Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Gagal Move On


__ADS_3

"Tapi disana lebih dingin ngga sih? Soalnya kan di dalam ruangan ini aja dingin banget" seru, Viona yang merapatkan jaket miliknya


"Ngga usah takut kedinginan loh disana. Ada, Vigo juga yang bisa ngehangatin badan loh" sahut, Risa dengan sedikit nada yang sewot


"Gue kan cuma nanya. Sensi amat sih loh" ujar, Viona


"Yang sensi siapa? Gue biasa aja tuh" bantah, Risa


"Kenapa jadi ribut?" seru, Syifa yang sedikit kesal


"Tau deh nih. Mau pergi aja masih drama dulu" cetus, Vigo yang menyandarkan punggungnya ke sofa


"cewek loh itu" ujar, Fahri menyenggol lengan, Vigo dan menunjuk, Viona dengan ekor matanya


"Dan yang sebelahnya calon cewek loh" balas, Vigo


"Tepat" timpal, Luthfi yang menunjuk, Vigo dan membenarkan perkataannya


"Yang loh maksud siapa?" seru, Risa yang nyolot


"Udah deh. Mau jalan apa ngga nih? Kalau ngga gue mau masuk kamar aja tidur" kesal, Syifa yang ternyata perdebatannya masih berlanjut


"Tidur mulu loh. Nunggu ntar malam aja" cetus, Viona


"Emang semalam loh ngga puas?" ledek, Vigo yang niatnya hanya bercanda untuk menggoda


Syifa dan Luthfi terdiam dengan wajah yang memerah, seperti sedang ketahuan menyembunyikan sesuatu bersama


"Kok kalian diam? Atau jangan-jangan semalam kalian udah.. " ucapan, Fahri terhenti ketika satu bantal sofa mendarat di wajahnya akibat lemparan, Syifa


Risa menahan tawanya ketika bantal sofa itu mendarat di wajah, Fahri yang membuat pria tersebut meringis dan memegang wajahnya


"Ngapain loh ketawa?" seru, Fahri yang menatap, Risa dengan tatapan sinis


"Gue kan punya mulut" sahut, Risa dengan santai


"Udah. Ayo berangkat", Luthfi sudah berdiri dari duduknya sambil menunggu teman-temannya agar tidak lagi membuat teman-temannya itu bertanya tentang yang begitu privat bagi suami istri


"Ayo"


***


"Ini danaunya dimana sih? Jauh banget" gerutu, Viona yang sudah kelelahan untuk berjalan


"Ini nih. Baru jalan seratus meter aja udah ngeluh" ujar, Risa yang berjalan di sampingnya


"Biasakan olahraga" sahut, Luthfi tanpa menoleh


"Ia. Tapi gue sama Risa juga jarang banget olahraga, tapi kita jarang ngeluh sih kalau masalah jalan gini" timpal, Syifa


"Tuh dengerin" tukas, Fahri


"Kok jadi serasa kalian ngehakimi gue sih?" ketus, Viona yang malah diceramahi oleh teman-temannya


"Sini biar gue gendong loh", Vigo berjongkok di depan kekasihnya yang sedang kelelahan itu


"Vigo nih sigap banget yah jadi cowok" goda, Syifa yang tertawa dan hanya disambut senyum keduanya


"Dengerin tuh, Fi. Istri loh ngasih kode" ujar, Fahri yang disambut acungan jempol dari, Risa


"Loh mau gue gendong juga?" tanya, Luthfi namun hanya untuk bercanda


"Jangan mulai yah", Syifa menatap tajam, Luthfi


"Syifa mah ngga bisa romantis" cetus, Viona yang sudah berada digendongan kekasinya


"Gengsi doang mah, Syifa. Padahal nyatanya mau pake banget" ujar, Risa yang melirik, Syifa dan berusahan menahan senyumnya


"Kalau loh yang mau digendong sama, Fahri tuh bilang aja. Ngga usah ngode, Fahri tapi pake bawa-bawa nama gue segala" titah, Syifa dengan santainya


"Balasan yang tepat yah" ucap, Luthfi dengan tertawa kecil sambil menunduk


"Ayo loh, Sa" goda, Vigo yang masih menggedong, Viona di punggungnya


"Kok jadi ke gue lagi sih?" gerutu, Risa yang sudah melipat kedua tangannya di atas perut


"Loh mau gue gendong? Sini" ledek, Fahri yang menunjuk punggungnya


"Gila kali loh" kesal, Risa yang memukul punggung, Fahri yang ditunjuk oleh pemiliknya


Yang lainnya hanya tertawa termasuk, Fahri dengan hiburan mereka yang selalu saja seperti itu namun tidak pernah membuat mereka bosan


***


"Ini sih emang cocok buat orang yang lagi kasmaran. Berdua bersama pasangan di tempat ini lumayan cukup menarik" ujar, Fahri yang menatap pemandangan di depannya saat ini

__ADS_1


Danau dengan air yang berwarna biru bening. Bukit diseberangnya dengan pepohonan yang nampak rapi berjejer disana. Dibawah pohon besar dengan rumput hijau bersih menjadi tujuan mereka untuk duduk bersantai menikmati suasana alam


"Benar banget. Cocok banget buat ngajak pasangan kesini" sahut, Risa yang menutup matanya dan menghirup udara lekat-lekat


Fahri menoleh padanya, "Emang pasangan loh siapa?" tanyanya yang bermaksud menggoda


"Gue pernah kesini sama, Di... " ucapan, Risa terhenti dan segera membuka kedua matanya dan menoleh kearah, Fahri yang sedang menahan tawanya


"Ngapain loh?" seru, Risa dengan kesal untuk menutupi rasa gugupnya karna hampir saja menyebut nama mantan kekasihnya kembali


"Dasar gagal Move on" ujar, Fahri yang tertawa kecil dan melempar pandangannya ke depan


"Yang gagal Move on siapa?" teriak, Risa yang melempar rumput yang ia cabut dari batangnya


"Loh ngapain harus teriak-teriak? Gue di samping loh" sahut, Fahri yang menggosok telinganya menggunakan jari telunjuknya


"Yah loh ngeselin" ketus, Risa yang cemberut


"Kalian berdua kenapa sih? Daritadi berantem mulu" tegur, Luthfi melihat kedua temannya itu kerjaannya hanya terus bertengkar


"Tau nih berdua" timpal, Syifa


"Jadian aja udah" seru, Vigo yang membuat, Risa semakin kesal dibuatnya. Namun berbeda dengan, Fahri yang tampak biasa saja


"Fahri mah juga belum *Move on*" ucap, Viona yang terkekeh dan disambut tatapan dingin dari, Fahri


"Berarti mereka ini sama-sama belum Move on dari mantan" timpal, Syifa lalu tertawa


"Gue jadi penasaran sama cewek yang buat, Fahri ngga pernah pacaran lagi" cetus, Luthfi yang menoleh kearah, Fahri yang dihadihi tatapan datar oleh, Syifa


"Peka loh, Fi. Teman gue cemburu" sahut, Risa untuk sekedar mencairkan suasana yang mulai tegang


"Masih berani loh nyebut-nyebut mau ketemu sama cewek lain depan, Syifa?" timpal, Viona yang terkekeh


"Hati-hati, Fi. Bisa-bisa loh ngga pernah ngerasain malam pertama lagi" goda, Vigo yang memang belum mengetahui jika sepasang suami istri itu susah melakukan malam pertama mereka semalam


"Vigo!" bentak, Syifa yang menajamkan alisnya


"Ngeri juga kalau, Syifa yang cemburu" cetus, Fahri


"Gue ngga cemburu. Ih, apaan sih kalian. Ngeselin banget" gerutu, Syifa yang melempar kerikil ke danau dengan kesal


Teman-temannya hanya menertawakan kekesalan dirinya. Bahkan, Luthfi pun terlihat, ikut tertawa bersama yang lainnya dan menikmati raut wajahnya yang benar-benar kesal saat ini


"Ayo" seru, Risa


"Ngga mau" tolak, Syifa karna dirinya masih kesal


"Ya udah loh yang fotoin kita aja" ujar, Risa yang sengaja memancing, Syifa


"Ngga maulah. Enak banget kalian mau foto-foto tanpa ada gue di dalamnya" seru, Syifa mengerutkan dahinya dengan kesal


"Makanya ngga usah sok gengsi loh" tukas, Risa


Viona mencari objek yang pass untuk di jadikan Background. Setelah mendapat tempat yang cocok, semuanya sudah mulai masuk ke area kamera dan siap untuk dibidik dalam bingkai gambar foto


Viona memegang kamera dan berada di ujung kanan. Kemudian disusul, Syifa yang berada di tengah, dan di ujung kiri ada, Risa. Para pria sudah berada tepat di kepala masing-masing para wanita


Ceklek


Viona yang memakai pose dua jari dengan satu tangannya memegang kamera, Syifa dengan pose 'love' ala orang korea menggunakan dua tangannya, Risa dengan pose tangan kirinya menyentuh ujung rambutnya yang panjangnya hanya sebatas bahu, dan tangan kanannya memeluk pinggang, Syifa


Sedang pria di atas kepala mereka, Vigo menggunakan tangan kanannya untuk menyentuh bahu, Viona dan tangan kirinya berada di atas kepala, Viona. Luthfi dengan kedua tangannya berada di atas, kepala, Syifa. Sedang, Fahri dengan tangan kananya menyentuh kening, Risa, dan tangan kirinya berada di dalam saku jaketnya


Pose mereka benar-benar sangat manis dengan jepretan hasil gambar pertama mereka. Senyum yang menghiasi wajah mereka sangat menenangkan jika dilihat. Bahkan semuanya terlihat seperti sedang bersama kekasih masing-masing


"Candid yuk?" usul, Risa yang ketika sudah melihat hasil foto pertama mereka


"Ayo"


Mereka kembali mengambil gambar namun dengan ala-ala yang tidak melihat kamera. Viona menyimpan kameranya dirumput yang sedikit terlihat masuk ke dalam kamera hingga menambah kesan mewah.


Semuanya tertawa dan saling melihat satu sama lain demi sebuah gambar yang akan menjadi saksi perjalanan kebersamaan mereka selama ini


"Tolong ambil gambar gue sama, Vigo dulu dong" perintah, Viona kepada, Risa.


Risa mengambil alih kamera tersebut. Viona berlari ke arah, Vigo yang sudah menunggunya. Vigo melingkarkan tangannya ke bahu, Viona dengan tersenyum manis ke arah kekasihnya tanpa melihat ke kamera sedikitpun


Sedang, Viona terlihat menutup mulutnya menggunakan satu tangan dengan tertawa seakan malu dan tangan satunya melingkar ke pinggang, Vigo dengan mesra


"Udah. Sekarang pengantin baru kita dulu nih yang harus foto" ujar, Risa yang menyuruh, Syifa dan Luthfi menggantikan posisi, Viona dan Vigo


Luthfi dan Syifa yang masih kaku dan tampak malu-malu mendadak canggung di depan kamera dan teman-temannya karna hanya ada mereka berdua disana, tidak seperti tadi


"Loh berdua kalah romantis sama pasangan yang belum nikah ini" teriak, Fahri yang menunjuk, Viona dan Vigo di sampingnya

__ADS_1


"Kaku banget loh, Fi" seru, Vigo yang tertawa


"Arahin mereka dulu, Vi" perintah, Risa. Dan, Viona pun harus turun tangan layaknya orang yang sudah ahli


"Loh berdua udah nikah, masih aja malu-malu. Sini, biar gue ngasih gaya yang bagus buat loh berdua", Viona pun membantu kedua pasangan yang sudah sah itu untuk sekedar di potret


Luthfi berdiri di belakang, Syifa dengan memeluk perutnya dari belakang hingga pipi mereka bertemu. Sedang, Syifa hanya dituntun untuk bersandar dan cukup memegang tangan, Luthfi yang melingkar di perutnya saat ini


"Ini ngga berlebihan, Vi?" tanya, Syifa yang masih malu-malu dengan posisinya saat ini


"Berlebihan apaan sih, Fa? Jangan norak deh. Lagian loh berdua udah sah. Wajarlah kalau lebih romantis gayanya" jelas, Viona yang membuat, Syifa diam


"Ya udah ini aja" pasrah, Luthfi karna dirinya sudah begitu malu untuk posisinya saat ini


"Ok" ucap, Viona yang berlari menuju teman-temannya. "Jangan lupa senyum yang giginya kelihatan" teriak, Viona ketika sudah berada di belakang layar kamera dan membiarkan, Risa untuk mengambil gang mereka


Luthfi dan Syifa hanya menuruti perkataan, Viona. Mereka berdua tersenyum dengan memperlihatkan barisan gigi mereka yang nampak menawan di wajah mereka. Dan, Risa sudah berhasil mengabadikan momen manis sepasang suami istri tersebut


"Perfect" ucap, Risa setelah mengamati hasil gambarnya sendiri dengan menghadirkan, Luthfi dan Syifa sebagai bintangnya


"Sekarang giliran loh sama, Fahri", Viona mengambil alih kamera tersebut dan menyuruh, Risa serta Fahri juga untuk diambil gambar mereka


"Kenapa jadi gue?" tanya, Risa yang menautkan kedua alisnya dengan heran


"Udah sana aja. Kan tinggal loh berdua sama, Fahri juga yang belum diambil gambarnya" seru, Syifa


"Ngga usah" tolak, Fahri yang memasukkan kedua tangannya ke saku jaketnya


"Ngga usah apaan? Ayo! Gue ngga mau yah jadi jomblo sendiri", Risa menarik tangan, Fahri untuk menggantikan posisi kedua pasangan itu


"Emang penting banget?", Fahri menoleh ke arah, Risa yang sudah, menarik tangannya


"Pentinglah. Udah ah, loh diem aja kek gini. Udah bagus loh gini posisinya" ujar, Risa yang menyukai pose, Fahri yang hanya dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya


Risa memeluk tangan, Fahri dan menyandarkan kepalanya ke pundak, Fahri lalu tersenyum manis layaknya seperti sedang bersandar pada pundak kekasihnya. Fahri sendiri hanya menoleh padanya tanpa tersenyum, namun tidak membuat pose mereka tidak menarik. Dengan tatapan dalam, Fahri yang menatap, Risa di pundaknya, terkesan ada keistimewaan sendiri pada pose mereka yang berbeda dari temannya yang lain


"Gila. Keren banget ini" puji, Viona setelah mengambil gambar, Fahri dan Risa


Risa berlari kecil menghampiri, Viona yang sedang melihat hasil jepretannya yang menampilkan wajahnya dan, Fahri


"Gimana? Keren ngga?" tanya, Risa setelah berada di hadapan, Viona


"Keren lah. Ada gue disitu" cetus, Fahri yang berjalan melewati, Risa


"Jangan sombong loh" ketus, Risa yang menatap kesal dirinya


"Fakta" ujar, Fahri dengan santai


"Untung loh ganteng. Kalau ngga, udah gue lempar kamera ini ke muka loh" ketus, Risa


"Loh ngatain gue ganteng?" tanya, Fahri yang tidak percaya dengan pendengarannya


Wajah, Risa memerah. Padahal itu hanya candaanya saja, namun justru membuat dirinya sendiri seperti sedang ketangkap basah memuji orang yang ia sukai


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Kalau kalian suka novel ini. Jangan lupa untuk selalu mendukung penulis dengan like, beri tip dan komen yang membangun biar penulis jadi semangat dan ngga down buat nulis. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2