
"Kenapa berkeringat?" tanya, Luthfi yang mengusap keringat di kening, Syifa
"Keringat? Ng... Ngga kok", Syifa menyeka keringatnya sendiri dengan begitu gugup
"Selain, Riswal. Siapa lagi yang pernah ngantar kamu pulang?" tanya, Luthfi dengan memicingkan matanya
"Hmmm. Dava" jawab, Syifa dengan pelan
Luthfi tidak membalas, namun sibuk menatap masuk kedua bola mata, Syifa. Syifa meremas kedua tangannya dengan gemetar
"Selain dua makhluk itu?" tanya, Luthfi dengan datar
"Ka.. Kamu" jawab, Syifa yang begitu gugup
"Oh. Kirain lupa", Luthfi kembali menyandarkan punggungnya dengan wajah datar
"Ngga lah" sahut, Syifa dengan cepat
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan mereka. Syifa berdiri dan berjalan menuju pintu. Ia memutar knop pintu dan menariknya.
"Kakak. Dipanggil Mommy sama Ayah makan malam" ujar, Syifa yang masih ragu memanggil kakaknya
"Ia. Nanti kakak sama Luthfi turun kebawah" sahut, Syifa dan menyuruh adiknya kembali terlebih dahulu
Syifa kembali masuk ke dalam kamar dan masih menemukan, Luthfi yang bermain ponsel diatas tempat tidur mereka
"Luthfi? Ayo turun. Dipanggil Mommy sama Ayah makan malam" seru, Syifa yang berdiri dihadapan, Luthfi
Luthfi menyimpan ponselnya dan turun dari tempat tidur. Ia berjalan melewati, Syifa begitu saja hingga membuat, Syifa menatapnya tajam
"Ngeselin" gerutu, Syifa ketika, Luthfi melewatinya begitu saja
Luthfi berhenti padahal ia sudah diambang pintu. Ia berbalik dan menghampiri, Syifa. Mengapit kedua pipinya dengan satu tangannya meski tidak keras
"Bilang apa barusan?" tanya, Luthfi dengan gemasnya
"Ngeselin" racau, Syifa yang karna kedua pipinya diapit oleh satu tangan milik, Luthfi
Luthfi mencium singkat bibir, Syifa, "Coba ulangi?"
"Ngeselin", Syifa semakin kesal dibuatnya
Dan sekali lagi, Luthfi mencium bibirnya singkat, "Ulangi?"
Bukannya mengulangi, Syifa malah mencubit perut, Luthfi hingga membuat pria itu meringis
"Sakit" ucap, Luthfi yang menahan sakit pada perutnya akibat cubitan, Syifa
"Biarin. Bikin kesal" gerutu, Syifa yang kini mendahuluinya berjalan
Luthfi mensejajarkan posisinya dengan, Syifa lalu merangkul pundak, Syifa
"Kita mau makan, ketemu Ayah sama Mommy. Ngga usah rangkul-rangkul", Syifa menepis tangan, Luthfi dari pundaknya
"Ya sudah", Luthfi menggigit pipi, Syifa lalu berlari menuruni tangga sebelum, Syifa mengamuk
"Luthfi!!!!!!" teriak, Syifa yang mengejar, Luthfi. Bahkan suaranya terdengar sampai ke bawah.
Mommy, Ayah, dan Syafa sontak menoleh pada asal suara yg berada dilantai dua. Bahkan, Syafa seketika berdiri. Mereka mengira sepasang suami istri itu masih bertengkar seperti tadi.
Tapi ketika melihat, Luthfi yang berlari menuruni tangga dengan tersenyum, membuat ketiga orang yang berada di meja makan bernafas lega. Kemudian disusul, Syifa dengan wajah marahnya
"Sudah-sudah. Ayo makan!" tegur, Mommynya ketika, Luthfi sudah duduk dan, Syifa yang masih kesal ikut duduk dengan perasaan dongkol
"Mukanya jelek tau kak dibikin gitu" seru, Syafa yang memperhatikan wajah ditekuk kakaknya
__ADS_1
"Diam loh!" bentak, Syifa
"Kalian ini kenapa sih? Di meja makan, masih saja ribut" tegur, Ayahnya membuat kedua adik kakak itu berhasil diam
"Ayo makan" perintah Mommynya.
Semuanya makan dengan tenang. Syafa yang cerewet terus saja mengoceh meski sedang makan. Luthfi selalu tertawa ketika, Syafa sedang melawak. Berbeda dengan, Syifa malas mendengar ocehan adiknya itu
"Sini Mom. Biar, Syifa yang cuci piring" seru, Syifa setelah mereka selesai makan malam
"Ngga usah. Lain kali saja. Sana, temani suami kamu istirahat di kamar" perintah Mommynya
"Ya udah deh. Syifa ke kamar dulu yah Mom", Syifa pun memanggil, Luthfi untuk beristirahat di kamar
Baru saja, Syifa menapaki kakinya di kamar tersebut, suara deringan ponselnya terdengar begitu nyaring. Syifa mempercepat langkahnya menuju meja dan melihat call video dari ponselnya
Syifa dengan semangat menggeser icon hijau hingga tampak wajah, Risa, Fahri, Viona yang bersama Vigo. Serta dirinya bersama, Luthfi
"Halo" seru, Syifa ketika wajahnya sudah bergabung pada layar tersebut
"Hai pengantin baruku? Kangen nih" goda, Risa padahal mereka baru saja berpisah tadi
"Jangan lebay deh, Sa. Baru tadi sore loh pergi dari rumah gue" ketus, Syifa
"Syifa sayang. Rindu itu ngga diukur dari seberapa seringnya kita ketemu" jelas, Syifa
"Wih. Belajar gombal dari mana loh, Sa?" ledek, Vigo
"Biasa. Dari mantan gue" racau, Risa lalu tertawa sendiri
"Jangan naro otak loh di dengkul, Sa" teriak, Viona yang berada di samping, Vigo
"Loh berdua kemana-mana. Samaan mulu" tegur, Fahri ketika melihat, Vigo dan Viona bersama
"Permen karet mereka" tukas, Luthfi yang juga berada di samping, Syifa
"Jangan lebay" tegur, Fahri
"Apa sih, Fahri? Iri banget sama gue? Atau loh iri sama mereka? Ya udah sih, sini aja sama gue, biar jiwa jomblo loh ngga meronta-ronta" ujar, Risa lalu tertawa
Bahkan tawa, Risa bisa menular hingga semuanya menjadi ikutan tertawa dibuatnya
"Gue sih ngga pernah iri. Loh aja yang jomblo ngenes" titah, Fahri dan sukses membuat yang lainnya tertawa. Namun tidak dengan, Risa yang mengerucutkan bibirnya
"Bertengkar terus aja dulu. Siapa tau jodoh" goda, Syifa lalu tertawa
"Benar, Fa. Gue sering dengar kata-kata itu. Biasanya, kalau kita sering bertengkar, malah jadi jodoh nantinya" timpal, Viona yang begitu semangat
"Gue ngga bisa bayangin" seru, Vigo yang terus saja tertawa
"Awas, jatuh cinta" timpal, Luthfi
"Terserah loh pada deh. Malas gue" kesal, Risa
"Santai dong, Sa. Ngegas amat" tukas, Fahri yang malah ikut tertawa
"Ntar beneran kena lagunya Armada loh. Awas, jatuh cinta" ujar, Vigo
"Nyanyi, Go" seru, Syifa yang tertawa
"Awas. Nanti jatuh cinta, cinta kepada diriku. Jangan-jangan ku jodohmu. Kamu, terlalu membenci, membenci diriku ini. Awas nanti jatuh cinta, padaku" bukan hanya, Vigo yang bernyanyi, bahkan Fahri dan Viona pun ikut bernyanyi bersama
Luthfi dan Syifa tidak berhenti tertawa sedari tadi. Bahkan, Risa yang awalnya kesal, malah ikut tertawa mendengar ketiga temannya bernyanyi dengan kacau tanpa berperasaan dalam bernyanyi
"Benar-benar yah kalian. Nyanyi pada ngga ada akhlak. Ngga berperasaan banget. Nyanyi itu dihayati dong. Mana lagunya enak banget pula" seru, Risa
"Kenapa? Loh baper?" ledek, Fahri
__ADS_1
"Aww.. Awww" ledek, Vigo yang tertawa bersama, Viona di sampingnya
"Pepet terus, Ri" teriak, Syifa yang terkekeh
"Sebelum janur kuning melengkung" timpal, Luthfi
"Ya ampun, ia gue baper. Tanggung jawab dong", Risa memulai dramanya
Yang lain memutar malas bola matanya melihat tingkah, Risa yang akan berdrama. Risa langsung tertawa begitu keras melihat raut wajah teman-temannya yang malas
"Risa dilawan" ucapnya dengan bangga
"Ia ratu drama. Ampun" sahut, Syifa
Hampir 2 jam mereka menghabiskan waktu mengobrol bersama. Hingga mereka masing-masing menghentikan percakapan mereka karna malam sudah semakin gelap. Vigo juga harus mengantar, Viona pulang karna berada di luar rumah. Serta, Fahri yang sudah memiliki janji bersama temannya.
***
"Kenapa senyum-senyum sendirian?" tanya, Luthfi yang melihat, Syifa sedari tadi tersenyum dalam pelukannya karna mereka sudah hendak tidur
"Ngga apa-apa" jawab, Syifa yang masih tersenyum
"Ngga mau cerita?" pancing, Luthfi
Syifa mencubit dada, Luthfi pelan, "Selalu saja" ketusnya. "Lagi mikir, gimana yah, kalau, Risa beneran jadian sama, Fahri? Pasti bertengkar terus" ujar, Syifa yang terkekeh
"Dari tadi senyum-senyum cuma mikirin itu?", Luthfi menggeleng karna tidak habis pikir
"Habisnya lucu" sahut, Syifa yang menyengir
"Lebih baik pikirin hubungan kita dulu" ucap, Luthfi
"Hubungan kita kenapa? Baik-baik aja kok" tukas, Syifa yang menatap, Luthfi
"Baik-baik saja selama tidak ada rahasia" tutur, Luthfi begitu serius
"Ngga ada rahasia lagi" jawab, Syifa
"Baiklah", Luthfi menindih badan, Syifa
Syifa terkesiap dan membulatkan kedua matanya. Meskipun ini bukan yang pertama, namun tetap saja dirinya masih kaku
"Tadinya aku marah. Tapi lihat kamu nangis tadi, marahku langsung hilang" ujar, Luthfi membelai lembut kepala, Syifa
Syifa yang merasa bersalah, memeluk tubuh, Luthfi yang berada di atasnya, "Maaf" ucapnya
Luthfi hanya mengangguk dan tersenyum. Perlahan ia merenggangkan pelukannya, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir, Syifa. Ketika menerima sambutan dengan baik, ia ******* pelan bibir tipis tersebut. Hingga malam semakin panjang, sepasang suami istri itu kini sedang dimabuk cinta dan mengeluarkan hasratnya masing-masing
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Sebenarnya, aku mau pura2 ngga lht komen kemarin ttng Luthfi dan Syifa π tapi ngga tega π€ Tapi ngga apa2 yah, meski gk hot banget adegan panas merekaπ Jangan lupa like dan votenya π Terima kasih atas dukungannya π€