
"Kenapa loh diam?" tanya, Fahri yang menaikkan kedua alisnya
"Kenapa emangnya? Emang salah gue ngatain loh ganteng? Kan emang loh ganteng. Yang salah kalau gue ngatain loh cantik" tutur, Risa dengan sewot untuk menutupi kegugupannya
"Serah loh", Fahri mengabaikannya dan duduk bersama kedua temannya itu
"Jeli juga loh, Sa ngambil gaya bisa sebagus ini" puji, Viona setelah memperhatikan pose, Risa dan Fahri
"Risa kan emang ahlinya kalau ngambil gaya foto" seru, Syifa yang juga memperhatikan foto, Risa
"Duduk dulu yuk? Ngga pegal apa berdiri terus" ajak, Risa yang mendahului kedua temannya
Kini, mereka ber-enam tengah duduk melingkar. Saling bercerita dengan pengalaman mereka madang-masing.
"Gue pasti bakal rindu kita ngumpul kek gini lagi kalau gue udah balik" seru, Viona yang nampak sedih
"Kalau gitu ngga usah balik. Disini aja sama kita" sahut, Syifa yang juga sudah merasa nyaman bersama mereka selama ini
"Ngga bisa, Fa. Gue kan ijinnya cuma seminggu doang disini" ujar, Viona
"Selama dua bulan ini kita libur, gue ngga tau mau ngapain? Mau keluar, ngga tau mau keluar kemana? Ngajak, Syifa jalan seharian juga ngga mungkin lagi, karna udah nikah. Nasib jomblo dah gini emang" cetus, Risa yang disambut tawa yang lainnya
"Kangen, Fahri juga ngga nanti?" ledek, Vigo
"Yah gue mana tau? Emang loh pikir gue peramal apa bisa tau kedepannya?" sewot, Risa, "Tapi gue usahain kok bakal kangen sama, Fahri" lanjutnya dengan tertawa
"Sinting emang nih anak" tukas, Syifa
"Karna bakal ditinggal, Fahri selama dua bulan" timpal, Luthfi yang terkekeh
"Jadi loh harus baik-baik selama gue disini" ujar, Fahri yang malah menyambung drama, Risa
"Ia nih. Aduh, belum apa-apa gue udah gegana mau ditinggal" drama, Risa mulai beraksi
"Gegana apaan?" tanya, Vigo yang mengerutkan dahinya karna tidak tau
"Kudet apa loh?" seru, Risa yang keluar aslinya setelah berdrama tadi
"Risa! Suara loh besar banget. Serasa gendang telinga gue mau pecah" tegur, Fahri yang berada tepat di samping, Risa
"Risa hobinya teriak-teriak" cetus, Syifa
Risa hanya menyengir. "Lagian sih, Vigo ini kudet banget. Gegana itu, gelisah galau merana. Ah, eluh sih, Go. Padahal tadi udah mulai mau romantis, malah loh hancurin" imbuhnya
"Ya udah, lanjutin aja kali" tukas, Viona
"Fahri nungguin" timpal, Luthfi
__ADS_1
"Sorry yah. Tadi gue gass terus dan ngga sempat ngerem, jadi ngga bisa dilanjutin lagi" ujar, Risa dengan gaya anak muda kekinian
"Alay loh" seru, Syifa yang melempar kerikil ke arah, Risa
"Pulang yuk?" ajak, Fahri, "Gue pengen istirahat nih. Lapar juga" imbuhnya
"Loh lapar beb? Ya ampun kenapa ngga bilang dari tadi? Tau gitu kan gue bisa nangkapin loh Ikan biar loh bisa makan" seru, Risa yang sedang berakting
Fahri mendorong kening, Risa dengan telunjuknya, "Loh pikir gue makan Ikan hidup-hidup?" ketusnya
Suara tawa pun terdengar karna baru mengerti maksud, Risa yang diperjelas langsung oleh, Fahri. Padahal semuanya sudah heran dengan tingkah, Risa yang memanggil, Fahri dengan sebutan 'Beb'
Risa pun tertawa, "Bercanda, Fahri", Risa menyiku lengan, Fahri
"Ayo pulang" ajak kembali, Luthfi karna sudah sangat siang meski matahari terlihat bersinar terang namun tidak menusuk kulit mereka
"Ayo"
***
"Enak nih. Baru pulang langsung ada makanan di meja" seru, Vigo setelah mereka sampai di tempat penginapan mereka dan sudah tersedia berbagai makanan yang hidangkan
"Ayo makan" ajak, Syifa yang sudah duduk dan diikuti oleh teman-temannya yang lain
Mereka makan sambil mengobrol seperti biasanya. Itulah rutinitas mereka selama ini. Dan tentu saja itu tidak pernah membuat mereka bosan. Bahkan ingin terus mengulang dan mengulangnya lagi selama mereka masih bisa bersama-sama
"Gue kenyang" ujar, Fahri yang menyandarkan punggungnya setelah meneguk air putih
"Loh mau ninggalin gue berdua di kamar sama, Fahri? Oh No. Jangan gitu dong, Vi" drama, Risa kembali dimulai
Fahri menyentil kening, Risa hingga gadis meringis kesakitan. "Fahri!" teriak, Risa. "Loh kenapa sih? Kening gue sakit tau ngga" imbuhnya
"Biar otak loh sedikit ada pencerahan. Kayaknya geser" ujar, Fahri yang tanpa dosa
"Harus banget apa? Sakit tau ngga?" kesal, Risa
"Mau tambah lagi?", Fahri sudah hendak mengulurkan kembali tangannya namun ditahan oleh, Risa
"Ngga!" teriak, Risa. "Ngga mau lagi yah. Loh pikir kening gue apaan bisa loh sentil-sentil" lanjutnya
"Tau ngga sih? Tingkah kalian berdua malah kayak orang yang lagi pacaran? Fahri yang marah dan, Risa yang membujuk" seru, Syifa yang tertawa
"Kan sebentar lagi juga halal" timpal, Luthfi
"Halal pala loh?" seru, Risa yang semakin kesal
"Santai aja kali, Sa? Sewot banget" tukas, Viona yang terkekeh
__ADS_1
"Baper nih, Risa" cetus, Vigo yang menahan tawanya
"Baper pala loh? Sakit kening gue" ujar, Risa yang mengelus-elus keningnya, "Gara-gara orang yang ngga bertanggung jawab" liriknya yang sinis pada, Fahri
"Tanggung jawab loh, Ri" heboh, Viona yang menggoda keduanya
Syifa, Luthfi dan Vigo hanya tertawa dibuatnya. Risa dengan wajah penuh kekesalan, sedangkan, Fahri dengan wajah yang terlihat biasa saja
"Udah ah. Gue mau ke kamar. Perut gue sakit ketawa mulu" ujar, Syifa yang berlalu tanpa menunggu balasan dari teman-temannya yang lain yang kemudian diikuti oleh, Luthfi
"Ayo, Vio" ajak, Vigo kepada, Viona karna, Viona sendiri ingin berdua dengan kekasihnya
"Ayo", sahut, Viona. "Duluan yah, Sa. Jagain teman gue, Ri" lanjutnya sebelum pergi
Risa yang masih kesal beranjak tanpa berkata apapun. Dan mau tidak mau, Fahri mengikuti, Risa. Sebab tidak mungkin ia akan terus berada diluar dengan cuaca yang sangat dingin seperti sekarang ini. Fahri pun hanya diam dan mendengus ketika, Risa membuka pintu kamar dengan keras lalu melempar satu buah bantal ke sofa yang menandakan, Fahri harus tidur disana. Risa kemudian mengambil satu selimut di dalam lemari dan kembali melemparkannya ke sofa. Lalu ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan membelakangi, Fahri
Dengan sabar, Fahri duduk di sofa yang sudah tersedia bantal dan selimut disana. Ingin sekali ia kembali menyentil kening gadis yang ada di depannya itu, namun gadis tersebut masih kesal hingga ia hanya mengurungkan niatnya dan merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang tersebut
***
"Tumben, Vio mau, berduaan sama gue?" seru, Vigo yang sudah berada di kamar berdua dengan, Viona
"Ngga apa-apa. Lagian juga kita perlu bicara berdua. Udah lama juga kita ngga pernah ngobrol berdua kan? Sekalian juga gue mau buat Fahri sama Risa berdua aja. Gue yakin sih, Fahri pasti bisa ngelupain, Dini. Meskipun dia sering bilang kalau dia udah move on, tapi kelihatan banget, Fahri masih sayang sama, Dini. Dan gue yakin banget, Risa orang yang tepat. Lagian, Risa kan juga sekarang lagi dirundung galau karna masih sayang sama mantannya" tutur, Viona yang menjelaskan alasannya ingin berdua dengannya
"Yah. Loh ada benarnya. Gue juga bisa lihat kalau, Fahri memang masih ada rasa sama, Dini. Dan yah, loh benar juga kalau, Risa orang yang tepat. Dengan sifat, Risa yang rame mungkin bisa buat, Fahri kembali peduli sama perasaannya lagi" sahut, Vigo
"Karna, Syifa sama Luthfi udah nikah, jadi, ngga ada lagi yang bisa kita satuin selain, Fahri sama Risa" tukas, Viona dengan tertawa
"Dan lagi-lagi loh benar sayang", Vigo mencubit pipi kekasihnya itu yang selalu berkata benar
***
"Gue mau mandi tapi dingin banget", Syifa menarik selimut dan membalutnya ke seluruh tubuhnya
"Gue juga. Tapi kayaknya gue harus mandi. Karna, kayaknya sebentar lagi hujan" ujar, Luthfi yang sudah mencium aroma bau tanah yang akan hujan
"Ya udah. Loh mandi duluan aja. Ntar gue ngikut kalau airnya ngga kayak es" sahut, Syifa yang masih meringsut dibalik selimut
"Loh jadiin gue umpan?" goda, Luthfi
"Ngga gitu, Fi. Tapi ini tuh dingin banget tau" tukas, Syifa yang manja
"Ya udah. Ayo mandi bareng", Luthfi kembali menggoda, Syifa
"Mesum" seru, Syifa yang refleks mengatakannya
"Mesum apa?", Luthfi menahan tawanya
__ADS_1
Syifa menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan menatap sinis kepada, Luthfi yang masih berdiri di hadapannya saat ini sambil tertawa
"Luthfi!" teriak, Syifa. "Berhenti ngegoda gue" kesalnya