Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Begitu menyenangkan


__ADS_3

Viona yang terlebih dahulu bangun langsung keluar kamar menuju dapur karna dirinya begitu haus. Namun langkahnya terhenti tepat di ruang tv karna melihat, Dinar, Dini dan Lury sedang tertidur di atas sofa


"Mereka tidur disini?" gumannya lalu menoleh ke kiri dan ke kanan "Dimana, Risa sama Fahri tidur? Apa mereka tidur diruang tamu?" gumannya lalu mencoba melihat ke ruang tamu. "Loh? Kok ngga ada?" ucapnya setelah ia sampai di ruang tamu yang kosong. "Ah. Gue minum dulu deh baru bangunin, Vigo" ujarnya sambil berlalu meneruskan niatnya untuk mengambil air


"Vigo bangun", Viona membangunkan, Vigo dan menepuk lengannya yang tampak tidur menyamping. "Vigo! Ayo bangun. Ini udah pagi" seru, Viona


"Gue masih ngantuk, Vio" racau, Vigo tanpa membuka matanya


"Udah pagi banget, Vigo. Tau ngga sih? Ini udah jam sembilan loh" seru, Viona


"Jam sembilan? Cepat amat" ujar, Vigo yang malas-malasan membuka matanya


"Ia. Oh ia gue lupa. Fahri sama Risa tidur dimana? Soalnya di ruang tv ada sih tiga cewek pengacau itu. Diruang tamu juga ngga ada" cetus, Viona


"Mereka tidur di ruang perpustakaan" sahut, Vigo yang menguap karna masih mengantuk. Vigo tau dari, Fahri saat semalam, Fahri membawakan selimut, Vigo yang tertinggal di ruang tv


"Oh. Ya udah, ayo kita bangunin yang lain", Viona menarik tangan, Vigo ketika pria itu ingin kembali melanjutkan tidurnya


"Beneran, Vio. Gue masih ngantuk" sahut, Vigo


"Ya udah. Tidur sana! Ngga usah bangun sekalian" gerutu, Viona yang mulai merajuk


"Ia ia gue bangun" tukas, Vigo dengan malas yang berusaha membuka paksa matanya agar tidak terus mengantuk


Senyum, Viona mengembang "Ayo kita ke kamar, Syifa sama Luthfi dulu" ia memeluk lengan, Vigo yang ia bantu untuk berdiri


Vigo menghembuskan napas berat. Ia sangat kesal karna tidurnya harus terganggu. Namun sekaligus senang karna melihat senyum kekasihnya di pagi hari yang begitu menyenangkan


Tok tok tok


Viona dan Vigo mengetuk pintu kamar yang ditempati sepasang suami istri itu


Tok tok tok


Viona mengulang ketukannya karna tidak mendapat jawaban dari balik pintu


"Mungkin mereka masih tidur, Vio. Lagian cuma loh yang bangun di pagi buta begini" cetus, Vigo


"Tapi kasian juga kalau mereka tidur terus dan ngga makan, Go" sahut, Viona


"Ia ia. Loh menang", Vigo mengangguk dan mengacak rambut, Viona yang tidak akan kalah jika berdebat dengannya


Pintu kamar pun tiba-tiba terbuka. Syifa menguap dan mendapati, Viona bersama, Vigo di depan kamarnya


"Ada apa?" tanya, Syifa sambil menguap


"Kok ada apa? Loh ngga mau bangun?" tanya balik, Viona


"Ini masih pagi banget, Vi. Dan gue baru aja tidur belum nyampe sejam" racau, Syifa


"Ngaco nih anak. Lihat jam sekarang coba?" perintah, Viona pada, Syifa


Syifa berdecak karena sebelumnya ia sudah tau jika sakarang baru jam sembilan. "Gue tau. Sekarang jam sembilan. Tapi gue baru aja tidur setengah jam yang lalu" ketusnya


"Kenapa? Luthfi mana?" tanya, Vigo

__ADS_1


"Tuh di dalam tidur" sahut, Syifa dengan malas


"Hmm. Gini aja deh. Gue mau pesan makanan. Loh mau pesan apa? Biar sekalian gue bangunin loh aja ntar kalau pesanannya udah datang" usul, Viona


"Boleh", Syifa menyebutkan makanan yang ia ingin pesan dan tak lupa memesankan suaminya juga


"Ok deh. Sekalian gue mau nanyain ke, Risa sama Fahri juga" ujar, Viona lalu menarik tangan, Vigo untuk menuju, Risa dan Fahri di ruang perpustakaan


Syifa menghela napas berat lalu kembali masuk ke dalam kamar dan menutupnya kembali


"Ruang perpustakaannya dimana?" tanya, Viona ketika ia dan Vigo melewati lorong


"Tuh disana" tunjuk, Vigo yang pada sebuah ruang yang tertutup rapat pintunya dengan tembok bercat maroon


Tok tok tok


Vigo mengetuk pintu itu, "Fahri? Risa?" teriaknya


"Fahri, Risa! Bangun" teriak, Vigo. "Jangan ngebo mulu. Mentang-mentang tidur berdua. Bangun woy"


"Ribut banget sih" gerutu, Risa setelah membuka pintu itu dengan kesal


"Ngebo mulu loh. Fahri mana?", Viona mendongak masuk untuk melihat, Fahri


"Tuh masih tidur. Loh berdua kenapa bawel banget sih? Masih pagi juga" seru, Risa


"Ini tuh udah jam sembilan tau. Semalam kan hujan deras. Jadi Matahari ngga nampak" sahut, Viona


Risa mendengus, "Terus sih suami istri itu mana?" tanya, Risa ketika tidak mendapati kedua temannya


"Terus loh pikir gue ngga gitu?" ketus, Risa


"Muka loh udah segar. Tapi muka, Syifa tuh benar-benar kurang tidur banget" sahut, Viona yang memang melihat wajah, Syifa tadi sangat pucat


Vigo sudah tidak bisa menahan tawanya dan berlalu masuk ke dalam ruangan itu untuk membangunkan, Fahri yang masih terlelap


"Kenapa dia jadi ketawa?" cetus, Viona yang kebingungan melihat, Vigo tiba-tiba tertawa


"Loh yang ceweknya aja bingung. Apalagi gue" tukas, Risa yang ikut masuk dan iikuti, Viona


***


"Bangun kak", Dini membangunkan, Dinar setelah membangunkan, Lury


"Ada apa?" racau, Dinar yang membuka paksa matanya untuk


"Udah jam sepuluh kak" cetus, Lury


"Terus mereka kemana?" tanya, Dinar yang memposisikan tubuhnya untuk duduk


"Ngga tau kak. Mungkin pada belum bangun kali" sahut, Dini. "Ayo kak. Kita pulang yuk" ajaknya


"Kok pulang sih? Loh udah nyerah? Loh udah rela ngelihat, Fahri sama cewek itu?" seru, Lury


Dini mendorong kening, Lury dengan keras. "Jangan bodoh banget deh. Emang loh mau terus disini? Ngga makan? Ngga mandi? Ngga ganti baju? Yang ada, Fahri malah ilfeel sama gue" ketusnya

__ADS_1


"Ini masih pagi tapi kalian ribut mulu" tegur, Dinar


Suara ketukan pintu membuyarkan mereka. Dini hendak berdiri namun, Viona sudah terlebih dahulu menghampiri pintu dan membukanya.


Viona kembali masuk ke dalam dengan menenteng beberapa kantung plastik berisi makanan yang sudah ia pesan bersama teman-temannya. Kecuali ketiga gadis yang baru saja bangun itu


"Teman-teman. Ayo makan" teriak, Viona yang sudah menyiapkan makanan itu di meja makan


"Yeay. Makan" seru, Risa yang keluar entah dari mana membuat pandangan ketiga gadis yang berada di sofa itu mengernyit heran. Bahkan, Vigo dan Fahri pun menyusul keluar entah dari mana


"Luthfi sama Syifa mana?" tanya, Fahri


"Mungkin masih di kamar. Panggil mereka dulu" perintah, Vigo kepada, Viona dan Risa


Viona dan Risa pun menuju kamar, Luthfi dan Syifa. Risa mengetuk pintu kamar itu hingga tiga kali ketukan sambil memanggil nama, Syifa


"Apa?" ketus, Syifa setelah membuka pintu


"Ayo makan. Pesanan kita udah datang. Panggil, Luthfi juga" sahut, Viona yang sangat bersemangat


"Ia bentar. Kalian duluan aja. Gue mau bangunin, Luthfi dulu" tukas, Syifa


Viona dan Risa mengangguk lalu meninggalkan, Syifa untuk menuju meja makan. Syifa kembali masuk dan mendekati, Luthfi yang masih tertidur


"Luthfi? Ayo bangun? Ditungguin tuh sama teman-teman diluar. Makan dulu", Syifa menggoyang-goyangkan lengan, Luthfi. "Ayo bangun. Luthfi"


"Hmmm", Luthfi hanya berdehem dan mengucek matanya lalu mulai duduk


"Ayo keluar. Udah ditungguin sama teman-teman tuh di meja makan" seru, Syifa


"Kamu duluan" ujar, Luthfi dengan suara paraunya


"Aku ngga selera makan sebenarnya. Punggung aku sakit", Syifa merebahkan tubuhnya di kasur


"Kok kamu malah tidur?" tanya, Luthfi


"Ngga tau kenapa perasaanku pagi ini benar-benar ngga enak. Perutku sakit, kepalaku pusing" ujar, Syifa yang memijat pelan pelipisnya


"Habis ini kita ke dokter yah. Tapi kamu harus makan dulu. Ayo", Luthfi membantu, Syifa untuk bangun.


Namun baru selangkah mereka berjalan, Syifa merasakan sesuatu di tenggorokannya. Ia melepaskan tangan, Luthfi dan berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan sesuatu yang keluar dari mulutnya secara tiba-tiba


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2