Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Panggil sayang


__ADS_3

Pagi hari, mereka telah berkumpul di depan Villa menunggu mobil yang akan menjemput mereka untuk kembali ke rumah masing-masing


"Liburannya belum puas" seru, Risa yang sebenarnya masih ingin berada disana


"Ini bukan liburan, tapi bulan madu, Luthfi sama Syifa" sahut, Fahri di belakang, Risa


"Nanti lagi kita liburannya" cetus, Viona


"Ia. Karna kita harus balik dulu" timpal, Vigo


Pembicaraan mereka terhenti ketika mobil yang akan mereka tumpangi sudah datang. Di kursi tengah diisi oleh para gadis, dan di kursi belakang diisi oleh para pria


Perjalanan memakan waktu 2 jam setengah. Tanpa ada yang tertidur karna saking asiknya mengobrol bersama sampai tidak sadar mereka sudah sampai


"Ayo turun" ajak, Syifa yang mendahului teman-temannya


Satu persatu dari mereka turun dan masing-masing mengambil koper mereka di bagasi mobil


"Kakak" teriak, Syafa ketika melihat kakaknya dan juga teman-temannya sudah sampai


"Bagaimana? Kalian bersenang-senang kan selama disana?" tanya Mommy Syifa


"Kurang Mommy" sahut, Risa yang lesu


"Kamu ini", Mommy Syifa mengacak rambut, Risa


"Ayo nak masuk dulu" ia mempersilakan mereka semua untuk masuk


"Jadi? Kalian akan pulang hari ini?" tanya Mommy Syifa kepada teman-teman anaknya ketika mereka berada di ruang keluarga


"Ia tante. Soalnya kan, kita udah seminggu disini" jawab, Viona


"Besok saja nak. Kalian bertiga pasti masih capek kan dari perjalanan jauh?" bujuk Mommy, Syifa


"Kebetulan hari ini saya pergi juga tante. Sudah ada janji" cetus, Fahri yang sungkang


"Pergi kemana? Janji sama siapa?" tanya, Risa berurutan kepada, Fahri


"Dih. Kenapa loh jadi kepo? Suka-suka, Fahri dong" seru, Syifa ketika jiwa kepo, Risa kumat


"Belum ditinggal udah kangen duluan" ledek, Vigo yang menahan tawanya


"Ikuti, Fahri kemanapun, Sa kalau kepo" timpal, Luthfi


"Heh? Emang salah gue nanya? Wajar dong, sebagai teman kan emang harus saling perhatian", Risa membela dirinya sendiri


"Teman atau demen?" goda, Syafa yang tertawa


"Syafa aja tau" tukas, Viona yang ikut tertawa


"Eh bocah, diam luh" kesal, Risa, "Ya udah deh terserah kalian. Mulai sekarang, ngga akan gue mau tanya-tanya ke kalian lagi. Terserah mau kalian ngapain gue bodo amat" seru, Risa yang kesal


"Kenapa loh jadi baperan?", Fahri mengerutkan dahinya


"Bodo" seru, Risa dan berhasil membuat mereka semua tertawa disana


"Risa. Ngga boleh gitu ngomongnya" tegur, Mommy Syifa kepada, Risa


"Habisnya, Risa kesal Mommy" rengek, Risa


"Jam berapa kalian berangkat?" tanya, Luthfi


"Setelah ini, gue mau berangkat. Nanti malam gue ada janji" sahut, Fahri


"Loh ikut di mobil, Vigo aja, Ri. Sekalian bareng aja kalian" usul, Syifa


"Ogah gue jadi nyamuk" jawab, Fahri

__ADS_1


"Makanya, Ri. Cari pacar sana. Biar ngga sendiri mulu" seru, Viona


"Ngga usah nyari yang jauh-jauh. Di samping loh kan ada yang jomblo" tukas, Vigo yang melirik, Risa


"Awas kena semprot loh, Go. Jangan main-main sama Singa betina" ledek, Syifa


Risa tidak menjawab ocehan teman-temannya. Dirinya yang sudah begitu kesal dengan teman-temannya memilih untuk menghiraukannya


"Ayoloh kalian. Risa marah" ujar, Luthfi


"Ngambek loh, Sa?" ucap, Syifa


"Wah, jadi ngga enak gue" timpal, Vigo


"Bercanda doang kita, Sa" tukas, Viona


"Gue, Vigo sama Viona udah mau balik. Jangan marah-marah terus", Fahri mengapit kepala, Risa di bawah keteknya yang sudah tidak sungkak lagi kepada Mommynya, Syifa


"Apaan sih? Gue ngga marah" seru, Risa yang memukul tangan, Fahri yang mengapit kepalanya


"Ntar loh kangen sama kita" ujar, Fahri


"Terserah loh" kesal, Risa


"Aaaaaaa. Kak Fahri sama Kak Risa so sweet** banget sih? Syafa jadi baper lihatnya" ujar, Syafa yang senyum-senyum melihat, Fahri dan Risa


"Hus. Kamu ini masih kecil" tegur, Mommynya


"Syafa udah gede Mom. Udah SMA" bela, Syafa


"Gede apaan? Sifa kek bocah gitu" ketus, Syifa


"Kakak ini selalu saja iri sama, Syafa. Heran deh, Syafa" ujar, Syafa yang melirik kakaknya


"Dih? Ngapain gue iri sama bocah kek luh" seru, Syifa


"Ngga apa-apa kakak ngatain, Syafa bocah. Yang penting kakak sayang sama, Syafa" tukas, Syafa dengan bangganya


"Kakak emang ngga pernah bilang. Tapi, Syafa tuh tau kakak sayang banget sama, Syafa. Kenapa sih kakak tuh gengsi banget cuma bilang sayang doang?" celoteh, Syafa, "Kak Luthfi yang sabar yah ngadepin kakaknya Syafa. Dia emang gengsinya tinggi banget. Lain di mulut lain di hati" lanjutnya


"Kakak tau kok" sahut, Luthfi lalu tersenyum


"Benar-benar loh bocah. Sini loh", Syifa mengejar, Syafa yang sudah berlari mengelilingi ruangan itu


"Ini kenapa jadi kalian yang berantem sih?", Risa tertawa diikutin teman-temannya yang lain melihat kedua adik kakak itu main kejar-kejaran


"Kakak Luthfi!!!! Tolongin, Syafa" teriak, Syafa berlari mendekat ke arah kakak iparnya


"Sini loh" teriak, Syifa yang menghampiri, Syafa di samping, Luthfi


"Syifa, udah" tegur, Luthfi yang menghalangi, Syifa


"Kok loh jadi belain nih bocah sih?" kesal, Syifa


"Syifa?" tegur Mommynya


"Syafa yang duluan Mom" ketus, Syifa


"Duduk" perintah Mommynya dan membuat, Syifa duduk mengerucutkan bibirnya


"Kamu harusnya ngalah. Kamu kan sudah menikah. Harus belajar dewasa. Dan tadi Mommy dengar, kamu manggil suami kamu dengan sebutan 'loh'. Itu ngga sopan" tegur Mommynya


"Biasanya juga gitu Mom" ujar, Syifa dengan pelan


"Ngga ada biasa-biasanya. Luthfi ini sudah suami kamu, pelindung kamu. Dia bukan teman kamu lagi yang manggilnya 'loh gue', Mommy ngga pernah ngajarin kamu begitu" tutur Mommynya


Semua orang menjadi diam dan hanya menyimak setiap perkataan Mommy Syifa yang memang betul adanya

__ADS_1


"Ngga apa-apa Mommy. Luthfi sama Syifa belum terbiasa" ujar, Luthfi


"Makanya harus dibiasakan. Kamu juga, Luthfi. Tegur, Syifa kalau manggilnya ngga sopan. Mulai hari ini, Mommy ngga mau dengar kalian manggilnya 'loh gue'. Mommy ngga mau tau itu" titah Mommy, Syifa


"Benar sih yang dibilang Mommy. Kalian kan udah suami istri. Masa manggilnya 'loh gue'. Kalau belum terbiasa panggil 'aku kamu', pake kata sayang aja dulu" ledek, Risa


"Kompor loh yah" seru, Syifa menatap tajam, Luthfi


"Ide bagus itu, Fa" cetus, Vigo


"Biar ada nama panggilannya gitu yah" timpal, Viona lalu tertawa


"Biar lebih istimewa" sambung, Fahri


"Boleh tuh usulan, Risa. Panggil sayang" tukas Mommynya


"Mommy" kesal, Syifa yang wajahnya sudah memerah


"Ngga usah gengsi deh kak. Tinggal bilang sayang aja susah banget" cetus, Syafa


"Diam loh" gerutu, Syifa yang tidak habis pikir dengan orang-orang yang berada di hadapannya ini


"Jangan marah-marah terus" tegur, Luthfi yang melihat wajah kesal, Syifa


"Tuh dengerin. Ditegur sama suami langsung" goda, Risa yang terkekeh


"Ya sudah. Ayo kita balik. Takutnya kena macet nanti. Perjalanan juga jauh" ajak, Vigo kepada, Viona dan Fahri


"Ayo"


Syifa dan Risa memeluk, Viona yang akan pergi meninggalkannya. Mereka tidak bisa bersama selama musim liburan ini


"Sering-sering telpon gue yah?" ujar, Syifa yang sedih akan ditinggal sahabat barunya


"Itu pasti" jawab, Viona yang tersenyum padahal ia juga sedih


"Pokoknya harus selalu kasih kabar" tukas, Risa


"Udah. Kayak mau ditinggal bertahun-tahun aja" tegur, Fahri yang tidak ingin suasananya menjadi sedih


"Aaaa, Fahri juga bakal pergi" rengek, Risa yang beralih memeluk, Fahri


"Bulan depan ketemu" ujar, Fahri yang membalas pelukan, Risa


"Bakal kangen, Fahri ngga?" ledek, Vigo


"Pasti dong gue kangen" jawab, Risa


Semua mata membulat sempurna termasuk, Fahri mendengar jawaban, Risa yang seperti tidak sadar akan ucapannya baru saja


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Jadi, aku mau ngasih penjelasan dikit yah. hehe. Kenapa pass Luthfi sama Syifa nikah manggilnya masih 'loh gue' bkn 'aku kamu'? Yang namanya kita terbiasa memanggil seseorang dengan sebutan apapun itu, akan sulit buat dirubah panggilannya, apalagi krn sudah bertahun-tahun. Syifa yang emang wataknya gengsian disini, bakal susah mengungkapkan isi hatinya, terlebih persoalan memanggil orang. Dan juga, Luthfi yang wataknya emang cuek, ngga terlalu perduli sama hal sepele seperti itu karna sudah terbiasa. Jadi diantara mereka, memang harus ada penengahnya, ngga bisa langsung. Tapi aku berterima kasih sama yang udah mengingatkan aku kok, hehe. Seenggaknya aku jadi ngga lupa. Kalian tinggal ikutin alur yg udah aku buat aja yah, hehe. Soalnya aku udah Planning ke depannya kek mana. 🤭 Jadi stay aja yah, hehe. Dan jangan lupa like dan beri tip untuk mendukung karya aku ini. Terima kasih yang sudah memberi like dan tipnya yah, aku sangat berterimakasih


Eh, jadi kepanjangan 😅


__ADS_2