
"Loh ngga mau nikahin, Risa, Ri?" ledek, Luthfi yang membuat, Risa semakin jengkel kepadanya
"Kalian tuh kenapa sih? Ngeselin banget. Sini deh loh, Ri duduk sama gue biar mereka makin puas" ketus, Risa yang menggeser duduknya meski ia hanya sedang bercanda
"Maju loh, Ri. Udah dapat lampu hijau juga" heboh, Vigo yang menarik-narik tangan, Fahri
"Kenapa jadi loh yang heboh" ketus, Fahri melepaskan tangannya yang ditarik-tarik oleh, Vigo
"Sana aja, Ri. Tuh, Risa juga udah sediain tempat buat loh" timpal, Syifa yang menunjuk tempat duduk, Risa
Viona dan Syafa hanya terus tertawa melihat tingkah konyol mereka. Bahkan sampai membuat, Viona menitikkan air mata karna tertawa
"Udah loh sini. Biar mereka pada puas" seru, Risa yang menarik tangan, Fahri untuk duduk di sampingnya, "Puas kalian" kesal, Risa saat ia dan Fahri duduk berdampingan
Semuanya Langsung tertawa melihat kejengkelan yang menghiasi wajah, Risa dan Fahri. Ini benar-benar menjadi hiburan bagi mereka
"Kak Risa sama Kak Fahri cocok banget deh" puji, Syafa yang menaikkan jempolnya. "Kak Risa beruntung bisa dapetin Kak Fahri yang lebih ganteng dari Kak Dika" imbuhnya
"Diam loh bocah" seru, Risa yang semakin kesal
"Marah-marah mulu loh, Sa. Ntar muka loh kerutan loh" tukas, Viona yang tertawa
"Bisa-bisa, Fahri lari" timpal, Syifa yang benar-benar senang melihat wajah kesal sahabatnya
"Apaan sih" teriak, Risa yang sudah sangat kesal. "Belum puas apa lihat gue sama, Fahri duduk disini? Kenapa kalian jadi nyebelin sih?" gerutunya
"Loh juga. Mau-mau aja kepancing sama mereka" tegur, Fahri yang bersuara di samping, Risa
"Kenapa loh jadi nyalahin gue?" ketus, Risa menatap sinis, Fahri. "Mata loh biasa aja", Fahri menyapu wajah, Risa dengan telapak tangannya
"Fahri loh... " teriak, Risa yang kesal namun terhenti ketika ponselnya berdering tas kecil miliknya
"Ini juga siapa sih yang nelpon-nelpon disaat kek gini" gerutu, Risa sambil meraih ponselnya
"Hp yang ngga salah juga dimarahin", Syifa menggeleng dengan tingkah, Risa
"Nomor siapa nih?" guman, Risa ketika menatap layar ponselnya tanpa nama
"Teman loh kali" sahut, Fahri yang mendengarnya
Risa menoleh sekilas ke, Fahri lalu kembali menatap layar ponselnya yang masih berdering
Fahri langsung menggeser tombol hijau dan menekan tombol speaker hingga, Risa membulatkan matanya
"Fahriiiii" teriak, Risa yang menatap, Fahri sinis
"Risa?" panggil seseorang di seberang panggilan tersebut
Risa seketika menoleh ke arah layar ponselnya dan dengan cepat telinganya menangkap suara yang tidak asing lagi baginya
"Dika?" ucap pelan, Risa namun ragu
Syifa yang mendengarnya seakan naik pitam. Ia hendak merampas ponsel milik, Risa namun dengan sekali tarikan dari, Luthfi membuatnya kembali duduk. Luthfi menggeleng agar, Syifa tidak terpancing
__ADS_1
"Sekarang loh lagi sama pacar baru loh yah?" tanyanya dengan nada yang kecewa
"Hmm. I... Ia", Risa terlihat gugup melirik, Fahri
"Gue boleh ketemu sama loh ngga? Ada sesuatu yang mau gue omongin sama loh" pintanya
Risa melihat, Syifa dan Viona secara bergantian. Namun kedua sahabatnya menggeleng menandakan tidak mengijinkannya bertemu
"Tapi gue lagi sibuk" tolak, Risa yang masih melunak jika berbicara dengan mantan kekasihnya
"Please. Sebentar aja, Risa. Ada sesuatu yang mau gue omongin ke loh. Penting banget" bujuknya
Risa benar-benar diambang kebingungan. Disisi lain, ia ingin menemui, Dika. Namun disisi lain pula ia tidak mau lagi membiarkan hatinya untuk tergoda
"Loh mau ketemu, Risa dimana?" cetus, Fahri tiba-tiba hingga membuat mata, Risa hampir keluar saking terkejutnya dengan pertanyaan, Fahri kepada, Dika
Senyum yang lainnya mengembang. Syifa sedikit lega karna, Fahri lagi-lagi mau membantu sahabatnya meski mereka sering kali digoda
"Loh siapa?" tanyanya dengan nada tidak suka
"Gue, Fahri. Pacarnya, Risa. Loh ngga ingat gue? Risa sekarang udah punya pacar. Dan gue harap loh ngga usah ganggu dia lagi" tegas, Fahri meyakinkan, Dika
Mungkin loh pacarnya sekarang. Tapi loj ngga akan pernah masuk ke hatinya, Risa" sahutnya dengan penuh percaya diri
Fahri menatap, Risa yang masih ambigu, terlihat dari sinar matanya ia membenarkan perkataan, Dika
"Loh masih percaya diri kalau, Risa masih suka sama loh? Disaat loh pernah mematahkan hatinya?" balas, Fahri yang menantang, Dika
"Gue cuma pengen ketemu sama, Risa"
"Gue yakin, Risa masih mau ketemu sama gue. Loh baru pacarnya tapi udah berani larang-larang dia buat ketemu sama gue"
"Gue ngga mau lagi ketemu sama loh" cetus, Risa yang tiba-tiba mendahului, Fahri yang ingin membalas
"Jangan bohongi perasaan loh, Risa. Gue tau loh masih sayang kan sama gue? Gue mau ngajak loh, balikan. Gue tau, loh ngga bahagia sama pacar loh yang sekarang. Cuma gue yang bisa buat loh bahagia"
Risa tertawa getir, "Loh bilang apa barusan? Cuma loh yang bisa buat gue bahagia? Jangan terlalu percaya diri, Dika. Karna sekarang, gue lebih bahagia bersama, Fahri dan teman-teman gue. Ngga ada lagi yang ngekang gue. Bahkan, Fahri sendiri ngga pernah maksa gue buat jadi cewek penurut kayak loh", Risa dengan amarahnya
"Risa!" bentak, Dika yang mendengar penuturan, Risa
"Dan yang paling membuat gue lebih bahagia sama, Fahri. Adalah karna, Fahri ngga pernah ngebentak gue" ujar, Risa yang mematikan
"Loh dengar itu kan?", Fahri seketika menekan tombol merah dan membuat, Risa bernapas lega
"Fahri makasih" rengek, Risa yang tidak malu-malu memeluk, Fahri yang membuat terkejut
"Risaaaa" seru, Syifa dan Viona bersamaan yang sama terkejutnya dengan, Fahri
"Status baru nih ceritanya?" goda, Luthfi
"Traktir dong" timpal, Vigo
"Aaaaaaa. So sweet banget sih Kak Risa sama Kak Fahri" seru, Syafa yang sudah terbawa perasaan
__ADS_1
"Apa sih, Sa. Udah deh. Ngga malu apa loh diledekin sama mereka yang ngeselin ini" tegur, Fahri
"Bodo amatlah sama mereka sekarang. Pokoknya gue benar-benar mau berterimakasih sama loh karna udah ngebantuin gue. Dan maaf juga karna gue bawa-bawa nama loh terus" ujar, Risa sambil memeluk, Fahri
"Apa Mommy melewatkan sesuatu?" Mommy, Syifa berdiri di ambang pintu menyaksikan, Risa yang sedang memeluk, Fahri
Risa melepaskan pelukannya namun tidak tampak malu sama sekali. Ia malah tersenyum manis kepada Ibu keduanya itu
"Kenapa kamu jadi senyum-senyum ke Mommy? Kamu mau minta dinikahin sama Nak Fahri?" ledek Mommy
"Mommy" rengek, Risa yang disambut tawa teman-temannya yang lain
"Sini Mom biar, Syifa bantu", Syifa membantu Mommynya membawa barang-barang belanjanya ke dapur
"Anak Mommy sudah dewasa yah ternyata" ia membiarkan anaknya yang membawa barang belanjaannya, dan ia hanya duduk di samping, Syafa
"Oh ia. Mommy mau kasih pengantin baru Mommy hadiah" ucap Mommynya saat, Syifa sudah kembali yang duduk di samping, Luthfi
"Hadiah apa, Mom?" belum sempat sang pengantin baru menjawab, Syafa sudah heboh duluan
"Diam dulu loh deh. Mengganggu" tegur, Syifa
"Mommy mau kasih kalian tiket Honeymoon" ucapnya yang disambut senang yang lainnya, namun pengantin baru terlihat biasa-biasa saja
"Kalian ngga senang yah?" tanya, Mommynya
"Luthfi senang kok. Hmm", Luthfi masih ragu memanggil mertuanya dengan sebutan Mommy
"Mommy Kak Luthfi. Kok kaku banget manggil nama Mommy" seru, Syafa yang menegur kakak iparnya
"Dek?", Syifa menegur adiknya
"Syafa boleh ikut ngga Mom?", Syafa merayu Mommynya untuk ikut
"Syafa" tegur, Syifa yang menatap tajam adiknya
"Syafa ngga boleh ikut. Syafa kan masih sekolah. Tapi kalian berempat boleh ikut" Mommynya menunjuk keempat teman anaknya termasuk, Risa
"Ah, Mommy pengertian banget deh" puji, Risa yang tersenyum lebar
"Tapi sebelum Honeymoon, Syifa harus ke rumah, Luthfi dulu yah. Mamanya Luthfi sudah menunggu kalian" lanjutnya
"Syifa takut Mom" ujar, Syifa yang melirik, Luthfi
"Takut kenapa?" Mommynya mengerutkan dahinya
"Ngga apa-apa", Syifa tersenyum kecut
"Mom, tau ngga sih kalau Kak Syifa sama Kak Luthfi belum pernah malam pertama?", Syafa mencoba mengadu kepada Mommynya meski ia sendiri tidak mengerti arti malam pertama
"Hus. Kamu ini ngomong sembarangan" tegur Mommynya ketika melihat wajah, Luthfi memerah
"Yang dibilang sama, Syafa benar loh Mom. Luthfi harus nahan selama dua malam ini" timpal, Risa
__ADS_1
Wajah, Syifa dan Luthfi sudah memerah karna kembali diledek dengan perkataan seperti itu. Bahkan tawa terdengar dari, Fahri, Vigo dan Viona
"Awas loh, Sa. Gue pasti bakal balas loh" batin, Syifa yang mengarahkan tatapan membunuhnya ke, Risa