
"Vigo, Luthfi" ucap, Viona ketika melihat kedua pria itu memasuki kamar tempat, Fahri di rawat. Sebelumnya, Viona mengirimkan sms kepada, Vigo jika, Fahri sudah dipindahkan ke ruang inap
"Kalian kok lama banget sih?" gerutu, Syifa yang menghampiri suaminya dan memeluknya
"Ia. Tadi aku sama, Vigo harus balik ke rumah dulu dan di jalan juga kena macet" sahut, Luthfi yang membalas pelukan istrinya
"Mulai deh. Belum juga sehari ditinggal udah kangen" ledek, Risa yang masih duduk di samping, Fahri namun memutar tubuhnya ke arah sepasang suami istri itu
"Biasa, Sa. Ditinggal suami cuma berapa jam, udah kek ditinggal seharian penuh" cetus, Vigo
"Namanya juga Ibu hamil. Maunya tuh selalu dekat sama suami terue. Udah biarin aja" tegur, Viona
"Viona deh yang paling pengertian" sahut, Syifa yang sudah melepas pelukannya lalu kembali duduk di samping, Viona
"Bagaimana perkembangan, Fahri?" tanya, Luthfi
"Dokter bilang, kalau dalam waktu delapan jam, Fahri belum sadar. Dokter akan menangani, Fahri lebih serius" cetus, Risa yang menatap, Fahri
"Kurang dari delapan jam, Fahri akan bangun" tegas, Vigo yang begitu percaya diri
"Yah. Gue setuju sama, Vigo. Gue yakin. Fahri akan bangun kurang dari waktu delapan jam" timpal, Luthfi yang juga percaya keajaiban itu
"Istirahat dulu, Sa. Daritadi loh disitu terus. Udah tau tuh, Fahri kalau loh sayang banget sama dia" ledek, Viona yang mencoba mencairkan suasana hati, Risa yang agak resah
"Benar banget", Syifa menimpali
"Ngomong apaan sih kalian? Fahri kan teman gue juga, sama kek kalian" gerutu, Risa menatap kesal teman-temannya
"Tapi cuma loh yang duduk disitu" ujar, Vigo yang menunjuk kursi tempat, Risa duduk
"Nih. Loh tukaran sama gue. Duduk disini. Iri banget loh sama gue" kesal, Risa yang berdiri
Tawa ke-empat temannya akhirnya terdengar meski tidak terlalu keras. Mengingat mereka berada di rumah sakit.
"Duduk aja, Sa. Santai aja kenapa sih? Lagian, Fahri juga ngga akan tau kalau loh yang seharian duduk disitu ngejagain dia" seru, Syifa
"Terserah kalian deh. Kesal banget gue", Risa menyentakkan kakinya dan memilih menghampiri teman-temannya
"Mana selimut yang tadi? Kasian, Risa harus istirahat" ucap, Syifa kepada, Luthfi
Luthfi mengambilnya dari samping tempat duduknya, "Ini" ia menyerahkannya pada, Syifa
"Biar gue aja deh yang beresin. Loh disini aja", Viona mengambil alih selimut super tebal yang akan mereka jadikan alas tidur
"Sini gue bantuin" ujar, Vigo.
Viona dan Vigo terlihat membentang alas tidur mereka di samping ranjang, Fahri terbaring. Risa hanya memijat pelan keningnya dan memejamkan matanya bersandar di punggung sofa itu
"Ayo, Sa. Istirahat dulu" seru, Viona setelah ia dan Vigo sudah menyelesaikan pekerjaan mereka
"Ia deh. Kepala gue juga pusing banget" jawab, Risa bergegas ke tempat yang sudah, Viona dan Vigo bereskan. "Loh berdua?" tanyanya pada, Viona dan Syifa
__ADS_1
"Loh tidur duluan aja. Gue belum ngantuk" sahut, Syifa yang menyuruh, Risa tidur terlebih dahulu
Risa akhirnya tertidur sendiri menghadap ke samping ranjang, Fahri. Ke-empat temannya memperhatikan, Risa yang sudah terlelap
"Kasian yah, Risa. Gue baru lihat sisi dia yang ngga ceria ini" cetus, Vigo
"Ia. Gue juga kasian banget" timpal, Viona
"Dia bisa jatuh sakit kalau begini" ujar, Luthfi
"Gue bahkan sering banget lihat dia dulu kek gini. Awal dia putus sama, Dika lebih parah. Malah ngga makan selama tiga hari, sampai dia masuk rumah sakit" jelas, Syifa yang menatap iba sahabatnya
"Beneran, Fa?" tanya, Viona dengan tidak percaya hal yang baru saja ia dengar
"Gue kira, Risa ngga pernah terpuruk. Mengingat selama ini yang gue lihat, dia benar-benar ceria banget" cetus, Vigo
"Itu beneran? Risa pernah terpuruk hanya karna putus sama, Dika?" bahkan, Luthfi sendiri seperti tidak mempercayai ini
"Ia. Soalnya, Risa tuh kalau udah sayang sama orang, dia bakal sayang banget, sampai dia bakal cuek ke cowok lain" tutur, Syifa
"Pantes aja sih" tukas, Viona
"Berarti? Sekarang, Risa ada rasa sama, Fahri?", Vigo menyimpulkannya begitu saja
"Sebenarnya kalau gue lihat. Mereka sudah ada rasa. Hanya saja karna mereka pernah sama-sama patah hati. Jadinya mereka lebih memilih untuk menjaga hati agar tidak tersakiti kembali" tutur, Luthfi
"Setuju sih" cetus, Viona
"Terus loh berdua gimana?" tanya, Vigo
"Gue? Sama, Luthfi? Kenapa emang?" tanya balik, Syifa yang tidak mengerti arah pembicaraan, Vigo
"Yang jelas, Go" tukas, Luthfi
"Yah loh berdua? Akhirnya bisa nikah gimana ceritanya? Gue selalu lupa nanya ini ke kalian" sahut, Vigo
"Eh ia. Gue juga baru ingat juga itu. Selama ini? Kalian belum pernah cerita kan? Ayo dong cerita" desak, Viona yang penasaran
Syifa dan Luthfi saling menatap. Bingung untuk menjawab pertanyaan, Viona dan Vigo itu.
"Gue bakal cerita kalau kita sudah ngumpul" jawab, Luthfi
"Ini, kita udah ngumpul" sahut, Viona
"Risa sama Fahri ngga dengar. Mereka berdua sama-sama tidur. Akan gue cerita kalau mereka udah bangun" tukas, Luthfi
"Benar yah? Janji loh, Fi? Jangan ingkar" seru, Viona yang menunjuk, Luthfi
"Ia. Gue janji, itupun kalau gue ingat" ujar, Luthfi lalu terkekeh
"Eh. besok gimana? Kita ada kuliah jam 10" cetus, Syifa yang mengingatkan teman-temannya
__ADS_1
"Biar gue sama, Luthfi yang ngampus. Kalian disini aja" jawab, Vigo
"Gue juga pengen ngampus" sahut, Viona
"Loh rela ngebiarin, Syifa sama Risa berdua disini ngejaga, Fahri?" tanya, Vigo
"Hubungi orangtua, Fahri, Go. Astaga. Gue sampai lupa" seru, Viona yang baru mengingat orangtua, Fahri belum mereka hubungi
"Astaga, ia", Vigo berdecak kesal lalu meraih ponselnya dan keluar dari ruangan tersebut
"Orangtua, Fahri galak ngga?" tanya, Syifa
Luthfi terkekeh dengan pertanyaan istrinya kepada, Viona, "Kenapa jadi nanya galak atau ngganya?"
"Kan cuma nanya aja. Kenapa? Kamu cemburu? Aaaaaa", Syifa menggoda suaminya dan tersenyum sesekali tertawa kecil
"Dasar suami istri ini", Viona hanya menggeleng dan tersenyum senang melihat keduanya
Vigo terlihat masuk ke dalam ruangan dan menyelipkan ponselnya di saku celananya setelah bertukar suara dengan orangtua, Fahri. Untuk memberi tahu mereka jika, Fahri sedang berada di rumah sakit saat ini.
"Udah, Go? Orangtua, Fahri bilang apa?" tanya, Viona kepada, Vigo yang baru saja duduk di sampingnya
"Besok mereka datang kesini" jawab, Vigo
"Syukurlah. Go tau ngga? Syifa tadi masa nanya gini ke gue, 'Orangtua, Fahri galak ngga?'. Lucu banget" ujar, Viona memberitahu, Vigo
"Orangtua, Fahri baik banget" cetus, Vigo. "Harusnya yang nanya gitu, Risa. Kenapa jadi loh?" ucapnya lalu tertawa
"Mewakili sahabat gue, Go" sahut, Syifa
"Masa sih?" ledek, Luthfi yang mencolek dagu istrinya yang lancip itu
"Beneran. Cieee cemburu", Syifa balik menggoda suaminya dengan mencolek perutnya
"Siapa yang cemburu?" sangkal, Luthfi namun tertawa mendengarnya
*
*
*
*
*
*
Oke. Aku mau cerita dikit teman2. Kemarin kan ada beberapa yang minta visual mereka. Dari beberapa bulan yang lalu sih sebenarnya. Cuma aku ngga ngasih, karna tau ekspektasi bakal beda. Jadi, aku kiriminlah kan tadi gambaran visual mereka versinya aku gitu kan. Dan udah tau sih, bakal dikomen 😅 karna ngga sesuai ekspektasi kalian🤠Jadi gini, kenapa aku ngambil foto2 yang dari Indonesia, yah kan aku ngambil lokasinya di Indonesia. Terus, bahasanya kan gaul banget pake 'Loh-Gue'. Yakali aku ngambil lokasi di Indonesia, dengan bahasa gaul gitu, terus castnya orang luar, misalnya Justin Bieber gitu sama Selena Gomes. Bagi aku yang imajinasinya tinggi, bakal ngakak ngebayangi sih Justin nanya ke Selena, "Eh, Na? Loh mau kemana? Rame benner tuh baju loh", atau Selena ngomong gini ke, Justin "Widih. Rapi benar loh, Tin? Mau kemana emang loh?". Ini aku nulisnya aja udah ngakak ngebayangin gaya bicara mereka 😅 Hehehe. Nanti setelah novel ini, aku bakal bikin novel yang diluar Indonesia. Dan castnya udah pasti dong orang luar juga. Ngga nyambung banget kan yah, aku ngambil lokasi di Indonesia, dengan bahasa yang luar biasa gaul gitu, terus yang castnya orang Jepang, Cina, Thailand. Beneran ngakak deh aku ngebayanginnya.
Udah ah 🤠itu aja penjelasannya. Jangan lupa like dan votenya yah man-teman ☺ Terima kasih yang sudah mendukung 🤗
__ADS_1