
"Awas loh, Sa kalau anak gue jantungan" seru, Syifa mengusap perutnya
"Badan loh kecil-kecil gini. Tapi suara loh bisa kedengaran se-indonesia" cetus, Fahri
"Ya ialah. Gue kan terkenal. Wajar aja kalau suara gue kedengaran sampe se-indonesia" ketus, Risa
"Lebay loh, Sa" seru, Viona
"Kalau orang jomblo emang harus kedengaran suaranya. Biar laku gitu" goda, Vigo
"Vigo" teriak, Risa
Teman-temannya yang lain hanya tertawa melihat mata tajam, Risa tengah mengarah pada, Vigo
"Gue jadi ngebayangin. Gimana kalau nanti, Fahri sama Risa nikah? Ribut terus kayaknya" cetus, Luthfi
"Ya ialah harus ribut, Fi. Kalau ngga ribut gimana, Risa-nya bisa hamil" ledek, Vigo
"Vigo" geram, Viona
"Benar sayang" sahut, Vigo
Luthfi dan Fahri hanya tertawa mendengar, Vigo yang lagi-lagi pembicaraannya mengarah kesana
"Viona. Cepatan deh terima lamarannya sih, Vigo. Kasian banget gue sama dia yang udah kebelet nikah. Sampai ngomongnya suka ngawur" seru, Risa
"Tau tuh, Vigo. Suka banget ngomong ngawur. Kebelet nikah beneran loh, Go? Bilang aja" tukas, Syifa
"Kenapa, Fa? Loh mau gue nikahin?" ledek, Vigo
"Sembarangan" seru, Syifa lalu melempar satu buah bantal sofa ke arah, Vigo
"Jangan macam-macam" ancam, Viona
"Langkahin mayat gue dulu, Go" cetus, Luthfi yang hanya sekedar bergurau
"Vigo ini ciri-ciri ngga bakal dapat jatah malam pertama" goda, Fahri
Kini giliran, Luthfi dan Vigo yang tertawa mendengar godaan, Fahri
"Otak loh kenapa, Ri? Kebelet nikah juga loh?" seru, Risa
"Udahlah, Sa. Nikah aja sana sama, Fahri. Fahri ini ciri-ciri butuh kehangatan" cetus, Viona
"Kenapa jadi gue?" ketus, Risa
"Yah kan cuma loh doang disini yang jomblo" seru, Syifa
"Tega loh sama gue yah, Fa" tukas, Risa
"Emang faktanya loh jomblo juga" tukas, Fahri
"Diam loh jomblo" seru, Risa
"Dasar jomblo. Malah teriak jomblo" tukas, Fahri
"Ribut aja terus sampai nikah" seru, Syifa
Fahri dan Risa akhirnya memilih diam. Namun lirikan tajam mereka masih terlihat disana
"Habis di mulut lari ke mata" ujar, Viona
"Bukan dari mata turun ke hati lagi yah, Vio", Vigo meledek, Fahri dan Risa
"Bukan lagi. Tapi dari mulut naik ke mata" sahut, Viona lalu tertawa
"Risa? Fahri? Gue pengen nanya kalian serius", Syifa menampakkan wajah seriusnya
"Ngga usah aneh-aneh" kesal, Risa
__ADS_1
"Belum juga gue nanya" seru, Syifa yang malah menjadi emosi
"Ngga boleh teriak-teriak" tegur, Luthfi
"Risa nih. Ngeselin banget" ujar, Syifa
"Malah jadi nyalahin gue" protes, Risa
"Sih, Risa mah emang kapan ngga nyebelinnya" cetus, Fahri
"Hallah. Gue nyebelin juga loh tetap suka tuh sama gue" ujar, Risa dengan percaya dirinya
"Cieeee"
"Uwoooo"
"Manis deh"
"Kesempatan"
"Hajar, Ri"
Ke-empat temannya yang lain malah meledak mereka berdua hingga membuat, Fahri menggeleng dan menepuk jidatnya
"Suka-suka loh deh, Sa ngomong" pasrah, Fahri
"Kalian dengar sendiri kan? Fahri sendiri udah ngaku kalau dia itu sebenarnya suka sama gue" ucap, Risa yang mengibas-ngibaskan tangannya
"Ngga apa-apa lah sekali-sekali gue teraniaya sama jomblo ngenes kek loh" seru, Fahri
"Apa loh bilang? Jomblo ngenes? Gue cekek leher loh, Ri" teriak, Risa yang hendak mendekatkan tangannya ke leher, Fahri
"Loh sejak kapan belajar jadi pembunuh sih?" tukas, Fahri yang menahan tangan, Risa
Temannya yang lain tidak berhenti tertawa melihat keributan yang sangat lucu di depan mereka kini. Terlebih, Syifa yang berulang kali mengelus perutnya dan menyeka air matanya karna terlalu banyak tertawa.
Namun membuat yang lainnya menghentikan tawa dan panik mendengar, Syifa yang mengeluh sakit perut. Mereka sudah antisipasi jika kejadian kemarin lalu terulang kembali ketika, Syifa mengalami kram pada perutnya
"Sakit? Dibagian mana? Kita ke Dokter sekarang?", Luthfi yang sudah panik terus mengelus perut, Syifa
"Yang mana yang sakit, Fa?" seru, Risa
"Gue siapin mobil dulu" ujar, Fahri yang sudah hendak pergi dari sana
"Tunggu. Kalian ini kenapa sih?" tanya, Syifa yang melihat teman-temannya tampak panik, terlebih suaminya
"Loh yang kenapa? Perut loh gimana? Masih sakit?" tanya, Viona
"Sakitnya kayak kemarin ngga?" timpal, Vigo
Syifa baru mengerti kepanikan teman-temannya. "Astaga kalian. Perut gue sakit karna ketawa. Bukan sakit karna apa"
Seketika tubuh teman-temannya melemas bersamaan mendengar penjelasan, Syifa
"Jantung gue mau copot rasanya" seru, Luthfi yang menyandarkan punggungnya ke sofa
"Bikin jantungan aja loh, Fa" cetus, Risa
"Benar-benar nih anak. Sampai lemas badan gue" tukas, Viona
"Gue baru aja mau ngambil kunci mobil" ujar, Fahri
"Gila. Panik banget gue" timpal, Vigo
"Aaaaaa. So sweet deh kalian. Sampai segitunya kalian ngekhawatirin gue" senyum, Syifa mengembang sempurna tanpa merasa bersalah
"Ngga usah ge'er loh. Gue ngekhawatirin ponakan gue yah" seru, Risa
"Lain kali jangan gitu deh, Fa. Belum juga hilang trauma yang kemarin" ujar, Viona
__ADS_1
"Badan gue rasanya lemas banget" ucap, Luthfi yang memelas
"Maaf" tukas, Syifa yang malah berhambur memeluk suaminya yang tubuhnya benar-benar lemas
"Peluk lagi. Peluk lagi" omel, Risa
"Jomblo iri lagi. Jomblo iri lagi", Fahri membalikkan kata-kata, Risa hingga membuat teman-temannya tertawa.
Namun tidak dengan, Risa. Gadis itu memasang wajah yang sudah ingin mencabit tubuh, Fahri
"Makanya, Ri. Buruan nyatain cinta ke, Risa. Biar dia ngga jomblo lagi" cetus, Vigo
"Diam loh, Go" seru, Risa
"Loh kenapa jadi marah-marah ke cowok gue" protes, Viona
"Loh berdua cewek cowok sama aja" ketus, Risa
"Yah beda dong. Gue cewek, Vigo cowok. Gimana samanya itu? Emang loh sama, Fahri sama? Kan ngga. Mikir dong, Sa. Jangan kelamaan jomblo makanya. Otak loh udah ngga bisa bedain tuh mana yang sama mana yang beda" tutur, Viona
Tawa terus terdengar dari mulut teman-temannya. Namun, Risa tetap saja cemberut
"Ngga usah loh cemberut gitu, Sa. Ngga cocok tau ngga" ledek, Syifa
"ketawain aja terus gue sampai kalian puas" ketus, Risa yang terlihat kesal
"Cieee ngambek", Fahri mencolek dagu, Risa
"Ngga usah nyolek gue. Loh pikir gue murahan apa" seru, Risa yang masih menekuk wajahnya
"Ngga usah sok jual mahal. Gue bahkan udah pernah cium pipi loh" ujar, Fahri dengan santai
"Wa wah wah. Penghinaan nih, Sa" ujar, Viona yang menggoda keduanya
"Kalau gue sih udah pasti ngebalas", Vigo memanas-manasi, Risa
"Dengan cara apa, Go?" timpal, Luthfi yang berniat meledek
"Cium balik dong" sahut, Vigo
"Jangan ikut-ikutan, Vigo" ancam, Syifa pada, Luthfi
"Siapa yang ikut-ikutan. Kan aku nanya" jawab, Luthfi
"Ngga dapat jatah ini malam loh, Fi" ledek, Fahri
"Biarin aja. Sampai seterusnya juga ngga apa-apa" ketus, Risa
"Risa" tegur, Luthfi yang tidak setuju
"Kenapa loh, Fi? Takut?" ledek, Viona yang sudah tertawa.
"Takut ngga dapat jatah malam" sahut, Vigo
*
*
*
*
*
*
Tak kasih goreng nih buat kalian yang mampir di "Autumn In March" ðŸ¤ðŸ˜‚
Jangan lupa like dan beri votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗
__ADS_1