Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Cewek jadi-jadian


__ADS_3

"Apa jangan-jangan dia pingsan?" seru, Viona yang semakin panik. "Jangan ngomong sembarang" tegur, Risa namun tak menapik kemungkinan itu juga bisa saja terjadi saat tidak mendengar suara apapun dari dalam kamar mandi. .Mereka berdua terus menggedor-gedor pintu berharap, Syifa membuka pintunya.


ceklek


Suara pintu terdengar bersamaan dengan tubuh, Syifa yang keluar dari balik pintu dengan menggantung handuk di lehernya.


"Ngapain sih kalian berdua ribut-ribut ngga jelas" seru, Syifa yang menegur, Risa dan Viona yang masih berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan raut wajah yang panik


"Loh ngga apa-apa kan?" seru, Risa membolak-balikkan tubuh, Syifa yang masih sedikit basah. "Yang mana yang sakit?", Viona pun ikut membolak-balikkan tubuh, Syifa untuk memastikan tidak ada yang terluka dengan tubuh temannya tersebut


"Kalian ini kenapa sih? Gue ngga kenapa-kenapa juga", Syifa menepis tangan kedua temannya yang terus membolak-balikkan tubuhnya seperti anak kecil


"Terus loh ngapain tadi teriak-teriak di dalam coba?" seru, Risa dengan setentah kesal.


"Loh tau? Loh bikin kita berdua jantungan tau ngga? Ngapain coba loh teriak-teriak? Loh kepleset?", Viona pun ikut menimpali dengan setengah kesal pula


"Ha?" heran, Syifa sesat lalu ia tiba-tiba tertawa begitu keras hingga membuat, Risa dan Viona mengernyit heran lalu saling beradu pandang satu sama lain dan menggeleng melihat tingkah, Syifa yang tiba-tiba tertawa padahal tidak ada yang lucu menurut mereka berdua


"Loh kenapa sih? Kesambet setan hah?" tegur, Risa yang sudah tidak tahan dan sangat penasaran kenapa, Syifa tiba-tiba tertawa begitu keras.


"Di kamar mandi kan emang banyak setan. Bisa aja nih anak emang kesambet setan" tukas, Viona


"Ish, sembarangan kalau ngomong", Syifa menghentikan tawanya. "Ya terus apa? Loh sampai teriak-teriak" protes, Risa. "Airnya dingin banget" saut, Syifa yang bergidik merasakan dinginnya air di pagi hari.


"Haaahhh????" teriak, Risa dan Viona bersamaan hingga membuat, Syifa harus menutup telinganya.


"Berisik" seru, Syifa yang menatap sinis kedua temannya.


"Loh teriak-teriak di dalam dan bikin kita berdua jantungan, cuma karna airnya dingin?" tanya, Viona yang menaikkan intonasi suaranya namun berusaha menahan rasa kesalnya. "Ia" jawab, Syifa dengan polos


"Astaga, Syifa!!!!!" teriak, Risa yang mengusap kasar wajahnya. "Gila ya loh", Viona menggeleng lalu kembali ke kasur dan hendak tidur kembali

__ADS_1


"Mau kemana? Loh ngga mau mandi? Bentar lagi kita ada penelitian loh" sergah, Syifa yang melihat, Viona sudah hampir membaringkan tubuhnya kembali di kasur yang empuk


"Loh sih. Bikin tidur kita berdua keganggu" ketus, Risa yang berjalan menuju, Viona.


Syifa hanya terkekeh. "Maaf-maaf. Tapi beneran deh, airnya tuh dingin banget" saut, Syifa yang mengikuti, Risa menuju, Viona


"Kan ngga mesti harus teriak-teriak juga kali" tukas, Viona yang duduk di tepi tempat tidur dengan malas. "Coba loh mandi sana. Pengen lihat gue reaksi loh gimana pass kena air. Sana mandi. Jangan bisanya cuma ngatain gue doang" seru, Syifa yang tidak ingin kalah dan menyuruh, Viona mandi dan merasakan dinginnya air di pagi ini


"Loh aja yang lebay" ujar, Viona yang berjalan menuju kopernya dan mengambil handuk di dalamnya. "Kita lihat aja nanti, masih bisa ngomong lebay ngga loh" cetus, Syifa yang menantang, Viona


"Gue buktiin gue ngga selebay loh ya" seru, Viona yang menunjuk, Syifa dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi. "Jangan sombong loh" teriak, Syifa saat, Viona sudah menghilang di balik pintu


Belum sampai satu menit, Viona berada di dalam sana, suara teriakannya pun melengking namun dengan cepat mereda seperti ditahan hingga membuat, Syifa dan Risa saling beradu pandang. Dan akhirnya tertawa bersama.


"Jangan loh tahan, Vi" teriak, Syifa dengan tawanya yang diikuti tawa, Risa.


"Emang sedingin itu yah?" tanya, Risa yang sepertinya sudah percaya karena mendengar sendiri, Viona pun berteriak


"Gue jadi ngga pengen mandi kalau gini" ucapan, Risa sontak membuat, Syifa membulatkan matanya dan menatap tajam, Risa lalu menurunkan tangannya dari lengannya. "Jangan jorok deh, Sa"


"Ya loh sih, nakut-nakutin gue" protes, Risa.


"Tapi ngga mesti harus ngga mandi juga dong? Yakali loh ngga mandi. Jorok banget ish", Syifa menampakkan ekspresi wajahnya yang seperti sedang jijik akan sesuatu


"Ia ia gue mandi. Lagian, sejak kapan juga gue ngga mandi kalau mau keluar" cetus, Risa yang mengalah.


"Ya bisa aja loh emang selama ini ngga mandi, cuma pake parfum doang biar wangi" saut, Syifa yang terkekeh. "Kurang ajar loh", Risa melempar satu buah bantal ke arah, Syifa


Beberapa menit setelahnya, Viona keluar dari kamar mandi dengan menggigil membuat, Syifa dan Risa tidak tahan untuk tertawa. Dan tiba giliran, Risa yang mandi. Bahkan, Risa baru menyentuh air dalam ember tersebut namun ia sudah berteriak histeris yang diikuti tawa, Syifa dan Viona yang sudah terlebih dulu merasakan dinginnya air tersebut.


***/

__ADS_1


"Ingat pesan Pak Wahyu kemarin kan? Tidak boleh ada yang melanggar aturan dalam penelitian ini. Jika ada yang melanggar, akan langsung di pulangkan saat itu juga" ujar salah satu pembina mereka saat mereka semua sudah berkumpul di tempat yang sudah ditentukan


"Empat orang dalam satu kelompok yah. Dua laki-laki dan dua perempuan" lanjutnya. "Silahkan memilih sendiri untuk teman kelompok kalian, lalu catat di kertas dan berikan kepada saya. Kalian mengerti?"


"Mengerti bu" jawab mereka dengan kompak


"Kenapa ngga enam aja sih dalam satu kelompok" seru, Risa yang cemberut. Karna itu artinya ia akan berpisah kelompok dengan salah satu temannya atau bahkan keduanya


"Gue bareng, Syifa dong" cetus, Viona yang membuat, Risa tidak terima.


"Ngga bisa gitu dong. Ya masa gue sendiri"


"Kemarin kan loh satu kelompok sama, Syifa" bantah, Viona. "Perhitungan banget sih loh" gerutu, Risa.


"Ya udah. Kalian berdua aja satu kelompok" cetus, Syifa yang membuat, Risa dan Viona menoleh kepadanya


"Serius loh, Fa? Tumben banget" ujar, Risa yang mengerutkan keningnya.


"Kesambet apa loh, Fa?" tukas, Viona yang juga heran. Karna biasanya, Syifa yang paling tidak ingin sendiri


"Ya habisnya kalian berdua ribut. Ya udah, gue aja yang ngalah" saut, Syifa meski sebenarnya ia tidak mau


"Ok deh. Berarti gue yah sama, Risa. Sama, Vigo dan Fahri juga. Loh sama, Luthfi, cari teman lain juga sana" perintah, Viona


"Jangan kelewatan juga dong, Vi. Fahri biar sama gue dan Luthfi. Biar impas" seru, Syifa.


"Tau nih, Viona. Pengen ngeborong semua" tawa, Risa pecah meski tidak keras


"Luthfi? Gue boleh satu kelompok sama loh ngga?", Celia tiba-tiba datang dan ingin masuk ke kelompok, Luthfi


"Dasar cewek jadian-jadian" guman, Risa namun masih bisa di dengar oleh yang lainnya hingga yang lainnya harus berusaha menahan tawa mereka mendengar ucapan, Risa

__ADS_1


"Barusan loh bilang apa?" seru, Celia yang sudah naik pitam tidak terima dirinya dikatai cewek jadi-jadian


__ADS_2