Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Extra part 1 (Syafa dan Bian)


__ADS_3

"Kami harus pulang Nak" ucap, Mommy Syifa


"Terus nanti siapa yang nemenin, Syifa disini?" rajuk, Syifa


"Kan ada, Syafa kak" sahut, Syafa


"Loh tinggal dek?" tanya, Syifa dengan senang


"Ia. Soalnya kan, Syafa udah libur" jawab, Syifa


"Kalau, Abang gimana?" tanya, Risa


"Abang harus pulang dek. Abang banyak kerjaan" ujar, Rasya


"Abang mah sok sibuk" ketus, Risa


"Abang bukan sok sibuk. Tapi emang beneran sibuk" bantah, Rasya


"Ia. Laki-laki kan emang harus bekerja keras. Gimana nanti kalau udah berumah tangga" cetus, Syilla


"Benar tuh, Bang. Abang harus kerja keras. Siapa tau jodoh Abang udah dekat. Kayak Kak Syilla mungkin" ledek, Viona


"Viona" tegur, Syilla dengan malu karna orangtua mereka masih berada disana


"Wah. Kalau Abang yang sama Kakak Vigo sih ngga apa-apa. Ngerestuin nih Vigo langsung" ujar, Vigo


"Kode, Bang. Kapan lagi belum dekat tapi langsung dapat restu. Kalau, Luthfi sih udah pasti maju" timpal, Luthfi


"Ini semua kenapa pada ngehasut Abang sih?" seru, Rasya


"Hallah. Bilang aja Abang malu. Kak Syilla. Abang itu orangnya baik loh kak. Penyayang, pengertian, ter the best lah kak. Beneran, Syifa ngga bohong" cetus, Syifa


"Kok gue jadi pengen ketawa yah" ujar, Fahri, "Abang kek udah ngga laku aja. Dipromosiin sekarang"


"Harga diri Abang keinjak ini" gurau, Rasya


"Abang sok malu. Ntar diembat orang, Abang cuma dapat abunya doang" ledek, Syafa


"Terserah loh pada deh" pasrah, Rasya


"Kak. Nanti mau ke kampus ngga?" tanya, Syafa dengan penuh maksud


"Kenapa?" tanya balik, Syifa


"Kakak yah. Kebiasaan banget. Ditanya malah nanya balik" gerutu, Syafa


"Nanya dulu kenapa? Loh mau ikut?" tanya, Syifa


"Mau. Mau banget. Siapa tau disana ketemu Kak Reza" girang, Syafa

__ADS_1


"Astaga. Dek. Loh tuh cewek. Jaga harga diri napa sih? Mana ada sejarahnya cewek yang ngejar-ngejar cowok" seru, Syifa


"Karna cinta harus diperjuangkan. Jangan hasut, Syafa buat nurunin sifat kamu yang gengsi" protes, Luthfi


"Uhhh. Kakak ipar baik banget deh" puji, Syafa dengan senang


"Reza siapa?" tanya, Rasya


"Itu loh Bang. Cowok yang sempat naksir Kak Syifa. Kemarin dia juga datang. Gila Bang, ganteng banget" seru, Syafa dengan heboh


"Cewek kalau ngeliat cowok ganteng bisa jadi gila" ketus, Bian


"Kakak sembarangan" protes, Fia yang memukul tangan, Bian


"Bian kalau ngomong juga suka benar sih" ujar, Syafa lalu tertawa


"Itu berlaku cuma buat loh sama Risa tuh. Gue sih ngga. Biasa aja tuh" ketus, Syafa


"Jangan sok deh, Fa. Gue sih yakin. Cowok seganteng, Reza ngga mungkin loh ngga naksir" seru, Risa


"Ngga. Ngga pernah tuh gue naksir, Reza. Gue cuma suka dia yang sopan. Tapi ngga sampai naksir. Emang loh, baru ngeliat, Reza langsung naksir" hardik, Syifa


"Beneran?" tanya, Syafa dengan heboh


"Beneran itu. Waktu kita perkenalan aja, Risa sampe mesem-mesem ngeliatin, Reza. Tapi sayangnya, Reza sukanya sama, Syifa" timpal, Viona lalu tertawa


"Pantesan. Kemarin jabat tangan aja lama banget" ketus, Fahri


"Ngapain ngambek. Kan emang gue lebih dulu kenal, Reza daripada loh" tukas, Risa


"Kok bisa?" tanya, Rasya


"Ia Bang. Soalnya, Fahri tuh pindahan. Ngga kek gue sama yang lain. Tulen emang" rancau, Risa


"Tulen? Loh pikir waria?" ujar, Fahri yang seketika membuat semuanya tertawa


"Sudah-sudah. Nak. Kami mau pamit yah. Disini ada, Syafa yang nememin kamu" seru Mommy Syifa


"Bian juga tinggal. Katanya mau diajak keliling kampus kalian. Sebentar lagi kan, Bian juga kuliah" cetus Bunda Luthfi


"Bian juga tinggal?" tanya, Syafa


"Ia" jawab, Bian dengan cuek


"Gila. Baru ngerasain gue, Bian nurun banget dari sifat, Luthfi" seru, Risa


"Lebih parah, Bian" cetus Bunda Luthfi


"Wah. Cocok nih sama, Syafa. Syafa kan rame, Bian cuek" tukas, Rasya

__ADS_1


"Ngga yah. Syafa tuh cocoknya sama Kak Reza" ujar, Syafa


"Yang suka sama loh juga siapa" cetus, Bian yang memalingkan wajahnya


"Wah. Heboh nih" tawa, Syifa meledak melihat tingkah kedua adiknya


"Jangan gitu Kak Bian. Ntar suka loh lama-lama" ledek, Fia


Seluruh anggota keluarga sudah pulang ke daerah masing-masing. Yang tertinggal hanya ke-enam orang yang memang sedang kuliah. Juga Syafa dan Bian


Risa Menaikkan kakinya di atas meja dan menyandarkan punggungnya ke sofa. Sedangkan wajah, Viona terlihat begitu pucat


"Kenapa loh berdua?" tanya, Syifa


"Pinggang gue sakit" jawab, Risa dengan malas


"Parah banget" seru, Syifa lalu tertawa


"Kalau loh kenapa, Vi?" tanya, Luthfi


"Ngga apa. Kayaknya cuma kurang tidur aja sih" ketus, Viona


Tawa, Luthfi dan Syifa pecah dibuatnya. Berbeda dengan, Bian dan Syafa yang diam saja


"Kakak-kakak. Lagi ngomongin apa sih?" tanya, Syafa


"Mau aja tau" ketus, Bian


"Kan cuma pengen tau" gerutu, Syafa


"Urusan orang yang udah nikah dek" seru, Fahri


"Nanti, Syafa kalau udah nikah pasti tau" timpal, Vigo


"Jangan ngeracunin pikiran adek gue yah" ancam, Syifa


"Kakak. Kapan ke kampus? Pengen ketemu sama Kak Reza" ujar, Syafa


"Bisa jaga harga diri ngga sih dek?" kesal, Syifa


"Heran gue" guman, Bian


"Cocok nih, Bian sama Syafa. Cieeee, Syafa" ledek, Risa


"Kakak apaan sih. Kan, Syafa sukanya sama Kak Reza. Bukan sama, Bian. Lagian yah kak. Pamali tau nikah antara saudara gitu" ujar, Syafa


"Hari gini masih percaya mitos" tukas, Bian yang menggelengkan kepalanya


"Berarti, Bian setuju kalau nanti nikahnya sama, Syafa?" ledek, Luthfi

__ADS_1


"Ngga" jawab, Bian dan Syafa kompak


"Cieeee"


__ADS_2