Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Extra Part 8 (Reza naksir Syifa)


__ADS_3

Suara ketukan pintu menghentikan perdebatan antara, Syafa dan Bian yang kini tengah ditinggal oleh, Syifa dan Luthfi ke kamar karna, Gibran terbangun dan menjadi rewel


"Sana buka pintu. Daripada ngomel mulu" perintah, Bian yang jengah mendengar ocehan, Syafa


"Rese loh" ketus, Syafa lalu berjalan menuju pintu dengan wajah ketusnya


Ceklek


"Kak Viona. Kak Vigo" seru, Syafa ketika yang datang adalah sepasang suami istri yang baru saja menikah itu


"Senang banget loh kita datang" sahut, Viona yang tersenyum pada, Syafa


"Senang dong. Jadi gimana? Udah ketemu sama Kak Reza kan? Terus kalian ngapain aja? Kak Reza bilang apa? Ada nanyain, Syafa ngga?" cercah, Syafa yang membuat, Viona menghela napas kasar dan Vigo menggeleng dengan tertawa pelan


"Ada tamu itu disuruh masuk dulu. Bukan diocehin panjang kali lebar" Bian ikut keluar dan menarik kerah baju bagian belakang, Syafa, "Masuk dulu kak" ucapnya pada sepasang suami istri itu


"Benar tuh kata, Bian" timpal, Vigo


"Apaan sih. Ngga usah narik-narik kali" seru, Syafa dengan kesal


"Bisa ngga sih kalian berdua ngga berantem sebentar aja?" tukas, Viona yang jengah dan menerobos masuk ke dalam rumah


"Tuh, Ibu negara marah" bisik, Vigo kepada kedua remaja itu dan langsung terkekeh


"Kak Vigo harus kuat" ujar, Bian yang menahan senyumnya


"Loh juga harus kuat ngadepin, Syafa" ledek, Vigo lalu ikut masuk menghampiri, Viona


Bian seketika menolah ke arah, Syafa, "Apa loh liat-liat? Gue cantik? Makasih" seru, Syafa dan berhasil membuat, Bian menghela napas lalu memutar malas bola matanya dan masuk ke dalam rumah meninggalkan, Syafa yang masih berdiri di ambang pintu


***


"Jadi selama ini, Reza suka sama gue? Suka dari pertama kali ngeliat gue? Wah, parah. Kok gue ngga tau yah?" cetus, Syifa setelah menerima album foto pemberian, Reza yang menitipkannya pada, Viona dan Vigo


"Loh aja yang ngga nyadar" sahut, Viona


"Jangan sotoy, Vi" tukas, Syifa


"Dih. Siapa yang sotoy? Loh aja loading" ujar, Viona


"Senang deh jadi Kak Syifa. Disuka sama dua cowok ganteng" ketus, Syafa yang terlihat iri


"Loh liatnya senang. Gue yang ngerasain tertekan. Emang loh pikir direbutin gitu enak? Ngga" tukas, Syifa dengan tegas


"Mana ada gitu. Kalau gue pasti senang" ujar, Syafa


"Karna mungkin, Syafa belum ngerasain itu" cetus, Luthfi


"Syafa banyak kok yang naksir" seru, Syafa


"Ngga usah membanggakan diri" tukas, Bian


"Diam loh Singa" bentak, Syafa pada, Bian

__ADS_1


"Apa? Loh barusan ngatain gue apa?" Bian tersentak mendengar panggilan aneh dari, Syafa


"Singa. Singa. Singa" seru, Syafa dengan tegasnya, "Itu panggilan yang cocok buat loh. Muka cuek dingin, songong. Plus muka yang ngeselin. Cocok banget buat loh itu"


"Dasar Jangkrik" balas, Bian yang menghardik, Syafa


"Apa?" teriak, Syafa dan sukses membuat semua yang ada disana menutup telinga


"Tuh panggilan yang cocok buat loh. Cerewet, ngga bisa diam" tukas, Bian dengan santai


"Bian..... "teriak, Syafa yang memukul-mukul lengan, Bian menggunakan bantal sofa hingga membuat yang lainnya tertawa


"Weits. Ada apa nih ribut-ribut?" seru, Risa yang baru saja datang bersama suaminya, Fahri


"Biasa. Dua sejoli nih lagi ribut" sahut, Vigo


"Wah. Seru tuh" ujar, Fahri lalu duduk bersama, Risa di samping, Syifa dan Luthfi


"Kayaknya nih berdua ngga ada hari tanpa ribut deh. Ia ngga sih?" seru, Risa yang menunjuk, Bian san Syafa


"Bian yang selalu mulai" ketus, Syafa yang mencebikkan bibirnya


"Kok gue? Jelas-jelas loh yang duluan" tukas, Bian


"Udah-udah. Ribut mulu" sergah, Syifa, "Oh ia, Sa. Kapan kalian nyampe?" tanyanya pada, Risa


"Kita baru nyampe tadi malam. Ngga sempat kesini karna udah malam banget. Oh ia, Fa. Jadi yang nemuin, Reza siapa?" tanya, Risa


"Viona sama Vigo" jawab, Syifa


"Tuh" sahut, Viona yang menunjuk album foto di pangkuan, Syifa dengan dagunya


"Reza nitipin album foto itu untuk, Syifa" ujar, Vigo


"Wah. Apa isinya nih" heboh, Risa yang sudah menarik album foto tersebut dari tangan, Syifa


"Udah tau itu album foto. Masih aja nanya" tukas, Syifa


"Apaan sih. Sensi. banget. Gue kan ngga tau isinya apaan" ketus, Risa yang mulai membuka album foto tersebut


"Yang namanya album foto, udah pasti isinya foto-foto semua. Ngga mungkin isinya harta, rumah, mobil, jabatan" seru, Syifa yang malah ngajak berdebat


"Yah kalau isinya harta, rumah, mobil, jabatan. Vicky Prasetyo sama Raffi Ahmad dong" balas, Risa yang justru membalas ocehan, Syifa


Yang lainnya seketika tertawa mendengar ocehan lucu dari kedua sahabat itu. Tak terkecuali, Syifa yang juga ikut tertawa


"Mulai lagi gesreknya. Hadew" cetus, Viona disela-sela tawanya


"Buka coba. Gue juga penasaran apa isinya" perintah, Fahri pada, Risa


"Jangan jantungan yah" ledek, Vigo


"Paling mereka udah nebak" ujar, Luthfi

__ADS_1


"Gila, keren banget. Ini semua kumpulan foto-foto loh mulai dari OSPEK. Keren parah sih ini" heboh, Risa ketika membuka lembaran demi lembaran


"Apanya yang keren parah. Itu namanya pencurian. Berarti selama ini gue dimata-matain dong" cetus, Syifa baru tersadar


"Ngga usah sok drama deh" tukas, Risa yang mematahkan pikiran liar, Syifa


"Berarti, Reza emang naksir, Syifa dari pertama ketemu?" tanya, Fahri


"Ia. Reza naksir Syifa dari awal" jawab, Vigo


"Ngga usah ngarang deh, Go" bantah, Syifa


"Siapa yang ngarang? Gue tau. Karna, Reza sendiri yang bilang ke gue sama, Vio. Ia kan, Vio?" sahut, Vigo


"Ia" Viona mengangguk membenarkan, "Reza sendiri kok yang bilang dia naksir loh dari pertama kali ketemu di kampus" imbuhnya


"Tapi dia ngga pernah ngomong tuh" ujar, Syifa dengan polos


"Oh. Jadi ceritanya kamu berharap, Reza ngungkapin perasaannya? Gitu? Biar apa? Biar bisa jadian?" cetus, Luthfi yang langsung membuat suasana menjadi gaduh dengan komporan yang lainnya


"Wah wah wah. Api nih" ledek, Risa


"Cemburu duh" timpal, Viona


"Ayo loh, Fa. Luthfi cemburu" tukas, Vigo


"Wah. Ciri-ciri bakal rame nih" cetus, Fahri


"Kak Luthfi ternyata bisa cemburu juga" ucap, Syafa yang terkekeh


Bian tidak ikut meledek kakaknya. Ia hanya terkekeh melihat tingkah lucu kakaknya yang tengah cemburu. Untuk pertama kalinya ia melihat kakaknya cemburu pada seorang wanita


"Kompor yah kalian" seru, Syifa dengan kesal


"Jawab" perintah, Luthfi menatap tajam pada, Syifa


"Jangan natap gitu ah. Bikin takut aja" Syifa menutup kedua mata, Luthfi dengan telapak tangannya


"Ya udah cepat jelasin" desak, Luthfi yang tidak sadar


"Karna cuma gue yang ngga tau kalau, Reza udah suka sama gue dari awal" jawab, Syifa


"Emang kalau, Reza ngungkapin dari awal kenapa?" tanya, Luthfi dengan dingin


"Yah ngga kenapa-kenapa" sahut, Syifa yang mulai kebingungan, "Udah ah jangan gini. Toh, gue ngga pernah ada rasa, Reza" lanjutnya


"Kak Syifa benar. Dia ngga pernah ada rasa sama Kak Reza. Yang ada rasa sama Kak Reza itu, Syafa" cetus, Syafa mendapat sorakan dari yang lainnya


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yah tmn2 🤗 Makasih buat doanya semua 😍 Semoga aku dan kalian selalu sehat yah ❤


__ADS_2