Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Hamil diluar nikah


__ADS_3

"Maksud loh apa?" tanya, Winda dengan penuh kebingungan.


Fahri tidak menjawab. Ia menoleh ke arah, Risa yang menampakkan wajah seperti biasanya.


"Apa? Kenapa loh ngeliatin gue?" tanya, Risa dengan nada sewot seperti biasa, padahal perasaanya begitu kacau


Fahri lagi-lagi tidak menjawab. Ia terus menatap, Risa hingga gadis itu menyimpulkan bahwa, Fahri ingin ia mengklarifikasi tidak ada hubungan diantara mereka berdua saat ini


"Ehem. Ia. Gue bukan pacarnya, Fahri. Loh tenang aja" ujar, Risa kepada, Winda dengan sesak. "Sih, Viona emang suka ngada-ngada. Suka ngawur kalau ngomong. Mereka suka ngebully gue sama, Fahri. Biasalah kan, namanya juga orang jomblo. Jadi loh tenang aja. Gue sama, Fahri cuma temanan biasa aja kok. Ia kan, Ry?", Risa menoleh pada, Fahri


Risa dengan perasaan yang kacau tetap mencoba terlihat biasa saja saat menjelaskannya. Ia tidak tau kenapa dengan perasaannya. Fahri pun tidak menjawab lagi. Ia mengalihkan pandangannya dari, Risa dengan cuek


"Nih orang maunya apa sih? Gue kan udah nurutin maunya dia? Gue kan udah jelasin ke calon ceweknya dia" batin, Risa menggerutu


"Tapi tadi loh ngga ngebantah, Viona ngenalin loh sebagai ceweknya, Fahri" tukas, Winda


"Ia sorry. Tapi baru kali ini kok gue ngga ngebantah. Beneran", Risa meyakinkan, Winda karna merasa tidak enak, "Hari ini suasana hati gue lagi bagus. Jadi malas nanggepin ocehannya, Viona kek biasanya. Tapi loh tenang aja. Gue sama, Fahri ngga ada hubungan apapun kok. Loh jangan salah paham yah"


"Ehem", Syifa berdehem cukup keras


Semua mata yang di berada diantara mereka menatapnya. Namun, Syifa acuh tak acuh dan malah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi seraya memalingkan wajahnya ke sembarang arah


"Kenapa?" tanya, Luthfi lembut


"Ngga apa-apa" jawab, Syifa ketus


"Ponakan gue kayaknya udah lapar deh" seru, Viona disituasi canggung itu


"Ia kayaknya yah" cetus, Vigo


"Tunggu yah sayang" ucap, Luthfi yang mengelus lembut perut istrinya


Melda tak henti-hentinya memperhatikan tingkah lembut, Luthfi menghadapi istrinya yang sedang hamil. Rasa kagum tercipta di kedua sinar matanya hingga membuat, Syifa yang melihatnya tidak suka


Syifa mengerucutkan bibirnya yang tidak senang dengan kehadiran kedua gadis di hadapannya saat ini. Padahal sebelum hamil, ia tidak terlalu mempedulikan hal semacam itu. Gadis yang satunya menghancurkan hubungan yang baru saja dibangun oleh, Risa dan Fahri. Dan Gadis yang satunya, terus saja memperhatikan suaminya


"Kenapa loh, Fa? Santai aja dong. Tuh bibir loh udah mau jatuh" tegur, Risa yang meledek, Syifa


"Kalau jatuh juga ada, Luthfi yang nangkap" cetus, Fahri yang sudah mulai bersuara


"Di tempat tidur tapi" timpal, Vigo lalu tertawa


"Vigo" seru, Risa, Syifa dan Viona bersamaan


Beberapa pasang mata tengah menatap meja mereka karna begitu ribut


"Kalian jangan teriak-teriak. Orang-orang pada ngeliatin kita" tegur, Melda


"Ia maaf" ucap, Viona. "Vigo nih. Ngomongnya itu mulu" ketus, Viona


"Cowok loh itu" tukas, Risa


"Biasa aja dong ngomongnya", Fahri menyenggol lengan, Risa


"Bodo amat" seru, Risa menatap, Fahri kesal. "Itu teman loh yah. Loh juga sering ngo..... " ucapan, Risa terpotong ketika tidak sengaja melihat, Winda yang menatap dirinya


"Kenapa?" tanya, Fahri yang melihat, Risa tiba-tiba terdiam. Fahri mengikuti arah pandangan, Risa yang menetap kepada, Winda


"Ehem. Oh ia. Setelah ini gue mau pergi dulu ke suatu tempat" cetus, Risa mengalihkan pembicaraan


"Mau kemana loh?" tanya, Syifa


"Ada deh" goda, Risa


"Sejak kapan loh punya rahasia sama gue?" seru, Syifa memicingkan matanya


"Tau nih, Risa. Mulai deh main rahasia" cetus, Viona


"Mau nyari cowok lain kali" ledek, Vigo


"Terus, Fahri gimana?" timpal, Luthfi


"Luthfi", Risa meletakkan telunjuk jarinya ke bibir, "Jangan gitu dong" imbuhnya


"Apaan sih, Sa. Biasanya juga ngga apa-apa" cetus, Syifa

__ADS_1


"Kan situasinya lagi beda, Fa" geram, Risa


"Apa yang beda?" tanya, Fahri


"Pura-pura ngga tau" ketus, Risa yang memalingkan wajahnya


"Santai aja kali, Sa" tegur, Viona


"Jangan baper" cetus, Vigo


"Namanya juga sayang" ledek, Luthfi


"Luthfi apaan sih? Diam deh" seru, Risa


"Kapan kalian nikah?" tanya, Melda tiba-tiba


Luthfi tidak menjawab. Malah mengerutkan keningnya namun tidak berlama-lama menatap, Melda


"Maksud loh, Luthfi sama Syifa?" tanya, Viona


"Ia. kapan mereka nikah?" ujar, Melda namun tatapannya tidak lepas dari, Luthfi hingga membuat pria itu merasa risih


"Tujuh bulan yang lalu" sahut, Syifa


"Oh? Baru banget yah. Usia kandungan loh sekarang berapa?" tukas, Melda


Syifa sensitif dimasa kehamilan menjadi tidak suka dengan pertanyaan semacam itu.


"Usia kandungan gue lima bulan. Jadi loh ngga usah khawatir gue hamil diluar nikah" jawab, Syifa yang sedikit kesal


Viona dan Risa saling menatap dan mengode. Mode sensitif, Syifa sedang datang. Fahri dan Vigo menahan tawa. Sedangkan, Luthfi harus tetap tenang untuk menenangkan istrinya


"Dia cuma nanya. Kamu ngga boleh ngomong kasar. Kamu sebelum hamil lembut banget sama orang. Masa pass hamil jadi kasar? Kamu mau anak kita nantinya jadi kasar sama orang? Ngga kan? Tahan kalau mau marah. Nanti di rumah aja marahnya yah. Marahin sekalian mereka ini" tutur, Luthfi dengan lembut sambil menunjuk, Risa, Fahri, Vigo dan Viona


"Enak aja loh" seru, Risa yang tidak terima


"Marahin suami loh aja sana" cetus, Viona


"Jangan dong sayang. Kalau, Syifa marahin, Luthfi. Nanti tidurnya di lantai" ledek, Vigo


"Fahri" tegur, Risa dengan kesal


"Apa?", Fahri menahan tawa melihat, Risa


"Jangan suka ngomong ngawur bisa ngga sih? Kebiasaan banget deh" ketus, Risa


"Jangan suka marah-marah bisa ngga sih?", Fahri memegang dagu, Risa dengan gemas, "Ntar muka loh cepat tua dan keriput. Nanti siapa yang mau sama loh?


Risa menepis tangan, Fahri, "Gue marah juga gue tetap cantik. Banyaklah yang mau sama gue. Tinggal gue yang nunjuk aja udah dapat gue"


"Masa? Ngga percaya gue?" ledek, Fahri


"Bodo" seru, Risa


Risa kemudian tersadar jika tidak hanya ada mereka disana. Disana terlihat, Winda calon pacar, Fahri menurut, Risa sedang menatapnya dengan dalam. Melda yang mengerutkan dahinya. Sedangkan ke-empat temannya seperti biasa, santai saja karena sudah terbiasa melihat pemandangan itu


"Ehem", Risa berdehem, "Maaf. Gue sama Fahri udah biasa kek gini kok. Tapi itu karna kami teman. Jangan salah paham yah" tutur, Risa dengan gugup


"Ngapain minta maaf?" tanya, Fahri


Risa menendang kaki, Fahri dengan pelan, "Kalau dia salah paham gimana?" bisik, Risa pada, Fahri


Fahri tidak menjawab. Ia menatap, Risa serius hingga membuat, Risa semakin tidak enak hati dengan, Winda


"Fahri apaan sih" tegur, Risa karna, Fahri terus saja menatapnya


"Loh....", Fahri memegang tangan, Risa


"Fahri", Risa yang terkejut segera melapas tangan, Fahri dan menoleh pada, Winda. "Jangan gini dong. Nanti kalau gebetan loh salah paham gimana? Gue ngga mau jadi perusak hubungan orang" ucapnya dengan perasaan yang berdebar


"Loh yang salah paham" tukas, Fahri


"Ngga. Gue ngga salah paham. Please jangan gini. Gue benar-benar ngga mau jadi perusak hubungan orang, Ri" sahut, Risa yang menahan sesak di dadanya


"Risa" tegur, Syifa

__ADS_1


"Fa? Please. Kali ini aja. Loh yang paling tau gue ngga suka jadk pengganggu hubungan orang" pinta, Risa kepada, Syifa yang sangat tau dirinya


"Sebenarnya ini ada apa sih?" seru, Melda


"Ngga ada apa-apa" sahut, Viona dengan cepat


Berhubung saat ketegangan terjadi. Pelayan membawakan pesanan mereka.


"Ayo makan" ajak, Vigo


"Seafood nya kayaknya enak" cetus, Syifa ketika melihat seafood yang dipesan suaminya


"Mau?", Luthfi menawarkan istrinya


Syifa mengangguk dengan cepat. Luthfi sendiri terlihat senang jika istrinya ingin memakan sesuatu. Perlahan, Luthfi mengeluarkan daging dari cangkang kepiting dan mendekatkannya ke mulut, Syifa


"Buka mulut?" perintah, Luthfi dengan lembut


Syifa dengan semangat membuka mulutnya untuk mendapatkan makanan yang akan disuapkan oleh suaminya


"Enak?" tanya, Luthfi ketika makanan itu sudah dimasukkan ke dalam mulut, Syifa


"Enak banget" seru, Syifa yang mengunyah dengan senang


"Mau lagi?" tawar, Luthfi


"Mau. Sini aku ngambil sendiri", Syifa hendak menyentuk seafood


"Jangan", Luthfi menahan tangan, Syifa. "Jangan sentuh. Ini kotor. Biar aku suapin kamu" ucapnya


"Uuuuu. So sweet deh" cetus, Risa yang menggoda suami istri itu


"Cepat nikah makanya, Sa" ledek, Vigo


"Apaan sih" gerutu, Risa yang mencibir


Fahri hanya menatap, Risa yang menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Namun, Risa tidak ingin melihat ke arah, Fahri


"Terus pesanan kamu ini gimana?" tanya, Luthfi yang terus menyuapi, Syifa


"Buat kamu aja" ucap, Syifa dengan tersenyum lebar kepada, Luthfi


"Aku lagi?" desah, Luthfi


"Terima nasib, Fi" ledek, Viona


"Kamu ngga mau? Ya udah sini biar aku makan. Aku paksain masuk" seru, Syifa yang menarik paksa Soto Ayam yang sudah ia pesan tadi


"Ngga. Biar aku makan. Aku mau kok" pasrah, Luthfi. "Kamu makan seafood nya aja yah? Biar aku yang makan Soto Ayam nya" lanjutnya


"Tadi katanya ngga mau?" kesal, Syifa


"Siapa yang bilang ngga mau? Kan aku cuma nanya" tukas, Luthfi yang menahan suara kesalnya


Ke-empat temannya benar-benar menahan tawa melihat, Luthfi yang teraniaya semenjak kehamilan, Syifa. Winda terlihat biasa saja. Namun, Melda semakin kagum dengan perlakuan, Luthfi yang memanjakan istrinya


"Andai dia suami gue. Ngga bakal gue marahin" batin, Melda yang terus menatap, Luthfi


"Suapin lagi", Syifa membuka mulutnya ketika tidak sengaja melihat, Melda tengah memperhatikan suaminya


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa mampir di Autumn In March yo 🤩


Jangan lupa like dan votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗

__ADS_1


__ADS_2