna tidak biasanya gadis itu bertingkah aneh
"Vio. Tolong ambilin gue minum dong" perintah, Vigo dengan lembut pada, Viona
"Bentar yah gue ambilin buat kalian bertiga sekalian aja" sahut, Viona yang sudah beranjak dan menuju dapur
"Loh kenapa, Sa? Tumben diam-diam?" tegur, Vigo yang tidak biasa melihat gadis itu terdiam
"Emang loh ngeliat gue kenapa?" sewot, Risa
__ADS_1
"Galak benar" cetus, Vigo
"Lagi PMS kali" ledek, Fahri
"Pala loh PMS? Udah deh, diam aja tuh kenapa sih? Kalian ini laki-laki, tapi hobi banget ngerumpi" gerutu, Risa yang sudah kembali kecerewetannya
"Benar-benar PMS nih anak" titah, Fahri hingga membuat yang ada disana tertawa
"Minumnya datang" teriak, Viona yang baru saja kembali membawa nampang berisi minuman dalam gelas. Ketika, Risa hendak membuka mulut untuk membalas ledekan, Fahri
"Thanks, Vi" cetus, Luthfi ketika ia mengambil gelas itu dari nampang
"Thanks yah, Vi" ucap, Fahri
"Terima kasih sayang" ujar, Vigo
"Sama-sama" ucap, Viona yang sudah kembali duduk di samping, Risa
"Kapan kita pulang?" tanya, Syifa pada, Luthfi
"Kenapa? Loh ngga betah di rumah gue?" tanya, Fahri yang mendengarnya
"Bukan gitu, Ri. Gue ngga enak aja kalau harus numpang di rumah loh terus. Nanti gue malah tambah nyusahin loh" sahut, Syifa
"Nyusahin apa? Gue malah senang kalau rumah gue rame kek sekarang" cetus, Fahri
"Nanti sore kita pulang" seru, Luthfi. "Thanks, Ri. Loh udah mau ngijinin kita nginap di rumah loh" ucapnya pada, Fahri
"Jangan kayak orang lain. Kalian semua gue udah anggap kayak keluarga sendiri" sahut, Fahri
"Ngga apa-apa. Lain kali kita pasti kesini lagi kok" cetus, Syifa yang tersenyum penuh terima kasih pada, Fahri. "Oh ia, Sa? Gue mau minta tolong. Buku-buku lama gue di kamar masih ada. Bisa loh beresin ngga? Besok gue ambil sama, Luthfi" pintanya pada, Risa
"Ok. Tenang aja. Nanti malam gue beresin" sahut, Risa dengan semangat
"Loh juga mau pulang?" tanya, Fahri
"Ya ialah. Yakali gue tinggal disini terus" sahut, Risa yang sedikit sewot
"Santai aja, Sa. Fahri cuma nanya. Emosi mulu loh" cetus, Vigo
"Barangkali, Fahri masih pengen berduaan sama loh, Sa" ledek, Viona yang tertawa
"Ngaco" seru, Risa yang memukul lengan, Viona
"Fahri takut kesepian" goda, Luthfi
"Ngga apa-apa. Saling ada jarak aja dulu. Biar nanti jadi yakin sama perasaan masing-masing" seru, Syifa yang membuat wajah, Risa dan Fahri memerah seketika. Sedangkan yang lain tertawa begitu puas melihat raut wajah merah malu keduanya
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like dan votenya yah teman2 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗