
"Yakin ngga mau ikut?" Luthfi kembali menanyakannya pada istrinya yang bersikukuh tidak ingin pergi
"Ngga. Aku disini aja nemenin, Gibran" jawab, Syifa
"Ya udah deh. Kalian aja yang pergi. Gue juga ngga bisa pergi kalau, Syifa di rumah sendirian" cetus, Luthfi
"Lain kali aja yuk perginya" usul, Risa yang sengaja memanas-manasi, Syafa
"Kok gitu sih" Syafa sudah mulai terpancing
"Atau Bian sama Syafa aja yang ke kampus berdua" seru, Viona
"Kok, Bian? Bian kan ngga tau tempatnya dimana" tukas, Bian
"Tau loh. Mau buat adek gue tersesat" seru, Syifa
"Ayo ke kampus. Ngga apa-apa, Luthfi nemenin, Syifa disini
"Ayo" Vigo mendahului mereka keluar
***
"Wah. Kampus kakak mewah banget" puji, Syafa yang mengedarkan pandangannya setelah mereka keluar dari mobil milik, Fahri
"Jangan norak deh" tegur, Risa
"Kenapa sih kak? Kan, Syafa cuma muji" ketus, Syafa
"Ayo masuk. Berantem mulu disini" ajak, Fahri
"Bian nanti mau ambil jurusan apa?" tanya, Syafa pada, Bian
"Belum tau" jawab, Bian tanpa menoleh
"Bian. Kalau ada yang ngajakin ngomong tuh liat dong orangnya" seru, Syafa
"Biar apa?" Bian menoleh pada, Syafa dengan pertanyaannya
"Yah biar sopan" tukas, Syafa
"Cih" Bian malah mendesis
"Udah-udah. Nanti kita ngajak kalian keliling. Siapa tau langsung dapat inspirasi" sergah, Viona
"Ke Fakultas dulu yuk" usul, Vigo
"Boleh" sahut, Fahri
Sepanjang perjalanan, Syafa terus memuji bangunan yang ada disana. Risa meski sedikit kesal tetap menjawab jika, Syafa bertanya padanya
"Ingat yah dek. Jangan loh bikin onar disini" peringat, Risa
"Emangnya, Syafa suka bikin onar apa?" ketus, Syafa
"Diingetin dek. Biar ngga kejadian" tukas, Viona
"Tunggu bentar yah. Gue mau ngecek sesuatu dulu" seru, Fahri yang meninggalkan mereka dan masuk ke ruangan dosen
"Kak Fahri mau kemana?" tanya, Bian
"Ngurus berkas dulu" jawab, Vigo
"Nunggu, Fahri di kantin aja yuk?" ajak, Viona
"Ayo. Udah lama juga nih kita ngga ke kantin" sahut, Risa
__ADS_1
"Tapi Kak Fahri gimana?" tanya, Syafa
"Gampang. Ntar gue chat dia" jawab, Risa
"Ayo"
Sesampainya di kantin, mereka duduk di meja seperti biasa. berada di ujung. Mereka sengaja memilih disana. Karna jika mereka ribut, tidak terlalu menjadi bahan perhatian semua orang
"Ini kantin Fakultas kakak?" tanya, Bian
"Ia" jawab, Vigo, "Gue sama yang lain sering nongkrong disini"
"Kok ngga rame yah kak?" tanya, Syafa yang mengedarkan pandangannya dan hanya terlihat beberapa orang saja disana
"Kan lagi libur. Gimana mau rame" cetus, Risa
"Padahal yah. Biasanya di kantin sampai full loh. Bahkan banyak yang antri" tukas, Viona
"Pantesan ngga rame. Terus Kak Reza ngga datang?" tanya, Syafa lagi
"Ngapain dia datang ke kampus kalau ngga ada yang penting" sahut, Risa
"Palingan lagi nongkrong sama teman-temannya" ujar, Vigo
"Teman, Reza banyakan dari jurusan Kimia" seru, Viona
"Kimia?" ulang, Bian
"Ia Kimia. Kenapa? Loh suka Kimia?" tanya, Vigo
"Ia kak. Bian rencana mau ambil jurusan Kimia" sahut, Bian
"Syafa juga bukannya suka Kimia kan?" tanya, Risa
"Suka. Tapi, Syafa belum tau mau ngambil jurusan apa kalau kuliah nanti" sahut, Syafa
"Bian bukan baby sitter" ketus, Bian
"Emang loh pikir gue juga butuh baby sitter? Ngga usah GR yah" seru, Syafa
"Kenapa nih ribut-ribut?" Fahri datang di tengah perdebatan kedua adik mereka
"Biasa. Bian sama Syafa ribut lagi" sahut, Risa
"Oh ia. Kalian berdua mau ambil jurusan apa? Biar sekalian kita ngajak kalian dulu buat lihat-lihat Fakultas yang kalian suka" tawar, Fahri
"Bian mau ngambil jurusan Kimia kak" jawab, Bian
"Kalau, Syafa?" tanya, Fahri
"Belum tau kak. Syafa mungkin milih antara Biologi atau Kimia" sahut, Syafa
"Loh suka Biologi?" tanya, Vigo
"Suka. Syafa pernah menang juara dua lomba cerdas cermat Biologi" jawab, Syafa
"Terus kalau Kimia?" tanya, Viona
"Juara satu lomba meracik parfum" sahut, Syafa
"Keren" cetus, Viona lalu bertepuk tangan
"Syafa ini kebalikan sama, Syifa. Kalau, Syifa kan otaknya lebih cair ke teori. Kalau, Syafa ini lebih ke praktek" seru, Risa
"Pilih Kimia aja. Biar sejurusan sama Bian. Kan aman juga kalau sama, Bian. Seenggaknya kakak loh ngga akan khawatir berlebihan" seru, Fahri
__ADS_1
"Makanya. Tadi tuh kita bilang ke, Syafa buat ngambil jurusan Kimia aja. Biar sama Bian. Eh malah ribut nih berdua" ujar, Viona
"Bian keberatan?" tanya, Vigo
"Keberatan apa kak?" tanya ulang, Bian
"Kalau sejurusan sama, Syafa" tukas, Vigo
"Ngga. Bian ngga punya hak untuk ngelarang orang" sahut, Bian
"Tuh dek. Dengerin tuh, Bian bilang apa" seru, Risa
"Terserah deh" ketus, Syafa
***
"Kok mereka lama banget sih?" ketus, Syifa yang membaringkan tubuhnya di kasur
"Mereka kan baru pergi sejam yang lalu" sahut, Luthfi, sambil menggendong sang bayi sejak tadi rewel hingga membuat, Syifa kelelahan
"Fi?" panggil, Syifa
"Hmm" jawab, Luthfi yang menoleh sekilas
"Tadi, Reza nelpon aku" cetus, Syifa
"Reza? Ngapain dia nelpon?" tergambar raut wajah tidak suka, Luthfi
"Tadi dia nanya. Kita ke kampus atau ngga. Terus aku jawab, Aku sama Luthfi ngga. Tapi yang lainnya ke kampus" tukas, Syifa
"Kenapa dia nelpon kamu. Bukan yang lainnya?" kesal, Luthfi
"Kan cuma nomornya aku yang dia punya" tukas, Syifa
"Sering komunikasi?" tanya, Luthfi
"Ngga" Syifa menggeleng, "Dulu dia pernah minta nomor aku waktu belum nikah sama kamu. Beneran"
Luthfi mendesah kesal dan meletakkan sang bayi di tempat tidurnya
"Ini aku ngomong loh sama kamu. Gimana kalau aku ngga ngomong coba?" seru, Syifa
"Jangan nyembunyiin apapun" ancam, Luthfi yang duduk di sebelahnya
"Makanya aku ngasih tau kamu. Ini malah marah-marah" kesal, Syifa
"Lain kali kalau dia nelpon lagi. Kasih ke aku. Jangan jawab teleponnya" ancam, Luthfi
"Ini kenapa jadi kamu yang posesif sih" gerutu, Syifa
"Karna sayang" sahut, Luthfi
"Oh. Jadi ceritanya kamu sayang sama aku?" ledek, Syifa
"Mau tidur" sangkal, Luthfi yang malah membelakangi, Syifa
"Aaaa so sweet banget suami ku" goda, Syifa yang memeluk suaminya belakang hingga membuat, Luthfi tersenyum malu
*
*
*
*
__ADS_1
Maaf. Beberapa hari ini gk up apa2. Soalnya aku lagi sakit. Doain aja yah segera sembuh. Oh ia, bentar lagi Novel baru Syafa keluar nih. Terima kasih untuk para readers yang selama ini masih bertahan membaca setiap karya yang aku publish. Juga terima kasih untuk para voters yang senantiasa selalu ngevote. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan like, komen dan votenya ❤