
"Jangan main-main, Ri" tegur, Luthfi
"Tau loh. Malah ngelamar gue disini kek anak murahan aja gue" ketus, Risa
"Padahal, Risa udah keburu baper loh, Ri" ledek, Syifa
"Ya udah, ayo nikah kalau baper" ajak kembali, Fahri
"Loh siap nikah sama gue?" tanya, Risa
"Siap. Ayo" jawab, Fahri
"Siap, tiap hari dengar omelan gue?" tanya, Risa lagi
"Ngga" jawab, Fahri yang mengundang tawa
"Tuh kan. Ngeselin ah" gerutu, Risa
"Jahat loh, Ri" tukas, Viona
"Loh bawa terbang, Risa. Habis itu loh jatuhkan lagi" cetus, Vigo
"Kan kalau udah nikah harus nurut sama suami. Ngomelnya dikurangi. Gitu maksud gue. Baper banget loh", Fahri mendorong kening, Risa dengan telunjuk jarinya
"Namanya juga cewek. Selalu berperasaan. Emangnya cowok, yang selalu nyakitin" ketus, Risa
"Waduh. Berat nih" goda, Syifa
"Ngga semua cowok juga, Sa" bantah, Luthfi
"Mentang-mentang loh ditinggal nikah sama mantan loh. Loh malah nyamain semua cowok" cetus, Vigo
"Ia. Nih, buktinya, Vigo sama Luthfi baik kok" bela, Viona
"Terserah deh" pasrah, Risa
"Karna loh terlalu berperasaan, makanya jadi gampang disakitin. Cinta sama kebegoan itu emang beda tipis" ujar, Fahri
"Dari tadi ngatain mulu" ketus, Risa
"Otak loh harus dibersihkan. Biar ngga o'on banget" tukas, Fahri
"Berantem lagi. Hadewwwww" seru, Viona yang menyandarkan punggungnya ke sofa
"Ngga apa-apa sayang. Biar mereka berantem dulu di depan kita. Soalnya kalau mereka udah nikah, kita ngga bisa lihat lagi dia berantem disini. Paling di kamar berantemnya. Malam pula" tutur, Vigo
Fahri dan Luthfi langsung tertawa keras. Sedangkan, Syifa dan Risa saling mengerutkan kening karna tidak mengerti maksudnya. Viona sendiri malah menjewer telinga, Vigo
"Sayang. Sayang. Aduh sakit sayang", Vigo mengaduh kesakitan memegang tangan, Viona yang menjewer telinganya
"Masih berani ngomong gitu?" ancam, Viona
"Bercanda sayang" ucap, Vig dengan memelas
"Awas yah" seru, Viona yang melepaskan tangannya
"Gimana rasanya, Go?" ledek, Fahri
"Manis ngga? Mau tambah lagi?" timpal, Luthfi
"Sakit" geram, Vigo yang membuat kedua pria itu kembali tertawa
"Kalian itu sebenarnya ngomongin apa sih?" gerutu, Risa yang tidak mengerti
"Tau nih. Tiap kali aja, Vigo ngomong aneh. Selalu juga nih berdua ketawa. Heran gue" tukas, Syifa yang menunjuk, Luthfi dan Fahri
"Ngga usah tau yah", Luthfi mencium puncak kepala, Syifa
"Lebay" ketus, Risa
__ADS_1
"Iri mulu nih jomblo yang satu", Fahri mencubit pipi, Risa
"Ya udah. Nikahin gue biar ngga jomblo lagi" ketus, Risa
"Ayo. KUA dekat tuh", Fahri berdiri memegang tangan, Risa
"Apaan sih. Gue ngga serendah itu yah" gerutu, Risa yang menepis tangannya
"Lucu yah kalian" tegur, Viona
"Yah emang lucu di mata loh kalau ngeliat gue terbully" kesal, Risa
"Tapi serius deh, Ri. Loh beneran apa ngga sih mau ngajakin, Risa nikah?" tanya, Syifa ketika, Fahri kembali duduk
"Loh kayak ngga tau dia aja, Fa. Astaga" ujar, Risa
"Jangan bercanda, Ri" cetus, Luthfi
"Gue sih, ayo-ayo aja. Tapi gue belum punya apa-apa. Jadi jangan nuntut apapun" jawab, Fahri
"Dih. Sok bijak loh" seru, Risa
"Diem dulu deh, Sa. Orang lagi nanya serius juga" tegur, Viona
"Jangan marah-marah sayang" ucap, Vigo
"Nikah itu ngga cuma setahun atau dua tahun doang loh. Tapi untuk selamanya. Menyatukan dua kepala dalam satu hubungan itu berat. Keegoisan harus dikurangi. Saling mengerti dan memikirkan pasangan kita. Mau menerima segala kekurangannya maupun kelebihannya" tutur, Luthfi sebagai orang yang sudah berpengalaman
"Benar tuh yang di bilang, Luthfi. Jangan asal doang" seru, Risa
Fahri hanya meliriknya dan memalingkan wajahnya. Syifa sibuk membaca isi mata kedua temannya itu. Sedangkah, Vigo dan Viona hanya memperhatikan
"Jujur yah. Sebenarnya tadi gue niatnya cuma bercanda" ujar, Fahri
"Jangan gitu loh, Ri" cetus, Viona
"Perasaan, Risa sekarang pasti lagi sakit yang kedua kalinya" tukas, Vigo
"Ayo loh, Ri" cemberut, Syifa yang tidak tega berada di dalam situasinya seperti ini
"Ehem. Tadi gue niatnya emang cuma bercanda. Tapi kalau loh serius. Ayo" ajak, Fahri pada, Risa
"Jangan gila deh. Apaan sih. Udah ah, jangan ngomongin ini lagi. Gue ngga suka" gerutu, Risa
"Kalian lihat kan? Gue ditolak" sahut, Fahri
"Apaan sih. Ngaco" kesal, Risa
"Emang benar loh nolak gue kan" tukas, Fahri
"Fahri. Jangan gini deh, please. Gue jadi pengen nangis rasanya. Mana minggu depan, Dika nikah lagi" mata, Risa berkaca-kaca
"Datangnya sama, Fahri aja" usul, Syifa
"Emang gue mau ngajak siapa lagi? Ngga mungkin kan gue ngajak, Luthfi atau Vigo? Yang ada gue mati di tangan kalian berdua" gurau, Risa
"Mulai deh" ketus, Viona
"Sekalian ajak ketemu sama orangtua loh, Sa" ledek, Luthfi
"Tenang aja. Gue kandangin sekalian" ujar, Risa
"Loh pikir gue Ayam di kandangin" seru, Fahri
"Dihati gue maksudnya, Ri? Ngambek nih", Risa mencolek perut, Fahri
"Uuuuu. So sweet" seru, Syifa yang senang
"Udah pintar ngegombal nih", Fahri memeluk gemas, Risa
__ADS_1
Risa melirik ke arah, Viona dan Syifa bergantian dengan penuh maksud. Hingga ketiganya sontak tertawa bersamaan membuat ketiga pria itu keheranan dibuatnya
"Kenapa ketawa?" tanya, Luthfi pada, Syifa
"Sayang? Kok ketawa?" tanya, Vigo
"Loh juga. Kenapa ketawa?" tanya, Fahri
"Loh yang lucu" jawab, Risa yang melepaskan diri
"Apa?" tanya, Fahri
"Loh bilang ngga mau sayang-sayangan sebelum nikah" sahut, Syifa
"Tapi nyatanya sekarang malah sayang-sayangan sama, Risa" ledek, Viona
"Astaga. Gue pikir apaan" desah, Vigo
"Benar-benar", Luthfi menggelengkan kepalanya
"Ngga apa-apa. Kan nanti gue nikahnya sama, Risa" jawab, Fahri
"Mulai deh" tegur, Risa
"Loh yang nolak yah. Kalau gue ngelamar cewek lain dan loh cemburu. Gue ngga tanggung jawab" cetus, Fahri
"Loh mau ngelamar siapa?" tanya, Risa
"Siapa aja juga mau sama gue" sahut, Fahri dengan songong
"ke-pd-an loh mas" ketus, Risa
"Emang fakta" tukas, Fahri
"Ayo dong kalian nikah" pinta, Syifa
"Kok mintanya itu?" tanya, Luthfi
"Pengen lihat, Risa nikah dan punya pasangan juga" jawab, Syifa
"Biar loh ngga bisa ngebully gue lagi gitu?" kesal, Risa
"Apaan sih? Orang doain yang baik-baik juga. Nyolot mulu loh Nenek tua" seru, Syifa
"Berantem lagi nih. Berantem" ketus, Viona
"Jadi gimana nih kelanjutannya?" tanya, Vigo
"Kelanjutan apa?" tanya balik, Fahri
"Hubungan loh sama, Risa. Gimana kelanjutannya?" sahut, Luthfi
"Yah ngga gimana-gimana. Risa ngga mau" ledek, Fahri yang melirik, Risa
"Sembarangan. Mana ada gue bilang ngga mau" bantah, Risa
"Tapi loh juga ngga bilang 'ia' tuh", Fahri kembali meledak, Risa
"Gue kan...... Ehem..... ", Risa malah menjadi salah tingkah hingga membuat temannya kembali menggoda dirinya
*
*
*
*
*
__ADS_1
Nulis lebih awal nih 🤭 Karna bisa aku pastikan ntar mlm ngga bisa nulis 🙏🏻 Jangan lupa like dan votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗