
Mata, Syifa membulat sempurna mendengar tantangan yang diberikan, Vigo. Mata, Syifa menoleh pada ketiga gadis itu yang juga sama terkejutnya dengannya.
"Vigo!!!!!! Loh benar-benar bikin gue dalam masalah"
"Luthfi" rengek, Syifa memegang lengan, Luthfi yang mencoba meminta pertolongan kepadanya
"Kamu sendiri yang milih dare" sahut, Luthfi seperti enggan membantu
"Kamu mah", Syifa dengan kesal menghempaskan lengan, Luthfi dari tangannya dengan pelan
"Luthfi mah emang mau" seru, Vigo
"Mereka kan masih pacaran? Kok kalian nyuruh mereka tidur berdua? Kalian sebagai teman jangan ngejerumusin teman kalian ke hal-hal yang ngga baik" tutur, Dinar yang merasa dare itu terlalu berlebihan
"Benar banget. Harusnya sebagai teman, kalian jangan nyuruh mereka berdua berbuat yang aneh-aneh. Masih pacaran, tapi disuruh tidur berdua. Mereka belum jadi suami istri", Lury menimpali dan kini menatap sinis pada, Viona
"Loh kalau ngga tau apa-apa, mending ngga usah ngomong deh" cetus, Viona pada, Lury
"Maksud, Lury bukan gitu, Viona. Mereka berdua kan baru pacaran. Masa kalian nyuruh mereka berdua buat tidur bareng malam ini? Kalau sampai terjadi apa-apa sama mereka berdua gimana? Kalau sampai teman loh hamil diluar nikah gimana?" ujar, Dini yang mencoba memberi penjelasan
Mereka yang ada disana, kecuali ketiga gadis itu harus bersusah payah menahan tawa karna merasa lucu dengan penuturan dari, Dini.
"Hamil juga ngga apa-apa" seru, Risa yang berusaha menahan tawanya
"Jadi maksud loh? Loh ngebiarin teman loh hamil diluar nikah? Yang benar aja. Loh teman apa musuhnya sih?" hardik, Dinar pada, Risa
"Kak Dinar ngga tau apa-apa. Jadi lebih baik Kak Dinar diam aja" sahut, Risa tanpa rasa takut
"Udah fixed itu dare-nya. Gue ngga mau dengar alasan apapun dan penjelasan apapun" seru, Vigo
"Ngga ada yang boleh protes" timpal, Fahri
"Jangan dong. Ayolah please" bujuk, Syifa yang mengatupkan kedua tangannya
"Kamu ngga mau tidur sama aku?" tanya, Luthfi yang hanya ingin menggoda, Syifa
"Mau" jawab, Syifa dengan cepat. "Tapi nanti di rumah aja. Yah? Ayolah, please. Malam ini tidurnya bareng-bareng aja sama mereka. Yah? Ayolah", Syifa menggoyang-goyangkan lengan, Luthfi
"Bentar deh. Maksudnya apa di rumah aja? Kalian tinggal serumah? Berdua?" tanya, Dinar yang belum mencerna maksud, Syifa dengan baik
"Kalian tinggal serumah? Berdua?", Lury ikut bertanya
Syifa terkejut setengah mati ketika menyadari ucapannya membuat ketiga gadis itu terperanjat. Syifa dengan malu menundukkan wajahnya.
"Kalau ia kenapa?" tanya balik, Luthfi dengan nada dingin ekspresi cueknya
"Kalian berdua?" tanya, Dini dengan tidak percaya
"Udah. Karna kalian ngga tau apa-apa. Jadi diam aja" cetus, Vigo dengan enteng
"Itu hak mereka dan terserah mereka" timpal, Fahri
"Tapi ini ngga benar. Kalian ngedukung teman kalian yang masih status pacaran buat tinggal serumah? Dan mereka? Tidur berdua? Astaga. Gue bisa mikir positif kali ini" seru, Dinar
__ADS_1
"Gue ngga tau isi pikiran kalian apa" sahut, Lury
"Harusnya kalian ngejaga kehormatan teman kalian. Bukan malah menjatuhkannya" timpal, Dini
"Apa yang loh maksud dengan menjatuhkan harga diri teman? Emang kalian tau apa? Hah? Dan menjaga kehormatan? Loh pikir ngengganggu hubungan orang tuh ngga mengganggu kehormatan loh sebagai cewek? Mikir dong!" bentak, Risa dengan kesal
"Risa" tegur, Syifa. Ia takut jika gadis itu akan berbicara panjang lebar jika sudah marah
"Gue setuju sama, Risa. Kalian ngga tau apa-apa. Jadi mending diam aja. Emang kalian pikir, gue sama yang lainnya ngga akan bertindak kalau sampai terjadi apa-apa sama teman kita? Ngga!" ujar, Viona yang juga menaikkan volume suaranya
"Viona. Udah" tegur, Syifa. Ia merasa bersalah dengan kejadian seperti ini yang menimpa mereka
"Gue cuma ngeluarin apa yang menurut gue berhak buat dikeluarin. Karna kenyataannya, emang kalian ngedukung banget teman kalian tidur berdua, padahal mereka belum resmi menikah" tukas, Dinar
"Itu yang kita maksud. Bukan menghujat teman loh atau apa gitu ngga" cetus, Lury
"Dan gue juga ngga bermaksud buat nyinggung kalian. Tapi ini benar-benar diluar batas banget gaya pacaran kalian" timpal, Dini
"Gini deh. Loh kan ngga tau tentang apapun hubungan mereka berdua. Karna yang tau, cuma sahabat-sahabatnya aja. Jadi kalian juga ngga berhak menghakimi tanpa tau kenyataannya seperti apa. Jadi lebih baik, mending loh semua diam" tukas, Vigo
"Ngga ada yang lebih tau hubungan mereka lebih dari kita. Jadi kalian ngga perlu mengeluarkan kata-kata mutiara kalian buat ngehujat" cetus, Fahri
"Teman-teman. Udah dong" bujuk, Syifa untuk mengakhiri perselisihan itu
"Kalian masih mau disini atau pulang?" tanya, Luthfi tanpa ekspresi apapun di wajahnya
"Luthfi. Gue masih mau disini" jawab, Dinar
Keempat teman mereka tersenyum puas setelah mendengar penuturan, Luthfi. Namun, Syifa merasa, Luthfi sangat berbeda ketika mengucapkannya. Sementara ketiga gadis itu langsung bungkam mendengar ucapan yang keluar dari mulut, Luthfi
"Tuh dengerin" ledek, Viona
"Gue harap sih emang harus didengarin" timpal, Risa
"Kalian berdua?" tegur, Syifa yang menajamkan tatapannya pada, Risa dan Viona bergantian
"Udah", Luthfi menutup mata, Syifa dengan telapak tangannya
"Apaan sih?", Syifa melepaskan tangan, Luthfi yang menutup matanya. "Kenapa mata aku ditutup?" serunya dengan kesal
"Kalau ngga ditutup. Nanti mata kamu keluar" sahut, Luthfi dengan santai
"Luthfi" teriak, Syifa yang membuat, Luthfi tertawa
"So sweet banget deh. Jadi iri gue" ledek, Risa lalu melirik, Dinar yang menatap dirinya tidak suka
"Ia. Jadi pengen" timpal, Viona lalu menyandarkan kepalanya di bahu, Vigo lalu melirik, Lury
"Udah. Ayo lanjut main. Ingat yah! Kalian tidur berdua", Vigo mengingatkan, Luthfi dan Syifa
"Vigo", Syifa masih saja merengek
"Udah fixed, Fa" tukas, Fahri
__ADS_1
"Ngga apa-apa", Luthfi mengusap kepala, Syifa
"Kamu yang ngga apa-apa. Tapi aku yang kenapa-kenapa" ketus, Syifa yang mencibir
"Memangnya kenapa?" tanya, Luthfi sembari menahan tawanya dengan tingkah gemas, Syifa
"Sakit, Fi" cetus, Vigo.
Syifa melemparkan bantal ke arah, Vigo dengan kesal. Viona mencubit perut, Vigo. Sedangkan, Luthfi, Fahri dan Risa tertawa. Namun ketika gadis itu yang belum mengerti tentang pernikahan keduanya hanya menghujat dalam hati
"Loh ngga ada niatan mau nikahi, Viona dalam waktu dekat, Go? Karna gue ngerasa, loh udah kebelet banget nikah" seru, Risa lalu tertawa
"Setuju. Vigo udah laki" cetus, Fahri lalu tertawa
Udah laki, Go?" ledek, Luthfi yang membuat, Syifa menatapnya dengan tajam. "Bercanda" imbuhnya ketika, Syifa mulai terlihat kesal padanya
"Hati-hati loh, Fi bercanda sama, Syifa. Ntar ngga beruntung malam ini" ledek, Vigo yang lagi-lagi mendapat cubitan di perutnya dari, Viona. Sedangkan ketiganya lagi-lagi tertawa
"Jangan ngomong yang aneh-aneh bisa ngga sih? Kesal gue" ketus, Viona
"Terima apa adanya dong, Vi" ledek, Risa
"Emang loh nerima gue apa adanya?" goda, Fahri
"Terima dong. Apa sih yang ngga" jawab, Risa lalu melirik, Dini yang wajahnya sudah memerah
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Maaf yah. Kemarin ngga sempat nulis. Lagi ada keperluan keluar daerah dari pagi. Pulangnya juga udah malam banget. Hampir jam 10. Ngga kuat nulis lagi karna ngantuk berat dan capek juga. Sekali lagi maaf 🙏🏻 Dan, jangan lupa untuk selalu like dan beri votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗
__ADS_1