
"Nanti aja deh kalau anak gue lahir. Baru kalian nikah" seru, Syifa
"Ngga usah deh sekalian" kesal, Risa
"Ngebet nikah loh, Sa?" ledek, Viona
"Risa kan ngebet nikah sama gue" goda, Fahri
"Sembarangan", Risa memukul paha, Fahri
"Ngaku aja deh, Sa" ledek, Vigo
"Malu-malu tapi mau" timpal, Luthfi
"Udah dong teman-teman. Ntar gue baper beneran loh" ketus, Risa
"Ngga apa-apa. Emang gue sengaja baperin loh", Fahri lag-lagi menggoda, Risa dengan mencolek dagunya
"Fahri mah. Ngeselin ih" cemberut, Risa
***
Kini, usia kandungan, Syifa sudah memasuki bulan kelahiran anaknya. Hanya menunggu beberapa hari lagi, ia dan suaminya, Luthfi sudah bisa melihat buah hati mereka. Penantian panjang oleh kedua keluarga beserta sahabat-sahabatnya yang selalu ada bersamanya. Bahkan mereka rela direpotkan oleh, Syifa, demi kesenangan sang ponakan yang belum lahir
"Besok. Ayah, Bunda, sama Mommy akan kesini" seru, Luthfi di sela-sela canda mereka di rumahnya.
Seluruh temannya selalu menginap di rumah mereka. Menemani saat-saat, Syifa yang selalu mengeluh kesakitan dibagian perut dan juga pinggangnya
"Kenapa ngga dari kemarin-kemarin aja coba datangnya?" ketus, Syifa
"Kan udah dijelasin" jawab, Luthfi yang mengerti kesedihan istrinya
"Syafa ngga ikut? Adik loh, Bian sama Fia ngga ikut juga?" tanya, Risa
"Ikut. Mereka kan baru selesai ujiannya" sahut, Luthfi
"Wah. Bakal rame nih besok" heboh, Viona
"Orangtua loh gimana, Sa?" tanya,Vigo
"Mereka juga bakal datang. Bareng, Abang gue juga" jawab, Risa
"Kalau orangtua loh, Ri?" tanya, Syifa
"Kenapa orangtua gue, Fa? Loh juga pengen mereka datang?" tanya balik, Fahri yang tidak mengerti
"Harus lah, Ri. Mereka harus datang" tegas, Syifa
"Kenapa orangtua, Fahri harus datang?" tanya, Luthfi yang sedikit tidak suka
"Hayo loh, Fa. Luthfi cemburu tuh" ledek, Viona
"Bisa-bisanya loh, Fa nyuruh orangtua, Fahri datang disaat loh masih jadi istri, Luthfi" timpal, Vigo
"Apaan sih otak kalian ini" gerutu, Syifa
"Loh yang mulai" cetus, Risa
"Gue tuh nyuruh orangtua, Fahri datang. Karna besok orangtuanya, Risa juga bakal datang. Kan sekalian mereka bisa acara lamaran" tutur, Syifa
"Apaan sih, Fa? Ngga jelas banget" ketus, Risa
"Oh", Luthfi membulatkan kedua bibirnya, "Boleh juga sih idenya" lanjutnya
"Pala loh" kesal, Risa
"Loh kalau senang bilang aja. Ngga usah sok'sok-an ngga mau gitu deh" tegur, Viona
"Loh mau gue lamar?" tanya, Fahri dengan maksud meledek
"Ngga. Gue ngga mau" tolak, Risa dengan kesal
Beberapa hari yang lalu. Risa melihat, Fahri dan Wanda jalan berdua. Itu sebabnya, Risa jadi menjauh dari, Fahri. Karna tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain. Meskipun, Fahri berkali-kali menjelaskan bahwa ia bertemu, Winda secara kebetulan saja
"Wah, ditolak lagi" ledek, Luthfi
__ADS_1
"Cemburu buta si, Risa" cetus, Vigo
"Siapa yang cemburu?" seru, Risa dengan kesal
"Santai aja dong. Ngegas banget" tegur, Viona
"Percaya deh sama, Fahri, Sa. Mereka cuma kebetulan ketemu" tukas, Syifa
"Kebetulan ketemu yang langsung pergi berdua gitu? Udahlah, Fa. Laki-laki emang gitu, Buaya" ketus, Risa
"Ngatain gue terus aja sampai loh puas deh. Ngga tau juga gue mau ngejelasin gimana lagi" pasrah, Fahri
"Loh sih. Kalau dekat sama satu cewek, jangan lagi mau pergi sama cewek yang lain" tegur, Luthfi
"Gue kan udah bilang. Gue ngga sengaja ketemu, Winda. Habis itu gue nganterin dia pulang" jelas, Fahri
"Alasan aja terus?" ketus, Risa yang memutar malas bola matanya
"Gue ngga alasan, Sa" sahut, Fahri
"Terserah loh deh. Lagian itu juga bukan urusan gue kok. Ngga berhak gue juga ngelarang loh" tukas, Risa yang menolak bersitatap dengan, Fahri
"Jangan baperan tuh kenapa sih, Sa?" seru, Syifa
"Siapa yang baperan sih? Gue kan cuma ngomong aja. Kalau gue ngga ada hak buat ngelarang dia" sahut, Risa
"Perlu gue panggilin, Winda? Biar loh percaya?" keluh, Fahri
"Ngga usah" tolak, Risa, "Lagian ngapain? Ngga guna juga. Atau loh mau dia nyerang gue dan ngatain gue pelakor?" kesal, Risa
"Jadi panjang nih" sergah, Viona yang selalu memotong ketika, Risa sudah mulai emosi
"Udah, Ri" tegur, Vigo yang menggeleng
"Sorry kalau gue ngomongnya kasar" cetus, Risa
"Kalau jodoh ngga akan kemana" ujar, Luthfi
"Ngga usah ngehayal deh, Fi. Gue sama, Fahri cuma berteman. Sekarang, ataupun nanti" sahut, Risa
***
"Mommy" teriak, Syifa yang merentangkan kedua tangannya menyambut keluarga besarnya yang sudah datang
Syifa hanya berdiam diri merentangkan kedua tangannya karna sudah tidak kuat berlari. Terlebih, Luthfi melarang keras dirinya
"Sayang" Mommy nya pun berhambur memeluk putrinya yang tengah mengandung besar
"Kakak" teriak, Syafa yang juga memeluk kakaknya
"Syifa senang banget" ucap, Syifa dengan mata berkaca-kaca
"Nak", Ayah Syifa membelai kepala putrinya
"Ayah", Syifa berhambur memeluk Ayahnya
"Sebentar lagi. Kamu akan menjadi orangtua. menjadi seorang Ibu. Ayah harap, kamu semakin dewasa, Nak" ucap, Ayahnya dengan penuh haru
"Ia, Yah" jawab, Syifa dengan tangisnya
"Nak", Ayah Syifa mengulurkan tangannya kepada, Luthfi
"Ia, Ayah", Luthfi menghampiri Ayah metuanya
"Jaga putri, Ayah. Juga cucu Ayah"
"Ayah ngga perlu khawatir. Luthfi akan menjaga anak Ayah dan cucu Ayah" ujar, Luthfi dengan tegas
"Kakak ipar?" panggil, Fia
"Hay, dek. Sini", Syifa mengulurkan tangannya kepada, Luthfia, adik iparnya
"Kalau, Fia peluk kakak ipar, ponakan, Fia ngga kesakitan kan?" tanya, Fia dengan polos
"Ngga dek", Syifa memeluk adik iparnya dengan gemas
__ADS_1
Syifa menyalami dan memeluk mertuanya serta serta adik ipar laki-lakinya, Bian. Pun, Luthfi dan teman-temannya. Menyalami satu persatu keluarga besar, Luthfi dan Syifa yang baru datang
"Mama, Risa kok belum nyampe juga yah?" tanya, Risa
"Mama kamu datangnya sore Nak. Tadi Mommy udah nelpon mama kamu" jawab Mommy Risa
"Yah" ketus, Risa
"Ayo masuk dulu. Risa nih. Malah ngajakin ngobrol di luar" tegur, Syifa
"Ayo masuk" ajak, Luthfi
***
"Sayang. Besok kita periksa ke dokter kandungan yah" cetus Ibu mertua, Syifa
"Ia, Bun" jawab, Syifa
"Oh ia. Nak Viona sama Vigo kapan nikahnya?" tanya, Mommy Syifa
"Doain aja secepatnya tante" jawab, Viona
"Kode tuh, Go. Kode" heboh, Risa
"Kalau, Vio udah bilang 'ia', Vigo siap lamar tante" sahut, Vigo
Ledekan terus terdengar dengan wajah memerah, Viona karena malu
"Kalau Kak Risa sama Kak Fahri kapan?" tanya, Syafa yang membuat, Risa menghentikan tawanya
"Apaan sih? Jangan ngomong sembarangan?" ketus, Risa
"Mulai deh sensi" sergah, Syifa
"Loh? Risa sama Fahri kenapa? Berantem?" tanya, Mommy Syifa
"Lagi cemburu, Mom" ledek, Luthfi
"Cemburu kenapa?" tanya Bunda Luthfi
"Ngga ada yah. Jangan ngomong sembarangan" seru, Risa dengan kesal
"Risa salah paham tante" cetus, Fahri
"Gue ngga salah paham. Udah deh, ngga usah ngomomg loh"kesal, Risa
"Pertengkaran dalam suatu hubungan itu hal wajar Nak. Tapi jangan sampai kelewatan" ujar Ayah Fahri
"Tuh, dengerin, Sa" tukas, Syifa
"Tapi nyatanya. Risa sama Fahri ngga punya hubungan apa-apa selain teman" sahut, Risa
"Fahri kan udah ngelamar loh" cetus, Luthfi
"Tapi loh tolak" tukas, Vigo
"Kak Risa nolak lamarannya Kak Fahri? Awas. ntar nyesel loh kak" tegur, Syafa
"Dengar kan?" ledek, Fahri
"Diam loh" bentak, Risa
"Cemburu" ledek, Fahri
"Fahri" teriak, Risa hingga membuat yang lainnya tertawa
*
*
*
*
*
__ADS_1
Maaf yah. Semalam ngga bisa up. banyak banget kerjaan. Mau nulis pun nanggung banget, pikiran lari-larian, takutnya nulis tapi ngga nyambung. Ini aja sebenarnya masih lari-larian. maaf banget yah 🙏🏻 Jangan lupa like dan votenya yah tmn 😊 Terima kasih untuk yang selalu mendukung 🤗